
"Dev, kosongkan jadwal untuk weekend Minggu ini ya." ucap Yudha saat mereka sarapan pagi.
"Iya, kebetulan aku juga belum ada agenda masuk. Apa kita mau mengadakan acara Yudh." tanya Dev penasaran sambil mulutnya mengunyah nasi goreng.
"Ini istriku kebiasaan. Ditelan dulu nasinya, baru bicara. Kalau tersedak bagaimana?" sahut Yudha mengingatkan Dev.
"Aku akan ada perjalanan ke luar kota untuk tiga hari."
"Temani aku. Jum.at malam kita berangkat, dan semoga tidak ada kendala nanti Minggu malam kita kembali."
"Noted, nanti tak minta Bi Siti untuk menyiapkan perlengkapan kita."
"Kita akan ke kota mana Yudh. Bali, Lombok, atau kita ke Labuan Bajo" tanya Dev kepo dan menyebut kota-kota yang ingin dia kunjungi.
Yudha tersenyum melihat kepolosan dan keimutan istrinya.
"Kalau kota-kota itu yang kamu sebutkan, itu tempat untuk bulan madu sayang bukan tempat untuk aku kerja." jawab Yudha.
"Tapi kalau istriku ingin kesana, nanti kita atur waktu untuk schedull weekend berikutnya."
Suami istri yang sedang bahagia itu menikmati sarapan pagi bersama dengan menu makanan sederhana. Nasi goreng kampung dengan lauk telur dadar, kerupuk udang dan teh Nasgithel sebagai pelengkap pagi.
*****
Jumat sore pukul 18.15, Dev dan Yudha sudah berada di Blue Sky Lounge Bandara "Y". Pesawat akan terbang pada pukul 18.30 karena traffic bandara malam ini agak crowded. Pratama sudah menyiapkan pesawat pribadi keluarga Yudha untuk mengantarkan mereka menuju kota Palembang. Sampai detik-detik keberangkatan, Dev belum menyadari akan kemana tujuan hari ini mereka pergi bersama.
"Boss..., pesawat sudah siap untuk take off, silakan Boss dan Nyonya Muda segera memasuki pesawat. Semua perlengkapan boss dan Nyonya Muda sudah ada di pesawat." Pratama menyampaikan kepada Yudha untuk segera boarding.
"Mobil shuttle yang akan mengantar ke pesawat sudah menunggu di luar pintu lounge,"
"Ya, kami akan segera masuk ke pesawat. Penjemputan sudah disiapkan?"
"Irwansyah pimpinan cabang disana saat ini sudah menunggu di Caesar Lounge Bandara Sultan Mahmud Badaruddin."
"Ok, good job."
Yudha menggandeng Dev memasuki mobil shuttle. Mobil shuttle yang mengantar mereka, berhenti di samping pesawat pribadi Cessna Citation Longitude.
"Kita naik pesawat ini." tanya Dev menunjuk pesawat pribadi di depannya.
"Iya, kita perlu menghemat waktu agar cepat sampai tujuan dan cepat pula kita beristirahat." jawab Yudha sambil memegangi Dev menaiki tangga pesawat.
Dev mengedarkan pandangannya ke dalam pesawat, dia memandang takjub interior dalam pesawat yang begitu mewah. Pesawat ini memiliki dua belas kursi dengan ruang kabin yang cukup luas, apalagi mereka hanya berdua di dalam pesawat. Di pojok kabin Dev melihat ada mesin pembuat kopi dan microwave.
Yudha mengajak Dev duduk di sofa yang terletak di tengah kabin, kemudian mengambil lipatan selimut dan menyelimuti istrinya agar tidak kedinginan. Tiba-tiba dari arah cock-pit pintu terbuka, dan dua orang laki-laki dan perempuan datang untuk menyapa mereka.
"Selamat malam, saya Kapten Pesawat Joko Bintarto yang saat ini didampingi oleh Co-pilot Arina Damayanti siap untuk mengantarkan Bapak Yudha dan Ibu Devina ke Bandara Sultan Mahmud Badaruddin Palembang."
"Silakan bapak dan ibu untuk menikmati perjalanan ini. Terimakasih, selamat malam."
Yudha hanya menganggukkan kepala dan mengangkat tangannya memberikan kode agar mereka segera menerbangkan pesawat. Sedangkan Dev terbelalak matanya karena terkejut dengan apa yang barusan dia dengar.
"Yudh..., ini maksudnya?" tanyanya tidak percaya.
