
Bianca dan Reno saling menatap, melihat Yudha dan Dev berjalan menghampiri mereka. Mereka tampak bahagia melihat kehadiran mereka berdua di hari ini. Bianca menggenggam erat tangan Reno, mereka sama sekali tidak mengira jika mereka berdua akan datang dalam acara mereka. Setelah melewati orang tua Reno, Yudha dan Dev menemui kedua pengantin.
"Selamat Bia...., Reno..., akhirnya kalian berdua sudah menikah." Dev mengucapkan selamat sambil memeluk erat tubuh Bianca. Bianca membalas pelukan Dev dengan erat.
"Kapan kalian datang, kenapa tidak kasih kabar," kata Bianca yang sangat bahagia.
Reno memberikan kode pada pihak Event Organizer untuk memberhentikan dulu tamu yang akan memberikan ucapan pada mereka. EO melihat suasana di atas stage, akhirnya mengalihkan para tamu yang antri untuk menikmati hidangan yang sudah disajikan. Tamu yang mereka undang dalam peta pernikahan ini tidak begitu banyak, tapi karena pesta menggunakan pakaian adat suku Jawa dari Indonesia, banyak pemerhati budaya asing yang bergabung di acara ini.
"Tanya ini," Dev menunjuk ke dada Yudha. Yudha hanya tersenyum tidak menjawab.
"Aku juga tidak tahu Bia, tiba-tiba aku dijemput di kantor. Malam harinya langsung diajak terbang kesini." bisik Dev.
"Ayo kita segera turun, kasihan Vian dan Zidan, sama kakek di bawah." Yudha menggoda Dev.
"Ponakanku ikutan datang, aku mau gabung kalian di bawah saja." ucap Bianca.
"Hadeh..., selesaikan dulu semua tamu. Kami akan menunggu," sahut Dev cepat, dia merasa tidak enak dengan para tamu yang masih antri di bawah untuk memberikan ucapan selamat pada mereka berdua.
Dev langsung bergeser ke arah Reno, kemudian tanpa mengucapkan apapun hanya menyalaminya saja. Reno tersenyum, tapi dari belakang Yudha sudah mendorongnya untuk maju ke depan.
"Selamat ya Ren, kamu sudah milik Bianca. Dev adalah istriku, jadi tidak perlu lagi bersikap sok manis padanya." ucap Yudha tersenyum sambil menyalami Reno.
Bianca langsung memeluk Reno, melihat sikap Yudha yang protektif terhadap istrinya. Dev juga menarik tangan Yudha, dan segera diajak turun dari stage. Setelah mereka menyalami Andrew dan mama Bianca, sambil tersenyum, mereka langsung menghampiri kakek Baskara dan si twins.
"Kakek sudah memberikan ucapan selamat pada kedua pengantin." tanya Dev pada Baskara.
"Ya pasti sudah, kakek sudah di sini dari kemarin. Kakek juga menunggui akad nikah mereka. Kalian menginap dimana." Baskara balik bertanya.
"Di Hyatt Regency kakek." jawab Dev singkat.
"Cathy, Laurine, please enjoy the food first. Grandpa and I will take care of the twins." Dev meminta kedua baby sitter untuk menikmati makanan lebih dahulu.
"Alright, we'll get some food first."kedua baby sitter minta ijin untuk mengambil makanan.
Yudha meninggalkan Dev dan Baskara yang sedang mengobrol. Baskara mengangkat si Vian dalam gendongannya. Sedangkan Zidan tetap dibiarkan Dev bermain sendiri di stroller nya.
"Bagaimana kondisi kakek di New Zealand," Dev menanyakan kondisi Baskara.
Baskara tersenyum mendengar pertanyaan cucu menantunya.
"Dev...,. tinggal menikmati masa tua di negara itu adalah keinginan dari kakek sendiri. Kakek bahagia dan sehat menjalani rutinitas di sana. Coba nanti ajak Yudha, kan tinggal 3 jam perjalanan untuk menuju Auckland." Baskara menyarankan pada Dev untuk berkunjung ke New Zealand.
