
Adanya pemberitahuan inspeksi mendadak, menjadikan suasana beberapa divisi di PT. Kalingga pagi ini sangat hectic. Hanya Divisi IT Developer and Design yang terlihat tidak ada kesibukan yang heboh. Sebagai Kepala Divisi, Dev selalu menekankan pada timnya untuk selalu membuat laporan aktivitas secara periodik. "Jangan tunda pekerjaan", adalah motto kerja divisi ini, yang selalu ditekankan dan digaungkan oleh Dev selaku pemimpin divisi.
Dev memasuki lobby dan langsung menuju ruangan kerja yang sudah tiga hari tidak didatangi. Terlihat di atas meja, beberapa tumpukan dokumen yang tersusun rapi, menunggu untuk dilakukan review dan otorisasi pengesahan. Dengan senyum bahagia, Dev menduduki kursi kebesarannya dan langsung tenggelam dalam keseriusan mereview dokumen.
"Tok...tok..tok.." terdengar ketukan tiga kali dari luar pintu.
"Masuk," jawab Dev tanpa mengalihkan pandangannya dari berkas yang sedang dikoreksi.
Pintu didorong dari luar, dan masuklah Donna bersama Wijaya. Dev mengangkat wajah dan tersenyum pada mereka, kemudian mempersilakan mereka duduk di sofa depan meja kerjanya.
"Hai ada Bu Donna dan Pak Jay..., ayok silakan duduk semua." sapa Dev dengan ramah kemudian pindah duduk di sofa berhadapan dengan mereka.
"Hai Dev..., sepertinya sudah sehat nih, kelihatan tambah segar dan ceria di pagi ini." kata Wijaya balas menyapa Dev.
"Seperti yang pak Jay dan Bu Donna lihat, aman, sehat dan sentosa,' sahut Dev.
"Ngomong-ngomong kita tak perlu formal lah, kan cuman kita bertiga. Call me Jay, ok" sapa Wijaya.
"Call me Donna too," Donna mengimbuhkan.
"Ok Donna, Jay..., nice to meet you," ucap Dev.
"Dev .., aku kesini itu, mau minta bantuan. Ini si Donna kebingungan mau buat baseline untuk penetapan target dalam penyusunan rencana kerja tahunan." kata Wijaya menyampaikan maksud kedatangan mereka.
"Iya Dev, kamu kan sudah lama bekerja di perusahaan ini. Kami yakin, kamu jauh lebih paham dari lainnya. Bantu aku ya Dev, please," sahut Donna dengan tatapan memohon.
Dev tersenyum memperhatikan mereka berdua, kemudian mengambil satu lembar kertas HVS dan pena dari atas mejanya. Dev memang memiliki karakter yang tulus dalam membantu orang lain. Dengan cepat dia akan melupakan sesuatu hal yang buruk di masa lalu, asal sang pelaku sudah meminta maaf. Dia tidak segan-segan untuk membantu siapapun yang membutuhkan bantuan.
"Begini ya, aku hanya akan mencontohkan beberapa garis besar. Nanti selanjutnya, kamu buat sendiri."
"Tapi, kalau Donna belum yakin, setelah konsep jadi, boleh kok aku bantu review sekilas." lanjut Dev, sementara Donna dan Wijaya memperhatikan dengan serius.
"Untuk mempermudah, kita buat tabel dulu, dimana kolom pertama untuk penomoran, kolom kedua sasaran strategis, ketiga aktivitas yang akan kita lakukan untuk mencapai sasaran, keempat kita isi performance Indicator, kelima base line, dan kolom selanjutnya timing capaian." dengan jelas Dev mencontohkan dalam bentuk matrik.
"Performance Indicator (PI) itu kita isi apa ya Dev." tanya Donna.
"ya isinya itu apa yang akan kita dapatkan, makanya harus measurable. Contoh nih, aktivitas peningkatan market share DIY. Untuk PI nya, ya bisa kita tetapkan dengan persentase, atau dengan jumlah angk utuh. 40%, berarti indikator dari aktivitas ini berhasil jika 40% dari pasar DIY sudah kita kuasai."
Terlihat Donna mengangguk-angguk.
"Terus untuk base line bagaimana." tanya Donna.
Sedangkan Wijaya hanya tersenyum melihat keseriusan mereka. Dia sangat senang dapat menemukan orang yang tepat untuk membantu mengajari adiknya.
