
Akhirnya Dev menemani Tommy makan siang bersama di perusahaan. Tommy terlihat sangat bahagia dapat ditemani makan siang, sesekali mereka membahas kesepakatan mereka dalam memutuskan kerja bareng. Tiba-tiba seorang security menyela pembicaraan mereka.
"Selamat siang Bu Dev, mau menyampaikan jika pak Yudha sedang menunggu Ibu di ruangan kerja."
"Iyakah, sudah lama belum pak. Atau bagaimana jika bapak meminta pak Yudha untuk bergabung disini, sekalian dengan pak Tommy dan teman-teman lainnya. Tidak masalah kan pak Tommy jika suami saya ikut bergabung disini?" untuk menetralisir Dev sekalian mengajak suaminya bergabung bareng menikmati makan siang bersama.
"Oh tidak masalah Bu Dev, suatu kehormatan bagi kami bisa ikut mengenal suami Ibu." sahut Tommy.
"Baik Bu Dev, saya kembali ke dalam untuk menyampaikan pesan dari Ibu untuk pak Yudha."
Tidak lama Yudha memasuki ruang tamu, dan Dev langsung berdiri dan menyalami tangan suaminya kemudian dia mencium tangannya. Yudha yang semula mukanya tegang, langsung luluh dan duduk di samping Dev.
"Kenalkan pak Tommy, ini suami saya namanya Yudha."
Tommy dan Yudha bertatapan cukup lama.
"Andhi Yudha Baskara, CEO terkenal yang antipati pada wanita? Ini suami anda Bu Dev?" seru Tommy.
Akhirnya kedua pria itu berpelukan di depan Dev, sedangkan Dev melihat mereka dengan kebingungan.
"Dia istrimu Yud? Sejak kapan kamu mulai tertarik dengan perempuan. Ha..ha..ha..," seru Tommy meledek Yudha.
"Mommy..., Tommy ini teman Daddy saat di High School." agar istrinya tidak bingung, Yudha menyampaikan hubungan dia dengan Tommy.
Yudha merangkul Dev di depan Tommy.
"Dev ini wanita pertama yang bisa meruntuhkan hatiku. Bersamanya duniapun bisa kuarungi. Btw..., ada apa kamu kemari, jangan bilang kamu kemari karena ingin mengenal istriku." tiba-tiba Yudha seperti teringat tujuan dia siang hari ini datang ke perusahaan istrinya.
Dia meninggalkan rapat perusahaan karena mendapatkan laporan dari security perusahaan tempat Dev bekerja, yang memberi tahu ada laki-laki yang ingin menemui istrinya. Langsung dia meninggalkan ruang rapat dan langsung masuk kesini.
"Sebegitu curiga kamu padaku Yudh. Tanya sama istrimu, kami itu membalas kemitraan. Tiba-tiba security menyela pembicaraan kami, memberi tahu jika suaminya datang kemari. Ternyata kamu Yudh." dengan pintar Tommy menjawab kecurigaan temannya itu.
"Iya Dadd, ternyata pak Tommy ini juga temannya teman mama. Sepasang suami istri yang pernah ketemu di Lombok."
Dev juga menjelaskan status Tommy pada suaminya. Karena jika dia tidak menjelaskan dari awal, pasti bisa ada perang dalam kamar tidur nantinya.
"Ada apa Daddy kok siang-siang begini kemari?"
"Yudh..., jangan-jangan kamu kemari mau jatah *** after lunch ya dari Bu Devina." kembali Tommy meledek Yudha.
"Kamu sudah nikah belum Tom? Nikahlah dulu, aku jamin hidupmu akan sangat nikmati." dengan cepat Yudha membalas ledekan Tommy.
"Sudah, sudah kok malah saling ledek-ledekan. Daddy, Mommy selesaikan dulu ya urusan sama pak Tommy. Habis ini, Mommy terserah dah apa kata Daddy." akhirnya Dev menengahi mereka.
"Sudah Bu Dev, urusan kita seperti yang terakhir kita bicarakan saja. Silakan memberikan jatah siang hari untuk teman saya ini."
"Baiklah, terimakasih pak Tommy. Sudah berkenan sering berkunjung ke perusahaan kami." sahut Dev.
