Married By Incident

Married By Incident
Menantu Gagal



Di tempat duduk paling depan, Baskara sedang berbincang dengan kolega lamanya pemilik Indi Group. Hendrawan adalah kolega sekaligus teman kuliah Baskara, yang malam ini datang dengan anak dan cucu perempuannya.


"Hendra..., ini anak dan cucumu? Berapa usia cucumu, sepertinya sudah saatnya ini kamu nikahkan dia. Biar segera menimang buyut untuk teman hari-hari tua kita" tanya Baskara saat memandang anak dan cucu Hendrawan.


Baskara sama sekali tidak tahu jika gadis cucu koleganya itu pernah dipilih Pratama untuk menikah dengan Yudha. Tetapi karena ingin tampil wow di hari istimewanya, pernikahan akhirnya gagal karena satu jam terlambat datang di lokasi pernikahan.


"Wah om Baskara bisa saja, ini anak Santi om. Dulu waktu syukuran kelahiran om Bask juga hadir lho. Sayang ya om, kita tidak jadi besanan." kata Santi putri Hendrawan tersenyum kecut, karena kecewa tidak jadi memiliki menantu sawit (sarang duit).


"Besanan, maksudnya." tanya Baskara sambil mengerenyitkan alis.


"Saya Cinthya opa, yang pernah akan menikah dengan cucu opa tapi batal. Makanya mama bilang kalau batal besanan dengan opa." sahut Cinthya dengan tidak tahu malu, mencoba untuk mengenalkan dirinya.


Melihat secara langsung figur penampakan Yudha, dari tadi Cinthya menahan emosi di dadanya. Dia sangat menyesal karena kecerobohannya, dia gagal mendapatkan quality hubby.


"Lho iya kah, anak itu tidak pernah bercerita apapun. Sama istrinya ini saja, aku mengenalnya sendiri secara kebetulan bukan dikenalkan oleh Yudha." kata Baskara tersenyum ramah.


Meskipun dia mengakui cucu koleganya itu cantik, tetapi bagi Baskara, Dev tetap cucu menantu yang terbaik.


"Berarti memang Tuhan belum menggariskan kalau nak Cinthya berjodoh dengan cucu opa." lanjut Baskara.


Cinthya tersenyum kecut, padahal dalam hati kecilnya dia menginginkan opa Baskara berada di pihaknya.


"Masih ada cucu lainnya tidak opa, kalau ada Cinthya mau dong dikenalkan satu, he...he..." sahut Cinthya dengan maksud mendekatkan diri dengan Baskara.


Baskara diam tidak menjawab. Dia tidak suka dengan orang-orang yang berusaha mencari tahu urusan keluarganya.


"Hend..., nikmati acaranya ya, aku akan mengawasi buyut-buyutku." Baskara pamit untuk meninggalkan Hendrawan dan keluarganya.


"Okay Bask.., tidak perlu sungkan. Kami akan menikmati semuanya." kata Hendrawan.


Sepeninggalan Baskara, Cinthya bermaksud mencari udara segar dengan berjalan keluar. Karena tidak fokus, tanpa sadar dia menabrak Pratama di depan paviliun samping.


"Hey..., minggir donk. Tahu ada orang lewat, malah masang di tengah jalan." teriak Cinthya mengomeli Pratama.


Pratama hanya melihat kemudian bergeser tanpa menjawab, meskipun dia dalam posisi yang tidak salah. Dia menghormati Boss nya yang punya acara, tidak mau memancing kegaduhan. Tapi tiba-tiba dia merasa teringat sesuatu.


"Bukankah itu Cinthya yang pernah aku tawari untuk menikah dengan boss dulu ya." Pratama mencoba mengingat kembali wajahnya.


Dia berniat mengajak bicara, tapi melihat wajahnya yang seperti ditekuk-tekuk, Pratama mengurung niatnya. Akhirnya dia meninggalkan Cinthya dan bergabung dengan para pengawal keluarga Yudha.


********


Cinthya yang sedang galau melihat Yudha berperan sebagai Hot Daddy untuk istri dan anak-anaknya terbakar oleh rasa cemburu. Apalagi pada saat sambutan acara, Baskara menyampaikan bahwa bangunan yang menyerupai cottage ini, dia bangun khusus untuk mewujudkan mimpi cucu menantunya. Bangunan ini diberikan Baskara sebagai hadiah karena sudah memberinya dua buyut.


"Harusnya semua ini milikku." pikir Cinthya.


