Married By Incident

Married By Incident
Perdebatan Pagi



Setelah satu bulan berlalu, malam itu Yudha pulang ke rumah hampir larut malam. Jam 22. an dia baru sampai kembali ke kamar yang selalu memberinya ketenangan dan kehangatan. Sebelum masuk ke dalam kamar, Yudha membersihkan kaki dan tangannya di luar.


Mendengar pintu dibuka, Dev yang saat ini tidur menemani si kembar terbangun. Melihat kedatangan suaminya, dia langsung bangun dan menghampirinya.


"Badanku kotor, aku akan mandi dulu," ucap Yudha mencegah Dev yang akan memeluknya.


"Daddy sudah makan," tanya Dev.


"Tadi baru sempat makan 2 keping biskuit, kalau tidak lelah, Daddy mau dibikinkan nasi goreng." kata Yudha sambil melangkah ke kamar mandi.


Dev menuju ke walk in Closed untuk menyiapkan baju ganti suaminya, kemudian melangkah menuju dapur untuk menyiapkan nasi goreng. Dengan cekatan Dev meracik bumbu dan membuat nasi sambil membuat teh manis panas. Sekitar 15 menit kemudian, Dev sudah membawa nampan memasuki kamar. Terlihat Yudha sudah rapi dengan piyama tidurnya.


Melihat senyum Dev kembali setelah seharian bekerja, mengembalikan kesegarannya. Yudha mengambil nampan dari tangan Dev dan meletakkan di atas meja, kemudian memeluk dan memberikan ciuman lembut ke bibir istrinya. Setelah menyelesaikan ritual hariannya, Yudha mendekati kedua anaknya. Dengan penuh kasih, Yudha mengangkat si kembar satu persatu, memberikan ciuman lembut kemudian meletakkannya kembali ke boxnya.


"Makanlah dulu, kemudian istirahat. Malam masih panjang dengan terganggunya tidur kita di malam hari oleh si kembar." kata Dev perlahan.


"Baiklah, ayok temani Daddy makan," ucap Yudha sambil merangkul bahu istrinya dan mengajaknya duduk di sofa pinggir ranjang.


Dev memperhatikan Yudha yang sedang menikmati nasi goreng sederhana buatannya. Raut kelelahan nampak jelas di wajahnya, yang membuat nyeri di ulu hati Dev.


"Ada masalah di kantor." tanya Dev lembut sambil membereskan peralatan makan yang kotor, kemudian meletakkannya di luar pintu kamar.


"Bukan masalah besar, tidak perlu kamu ikut memikirkannya." sahut Yudha sambil menarik Dev lebih dekat ke dirinya.


Yudha mendudukkan Dev di pangkuannya, kemudian meletakkan kepalanya di dada Dev. Merasakan geli dengan hembusan nafas panas dari suaminya, Dev agak menjauhkan tubuhnya.


"Tolong diamlah, memelukmu membuat masalah yang dihadapi perusahaan jadi menghilang." bisik Yudha yang menikmati rasa hangat-hangat empuk di wajahnya.


Dev membiarkan sementara Yudha menyandarkan wajah di dadanya, dan dia tersenyum mengingat suaminya sudah lebih dua bulan berpuasa. Sejak si kembar masih di bulan terakhir masa kehamilannya, Yudha sudah menahan diri untuk tidak menyentuhnya secara intim. Dev tahu, hal itu sangat menyiksa suaminya. Bukan hanya karena harus merawat si kembar, tapi sudah bermalam-malam suaminya kehilangan waktu tidur berkualitas.


********


"Dev...., nanti agak siangan akan ada orang datang kesini." kata Baskara tiba-tiba. Saat ini mereka sedang menikmati sarapan pagi di meja makan.


Mendengar perkataan kakeknya, Yudha menghentikan makannya sebentar kemudian memandang ke arah Baskara.


"Tidak perlu kamu defense terhadap kedatangan orang lain di rumah ini. Jangan bertindak tidak adil pada istrimu hanya dengan mengurungnya di rumah." ucap Baskara melihat tatapan tidak suka cucunya.


Dev tersenyum melihat komunikasi kakek dan cucunya itu. Mereka memiliki sifat yang sama yaitu sama-sama keras kepala.


