Married By Incident

Married By Incident
Pertemanan



Hari ini Dev masih menghabiskan waktu di rumah, karena belum diperbolehkan Yudha untuk pergi bekerja. Cuti sakit dari dokter juga masih untuk hari ini, dan Dev berencana besok pagi akan segera mulai beraktivitas kembali.


"Dev ..., kata Reno, loe sakit ya." tanya Sasa dalam chat nya.


"Iya kelelahan Sa, kurang istirahat, makan kurang teratur. Dapat informasi dari mana kalau aku sakit" jawab Dev.


"Dari teman Reno yang namanya Bianca. Kayaknya teman Loe juga. Ntar siang gue sama Reno mau ke rumah, tidak ganggu kan. Reno mau menanyakan sesuatu hal padamu."


"Oh Bianca, itu mitra perusahaan ku. Akhirnya kami berteman dekat." kata Dev menjelaskan tentang Bianca.


"Ok, ditunggu kedatangannya sayang. Muachh...."


Bi Siti datang membawa satu gelas Juice dan kudapan sehat. Untuk menyiapkan tumbuh kembang janin dalam perutnya, Yudha mendatangkan ahli nutrisi untuk membuat jadwal pengaturan pola makan Dev.


"Diminum dulu Juice nya Nyonya Muda, mumpung fresh buahnya." kata Bi Siti.


"Iya Bi, makasih." Dev kemudian mengambil gelas kemudian meminum Juice yang disajikan Bu Siti.


"Snacknya apa bi."


"Sandwich dengan lapisan ikan tuna Nyonya Muda."


"Perutku masih kenyang, ntar saja aku makannya. Bi.., minta tolong diambilnya laptop di atas meja kamar atas ya." Dev meminta Bu Siti untuk mengambilkan laptop di kamarnya. Dia bermaksud untuk mengecek email-email yang masuk.


"Baik Nyonya Muda," sahut Bi Siti dan bergegas menaiki tangga ke lantai atas.


Tak berapa lama Bi Siti sudah turun dari kamar dan menyerahkan laptop kepada Dev.


"Nyonya Muda..., kalau boleh bibi memberi saran. Tolong jangan lama-lama di depan laptopnya ya. Nanti Nyonya Muda kecapaian lagi." kata Bi Siti menyampaikan sedikit nasehat.


"Iya Bi, ga lama kok. Hanya mau cek email. Oh iya Bi, kakek Baskara kemana ya, kok dari pagi aku belum melihatnya." kata Dev menanyakan keberadaan Baskara.


"Tuan Besar sudah berangkat dari jam 07.00, bahkan lebih awal dari berangkatnya tuan Yudha." kata Bi Siti menjelaskan.


"Ya sudah bi, mungkin ada kesibukan kakek di pagi hari ini. Kalau bibi ada kerjaan di belakang, aku bisa ditinggal sendiri Bi."


"Baik Nyonya Muda, kebetulan bibi mau seterika baju di belakang. Bibi tinggal ya Nyonya Muda." kata Bibi Siti meninggalkan Dev sendirian di ruang tengah.


Dev segera menghidupkan laptopnya, dan tidak beberapa lama dia sudah fokus tenggelam pada dunia online. Satu persatu email masuk bahkan di spam dilihatnya dengan teliti. Kehadiran teknologi informasi saat ini, sangat membantu dan mempermudah interaksi pekerjaan dengan dunia luar. Work from home, remote trading bisa dilakukan hanya dengan tiduran santai di dalam kamar.


"Drtt..drtt.., " Bertho melakukan panggilan.


"Selamat pagi Bertho," sapa Dev.


"Pagi Dev, bagaimana keadaanmu, pak Gunawan kemarin menyampaikan katanya kamu sempat dirawat di rumah sakit ya," tanya Bertho.


"Iya Bert, kelelahan saja. Gimana kantor, lancar?"


"Lancar, aman, terkendali. Oh ya Dev, mau confirm terkait tawaran dari Sle**n City Hall, akan kita ambil tidak. Sepertinya event tahunan kejuaraan sepatu roda, dan ganti branding, agar ada hal beda dari mall satunya." tanya Bertho konfirmasi tawaran project.


"Sudah cek email belum. Barusan aku kirim action plan, sama draft kasar sketsa branding. Buka pakai Adobe Illustrator ya."


"Ya ampun Dev, kamu yang cuti, tapinya aku yang lemot. Sorry ya, aku confirm, tapi akunya sendiri belum cek yang lain."


"Ah, sudah biasa mah dirimu dari dulu. Berth..., by the way... gimana kehamilan Icha, tidak minta aneh-aneh kan." tanya Dev.