Dia mengedarkan pandangan, dan matanya menangkap Dev yang sedang berjalan sendiri ke arah belakang. Tiba-tiba dia memiliki niat untuk bikin Dev cemburu, dengan cepat dia menuju rumah belakang untuk mengikat Dev.


"Hmm...., ada orang kaya baru nih yang tiba-tiba menjadi ratu disini." dengan nada sinis, Cinthya berusaha menyindir Dev.


Dev menoleh, dan akhirnya membalikkan badan menghadap ke Cinthya.


"Maaf anda salah arah, di belakang adalah private area hanya untuk keluarga." Dev mencoba mengingatkan penyusup yang mengikutinya.


"Tidak perlu belagu, semua ini seharusnya jadi milikku. Kamu hanya seorang pengganggu dalam kehidupan kami." kata Cinthya dengan nada tinggi, sedangkan Dev hanya mencoba untuk memahami.


"Hanya karena aku terlambat, Yudha menemukanmu secara asal. Kita lihat, tidak akan menunggu lama, Yudha akan kembali padaku." Cinthya terus berbicara untuk menjatuhkan emosi Dev. Tetapi dia tidak tahu kualitas Dev dalam pengendalian emosinya.


Dev tetap tersenyum menghadapi serangan psikologi dari Cinthya, meskipun timbul banyak pertanyaan di hatinya.


"Sudah?" tanya Dev singkat. Dia merasa Cinthya sangat menganggu waktunya.


"Maksudmu." Cinthya balik bertanya.


"Sudah yang ceramah menceritakan kegagalanmu untuk mendapatkan Yudha. Mau apapun yang akan kamu lakukan, saat ini Yudha adalah suamiku dengan kehadiran si kembar sebagai pengikat kami." Dev menekankan tentang posisinya saat ini bagi Yudha, dan tanpa menoleh ke belakang, Dev meninggalkan Cinthya sendiri.


"Sialan.., lihat saja nanti. Ini baru permulaan." gumam Cinthya.


"Hay..., siapa yang mengijinkan kamu memasuki privat area? Dari sekian banyak tamu, hanya kamu yang sudah lancang menginjakkan kaki di area ini." tiba-tiba Pratama datang menegur Cinthya dengan nada tinggi.


"Apa urusanmu, oh aku ingat kamu adalah laki-laki kurang ajar yang tadi menabrakku di depan. Untuk apa kamu mengikuti aku." Cinthya balik berbicara dengan nada tinggi pada Pratama.


"Ternyata lulusan luar negeri bukan jaminan untuk membentuk karakter orang menjadi lebih baik. Sayang sekali ckk..


ckkk...," Pratama balik memberikan sindiran pada Cinthya.


"Owalah.. ternyata kamu fansku ya, sampai kepo mencari informasi tentang aku. Ha...ha...ha.., kalau mau tahu tanya langsung, tidak perlu sok-sokan stalking privacy orang." Cinthya tambah kalap mengomeli Pratama.


Takut membuat keributan, akhirnya Pratama memutuskan untuk diam.


"Pratama..., siapa dia? Bagaimana bisa ada orang asing yang bisa masuk ke private area," tanpa mereka sadari, Yudha tiba-tiba berada di belakang mereka dan langsung memarahi Pratama.


Melihat Yudha, Cinthya kemudian berusaha untuk membuat image kalem di depannya.


"Iya boss, saya juga tidak tahu bagaimana ceritanya kok nenek sihir ini bisa nyasar masuk kesini." Pratama mencoba menjelaskan pada Yudha.


Mendengar namanya dipanggil dengan panggilan nenek sihir, Cinthya langsung menendang betis Pratama dan berniat langsung berlari pergi. Tapi dia tidak tahu, berada pada tingkat berapa ilmu beladiri yang dikuasai oleh Pratama.


Baru saja Cinthya akan mengayunkan tendangan, Pratama langsung pasang kewaspadaan. Dengan cepat Pratama menangkap pergelangan kaki Cinthya yang langsung berdampak pada olengnya keseimbangan badan Cinthya. Khawatir akan tersinggungnya keluarga para tamu, dengan sigap Pratama meraih pinggang Cinthya dan menahannya agar tidak terjatuh di lantai.


Cinthya yang sudah memejamkan mata karena tahu dia akan membentur lantai, kaget karena ada tangan yang memegang pinggangnya. Begitu dia membuka matanya, sontak dia kaget dan memukul lengan Pratama dan berlari ke tempat acara berlangsung.


********