Married By Incident

Married By Incident
Masalah Baru



Pratama menginjak pedal gas, dan hampir  tidak menggunakan rem. Dalam waktu sepuluh menit, dia sudah berada kembali di perusahaan dan langsung meninggalkan mobil di depan pintu lobby. Dengan sigap security perusahaan mendekatinya, kemudian meminta kunci mobil dan memarkirkan mobil  di car port perusahaan yang dikhususkan untuk Direksi. Bergegas dia menuju lift dan langsung menuju ruangan Yudha. Tanpa mengetuk pintu, Pratama langsung mendorong pintu ke dalam, dan melihat Yudha sedang duduk serius di depan meja kerjanya.


"Ada informasi apa Boss," tanya Pratama melihat Yudha seperti terbebani dengan pikiran berat.


Yudha menghentikan aktivitasnya kemudian memandang ke arah Pratama yang sudah duduk berhadapan dengannya.


"Divisi Palembang baru saja melaporkan jika beberapa truk yang mengangkut ekspedisi barang kita disabotase orang di tengah hutan. Bukan masalah barang yang hilang yang menjadi akar masalah kita, tetapi kita tidak dapat memenuhi kebutuhan rekanan bisnis secara on time itu yang menjadi akarnya. Beberapa rekanan sudah mengajukan layangan gugatan wan prestasi pada perusahaan kita, dan beberapa baru pada tahapan complain." Yudha menjelaskan permasalahan yang baru dialami perusahaan cabang yang berlokasi di Palembang.


"Tepatnya kejadian itu kapan boss, karena sampai detik ini tidak ada sedikitpun laporan tentang hal tersebut." Pratama mengajukan pertanyaan.


"Hal inilah yang membuat aku marah. Apa yang ada di pikiran para pengelola divisi  sana, sampai sekarang tidak ada laporan masuk. Untungnya salah satu kolega lama sejak kakek masih aktif memimpin perusahaan, melakukan konfirmasi padaku. Dan ternyata kejadian ini sudah berlangsung selama satu bulan lebih." jawab Yudha atas pertanyaan yang diajukan oleh Pratama.


"Apakah hal ini ada kaitan dengan Bukman ya?" Pratama menggumam.


 "Maksudmu?" tanya Yudha dan memfokuskan pandangannya pada asisten pribadinya.


 "Barusan tadi pagi saya mendapatkan informasi dari Kapolda, yang isinya bahwa berkas kasus Bukman


dilimpahkan ke daerah Musi Rawas dengan alasan untuk tuntutan kasus baru dari sana. Dan yang mengejutkan lagi, saat saya lakukan konfirmasi ternyata sudah terlambat. Bukman sudah dipindahkan dari Lembaga Pemasyarakatan sini ke LP di wilayah sana." Pratama menceritakan informasi yang dia peroleh tadi pagi.


 "Siapa yang mencoba mengajakku bermain-main," ucap Yudha dengan nada tinggi.


Pratama diam melihat Yudha terpancing emosinya, karena dia juga belum bisa mengusulkan solusi apapun. Mereka berdua mencoba menggunakan logika berpikir, untuk mendapatkan benang merah semua kejadian yang dialami akhir-akhir ini.


"Mungkin kita perlu fokus dulu pada masalah riil boss, yaitu bagaimana kita kembalikan kepercayaan mitra terhadap perusahaan kita. Karena itu poin yang paling utama. Sambil jalan, kita bisa sekalian cari informasi, ada atau tidak kaitan kasus yang menimpa perusahaan kita dengan dipindahkannya Bukman ke LP di daerah Musi Rawas." kata Pratama.


"Ya, kamu benar Tama. Tadi aku sudah mengirimkan tiga orang Tim Investigasi untuk menyelidiki permasalahan


ini. Selain itu aku juga langsung membekukan hak akses para pengelola cabang sana yang terindikasi terlibat. Kita akan tunggu sejauh mana mereka akan berani bergerak." Yudha sudah bergerak cepat dalam mengirimkan orang-orang terbaiknya untuk menyelidiki masalah ini.


 "Baik boss, kita tunggu perkembangan selanjutnya dulu, sambil kita pikirkan strategi yang lain."


 "Nanti akan saya perketat penjagaan keluarga, karena si kembar dan Nyonya Muda adalah kelemahan terbesar


Boss untuk saat ini."


