
Yudha mengelilingkan pandangannya mencari Dev, dia sudah mencari istrinya di kamar dan di dapur tetapi tidak menemukan keberadaannya. Sejak tadi dia menghabiskan waktu bercanda dengan Aileen putri cantiknya, dan saat Aileen istirahat dia baru teringat dengan Dev istrinya.
"Cari siapa Tuan Muda.., kok sepertinya sedang mencari sesuatu?" Pratama dan Kinan yang sedang menggandeng putrinya berpapasan dengan Yudha di halaman paviliun.
"Ada lihat Nyonya Muda tidak?? Dari tadi aku mencarinya, tetapi belum menemukannya." Yudah menanyakan tentang Dev.
"Nyonya Muda tadi ketemu dengan kami Tuan.., tadi sih bilangnya mau jalan ke Merapi Golf. Siapa tahu diajak sama bos-bos muda, begitu kata Nyonya Muda Dev." Kinanthi bicara apa adanya dengan Yudha, Pratama langsung membelalakkan matanya. Dia lupa memberi tahu istrinya, jika Yudha sangat cemburuan dan protektif terhadap istrinya.
Seperti yang sudah dibayangkan Pratama, mata Yudha jadi membesar dan mukanya merah padam.
"Kamu bicara apa Kinan?? Dimana istriku, dia mencari bos-bos muda di Merapi Golf?" seru Yudha dengan nada tinggi.
Pratama langsung menempatkan dirinya di depan Kinanthi dan putrinya. Dia tidak mau istri dan anaknya menjadi sasaran kemarahan Bossnya itu.
"Halah Tuan Muda..., seperti tidak hafal dengan karakter Nyonya Muda saja. Nyonya Muda kan suka bercanda, tadi melihat kami jalan bertiga, sebenarnya Kinan sudah mengajaknya untuk jalan bareng. Mungkin Nyonya Muda khawatir akan mengganggu kami, makanya membuat alasan agar Kinan tidak memaksanya untuk bergabung." Pratama mencoba menetralisir suasana.
Tetapi Yudha adalah Yudha.., seorang suami yang sangat BUCIN dan over protektif terhadap istrinya. Dia juga tidak mudah untuk mempercayai omongan orang, jika dia tidak melihat dengan sendirinya kalau menyangkut keluarganya,
"Dimana kalian terakhir berjumpa dengan Dev?? Aku akan segera menyusulnya?" kata Yudha dengan nada tinggi.
"Disana Tuan Muda.., tadi masih jalan di pinggiran jalan dekat sawah itu." Pratama menunjuk arah sebelah timur dari bangunan Gallery. Kinanthi mendekap putrinya, merasa ketakutan dengan reaksi atasan dari suaminya.
Yudha langsung berjalan meninggalkan Pratama dan Kinanthi, dia menuju arah yang ditunjukkan oleh Pratama.
"Dadd..., Daddy... mau kemana?? Tunggu Dadd..., Aileen ikut." teriak Aileen memanggil Yudha saat tahu Daddy nya berjalan menuju pinggir sawah.
Mendengar teriakan putrinya, Yudha hanya menoleh sebentar, kemudian mengangkat tangannya sebagai isyarat agar Aileen tidak mengikutinya. Aileen tetap berlari untuk mengikuti Daddy nya, tetapi dia tersandung batu di halaman pavuliun, dan untung Pratama segera berlari memegangnya. Jika tidak maka, putri kecil itu akan terjatuh ke tanah,
"Non Aileen.. ayo masuk saja. Bermain dengan Meisha saja di dalam. Daddy baru akan mencari Mommy." ajak Pratama pada Aileen.
"Tapi Aileen mau ikut Daddy.. bosen main sendirian di kamar. Kak Vian sama kak Zidan dari tadi mereka bermain dengan Ipad nya, tidak mau mengajak Aileen bermain bareng." Aileen putri kecil Yudha dan Dev memang paling manja, dan semua kemauannya selalu dituruti oleh Daddy nya.
"Makanya sekarang bermain dulu sama Meisha. Jangan ganggu Daddy dulu ya!" kata Pratama dengan lembut.
"Iya Non Aileen.., main sama Meisha aja yukk! Kita main Barbie saja di dalam!" celetuk Meisha. Aileen melihat ke arah Meisha dan Daddy nya yang uidah tidak tampak punggungnya, kemudian dia menganggukkan kepalanya. Mereka berdua gadis kecil itu saling bergandengan tangan, dan segera masuk kembali ke dalam rumah.
