Married By Incident

Married By Incident
Tidak boleh ada yang menindasmu



Jum.at pagi Dev masih bersandar malas tidur pada pelukan Yudha. Tangan Yudha meraih dagu istrinya kemudian memberikan French kiss yang dalam. Dev sangat menikmati perlakuan lembut suaminya, dan sesekali dia membalas perlakuan suaminya. Terlepas berakhir dengan penyatuan maupun tidak, hubungan romantis keduanya lama-lama menjadi candu dan kebutuhan bagi spirit kehidupan mereka.


"Sayang, sudah pukul tujuh, apakah kamu belum mau siap-siap'" tanya Yudha lembut pada istrinya.


"Aku masih males bangun dari sini Yudh, pinginnya sampai sore tidak beranjak dari sini." kata Dev malas.


"Mau aku temani," kata Yudha dengan tersenyum smirk.


"Ga mau, aku agak siangan berangkatnya."


"Sayang.., nanti sore ada acara perusahaan ya di hotel Phoenix." tiba-tiba Yudha menanyakan acara gala dinner dan penandatanganan PKS dengan investor baru perusahaan.


"Iya, Dev sama teman-teman yang jadi EO acaranya. Kok tahu Yudh, kan aku belum cerita."


"Iya, kata Pratama perusahaan ku dapat undangan."


"Siapa nanti yang datang mewakili."


"Kenapa harus diwakili, aku akan datang sendiri didampingi Pratama. Kalau kamu mau, kita akan datang ke hotel bersama-sama."


"Ya jelas aku tidak bisa sayang. kan aku sama teman-teman yang jadi event organizer nya. Aku harus datang lebih awal, makanya hari ini aku mau berangkat agak siangan karena mau ke lokasi langsung untuk memastikan persiapannya."


"Ada kesulitan tidak menghandle acara nanti."


"Kalau sulit,. nanti aku kirimkan orangku agar membantumu nanti."


"Jangan meremehkan Devina Renata suamiku, masak hal kecil ini saja harus mendatangkan bala bantuan dari suamiku."


"Lagian semua sudah ditangani oleh pihak hotel. Nanti malam aku hanya duduk manis."


"Ya udah kalau tidak mau. Tapi kayaknya aku harus nyiapkan banyak pengawal nih nanti malam"


"Buat apaan,"


"Untuk menghajar Wijaya, kalau dia masih berani terus mengganggumu.'


"Ga usah aneh-aneh deh."


"Makanya sebelum nanti sore suamimu meledak, pagi ini kamu harus bantu aku untuk meredakan emosiku."


"Maksudnya." kata Dev kesal karena sudah bisa menebak arah bicara suaminya.


"Suamimu ini lebih suka menjawab dengan perbuatan daripada perkataan sayang." bisiknya di telinga Dev.


Kemudian Yudha menundukkan kepalanya dan menatap Dev dengan lembut sambil membelai rambut istrinya.


"Bisakah kamu menemaniku saat ini, sebentar saja," ucapnya sambil menatap Dev dengan matanya yang mulai meredup.


Mata Yudha dipenuhi dengan banyak keinginan, dan keinginan itu hanya bisa dipenuhi dan dituntaskan oleh Dev istrinya. Jantung Dev terpacu dan berdegup kencang saat Yudha memeluknya semakin kencang seakan tidak mau terpisahkan. Saat ini Dev merasa dirinya sangat menghormati dan tergantung kepada Yudha, sehingga apapun yang diinginkan suaminya, tubuh Dev akan merespon dengan sendirinya.


Dua tubuh yang telah terpanas kan itu, akhirnya melebur dan terjalin erat menjadi satu. Mereka berdua mengekspresikan hasrat warisan manusia purba yang sama-sama terpendam di dalam tubuhnya. Tangan Yudha meraih tangan kiri Dev dan memegangnya di atas kepalanya, untuk memberikan kelonggaran ruang gerak ketika penyatuan dan pelepasan akhirnya terjadi.


Setelah semua selesai, Dev masih menenangkan diri dalam rengkuhan suaminya. Yudha merapikan anak rambut istrinya yang memenuhi muka, kemudian memberikan kecupan dalam di kening istrinya.


