Married By Incident

Married By Incident
Pesta Bianca



Setelah mengalihkan beberapa posisi pengambilan keputusan pada sebagian tim yang bisa dipercaya, akhirnya Jum.at malam Dev dengan keluarga kecilnya jadi berangkat ke Australia untuk menghadiri pernikahan Bianca. Mereka berangkat dengan menggunakan pesawat jet pribadi, dan setelah menempuh 9 jam perjalanan akhirnya pukul 07.00 am mereka mendarat di bandara Sydney. Terdapat 3 jam waktu beda antara Indonesia dengan Sydney. Dari bandara Sydney, mereka sudah dijemput oleh driver dari Hyatt Regency Sydney.


Sekitar 30 menit perjalanan dari Bandara menuju hotel, Vian dan Zidan terlihat sangat menikmati perjalanan jauh. Begitu masuk mobil mereka berdua langsung tertidur, dan saat dipindahkan ke stroller baby matanya langsung mengerjap. Yudha menempatkan stroller di sofa tunggu, kemudian dia mengurus kamar hotel. Tidak berapa lama dia sudah membawa acces room.


"Daddy, kita mandikan anak-anak atau mereka istirahat dulu," tanya Dev pada Yudha.


"Mereka matanya segar, ayo kita mandikan dulu." sahut Yudha, kemudian dia masuk ke kamar mandi untuk menyiapkan air hangat di bath up.


Tanpa mengenal kata lelah, mereka memandikan si kembar secara bersamaan. Setelah si kembar sudah rapi kembali, akhirnya Yudha membiarkan Dev untuk menikmati mandinya.


"Daddy..., bangun gih. Sana gantian mandi," ucap Dev yang menggosok rambutnya menggunakan handuk.


Dia tersenyum melihat posisi suaminya tidur ditengah kedua putra kembarnya. Yudha membuka matanya, di depannya tampak Dev yang sangat imut dengan balutan handuk di kepalanya. Setelah membangunkan tubuhnya sebentar, kemudian membetulkan posisi tidur kedua putranya, Yudha dengan mata menyipit menarik Aleta ke kamar mandi.


"Dad..., apaan sih, aku sudah mandi." protes Dev pada suaminya.


"Ehmm..., aku belum. Ayo temani aku mandi sebentar." bisik Yudha langsung menutup pintu kamar mandi.


Dengan sekali sentakan, handuk yang membalut tubuh Dev, akhirnya terlepas dan tanpa daya Dev meladeni apa yang diinginkan oleh suaminya. Setelah beberapa saat berlalu, akhirnya keduanya keluar dari kamar mandi.


"Kita keluar cari makan, atau kita pesan room service dulu." tanya Yudha.


"Tubuhku masih capai, bagaimana kalau kita room service dulu. Ntar malam atau besok pagi, kita baru eksplorasi sekitar wilayah ini." jawab Dev sambil membaringkan tubuhnya.


"Iya, akan aku siapkan. Mommy tidur saja dulu sambil menemani anak-anak." sahut Yudha yang melihat istrinya tampak kelelahan.


Kemudian Yudha dengan menggunakan fasilitas sambungan telepon dari dalam kamar, menghubungi room service. Melihat istri dan si kembar tertidur, Yudha kemudian menelpon seseorang.


"Can you provide baby care services here? I have two twins, I need two people to watch over them." Yudha tampak sedang melakukan panggilan pada penyedia jasa pengasuhan bayi.


"Okay, tomorrow morning at seven, we'll send two babysitters to the Hyatt Regency Sydney.'" yayasan penyedia jasa pengasuhan bayi memberikan jawabannya.


Rencana awal, mereka akan mengasuh si twins selama di Australia. Tetapi melihat Dev yang sepertinya tampak kelelahan, Yudha tidak tega melihatnya. Akhirnya tanpa pertimbangan dari Dev, dia mengundang dua baby sitter untuk membantu mengasuh si twins selama mereka berada di Australia.


*****************


Pagi hari jam 07.00 Dev bersiap untuk breakfast di restoran hotel. Dia merasakan badannya sudah hilang rasa lelahnya, setelah seharian penuh tidak kemana-mana. Sambil menunggu Yudha berganti, tiba-tiba bel kamar berbunyi. Dev bergegas membukakan pintu kamar, dan ada tiga orang sudah berdiri di depannya.


