
Diantar sopir perusahaan, Dev menemui client yang membutuhkan jasa desain untuk branding perusahaan yang baru membuka cabang di "J." Perusahaan tersebut bergerak di bidang trading yang beralamat Jl. Brigjen Katamso dengan nama perusahaan PT. Diamond.
"Ibu Devina.., silakan masuk, ibu sudah ditunggu Tuan Andrew di ruangannya." sekretaris PT. Diamond mempersilakan Dev dan mengantarnya ke ruang pertemuan.
"Baik terimakasih banyak," jawab Dev ramah.
"Saya tinggal sebentar ya ibu Devina,"
"Ya, mari." jawab Dev.
Dev melihat di dalam ruangan sudah menunggu tiga orang, yang terdiri dari satu orang perempuan berusia kira-kira 30 tahun, dan dua orang laki-laki berusia sekitar 70 tahun. Dev tersenyum dan mengucapkan salam.
"Selamat siang Bapak-bapak dan Ibu, perkenalkan saya Devina perwakilan dari PT. Kalingga." Dev memberikan salam dengan sopan.
"Siang, silakan duduk dulu." kata perempuan tersebut.
Dev mengambilkan tempat duduk tepat di hadapan tuan rumah. Sekilas Dev melihat Bapak-bapak yang tampak kurang ramah. Dari tadi mereka hanya dia mengamati Dev, bahkan tersenyum juga tidak.
"Baiklah, kita mulai saja pembicaraan kita hari ini."
"Kita ngobrol dengan santai, tidak perlu resmi kebanyakan protokoler."
"Kenalkan namaku Bianca yang menjadi manajer di perusahaan ini, dan dua orang di samping saya ini Pak Andrew manajer pusat dan yang sebelah pak Baskara advisory board."
"Selamat siang Bu Bianca, pak Andrew, pak Baskara...," Dev berdiri memberi salam sambil menundukkan badannya.
"Sudahlah tidak perlu banyak basa-basi, konsep apa yang anda tawarkan." pak Andrew menanyakan konsep.
"Terima kasih bapak kesempatannya. Sebelum lebih lanjut saya mengetahui lebih dalam tentang PT. Diamond, saya mencoba membuat "initial concept".
Sebagai perusahaan yang baru mau memasuki pasar lokal, konsep branding harus memadukan tiga hal penting dalam strategic marketing yaitu harus menetapkan terlebih dahulu Segmentation, Targetting, and Positioning. Mungkin saya bisa dibantu Informasi, apakah PT. Diamond sudah memilikinya. Kalau ada, nanti kita tinggal memadukan dengan desainnya."
"Belum ada, bisakah anda membantunya." kata Bianca.
"Kebetulan Bianca ini baru datang dari Selandia, jadi belum begitu paham dengan pasar lokal disini," Andrew menambahkan.
"Baiklah, tapi sebelumnya mohon maaf jika konsep saya kurang pas, karena saya tidak memiliki kompetensi di bidang ini."
"Hal pertama, konsep Segmentation adalah melihat dari segmen mana yang akan kita masuki. Melihat wilayah ini sebagai ikon Kota Pelajar, dimana semua propinsi dari Indonesia terwakili di kota ini, saya usul jika PT. Diamond menggunakan mahasiswa dan pelajar sebagai segmen utama yang akan disasar."
"Mahasiswa dan pelajar? Apakah pekerja tidak perlu kita layani," tanya Bianca.
"Bukan kita abaikan Bu Bianca, tapi bukan menjadi fokus utama. Mereka kita harapkan bisa mendapatkan multiplier effect dari kaum muda. Kaum muda lebih fleksibel, punya banyak potensi sebagai influencer, namun juga belum dilepaskan penuh oleh keluarga."
"Potensi word of mouth sebagai salah satu model promosi perusahaan, jika mereka terpuaskan dengan produk atau jasa kita, akan dapat menekan promotion cost di masa mendatang."
Andrew dan Baskara terkejut dengan performance yang ditunjukkan Dev. Keduanya saling berpandangan.
"Konsep desain yang pas adalah yang bisa mewakili jiwa dan spirit anak muda. Berani, sedikit bebas, optimis, dan tantangan. Kita bisa ciptakan logo baru yang unik, dan simple. Untuk colour kita pilih warna dominan dan tegas, sehingga ada point' of interesting."
"Namun demikian, untuk menunjukkan kebhinekaan perlu kita tambahkan konsep keberagaman disini. Dalam setiap desain kita masukkan image dengan mengambil model yang mewakili Kawasan Timur, tengah, dan barat."
" Jangan juga dilupakan bahwa ethnis China perlu untuk ditambahkan. Hal tersebut akan menunjukkan keterwakilan setiap populasi dari wilayah Indonesia."