"Nanti coba Dev tanyakan ke Daddy anak-anak ya kek." kata Dev menanggapi ajakan Baskara sambil tersenyum.
Yudha datang membawa dua gelas minuman, satu diberikan pada istrinya dan satu untuk kakeknya. Di belakangnya terlihat ada waiters yang membawa nampan berisi makanan. Akhirnya mereka bertiga menikmati makanan di round table, sambil membicarakan banyak hal.
"Nanti saja kek, Yudha belum menyiapkan semuanya untuk ditinggalkan dalam waktu yang lama. Kita hanya alokasikan waktu 5 hari di negara ini. Sekalian menunggu Vian dan Zidan bisa berjalan dulu." Yudha menyampaikan tanggapan atas ajakan Baskara.
"Terserah kalian saja bagaimana mengaturnya." kata Baskara.
Meskipun dia agak kecewa, tetapi karena kedatangan mereka ke negara ini hanya untuk menghadiri pernikahan Bianca dan Reno, maka dia tidak bisa memaksa.
********************
Akhirnya Baskara pindah bergabung dengan Yudha dan Dev ke Hyatt Regency Sydney Hotel. Jam 14.00 pm, mereka sudah sampai ke hotel. Yudha mengatur ke lobby untuk menambahkan satu kamar di Depan kamar mereka.
"Anak-anak biar bersamaku kali ini, dengan ditemani dua baby sitter. Dev, urusi suamimu." Baskara langsung mengakuisisi Vian dan Zidan begitu mereka sampai di hotel.
Muka Dev langsung merah, mendengar perkataan Baskara. Tetapi Yudha seperti mendapatkan hadiah, tanpa bicara langsung merangkul Dev dan membawanya ke dalam kamar.
"Ayo, jangan sia-siakan kesempatan yang diberikan kakek untuk kita." bisik Yudha di telinga Dev.
"Ah, ini masih siang bolong kayak gini. Kapan kita jalan-jalannya, aku baru pertama ke negara ini loh." protes Dev pada suaminya.
"Tadi dengar tidak pesan kakek untukmu. Tidak baik menolak himbauan orang tua." goda Yudha sambil memeluk erat tubuh istrinya.
Menghadapi serangan mendadak dari suaminya, menjadikan Dev tidak mampu menolaknya. Meskipun hatinya tidak setuju dengan keinginan suaminya saat ini, tapi menuruti semua keinginan adalah hal yang dia pikir paling baik.
"Jangan khawatir, masih banyak waktu untuk kita habiskan jalan-jalan di kota ini. Saat ini waktu kita untuk re charge energi dulu." bisik Yudha yang langsung membuat Dev tidak mampu menjawab ucapan dari suaminya.
Setelah beberapa saat, akhirnya Dev mengikuti apa yang diharapkan oleh suaminya. Di dalam kamar, mereka berdua saling menggayut satu dengan yang lain, memanfaatkan waktu yang sengaja diberikan Baskara bagi mereka menikmati waktunya.
**********************
Baskara mengajak si twins bermain di outdoor hotel, yang disulap menjadi lokasi outdoor untuk menghabiskan waktu di hotel. Kedua baby sitter hanya mendampingi Baskara mengajak bermain kedua buyutnya.
"Cathy, Laurine...., let's just go back to the room. Looks like the twins are getting tired." Baskara mengajak kedua baby sitter untuk kembali ke room.
"Okay sir," Cathy dan Laurine mengikuti ajakan Baskara.
Dengan cepat mereka mendorong stroller untuk kembali ke kamar hotel. Mereka menuju kamar Baskara, tidak mengganggu Yudha dan Dev yang sedang menghabiskan waktu berdua di dalam kamar.
"Please both of you, give these two kids a break. I'm going out of this room." Baskara meminta baby sitter mengistirahatkan si kembar, kemudian dia keluar dari kamar.
Kedua baby sitter akhirnya mengistirahatkan si kembar, dan keduanya turut beristirahat. Sedangkan Baskara menuju kafe di dalam hotel, menunggu temannya yang akan menyusul ke hotel.
*****************