Wheel Of Love

Wheel Of Love
Pak andre mulai lagi.



Di kampus


Viona dan kedua temannya tengah berada di kantin kampus, ketiga nya baru saja menemui dosen pembimbing untuk membicarakan materi skripsi karena sebentar lagi mereka bertiga akan memasuki sidang skripsi.


Bakso pesanan mereka sudah datang, sambil menikmati bakso nya Viona membuka ponselnya yang sedari tadi bergetar. Ada 5 kali panggilan dan beberapa pesan dari suaminya. Belum sempat ia membalas pesannya namun ponselnya sudah bergetar lagi.


Ddrrtt...drrrttt....drrrt....


Mas Reza Calling


"Hallo assalamualaikum mas" sapa Viona.


"Waalaikumsalam Vi, Kamu pulang jam berapa dari kampus?" tanya Reza di sebrang sana.


"Sebentar lagi mas, aku tidak ada kelas kok, ada apa?" tanya Viona sambil menusuk baso nya.


"Kalau begitu habis ini aku jemput ya, kita ke rumah papa Surya, tadi mama ngasih kabar kalau lagi kumpul di rumah kamu." ujar Reza.


"Aku kan bawa mobil sendiri tadi mas, gimana dong??" tanya Viona.


.


"Ya biarin aja di kampus, nanti kalau pulang di ambil kan bisa. Kamu siap-siap aja nanti kalau aku sudah sampai disana aku telfon lagi ya..." ucap Reza yang kemudian langsung mematikan panggilannya.


"Duh!!belum juga di jawab tapi udah di matiin aja!" gerutu Viona sambil meletakkan ponselnya di meja.


"Ada apa Vi?" tanya Mela penasaran.


"Mas Reza mau jemput aku, mau ngajakin ke rumah mama." jawab Viona


"Cie di jemput suami..." Seloroh Reva dengan renyahnya.


"ih apa an sih, Be aja kalee..." sahut Viona.


"Mobil elu gimana?" tanya Mela.


"Biar gue bawa aja Vi, jangan di taruh di kampus, entar elu ambil aja di rumah gue." usul Reva


"Baiklah kalau begitu. terima kasih cintaa sudah baik sama aku." Ucap Viona sambil memeluk Reva.


"Ih jijik gue!!" ucap Reva sambil menyebikkan bibirnya.


Mela hanya tertawa melihat Viona dengan lebay nya memeluk Reva. Mereka bertiga sudah menyelesaikan makan di kantin, lalu beranjak pergi menuju taman yang ada di depan kampusnya.


Viona duduk sendiri di kursi kayu yang panjang sedang Reva dan Mela duduk bersebelahan di depan Viona, Mereka duduk sambil mendengarkan cerita Viona saat ia bertemu Mirna di mall. Raut wajah Mela dan Reva menampilkan wajah wajah penuh kekesalan.


"Gue gak habis fikir, masih ada ya cewek gak tahu malu seperti ulet bulu itu." ucap Reva bersungut-sungut.


"Kalau gue jadi elu Vi, bakal habis tuh ulet bulu gue remes-remes sampai hancur!!" Sahut Mela sambil meremas kertas yang sedang di pegang nya.


"Eh kesel sih kesel, tapi elu gk usah ngerusak materi elu sendiri kali." ucap Viona sambil menatap tangan Mela. Seketika Mela membelakkan mata nya, menatap kertas yang sudah kusut di tangannya.


"Ha...ha...ha...ha.... Apes kan lu gara-gara ulat bulu." Kelakar Reva.


"Sabar dong guys, selow baby!!" ucap Viona sambil bersekedap.


"Eh Vi, by the way skripsi lu kok gak ada koreksi nya ya, kok bisa?" tanya Reva tiba-tiba.


"Sebagian skripsi gue di kerjain sama mas Reza he..he..he.." ucap Viona dengan menyunggingkan senyumnya.


"Ehemmm...." Tiba-tiba muncul Suara laki-laki di belakang Viona.


"Boleh saya bergabung disini sama kalian?" tanya dosen laki-laki yang tak lain adalah pak Andre.


Sejenak ketiga gadis itu hanya diam mematung tanpa menjawab pertanyaan dosennya.


"Hey...kenapa bengong?" tanya pak Andre sambil melambaikan ke lima jari nya di depan Viona.


"Ah i-ya iya pak boleh pak silahkan." ucap Viona dengan sedikit ragu. Kemudian dengan santainya pak Andre duduk di sebelah Viona.


"Kalian kenapa belum pulang?bukannya sudah tidak ada kelas?" tanya pak Andre basa basi.


"Kebetulan kami sedang nyantai pak, nunggu jemputan." jawab Viona.


"Bagaimana kalau saya antar saja?" tanya pak andre.


"Emm terima kasih pak, tapi saya sudah di jemput." jawab Viona.


Mela dan Reva saling menyenggol kaki satu sama lain, memberi kode bahwa seorang dosen muda sedang mendekati anak didiknya. Viona terlihat salah tingkah karena pak Andre saat ini telah memutar duduk nya dengan menghadap ke arah Viona.


"Vi, boleh saya meminta No. ponsel kamu?" Tanya pak Andre tiba-tiba. Belum sempat Viona menjawab, ponselnya sudah bergetar.


Drrt...drrttt...ddrrrttt...drrrt....


Mas Reza calling...


"hallo assalamualaikum." ucap Viona.


"Cepat kesini!!aku sudah di depan dari tadi." Ucap Reza dengan sedikit membentak dan langsung saja panggilan di matikan oleh Reza. Viona segera memasukkan ponselnya ke dalam tas dan berpamitan kepada Pak Andre dan kedua temannya.


"Maaf pak saya harus segera pergi, permisi pak." pamit Viona sambil menganggukkan kepalanya pelan.


"Mel, Re gue duluan ya." ucap Viona dengan melambaikan tangan kepada kedua temannya.


"Kami juga mau pamit duluan pak, permisi." ucap Mela dan Reva kemudian.


Pak Andre hanya menjawab dengan anggukan serta senyuman yang manis. Di tatapnya punggung Viona yang perlahan menghilang di ujung gerbang kampus.


"Sungguh sulit untuk mendekatimu Vi." ucap pak Andre dengan suara yang lirih.


⭐⭐⭐⭐


Terima kasih kak sudah mampir, jangan lupa Vote,like dan komennya ya kak😂😂😂😂😂


_


_


🔥🔥🔥🔥🔥🔥