
"Maafkan Dev ya pa, ma, kami baru sempat kesini saat ini." ucap Dev pada saat mereka makan siang bersama.
"Tidak apa-apa nak, yang penting kalian semua masih ingat kami. Tiara sama Rendra kemana ma, atau ditelpon agar mereka pulang agak awal. Kakaknya mumpung disini." kata Burhanuddin.
"Iya pa, nanti selesai makan mama telepon mereka agar segera pulang." jawab Sonya.
"Ngomong-ngomong sampai kapan kalian berada di kota ini." tanya Burhanuddin pada Dev dan Yudha.
Yudha menengok ke arah istrinya yang sedang menyuapi kedua putranya.
"Kita belum bisa lama disini pa, mungkin besok malam kita harus segera balik. Karena kita juga punya janji sama kakek Baskara untuk mengunjungi beliau." Dev menjawab pertanyaan papanya.
"Tinggal dimana sekarang pak Baskara. Sampaikan salam kami ya untuk beliau."
"Kakek sekarang tinggal di pedesaan New Zealand pa, beberapa bulan lalu kami pernah ketemu Waktu di Australia. Setelah Vian dan Zidan bisa jalan, kami janji akan membawanya sementara waktu ke sana. Nanti kalau kami sampai disana, akan kami sampaikan salam papa dan mama untuk kakek."
Mereka kemudian menghabiskan makan siang bersama. Tidak berapa lama, Zidan dan Vian mulai rewel. Mungkin karena mereka mulai mengantuk.
"Bagaimana kalau kita pulang dulu ke hotel. Nanti sore kita kesini lagi. Vian sama Zidan seperti pingin istirahat dulu." Yudha mengajak Dev kembali ke hotel dulu.
"Iya." sahut Dev cepat.
"Pa, sepertinya si twins pingin istirahat dulu. Kami balik dulu ke hotel, nanti sore kita kesini lagi." Yudha langsung menyampaikan pamit pada Burhanudin.
Sebenarnya Burhanuddin ingin menahan mereka, tapi karena melihat cucunya rewel akhirnya dia mengijinkan.
"Baiklah, tapi jangan lupa janjinya ya Nanti setelah mereka bangun tidur, ajak mereka kembali kesini. Rendra belum ketemu sama ponakannya." sahut Burhanuddin.
"Baik pa. Kami balik ke hotel dulu ma." Dev pamitan sama mama Sonya.
"Baiklah, hati-hati ya." sahut Sonya.
"Dev, Yudha...., kalian menginap di hotel apa. Nanti kalau Rendra dan Tiara sudah datang, kita yang datang ke hotel saja." ucap Burhanuddin.
"Iyakah pa, kami menginap di hotel ***otel, nanti kabari dulu ya pa kalau jadi kesana. Nanti kita siapkan tempat untuk kita ketemuan." jawab Dev.
"Baik, sudah segera masuk mobil. Mereka sudah tidak sabar." kata Burhanuddin sambil mengusap kepala si twins.
Burhanuddin dan Sonya ikut mengantarkan mereka, sampai ke dalam mobil yang sejak tadi menunggu mereka di jalan depan rumah.
**********************
Setelah menempuh 15 menit perjalanan, akhirnya mereka sampai di hotel **votel Palembang. Mereka langsung bergegas masuk ke dalam kamar dengan menggendong satu anak di tangan mereka masing-masing.
Sesampainya di kamar, Yudha langsung menepuk-nepuk si twins agar segera tidur terlelap. Dev duduk di kursi memandang suaminya yang selalu membersamai si twins jika sedang bersama. Tidak berapa lama mereka tertidur.
"Dadd..., sebentar lagi si twins sudah tidak mau lagi kita pegang-pegang. Nanti akan ada yang hilang dari kita." ucap Dev lirih pada Yudha.
"Terus gimana, waktu untuk kita berdua akan lebih sisa banyak sayang." sahut Yudha.
"Aku pingin punya anak lagi, siapa tahu dapat perempuan." kata Dev memberi kode pada suaminya.
"Aku tidak mau, nanti kamu kesakitan lagi. Aku masih ingat bagaimana menyakitkan kamu waktu melahirkan si twins, tidak lagi." Yudha mengingatkan bagaimana Dev waktu melahirkan si twins.