Yudha tersenyum lembut dan memeluk erat istrinya.
Dev berkaca-kaca merasa terharu dengan perhatian dan kejutan dari suaminya. Seorang suami yang belum pernah dikenal sebelumnya, yang semula hanya terikat kontrak pernikahan mainan, janji untuk simbiosis mutualisme, saat ini menjadi seorang raja yang selalu siap memanjakan permaisurinya.
Dev tiba-tiba membalikkan badan, dan tanpa dinyana oleh suaminya, Dev mendaratkan bibirnya ke bibir Yudha dengan penuh rasa yang memabukkan. Ciuman itu berlangsung sangat lama, yang berisi rasa haru, pasrah, taat, kagum, dan mungkin juga berisi rasa cinta yang belum mereka sadari.
"Aku terlalu bahagia malam ini sayang, kamulah rajaku. Terima kasih untuk semuanya." bisik Dev di telinga suaminya.
Mereka berdua saling berpelukan erat dalam diam di sepanjang perjalanan dari Kota "J" sampai ke kota Palembang.
Satu jam perjalanan ditempuh pesawat Cessna dari kota "J" menuju Palembang, dan pukul 07.30 pesawat sudah mendarat dan langsung berhenti di parkiran pesawat non komersil. Satu mobil Shuttle sudah menanti mereka di dekat pesawat.
Pintu cock-pit kembali terbuka, dan kapten pilot beserta co-pilot segera keluar dan berdiri sejajar di pintu keluar pesawat.
"Terima kasih Bapak Andhi Yudha Baskara dan Nyonya Devina Renata sudah terbang bersama kami. Kami berdua sangat terhormat bisa mengantarkan Bapak dan Nyonya ke tujuan."
Dev tersenyum dan menangkupkan tangannya untuk berterima kasih kepada Captain dan Co-pilot. Sedangkan seperti biasanya, Yudha hanya menganggukkan kepala.
Yudha menggandeng Dev menuruni tangga pesawat, dan tanpa basa-basi langsung masuk ke mobil Shuttle untuk diantarkan ke lounge bandara.
Di depan pintu lounge, Irwansyah pimpinan cabang PT. Globe, Tbk. Palembang sudah tersenyum menyambut kedatangan CEO nya.
"Selamat malam, selamat datang Bapak Andhi Yudha Baskara beserta Nyonya Devina Renata di kota kami Palembang."sapa Irwansyah ramah.
"Malam." jawab Yudha singkat.
"Mau minum dulu Bapak, Nyonya." tawar Irwansyah dan sekretarisnya.
"Tidak, aku akan langsung ke hotel. Istriku butuh istirahat dengan segera. Atur agenda, besok pagi pukul 08.30 kita akan mengadakan rapat koordinasi. Siapkan laporan bulanan untuk enam bulan yang lalu. Kita akan lakukan evaluasi"
"Baik Bapak, nanti akan segera saya koordinasikan kepada jajaran pimpinan."
" Untuk mobil yang mengantar bapak, sudah siap di lobby lounge, dan perlengkapan Bapak serta Ibu yang baru dikeluarkan dari bagasi pesawat, nanti langsung kita antar ke hotel tempat bapak menginap."
"Mari lewat sini Bapak."
Irwansyah dan sekretarisnya ikut mendampingi CEO nya menuju mobil, kemudian dengan sigap membukakan pintu mobil. Setelah Yudha dan Dev masuk ke dalam mobil, dengan perlahan mereka menutup pintu dengan hati-hati.
******
"Istirahatlah sayang, besok pagi aku akan membawamu ke suatu tempat."
"Aku akan mengantarmu, kemudian berangkat ke kantor cabang untuk memimpin koordinasi. Setelah selesai aku akan menyusul mu."
"Kemana? apakah ke makam mama." tanya Dev penasaran. Dari tadi Dev lebih banyak terdiam, karena terlalu shock dengan semua kejutan yang diberikan suaminya.
"Iya, besok kita ketemu mama. Tapi sebelum kesana, ada yang jauh lebih penting."
"Tidurlah sebentar, aku masih harus menunggu orang-orang Irwansyah mengantarkan barang-barang kita."
Dev melangkah ke kamar mandi untuk membasuh muka dan berganti pakaian dengan kimono handuk, kemudian membaringkan tubuhnya di King size bed. Sedangkan Yudha masih menunggu orang-orang bawahannya untuk mengantarkan perlengkapan mereka.
******