"Tidak apa-apa kek, Dev tidak merasa terkurung dengan adanya si kembar dalam hidup Dev saat ini. Inshaa Allah Dev ikhlas menjalani." kata Dev tersenyum berusaha untuk melunakkan hati suaminya.


Yudha masih diam belum berbicara.


"Kakek tahu kamu anak yang selalu menerima apapun meskipun ketidak adilan ada di depanmu Dev. Tapi kakek akan merasa bersalah, jika membiarkan kamu mengubur semua keinginanmu dan hanya menuruti keinginan cucuku ini." sahut Baskara masih dengan nada yang kurang bersahabat dengan perasaan Yudha.


"Sebenarnya maksud kakek itu apa, kita tidak dapat menebak apa yang mau kakek sampaikan. Kami bukan cenayang, dan kita tidak sedang berada di planet lain." kata Yudha dengan suara yang terdengar tidak mengenakkan.


Melihat suaminya terpancing, Dev berusaha menenangkan suaminya dengan mengusap punggungnya.


"Sayang, dengarkan dulu kakek selesai bicara. Baru kita sampaikan pendapat." kata Dev pelan.


Mendengar perkataan Dev, Yudha terdiam kemudian menoleh ke Dev yang duduk di sampingnya. Dev menganggukkan kepala sambil tersenyum.


"Kakek berencana Minggu depan akan berangkat ke New Zealand, jadi tidak bisa menemani Dev mengawasi si kembar saat kamu berada di perusahaan. Siang ini aku mengundang dua baby sitter senior yang pernah merawat cucu dari relasi kakek." Baskara mulai menyampaikan maksud perkataannya.


"Mereka tidak harus 24 jam berada di sekitar si kembar, tetapi mereka akan membantu dan mengasisteni Dev dalam mengawasi si kembar. Pada saat kalian membutuhkan quality time berempat, kalian bisa meliburkan mereka sementara." lanjut Baskara.


Mendengar maksud perkataan Baskara, Dev menghela nafas lega. Tapi sedikitpun dia tidak akan berpendapat kecuali atas ijin dari suaminya.


"Bagaimana Dev," tanya Baskara.


"Saya ngikut saja mana yang terbaik kek. Semua biar diputuskan oleh Daddy-nya kembar. Ya kan sayang," jawab Dev sambil menepuk pelan bahu suaminya.


Sejenak Yudha berpikir, mempertimbangkan dampak baik dan buruknya dengan kehadiran orang-orang baru di rumah ini.


"Baiklah aku setuju, tetapi mereka hanya berada di sekitar si kembar pada waktu siang hari. Begitu sore dan malam, mereka harus menjauh dari hadapanku." akhirnya Yudha menyetujui rencana yang ditawarkan Baskara.


Dev mengambil nafas lega, melihat solusi yang mengakomodir semua kebutuhan mereka.


"Oh ya, ada satu lagi. Sebelum kakek berangkat, aku akan mengadakan pesta kecil-kecilan yang dihadiri oleh orang-orang terdekat. Aku akan dengan bangga mengenalkan buyutku pada kolegaku."kata Baskara tiba-tiba.


Dev langsung memegangi pundak Yudha, agar tidak salah menanggapi keinginan kakeknya.


"Baik kek, Dev setuju. Nanti kita buat undangan terbatas, dan kita pastikan juga keamanan keluarga kita. Nanti Daddy-nya kembar mungkin bisa minta bantuan temannya di Polda untuk jasa keamanan." sahut Dev mendahului Yudha bicara.


Mendengar ucapan istrinya, mau tidak mau akhirnya Yudha ikut menyetujui keinginan Baskara.


"Kakek yang akan mengurus semua Dev, kamu tidak perlu banyak berpikir."


Akhirnya perdebatan pagi bisa dihasilkan kesepakatan bersama tanpa mengecewakan siapapun.


*********


Pukul 10 dua baby sitter yang sudah dijanjikan Baskara akhirnya datang. Bibi Siti memberikan arahan kepada mereka, ruangan mana yang boleh mereka masuki dan mana yang tidak boleh.


Bahkan perawatan si kembar saat bersama baby sitter, tidak boleh dilakukan di dalam kamarnya yang connecting dengan kamar orang tuanya. Perawatan si kembar dilakukan di ruang tamu yang langsung menghadap taman di halaman belakang rumah.


*******""