"Karena dulu si twins kan aku melahirkan yang pertama. Sekarang aku sudah bisa menghindari hal-hal yang tidak boleh aku lakukan lagi. Ayolah sayang."
"Tidak, aku tidak mau kamu sakit lagi." tegas Yudha.
Tiba-tiba Yudha bangun kemudian berbaring di atas sofa.
"Ayo, lakukan. Daddy pasrah siapa yang ingin anak lagi," ucap Yudha sambil berbaring di atas sofa.
Melihat sikap tidak tahu malu dari suaminya, Dev hanya tersenyum kecut. Tapi dia sendiri tidak pernah bisa menolak tawaran pesona dari suaminya, yang selalu menarik hatinya. Dengan mengesampingkan rasa malunya, Dev berada di atas tubuh Yudha, dan akhirnya tidak menunggu lama Yudha sudah menyerah kalah.
"Ayo..., siapa yang menginginkan sekarang," bisik Dev sambil menggigit telinga suaminya.
Dia hafal dengan titik-titik sensitif di tubuh suaminya. Yudha tidak menjawabnya, tetapi langsung membalikkan tubuh istrinya dan dia dengan cepat berpindah di atasnya. Akhirnya siang hari mereka berdua menghasilkan karya yang memuaskan keduanya.
******************
Akhirnya Burhanuddin dan keluarga Palembang menyanggupi untuk datang ke hotel setelah habis Maghrib. Yudha langsung booking tempat di roof top hotel untuk menjamu kedatangan keluarga.
"Dev..., ayo kita segera ke roof top. Papa barusan menelpon, mereka sudah berada disana hampir 15 menit." ajak Yudha pada Dev
"Okay, aku pakaikan jaket dulu untuk ai twins. Karena aku yakin, jika di atas dingin apalagi ini malam hari." Dev memakaikan jaket untuk kedua putranya.
Setelah terpasang, dia menggandeng kedua putranya. Yudha tersenyum kemudian mengambil gambar ketiganya dengan kamera ponselnya.
"Wow..., Daddy tidak menyangka ternyata Hot Mommy and twins sangat cute sekali." Yudha mengagumi hasil jepretannya, dan langsung memasang sebagai foto profil pada aplikasi WhatsApp.
"Mommy dikirim dong." Dev meminta pada Yudha untuk mengirimkan foto haail jepretannya.
Mereka berempat segera menuju roof top untuk menemui keluarganya. Sesampainya di atas, Dev melihat ada gadis yang lebih kurus dari terakhir kali mereka bertemu. Gadis itu menundukkan kepalanya seperti malu bertemu dengan Dev. Akhirnya Dev menghampiri Sonya dan Tiara.
"Halo Ma, maaf ya kok kelamaan menunggunya." sapa Dev dengan Sonya.
"Ini Tiara ya, tambah langsing adikku ini." Dev juga menyapa Tiara sambil memeluknya. Tiara akhirnya juga membalas pelukan dari kakaknya. Sonya terlihat berusaha menghapus air mata yang muncul di kelopak matanya.
"Kapan datang kak." tanya Tiara.
"Tadi malam Tiara, ayo Vian, Zidan kasih salam sama aunty." Dev meminta si twins untuk menjabat tangan Tiara.
"Rendra, kamu sudah besar sekali sayang." sapa Dev dengan saudara laki-lakinya yang sedang berbicara dengan suaminya.
Rendra kemudian memeluk Dev dan kedua putra laki-lakinya.
"Ayo kita duduk-duduk dulu." Yudha mengajak semua Keluarga duduk, kemudian bertepuk tangan memanggil waiters hotel untuk memesan minuman.
Beberapa kue dan Snack sudah disajikan dari awal.
"Sekarang apa kegiatan Tiara." tanya Dev pada Tiara.
"Ikut membantu papa di perusahaan kak, lumayan untuk mengisi waktu." jawab Tiara.
"Lah itu bagus dong. Papa sudah semakin tua, sudah saatnya Tiara dan Rendra membantu papa. Kakak juga bekerja lho di Jawa." sahut Dev.
Akhirnya keluarga Burhanuddin bisa bersatu kembali, dan melupakan semua dendam dan kejadian sebelumnya. Hati dan perasaan Yudha, semua tergantung dengan hati dan perasaan dari istrinya. Kebahagiaan hati Dev merupakan kebahagiaan Yudha pula.
TAMAT
********************