Yudha mengangguk, mengiyakan peryataan dari Pratama. Hidupnya saat ini berada di istri dan anaknya.


******************************


Sementara itu, di sebuah rumah mewah dua lantai yang berada di daerah Musi Rawas, terlihat Bukman sedang memimpin rapat koordinasi dengan anggota timnya. Keberhasilan Bukman bisa mengelabui polisi dan sipir penjara sehingga dia bisa memimpin rapat di tempat ini, membangkitkan semangat anak buahnya. Bukman membayar para petinggi di Kepolisian Pusat untuk memberikan ijin keluar dari LP, dan memindahkan penahanannya dari status tahanan di DIY bisa ditransfer di kota ini. Argumentasi yang digunakan adalah adanya tuntutan dari deliak ajuan baru dari propinsi Sumatera Selatan sehingga  bisa dilakukan pemindahan Berita Acara Pemeriksaan menuju lokasi kasus terakhir dilakukan.


"Langkah apa yang harus kita lakukan saat ini Boss? Minggu lalu ada empat container yang akan diberangkatkan dari Pelabuhan Bakauheni sudah berhasil kita gagalkan di tengah hutan. Begitu juga untuk suplai ke wilayah pulau Sumatera yang lain, produk-prooduk dari PT. Globe Cabang Palembang beberapa juga sudah kita hambat ekspedisinya." anak buah Bukman yang bertugas untuk menyabotase ekspedisi barang-barang dari PT. Globe melaporkan hasil kerjanya.


"Kita wait and see dulu, karena aku yakin kantor pusat PT. Globe sudah menyadari akan adanya permasalahan di cabang sini. Bambang...; bagaimana perawatan yang kamu berikan pada management PT. Globe yang ada di kota ini," tanya Bukman pada Bambang salah satu anak buahnya yang lain.


"Beberapa manajer Divisi sudah kita ajak kerjasama boss, dengan kompensasi yang dapat mereka gunakan untuk pensiun dini ternyata menjadikan mereka tunduk pada apa yang kita tawarkan pada mereka. Tidak lama lagi, kita akan lihat akan ada pergolakan pada para karyawan di perusahaan tersebut." Bambang melaporkan tugasnya.


"Ha...ha...ha..., kita akan lihat. Apakah Yudha yang sudah mengirimku di penjara, bisa tetap memiliki taring di kota ini. Putra daerah tetap akan menjadi penguasa disini." Bukman tertawa keras dengan penuh arogansi.


Tiba-tiba ada seseorang yang tergesa-gesa berjalan masuk menghampiri mereka.


"Boss, mohon ijin untuk menyampaikan informasi. Baru saja saya diminta oleh Kepala LP untuk meminta Boss segera kembali ke LP. Mereka mendapatkan kabar, bahwa akan ada inspeksi mendadak dari pusat. Saat ini mereka sudah dalam perjalanan menuju tempat penyebarangan Ferry di Merak." kata laki-laki bertubuh gempal dan bertato itu memberikan laporan.


"****..., percuma aku mengeluarkan banyak uang untuk membungkam mulut mereka. Baru saja sampai, belum sempat ketemu istriku sudah diminta balik ke LP." Bukman mengumpat.


"Tapi Boss, daripada menimbulkan kecurigaan, menurut saya lebih baik Boss segera balik ke LP. Untuk urusan istri Boss, atau menginginkan wanita yang lainnya, setelah situasi agak aman kita akan mengirimkan ke LP untuk memberikan service pada Boss." anak buah lainnya memberikan saran.


"Sediakan perempuan di mobil untuk memberikan service padaku selama perjalanan menuju LP. Aku tidak memiliki tampungan kata sabar untuk menunda hasratku." kata Bukman vulgar memberikan perintah pada anak buahnya.


"Benjo... cepat hubungi Ester mucikari Patok Besi untuk mengirimkan perempuan. Ditunggu maksimal satu jam harus sampai sini." Bambang memerintahkan Benjo untuk segera mencarikan perempuan untuk Bukman.


Tidak sampai menunggu satu jam setelah Benjo menghubungi Ester, seorang perempuan muda dengan tampilan seronok sudah berada di teras. Meskipun Bukman tidak begitu suka dengan tampilannya, tapi karena hasrat laki-lakinya tidak dapat ditunda, perempuan itu memberikan service pada Bukman sepanjang waktu perjalanan menuju LP.


*********************************