Dengan sabar dan telaten Dev mengajari Donna. Meskipun di antara mereka pernah terjadi gesekan hati karena permasalahan Andre, sepertinya mereka berdua sudah bisa melupakannya.
*****
Beberapa pemegang saham mayoritas PT. Kalingga terlihat memasuki ruangan rapat. Donna dan Wijaya terlihat ikut menghadiri, karena saham Hendarto sudah dialihkan kepada mereka berdua. Rapat terbatas tersebut dimoderatori oleh Gunawan, dan beberapa perwakilan dari divisi strategis. Dev salah satu perwakilan divisi yang berada dalam ruangan itu, dan duduk di ujung meja seorang laki-laki setengah tua yang dari tadi terlihat mengamati Dev.
"Baiklah, karena semua yang kita harapkan hadir sudah berada di tempat ini, mari acara segera kita mulai. Untuk menghemat waktu, kami mohon Dewan Komisaris untuk menyampaikan hasil inspeksi." kata Gunawan mengawali rapat.
"Sebelum Dewan Komisaris dan para pemegang saham memberikan tanggapan, terlebih dahulu silakan laporkan dulu capaian kuartal terakhir," ucap laki-laki yang duduk di ujung meja.
"Baiklah, kami mohon Saudara Dev untuk membantu memaparkan capaian kuartal terakhir dari perusahaan kita, seperti yang diminta oleh Bapak Bukman."
"Terimakasih atas kepercayaan pak Gunawan untuk memilih saya dalam menyampaikan laporan capaian kuartal terakhir." kata Dev sarkasme dengan Gunawan. Karena harusnya Gunawan sendiri yang melaporkan, malah dilimpahkan ke Dev tanpa konfirmasi terlebih dahulu.
Dev menyampaikan paparan selama sepuluh menit tanpa jeda. Dia lebih menekankan pada capaian tim kreatif.
"Menurut pendapat saya, tim pemasaran merupakan core dari market share perusahaan. Tapi kenapa sepertinya Direksi saat ini lebih banyak perhatiannya ke IT. Apakah ini tidak terkesan wasting time and wasting money." tanya Bukman dengan tersenyum sinis.
"Kok aku merasa laki-laki itu mentargetkan aku ya." Dev membatin untuk dirinya sendiri.
Merasa bukan kapasitasnya untuk menjawab pertanyaan, Dev hanya diam.
"Menurut saya, pandangan pak Bukman kurang tepat, saya selalu memperhatikan dan mensinergikan semua divisi di perusahaan ini dengan baik. Semua divisi berkolaborasi untuk bersama-sama mencapai tujuan organisasi." sahut Gunawan.
Bukman dan beberapa peserta lainnya terlibat dalam pembahasan dan review terhadap manajemen perusahaan saat ini. Gunawan meminta Dev untuk membantu berargumentasi, melalui tatapan memohon.
"Ijin berpendapat bapak ibu." kata Dev sambil mengacungkan jari, menginterupsi perdebatan.
"Ya silakan Saudara Devina," sahut Bambang salah satu pemegang saham mayoritas. Semua peserta rapat fokus pandangannya pada Dev.
"Dalam sebuah manajemen organisasi, terdiri dari berbagai unsur, elemen, unit, dan orang-orang pada level mereka masing-masing. Serendah apapun posisi karyawan, mereka punya andil sesuai porsi mereka terhadap pencapaian tujuan organisasi."
"Tim pemasaran tidak akan berhasil tanpa adanya ketepatan waktu dari tim produksi. Tim produksi tidak akan berhasil tanpa dukungan pendanaan dari finance dan dukungan SDM yang tepat dalam menempatkan orang-orang. Begitu juga unit-unit itu akan membutuhkan ide dari bagian kreatif."
"Hubungan reciprocal, sequential harus selalu dikedepankan. Create new and different adalah keutamaan kita untuk membedakan dengan pesaing." dengan tegas dan lugas Dev menyampaikan pendapatnya.
Diskusi berlangsung sampai siang, Dev dan Gunawan merasakan tekanan dari Bukman, pemegang saham mayoritas baru yang mengakuisisi dari pemegang saham lama. Tapi beberapa pemegang saham lain termasuk Wijaya dan Donna banyak yang mendukung Gunawan dan pendapat Dev. Tepat pukul satu siang, akhirnya pertemuan diakhiri.
*****