"Good morning, are we not wrong to visit this morning? We want to meet the family of Mr. Yudha," seorang ibu-ibu bermaksud mengantarkan dua baby sitter.


"Yes, I am the wife of Mr. Yudha. Is there anything I can help you with." Dev mengenalkan dirinya.


"Yesterday afternoon, Mr. Yudha asked me to find him a baby sitter to take care of the twins. We have fulfilled all his requests today." ketua yayasan menyampaikan maksud kedatangannya.


"Come on in please. Please wait a moment, I will call my husband first," Dev menyilakan tamunya duduk di sofa kamar.


"Dad,...., memanggil yayasan penyedia baby sitter ya, Jika iya, mereka tak minta duduk di sofa tunggu. Temui sana dulu gih, Mommy tak siap-siap dulu." kata Dev.


Yudha keluar menemui yayasan penyedia jasa baby sitter. Dev kemudian bersiap-siap, dan menyiapkan si twins dalam stroller nya. Setelah siap, Dev mendorong dua stroller ke depan.


"Okay, they are my twins. You two can start holding them, my wife and I just happened to be having breakfast." Yudha mengenalkan si twins kepada ketiga orang tersebut.


"All right, then these two go straight to work. I'll say goodbye first." pengurus yayasan berpamitan.


Setelah pengurus yayasan itu pergi, Dev dan Yudha meninggalkan si twins kepada Baby sitter yang baru. Kemudian mereka berdua segera menuju ke restoran hotel.


"Daddy tidak takut dengan kedua baby sitter itu," tanya Dev yang merasa ragu meninggalkan si twins pada dua orang yang baru pagi ini mereka melihatnya.


"Tenanglah Momm., dulu waktu aku masih kecil. Aku sama kakek sering juga dititipkan sama mereka. Kami mengenal baik pemilik yayasan disini. Lagian kita kan hanya pergi untuk sarapan pagi."


"Nanti saat kita pergi ke acara Bianca, mereka kita ajak juga untuk memegangi mereka di acara." lanjut Yudha lagi.


"Baiklah, kalau sudah pernah menggunakan jasanya. Aku pikir,. Daddy baru kali ini ingin mencoba jasa pengasuhannya." sahut Dev.


Setelah mendengarkan penjelasan yang diberikan oleh suaminya, Dev menjadi lebih tenang. Kemudian mereka sarapan di restoran untuk beberapa waktu. Setelah merasa cukup, akhirnya mereka kembali ke kamar hotel.


Dev melihat kedua baby sitter Sangat perhatian dengan si twins, sehingga hatinya menjadi turut merasa bahagia.


Acara resepsi pernikahan Bianca dan Reno akan diadakan pada pukul sebelas siang di Elanora Country Club'.


Pukul sepuluh mereka berenam berangkat ke lokasi resepsi Bianca dan Reno. Kira-kira 30 menit perjalanan, mereka akhirnya sampai di sebuah klub golf. Sebuah venue dengan hamparan warna bunga merah, dan ornamen berwarna keemasan sangat mewah membingkai tempat dilangsungkannya resepsi pernikahan tersebut.


Yudha menggandeng tangan Dev di lengannya, sedangkan kedua baby sitter berjalan di belakangnya dengan masing-masing mendorong stroller baby.


"Yudha..., Dev.., akhirnya kalian muncul juga disini." tiba-tiba terdengar suara kakek Baskara menyapa mereka berdua.


Dev dan Yudha langsung berhenti, kemudian merentangkan kedua tangannya untuk memeluk Baskara.


"Kakek datang juga akhirnya." ucap Dev yang terlihat sangat bahagia menyaksikan Baskara dalam keadaan lebih sehat dan segar.


"Ya pasti datang. Bianca putri Andrew, sahabat kakek dari dulu." jawab Baskara sambil tersenyum bahagia.


"Ini buyut-buyutku," kata Baskara sambil mendekati Vian dan Zidan.


"Kakek, kami mengucapkan selamat pada Bianca dan Reno dulu ya Kek. Nitip mereka sebentar." tanpa menunggu jawaban dari kakeknya, Yudha langsung menggandeng tangan Dev. Mereka berdua bergegas menghampiri kedua pengantin.


*****************