"Jadi kamu sering berkunjung kemarilah Tomm? Jangan pakai akal bulusmu, besok lagi jangan temui dia kalau kemari. Suruh Bianca atau Icha yang menemui dia." kata Yudha.
"Bu Dev.., saya langsung pulang saja. Daripada aku pulang tinggal nama."
"Iya, mari pak Tommy."
*******************
Dev dengan melotot mengajak suaminya duduk di sofa dalam ruangan kerjanya. Tidak lupa dia mengunci ruangannya.
"Ada apa Daddy siang-siang datang kemari? Jangan bilang sudah mulai mencurigai istrinya sendiri?" Dev langsung memborong pertanyaan pada Yudha.
Yudha malah merebahkan badannya ke sofa, sambil senyum-senyum sendiri.
"Dadd, Mommy tidak suka kalau begini caranya. Apakah Daddy pikir, Mommy ini suka main untuk urusan yang tidak jelas?"
"Siapa yang ngasih info ke Daddy. Sebutkan namanya, biar Mommy pecat Sekarang juga."
Yudha langsung bangun dari rebahannya, kemudian duduk dan menarik tangan istrinya. Perlahan dia mendudukkan Dev di pangkuannya, dan memeluknya erat.
"Lepaskan, kita butuh bicara Dadd." seru Dev.
Yudha malah memegang wajah istrinya, kemudian menundukkan wajahnya, dan sebuah ciuman lembut dia berikan di bibir Istrinya. Mendapatkan ******* itu, Dev tidak memiliki kemampuan untuk menolaknya, tidak berapa lama dia sudah masuk dalam ritme ciuman itu. Yudha baru melepaskan lumatannya setelah mereka berdua hampir kehabisan nafas.
"Sayang..., Daddy tiba-tiba menjadi horny nih. Kita disini ya?" bisik Yudha pelan sambil memberikan kecupan di telinga Dev.
Mendengar ucapan suaminya, Dev langsung mendorong tubuh Yudha dan berusaha lepas dari pelukannya.
"Kamu tidak akan bisa lepas dariku sayang." bisik Yudha sambil meniup telinga istrinya, dan sontak tubuh Dev merinding semua.
"Sialan, kenapa tubuhku malah bereaksi seperti ini?" Dev membatin sendiri.
Tangan Yudha dengan lincah tak terkondisikan, sudah masuk ke bagia dalam tubuh istrinya. Dev berusaha menahan tangan Yudha, tetapi dia tidak bisa.
"Dadd..., jangan disini dong. Dev malu, ini kantor sayang. Kalau orang-orang pada mencariku bagaimana." bisik Dev pelan.
"Tidak akan ada yang berani mengganggu sayang, karena mereka tahu siapa yang siang ini datang menemuimu."
Setelah kancing atasan Dev terbuka, Yudha menundukkan wajahnya, dan bermain mencari hisapan di dada istrinya.
"Aah.." tanpa sadar keluar **sahan dari mulut Dev, yang membuat Yudha tersenyum puas.
"Sayang, aku tidak tega untuk melepaskan kamu siang ini. Karena **sahanmu terasa manja menggelitik telinga Daddy." bisik Yudha sambil mengangkat rok dan melepaskan kaitannya, kemudian dia melepaskan dan melempar rok istrinya ke samping.
Dev hanya pasrah di bawah kungkungan tangan suaminya. Dia ingin menolaknya, tetapi dari tadi mulutnya tidak bisa dia ajak untuk kerjasama. De**han yang terlontar, menambah semangat Yudha untuk mengajaknya berpacu siang hari ini.
Tanpa rasa sabar, Yudha melepaskan pakaiannya sendiri, kemudian mengangkat Dev dan merebahkannya di atas sofa.
"Mommy mau diatas atau dibawah sayang?" bisik Yudha menggoda Dev.
Pipi Dev langsung merona merah, mendengar bisikan itu. Tanpa Dev sadar, dia langsung menarik badan suaminya ke bawah, dan tangannya segera memegang bagian inti Yudha dan langsung membawanya menerobos bagian intinya.
Dengan senyuman penuh arti, Yudha bergerak sambil sesekali tangannya memainkan daging menonjol di dada Istrinya itu. Akhirnya mengingat waktu kantor, tidak lama kemudian mereka berdua menegang bersama. Dan sebuah kecupan lembut di kening Dev mengakhiri semuanya.
*******************