Wheel Of Love

Wheel Of Love
Cacing gak ada Akhlaq



Setumpuk berkas sudah siap di meja Reza, Berkas yang menunggu tanda tangan nya saja. Reza duduk tegak di kursi kebangsaan nya, mulai membuka satu persatu berkas yang sudah siap untuk di pelajari nya.


Viona merebahkan tubuh nya di atas sofa yang ada di sudut ruangan Reza. ia menunggu Reza sambil memainkan game online yang ada di ponsel nya.


Hampir 2 jam Viona menunggu Reza menyelesaikan pekerjaan nya, Rasa bosan tengah melanda gadis yang sedang duduk bersila di atas sofa itu.


"Mas masih lama ya?" tanya Viona


"Masih ada 3 berkas lagi." jawab Reza tanpa melihat Viona.


"Katanya tadi sebentar, tapi sampai 2 jam lebih." Viona mengerucutkan Bibirnya.


"Sebentar ya, beneran sebentar lagi selesai kok. Kamu mandi aja dulu di ruang pribadi aku, atau mau tidur sambil nunggu aku selesai." ucap Reza sambil menunjuk sebuah ruangan yang ada tak jauh dari tempatnya berada saat ini.


"Mandi di rumah aja deh mas, Kan gak bawa baju ganti." ucap Viona.


"aku akan cepat menyelesaikan ini agar kita bisa segera pulang." ucap Reza tanpa menatap Viona.


Viona berjalan ke jendela kaca yang besar untuk melihat kota jakarta saat malam hari, dilihatnya gemerlap lampu tengah menyinari jalanan ibu kota ini, lalu lalang kendaraan menghiasi kota yang penuh dengan kemacetan itu.


Saat sedang asyik memandang gedung-gedung yang menjulang tinggi tiba-tiba Viona di kagetkan sebuah tangan yang melingkar di perutnya. Seketika ia menoleh ke belakang.


"Mas Reza!!!!" Teriak Viona


"Biarkan seperti ini Vi...Aku hanya ingin memelukmu saja." ucap Reza di ceruk leher sang istri.


"Tapi aku bau mas, aku belum mandi." Viona beralasan.


"Diam lah, Aku dari dulu selalu membayangkan berpelukan dengan istriku disini sambil melihat pemandangan kota jakarta. Sekarang aku sudah punya istri dan aku ingin melakukannya jadi diam lah sebentar saja." Ucap Reza sambil mengeratkan pelukannya di perut Viona.


Mendapat perlakuan seperti ini membuat jantung Viona berdetak lebih cepat, Baru kali ia di peluk suaminya dengan penuh kasih sayang. Viona begitu menikmati perlakuan yang di lakukan oleh Reza saat ini. Terdengar juga suara detak jantung Reza yang tak beraturan sama seperti dirinya.


"Kenapa jantungmu seperti orang yang sedang lari maraton mas?" Seloroh Viona.


"Sepertinya aku sedang jatuh cinta." ucap Reza yang masih setia di ceruk leher Viona.


"Apa kamu tidak pernah merasakan jatuh cinta sebelumnya?" tanya Viona lagi.


"Entahlah, yang jelas sebelumnya aku tidak pernah merasakan debaran yang seperti saat ini." ucap Reza.


"Sampai kapan kita akan melakukan ini disini mas?" tanya Viona sambil menoleh ke samping.


"Ck, pikiranmu terlalu jauh mas, dasar mesum!!" sarkas Viona.


"Aku hanya bertanya sampai kapan kita melakukan pelukan ini disini?apa kita tidak pulang?" Viona menjelaskan maksud ucapannya.


"Ah aku kira kamu menginginkan sesuatu Vi." ucap Reza dengan nada kecewa.


"Aku kan sudah bilang, kita tidak akan melakukan kegiatan celap celup wortel sebelum kita mengulang akad nikah mas." Viona membalikkan badannya menghadap Reza.


"Kalau begitu ayo kita mengulang Akad nikah secepatnya Vi." ucap Reza dengan serius.


"Sebelum itu, ayo sekarang kita pulang mas. Aku sudah lapar, cacing di perutku sudah protes sedari tadi!!" Ucap Viona


"ish. Cacing mu memang gak ada akhlaq, bisa-bisa nya merusak suasana romantis ini!!" ucap Reza dengan kesal. Melihat wajah masam Suaminya membuat Viona terkekeh geli, ia segera melepaskan lilitan yang ada di perutnya. Kemudian langsung saja Viona meraih tas slempang yang ada di atas meja.


"Ayo pulang mas!!" Ajak Viona. Reza pun mengikuti langkah Viona untuk meninggalkan Ruangannya.


Mereka berdua berjalan menyusuri lorong kantor yang sudah sepi, hanya tinggal beberapa staf saja yang masih lembur.


"Mas aku lapar mas..." rengek Viona saat sudah duduk di dalam mobil.


"Kamu mau makan apa?" tanya Reza sambil memasang seatbelt nya.


"Aku mau makan Nasi goreng mas tapi yang di pinggir jalan itu loh yang dekat sama komplek kita." ucap Viona sambil membayangkan rasa nasi goreng yang pernah ia makan itu.


"Kamu gak papa Vi minta makan di pinggir jalan?"


"Enggak mas, disana enak mas. Aku pernah beli sama mbak Sri waktu itu." ucap Viona.


"Ya sudah kita makan disana." Reza menyetujui permintaan Viona.


"Uhh...cacingku rasanya sudah menari-nari disini membayangkan nasi goreng nya Bang Jali." Viona bergumam sendiri sambil mengusap usap perut nya.


"Ya ya ya...cacingmu memang tidak bisa menahan rasa lapar walau hanya sebentar." ucap Reza tanpa mengalihkan pandangannya dari jalan raya.


⭐⭐⭐⭐


Jadi laper nih makkkkk bayangin nasi goreng😀😀


🔥🔥🔥