"Apakah bisa diterima penjelasan saya,"
"Plok...plok...," tiba-tiba Andrew bertepuk tangan mengapresiasi pemikiran dari Dev.
Dev dan Bianca menatap Andrew.
"Sudah, tidak perlu dilanjutkan lagi penjelasannya. Initial concept yang anda paparkan sudah cukup memukau kami." kata Andrew tersenyum.
"Saya malah punya pemikiran baru. Bianca putri saya belum memiliki pengalaman untuk mengelola perusahaan ini. Dia perlu didampingi orang yang sudah mengenal lingkungan dengan baik."
"Anda memang unik dan luar biasa, maksudku aku ingin memintamu bergabung di perusahaan ini untuk mendampingi putriku." jawab Andrew.
"Berikan penawaran berapa gaji yang kamu inginkan, nanti akan kupertimbangkan,"
Baskara dan Bianca, hanya diam dan tersenyum mendengarkan Andrew berbicara.
"Mohon maaf Bapak, bukan kapasitas saya untuk menolak atau menerima tawaran ini. Tapi hari ini saya berada di perusahaan ini, karena saya diminta mewakili PT. Kalingga untuk diskusi tentang konsep Branding dari PT. Diamond."
"Jika pihak Bapak sudah setuju, kami sangat berterima kasih, tapi jika belum mohon beri kami kesempatan untuk memperbaikinya." sahut Dev tegas.
"Apakah kamu khawatir jika kami tidak mampu memberikan gaji besar karena kami baru mau berdiri."
Dev tersenyum, kemudian menjawab pernyataan Andrew.
"Saya percaya penuh Bapak, meskipun perusahaan ini baru di kota ini, tetapi jangan dilupakan kalau perusahaan ini merupakan subsidiary dari perusahaan besar di Jakarta. Saya yakin payroll yang digunakan juga menggunakan standar dari pusat meskipun tetap menyesuaikan dengan UMR kota ini."
"Lalu apa lagi yang kamu butuhkan."
"Mohon maaf Bapak, saya tidak munafik jika semua orang membutuhkan uang. Tapi uang juga bukan indikator utama kebahagiaan seseorang. Mencintai pekerjaan, co worker, pengabdian bagi saya itu sesuatu yang saya inginkan."
"Saya akan sangat terbuka untuk discuss dengan siapapun, termasuk Bu Bianca. Di luar pekerjaan, kita masih bisa menyambung silaturahmi, berdiskusi tanpa harus menjadikan saya berpaling dari perusahaan saya." ucap Dev dengan senyumnya.
"Kamu pintar, cerdas. Aku harap suatu saat nanti kamu akan berubah pikiran dan bersedia bergabung dengan perusahaan ini."
"Terima kasih atas kepercayaan Bapak kepada saya. Btw... terkait tugas saya dari perusahaan, apakah PT. Diamond jadi menggunakan jasa dari perusahaan kami." tanya Dev.
"Ya, nanti biar diurus sama sekretaris saya." jawab Andrew.
"Terima kasih sekali lagi Bapak atas waktu dan kesempatannya untuk memilih kami. Kalau begitu saya permisi Bapak." Dev bermaksud untuk pamit dari ruangan.
"Tunggu sebentar Bu Devina, saya boleh minta kartu namanya. Saya ingin berteman dengan anda di luar urusan pekerjaan, kebetulan saya belum memiliki banyak teman di kota ini."
"Dengan senang hati Bu Bianca." kata Dev sambil mengambil card name dan memberikan pada Bianca.
Setelah memberikan card name, Dev segera meninggalkan perusahaan.
*****
"Andrew...siapa sebenarnya gadis itu." tanya Baskara pada Andrew teman baiknya.
"Untuk apa kamu tanyakan itu Bask, tidak biasanya kamu peduli. Ingat umurmu Baskara..., gadis itu terlalu muda untukmu." kata Andrew.
"Hush... kendalikan otakmu. Aku sepertinya tidak asing dengan nama itu. Tapi dimana ya aku mendengarnya.'
"Tapi gadis yang menarik. Dia tidak tergiur dengan silaunya tawaran, tapi loyal, dan berdedikasi pada perusahaannya." lanjut Baskara.
"Iya, aku gagal memintanya masuk perusahaan ini." kata Andrew.
"Bask, kapan kamu akan menemui cucumu?"
"Nanti, dia akan mengurungku di rumah kalau tahu aku datang ke kota ini. Setelah puas berkeliling, aku baru akan putuskan menemui Yudha."
"Ha...ha .. Bask, Bask..., kita ini sudah tua. memang seharusnya kita ini sudah istirahat menimang cucu."
"Kalau cucu kesayanganku itu sudah memberiku buyut, baru aku akan istirahat dari dunia persilatan."
Kedua teman baik melanjutkan obrolan nostalgia masa muda mereka.
*****