"Kalau istriku tidak keberatan, kita tetap bertahan seperti ini sampai malam hari, suamimu tidak akan keberatan." Yudha balik menggoda Dev.


"Sayangnya istrimu keberatan sayang, istrimu masih harus pergi untuk menaklukkan dunia." jawab Dev sambil memberikan kecupan sekilas di bibir suaminya.


Yudha mengacak-acak rambut istrinya, kemudian berbisik lirih di telinga istrinya.


"Ayuk kita mandi wajib bersama sayang,"


Tanpa sabar menunggu jawaban istrinya, Yudha langsung mengangkat tubuh istrinya dan membawanya ke kamar mandi. Di bawah guyuran shower mereka mandi besar bersama, dan akhirnya terjadi sekali lagi penyatuan dan pelepasan bersama.


******


Pukul sebelas siang Dev dan rekan-rekan satu timnya sibuk mengarahkan tim banquet dari hotel Phoenix untuk menata lay out ruangan. Pembawa acara, tim music semua hadir untuk melakukan check sound dan gladi resik. Banyaknya tamu undangan yang dihadirkan perusahaan, membuat Dev dan timnya memastikan semua persiapan mendekati sempurna.


"Drttt..drtt...," tiba-tiba ponsel Dev bergetar, dan Dev melihat Yudha is calling.


"Selamat siang suamiku, ada apa."


"Sayang, sore nanti Pratama akan mengirimkan orang untuk mengantar dress untuk acara gala dinner nanti malam." Yudha menelpon Dev untuk menyiapkan penampilannya pada acara gala dinner.


"Selain itu Pratama juga sudah menyiapkan kamar 301 di hotel Phoenix atas namamu, kamu bisa menggunakan untuk menyiapkan penampilan nanti malam. Malam ini aku ingin istriku tampil menawan."


"Tidak perlu Yudh, pakaian di walk in Closed kamar lantai atas belum semua sempat kupakai. Tidak perlulah membeli baju lagi untukku." protes Dev.


"Dev..., apakah kamu lupa sayang tentang statusmu, kamu itu istri siapa?"


"Aku yakin malam nanti akan ada kejutan disana, dan aku akan hadir pada awal acara." tegas Yudha.


"Ya, tapi tolong Yudh, kamu juga ikut menjaga nama baikku di perusahaan. Aku tidak mau lagi banyak gunjingan rekan-rekan kantor di belakangku. Kejadian gila sepuluh hari yang lalu sukses menjadikanku topik gosip di perusahaan."


"Percaya pada suamimu Dev, jika ada yang berani menindas mu maka aku suamimu tidak akan tinggal diam."


"Aku tidak merasa tertindas Yudh, hanya aku menginginkan semua terjadi secara wajar."


"Iya semua akan wajar kalau istriku baik-baik saja, tapi kalau ada yang mencoba untuk menindasmu dan aku tahu, maka jangan salahkan suamimu."


"Iya, aku akan pastikan tidak akan terjadi apa-apa dengan diriku. Sudah ya nelponnya, banyak hal yang masih harus kubereskan saat ini."


"Ya, jaga dirimu baik-baik. Bye sayang..."


"Bye..."


Yudha sudah mendapatkan laporan dari Pratama, kalau putri Hendarto yang akan duduk di kursi Direksi PT. Kalingga adalah Donna wanita yang dikencani Andre eks istrinya. Yudha juga mendapatkan informasi jika saat ini Andre ikut mendampingi Donna pada acara gala dinner.


Yudha memiliki kecurigaan kalau Donna sengaja masuk ke jajaran direksi karena alasan untuk menekan Dev istrinya. Dia tidak akan membiarkan siapapun menindas istri yang sangat disayanginya. Bahkan Yudha sudah menyiapkan sebuah kejutan besar, jika pada acara nanti malam, ada yang berani mengusik istrinya.


Sedangkan Dev yang tidak mengetahui rencana suaminya, hanya mengikuti apa yang dimaui Yudha. Sebagai seorang gadis yang tidak pernah mau bersolek secara mencolok, sebenarnya dia agak keberatan dengan penampilan yang diusulkan oleh suaminya. Tetapi karena tidak mau mengecewakan maksud baik dari suaminya, Dev hanya mengikuti apa yang telah direncanakan.


******