
Pratama sedang mendengarkan laporan pak Sholeh, sopir pribadi keluarga Yudha.
"Maksudmu tidak ada bagaimana, Tuan boss masih ada di ruangannya belum kemana-mana sampai saat ini. Ceritakan." Pratama minta penjelasan pak Sholeh.
"Begini Tuan. Tadi Nyonya Muda menghubungi saya pukul 16.00. Nyonya Muda mengeluh agak pusing, dan minta saya untuk segera menjemputnya di PT. Diamond." kata pak Sholeh.
"Saya sampai sini sepuluh menit kemudian, tapi Nyonya Muda sudah tidak ada di tempat. Apa Tuan Yudha yang sudah menjemputnya." pak Sholeh melanjutkan ceritanya dengan agak ketakutan.
"Tenanglah dulu, sekarang pak Sholeh coba tanya security disana. Mungkin saja mereka tahu keberadaan Nyonya Muda sekarang."
"Iya tuan, coba saya tanyakan lagi."
Pratama agak ngeri membayangkan reaksi Yudha, jika dia mendengar langsung laporan dari pak Sholeh tentang istrinya. Pratama kemudian menghubungi Ersa Cyber IT PT. Globe Tbk. Saat ini Ersa sedang diskusi tentang peningkatan keamanan database perusahaan di ruangan Yudha.
Melihat ponselnya ada panggilan masuk dari Pratama, Ersa minta ijin pada Yudha untuk menerima panggilan. Setelah diijinkan, Ersa menerima panggilan dari Pratama.
"Ya pak, Ersa disini. Ada yang bisa saya bantu."
"Tolong hack CCTV PT. Diamond di komplek Casa Grande sekarang. Amati tiap detailnya."
"Objek yang harus saya pantau,'
"Cek WhatsApp sekarang, aku kirim picture."
"Siap pak."
"Tuan, saya ijin sebentar ya. Ada tugas mendadak dari pak Pratama." Ersa meminta ijin Yudha sambil menyalakan gadget di tangannya.
Yudha tidak menjawab perkataan Ersa, tetapi juga tidak melarangnya.
"Wah kemajuan ini, pak Pratama sudah ada ketertarikan dengan perempuan." kata Ersa sambil membuka picture yang dikirim via chat d WhatsApp.
"Maksudmu." tanya Yudha.
"Ini tuan, barusan saya ditugasi untuk hack CCTV PT. Diamond dengan objek sasaran perempuan ini." Ersa memperlihatkan foto Dev pada Yudha sambil senyum-senyum sendiri.
Karena penasaran, Yudha melirik screen gadget yang ditunjukkan Ersa. Sontak dengan nada panik,
"Ersa cepat lakukan tugasmu sekarang." teriak Yudha dengan paniknya. Kemudian dia memanggil Pratama melalui panggilan seluler.
"Pratama ke ruanganku sekarang,"
Tak berapa lama, Pratama muncul di ruangan Yudha penuh rasa khawatir.
"Ada masalah apa dengan istriku. Kenapa kamu menyembunyikannya dariku." teriak Yudha memarahi Pratama.
Ersa merasa terkejut dengan emosi Yudha. Meskipun semua karyawan PT. Globe Tbk sudah mengetahui bahwa Bosnya sudah menikah, tetapi mereka tidak tahu bagaimana Yudha memperlakukan istrinya. Melihat sendiri bagaimana kepanikan dan emosi Yudha, Ersa bisa menyimpulkan jika bossnya sangat menyayangi istrinya.
"Sabar boss, ini semua juga baru mencari keberadaan Nyonya Muda. Pak Sholeh baru saja memberi tahu. Kata security, Nyonya Muda pergi bersama Advisory board PT. Diamond dalam satu mobil." Pratama menjelaskan.
Dia tetap berusaha tenang, meskipun ada rasa kekhawatiran karena nomor ponsel Dev tidak bisa dihubungi.
"Yuhuy... akhirnya objek sasaran terdeteksi." seru Ersa memecah kepanikan.
Pratama dan Yudha segera mengarahkan pandangannya pada gadget di tangan Ersa. Keduanya sangat terkejut melihat rekaman video di depannya.
"Kakek..., bagaimana kakek bisa bersama-sama dengan Dev." seru Yudha terkejut sambil menatap Pratama.
Pratama juga merasa kebingungan, dia sudah mengerahkan orang untuk menemukan posisi pak Baskara di kota ini. Tapi mereka belum mendapatkan informasi sampai sekarang.
"Ersa fokuskan objek sasaran pada mobil yang mereka tumpangi. Jalan-jalan di pusat kota, semuanya terpantau CCTV." perintah Yudha.
"Tama..., siapkan mobil depan lobby sekarang."
"Ya boss, tolong jangan panik. Kendalikan emosi, saya pikir pak Baskara belum tahu kalau Nyonya Muda itu istri boss." kata Pratama sambil keluar ruangan.
Yudha tidak menjawab, dia masih menunggu hasil kerja Ersa.