******************
"Apa itu Dev ya??? Sedang ngobrol dengan siapa dia disana? Ah tapi ga mungkin kalau itu Dev." Yudha bertanya pada dirinya sendiri.
"Tapi warna baju atasannya sama dengan yang dikenakan Dev. Tadi Dev juga mengenakan T shirt warna putih." pikiran yang bertolak belakang melintas di pikiran Yudha. Tetapi karena dia sudah mengedarkan pandangannya ke segala arah, dan tidak melihat istrinya.., maka dia kemudian mendatangi orang yang tampak sedang mengobrol di kejauhan.
Hampir 100 meter, Yudha berjalan cepat mendatangi orang yang terlihat sedang berbicara di kejauhan itu. Sudut bibir Yudha tiba-tiba melengkung ke atas, setelah dari jarak dekat dia melihat jika orang yang mengenakan baju putih itu adalah istrinya. Dia segera bergegas dan mempercepat langkahnya mendatangi Dev yang masih asyik berbincang dengan ibu-ibu yang sedang memanen cabai.
Yudha memberi isyarat pada ibu itu untuk diam dengan meletakkan jari telunjuknya di depan bibirnya, kemudian dari belakang Dev, dia menutup mata istrinya.
"Aaaww.., ini pasti ulah Daddy. Lepaskan Dadd.., Mommy ga bisa melihat apapun." teriak Dev saat mata Yudha menutup matanya.
"Kok tahu sih?? Kan Daddy akan memberi kejutan pada Mommy." seru Yudha sambil melepaskan tangannya, kemudian memeluk Dev dari belakang. Melihat ibu-ibu petani di depannya tersenyum, Dev berusaha melepaskan tangan suaminya.
"Dadd.., lepasin dong tangannya. Ini lho.., malu sama Bu Sumini!" ucap Dev sambil mencoba melepaskan tangan suaminya dari badannya.
"Sama suami sendiri masa malu. Ga pa pa ya Bu?" sahut Yudha sambil bertanya pada ibu Sumini.
"Tidak apa-apa Tuan. Tuan ini mesti cucunya Tuan Baskara ya, yang sering diceritakan pada penduduk desa?" tiba-tiba Bu Sumini balik bertanya.
Yudha menganggukkan kepala, membenarkan apa yang ditanyakan Bu Sumini.
"Makanya mirip, tadi saya sudah ngobrol banyak Tuan dengan istri Tuan. Nyonya Dev yang cantik." kata Bu Sumini.
Yudha kemudian memberikan ciuman kecil di pipi Dev, dan mendapatkan tepukan di pundaknya.
"Dadd..., lihat-lihat tempat dong!! Masak di depan Bu Sumini main curi-curi cium segala," dengan pipi merah Dev cemberut.
"He..he..he.., tidak apa-apa Nyonya. Ibu senang melihat Tuan dan Nyonya seperti puber kedua." sahut Bu Sumini.
"Tuh Momm..., dengar sendiri kan kata Bu Sumini. Ayo.. daddy temani jalan-jalan dulu. Mumpung anak-anak lagi sibuk sendiri-sendiri. Permisi ya Bu Sumini, terima kasih sudah menemani istri saya ngobrol." setelah pamitan dengan Bu Sumini, Yudha merangkul pundak Dev dan membawanya berjalan menyusuri areal persawahan.
"Kok tahu kalau Mommy kesini Dadd?? Dari siapa, pasti Pratama dan Kinanthi yang kasih tahu." tanya Dev sambil senyum-senyum.
"Ya iyalah..., makanya Daddy langsung kesini, daripada istri tercantik Daddy jadi cari brondong-berondong yang sedang main Golf." sahut Yudha cepat.
"Whats?? Ha.., ha.., ha..., rupanya suamiku saat ini lagi cemburu ya?? Kalau di tempat Golf, yang berondong hanya caddy nya saja Dadd. Pengusahanya pasti sudah tua-tua." kata Dev sambil tertawa.
"Awas saja.. kalau Mommy berani meninggalkan aku. Akan aku kurung, tidak boleh keluar rumah selamanya." Yudha kembali memeluk Dev dan memberikan ciuman di kening istrinya.
****************************