"Untungnya anakku paham Dev, kalau duit bapaknya ngepas. Jadi Icha ga ngidham aneh-aneh." ucap Bertho.


"Dev..., makasih banget ya waktu itu. Ternyata punya teman punya kuasa itu beda ya, tinggal angkat telepon, proses yang sering berbelit-belit langsung lancar."


"Tidak begitu juga kali, kebetulan saja."


"Udah ya Dev, pokoknya aku hanya bisa bilang makasih untuk semuanya. Sekarang kamu Istirahat gih, banyakin tidur, biar cepat pulihnya."


"Yoi..., besok pagi aku sudah mulai kerja kok. Bye .. Bertho, salam ya buat Icha."


"Disampaikan Dev, bye juga."


******


Pukul satu siang, Sasa, Ivan dan Reno jadi berkunjung ke rumah tinggal Dev. Sebelumnya Dev sudah memberi informasi tentang kedatangan mereka pada security portal Regency, sehingga teman-temannya tidak ada kesulitan memasuki komplek.


"Ayo... ayo masuk..," Dev menyambut kedatangan teman-temannya, kemudian mengajak mereka duduk di teras belakang.


"Cint..., Loe sakit apa, ga mungkin deh, kalau hanya faktor kelelahan sampai ngejegleg tu badan." tanya Sasa sambil memeluk Dev.


Dev tersenyum manis menunjukkan rasa bahagianya.


"Doakan ya guys, aku dan baby ku sehat terus." jawab Dev sambil mengusap perutnya.


"What's, beneran Dev, gue mau jadi aunty, ihhh pingin." kata Sasa sambil merangkul Ivan.


"Nikah dulu kali, kelamaan pacarannya. Ngundang setan, Ayuk segera dihalalkan."


Sasa hanya nyengir kemudian menatap Ivan, yang ditatap hanya memberikan senyum.


"Dev..., boleh aku nanya," tanya Reno tiba-tiba.


"Yup," sahut Dev singkat sambil melihat ke arah Reno.


"Sebenarnya apa hubungan kamu dengan CEO PT. Globe Tbk," tanya Reno lirih.


"Kok aneh pertanyaanmu Ren," sahut Sasa, sedangkan Ivan hanya memandang Reno sekilas.


"Dua hari yang lalu, wakil CEO PT. Globe Tbk namanya Pratama menghubungiku." kata Reno.


"Dia mengajak bicara terkait penanaman modal ke perusahaan papa. Jujur aku kaget waktu itu, darimana mereka tahu kami membutuhkan suntikan modal."


"Akhirnya aku coba menanyakan, atas dasar apa tiba-tiba menawarkan investasi,"


"Dia menjawab karena atas permintaan Nyonya Muda Devina." kata Reno mengakhiri ceritanya, kemudian memandang Dev.


Dev mengambil nafas panjang, kemudian menjawab pertanyaan Reno.


"Sorry ya Ren.., tolong jangan tersinggung, maksudku baik, tidak ada tendensi apapun." kata Dev berusaha menjelaskan.


"Aku memang minta tolong suamiku untuk membantumu, karena aku yakin kamu tidak bakalan mau kalau kita beri pinjaman cuma-cuma tanpa bunga. Makanya pilihan yang pas dengan penanaman modal dengan jangka waktu." Dev melanjutkan penjelasannya.


"Trus suami loe apanya CEO PT. Globe Tbk," sahut Sasa.


"Sa.., dengar dulu ceritanya, sabar." kata Ivan.


"CEO PT. Globe Tbk itu suamiku, Andhi Yudha Baskara adalah suamiku. Maaf, aku belum sempat mengenalkannya pada kalian semua."


Reno, Sasa dan Ivan menatap mata Dev, tapi mereka tidak menemukan kebohongan di mata Dev.


"OMG..., is this true?" tanya Sasa tidak percaya.


Dev menganggukkan kepala.


"Ren..., demi pertemanan kita, aku harap kamu mau menerima bantuan ini. Toh kamu tidak pinjam, ini penanaman modal dengan sistem profit sharing."


"Nanti setelah perusahaanmu stabil, kita bisa lakukan divestasi. Kamu bisa melakukan buy back." kata Dev mengharapkan Reno mau menerima bantuan dari suaminya.


"Iya Ren.., yang disampaikan Dev menurutku solusi yang terbaik untuk perusahaanmu."


"Tapi, bagaimana dengan suamimu Dev." tanya Reno.


"Suamiku sudah mengirimkan kepercayaannya untuk menemuimu, berarti dia sudah menyetujuinya." jawab Dev sambil tersenyum.


Setelah berpikir sesaat, akhirnya Reno menyetujui rencana penanaman modal dari PT. Globe Tbk.


******