Mendengar kata rumah sakit, Yudha langsung bergegas keluar ruangan meninggalkan Ersa sendirian.
*****
"Bagaimana keadaan anak saya dokter," tanya Baskara pada dokter yang baru saja memeriksa Dev.
Baskara tidak mengetahui alasannya sendiri, dari tadi dia mendadak ikut pusing karena terlalu mengkhawatirkan keadaan Dev. Ada perasaan sayang seperti seorang ayah kepada anaknya, yang sepertinya sudah lama dia tidak pernah dirasakan.
"Putri bapak sudah siuman, dan saat ini membutuhkan waktu istirahat yang cukup. Dia tidak apa-apa, mungkin karena faktor kelelahan, makan tidak teratur dengan nutrisi yang kurang baik."
"Sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium, dia sudah dipasang infus untuk menambahkan cairan dan nutrisi dalam tubuhnya." kata dokter menjelaskan keadaan Dev sambil tersenyum.
"Bapak sepertinya sangat perhatian dan menyayangi putri bapak." lanjut Dokter.
Baskara hanya tersenyum tidak menjawab.
"Dokter..., pindahkan anak saya sekarang dari ruang UGD. Saya minta kamar yang paling bagus dan paling lengkap fasilitasnya." kata Baskara tiba-tiba.
"Sebentar pak, tadi saya sudah menjelaskan, jika keadaan pasien tidak begitu membutuhkan perawatan yang rumit. Dia hanya butuh istirahat, mungkin setelah infusnya habis putrinya bisa langsung dibawa pulang." kata Dokter.
"Ikuti perintah saya, dengan istirahat di rumah sakit, dia akan lebih fokus untuk pemulihan. Tidak diributkan dengan berbagai gangguan."
"Baiklah kalau begitu, akan saya minta perawat untuk segera mengurusnya." kata dokter tetap ramah.
*****
Yudha didampingi Pratama bergegas masuk ke lobby RS. **loam dan mendatangi meja receptionis.
"Ada yang bisa kami bantu bapak." tanya petugas dengan ramah.
"Apakah ada pasien bernama Devina Renata," sahut Pratama dengan cepat.
"Sebentar saya cek Bapak." setelah beberapa saat
"Nona Devina Renata baru saja dipindahkan ke ruang Presidential Suite. Jika Bapak-bapak mau kesana, silakan lurus, masuk via lift ada di lantai empat kamarnya."
Belum sampai titik petugas menjelaskan, Yudha sudah menghilang masuk lift duluan. Pratama segera menyusul bossnya.
Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, Yudha menerobos masuk ke kamar Presidential Suite. Baskara yang sedang membaca media cetak di sofa kamar, sangat terkejut melihat cucu laki-lakinya berdiri di depannya dalam keadaan khawatir.
"Yudha...., untuk apa kamu kesini."
"Kakek..., tidak perlu berbasa-basi. Dimana istri Yudha."
"Sstt..., ada pasien yang baru istirahat di dalam. Jangan kencang-kencang bicaranya."
Tanpa menunggu penjelasan dari kakeknya, Yudha langsung mendatangi Dev yang sedang tidur di atas bed rumah sakit. Dia melihat istrinya tampak pucat, dan sedang tertidur pulas dengan infus yang terpasang di tangannya. Hatinya merasa sakit melihat keadaan Dev, perlahan Yudha menunduk dan memberikan kecupan lembut di kening Dev.
Baskara merasa bingung dengan sikap Yudha yang sangat panik, sampai mengabaikannya. Melihat sikap Yudha yang sangat perhatian pada Dev, Baskara mencoba menerka-nerka.
Tiba-tiba Pratama muncul di depan pintu. Dengan sikap hormat menunduk, Pratama memberi salam pada Baskara.
"Selamat sore Tuan Baskara. Pratama ijin menyampaikan rasa hormat." sapa Pratama
"Duduklah disini Tama, jelaskan semuanya." perintah Baskara pada Pratama.
"Baik tuan. Nyonya Muda Dev adalah istri Tuan Yudha, yang sudah dinikahinya tiga bulan yang lalu. Foto pernikahan dan salinan akta nikah sepertinya juga sudah saya kirimkan ke email Tuan." jawab Pratama menjelaskan hubungan Dev dan Yudha.
"Ha...ha...ha..., good job cucuku. Aku pikir waktu itu, kalian menciptakan kebohongan tentang pernikahan."
"Karena dari daftar relasi-relasi yang anaknya akan aku jodohkan dengan Yudha, tidak ada satupun yang menghubungiku." Baskara tertawa bahagia mengetahui semuanya.
Perlahan dia melangkah menghampiri Yudha, kemudian memeluk cucunya dari belakang. Ada rasa haru dan hangat menyelinap di hatinya, saat Baskara menyaksikan sendiri cucunya yang biasa angkuh, saat ini bisa bersikap sebagai suami yang sangat memperhatikan istrinya.
*******