Married By Incident

Married By Incident
Nyonya Muda



# Yudha


"Kamu selidiki siapa dan apa yang terjadi gadis itu." perintah Yudha pada Pratama.


"Gadis yang mana boss?" tanya Pratama.


",Apa perlu aku menuliskan nama Dev di jidatmu. Memang hari kemarin ada berapa gadis yang berurusan denganku"


" O nyonya muda ya." sahut Pratama cepat sambil tersenyum lucu.


"Nyonya muda??"


"Iya boss, masak saya memanggilnya Nyonya Boss."


"Saya yakin, Nyonya akan kembali ke samping Boss." sahut Pratama penuh keyakinan.


Yudha terdiam, tapi di dalam hatinya dia setuju dengan panggilan yang dibuat Pratama. Tidak tahu alasannya, tetapi panggilan itu terdengar manis di telinganya.


"Sekalian melaporkan, kemaren saat mobil kita keluar KUA, mobil Chyntia dan keluarganya memasuki halaman KUA."


"Tapi jangan khawatir, Sabtu siang mereka sudah menghubungi, dan Divisi Keuangan sudah mentransfer 500 juta sebagai kompensasi atas kerugiannya."


"Dan saya tegaskan semua terjadi karena murni kesalahan mereka. Apabila mereka berani membuat keributan karena masalah ini ."


"Perusahaan mereka akan kita hancurkan."


"Aku tidak ada urusan dengan gadis itu." potong Yudha ketus.


" Selidiki tentang Dev, aku tunggu hasilnya maksimal 2 jam dari sekarang."


"Siap boss."


Yudha kembali fokus mengamati pergerakan harga sahamnya. Pria itu tampak garang di belakang meja kerjanya, tapi wajah ganteng dan dingin itu selalu membuat leleh hati setiap wanita.


*****


"Tok..tok...."


"Masuk."


"Boss, data tentang Nyonya Muda sudah kita dapatkan." kata Tama sambil mendudukkan pantatnya di sofa


"Ayah Nyonya Muda tinggal di kota "P", dan telah menikah dengan janda beranak satu. Sedangkan ibunya sudah meninggal dunia, sejak Nyonya Muda klas 7 SMP."


"Saat ini mereka memiliki anak satu hasil perkawinan, dan Nyonya Muda sudah meninggalkan mereka selama enam tahun."


" Kata informan, ibu tirinya memperlakukan Nyonya Muda dengan tidak baik, sehingga Nyonya Muda memutuskan untuk hidup mandiri tanpa mereka setelah lulus dari SMA."


"Nyonya muda menyelesaikan S1 Desain Komunikasi Visual selama 3,5 tahun di Institut Seni dengan predikat Cumlaude, dan langsung bergabung dengan Percetakan "Karya Nasional" sebagai Tim IT Designer. Selain bekerja di percetakan, Nyonya Muda juga menjadi freelancer di bidang jasa desain komunikasi."


Yudha mendengarkan informasi yang dibawa asistennya dengan antusias. Dia sendiri tidak tahu mengapa dia tertarik mendengarkan cerita tentang Dev.


"Sedangkan kejadian dimana Nyonya Muda kita temukan pingsan di jalan,. dikarenakan pagi itu dikhianati oleh kekasihnya."


"Mereka sudah berpisah selama tujuh tahun, dan baru hari Kamis kemarin Andre mencari Nyonya Muda di tempatnya bekerja."


"Dari rekaman CCTV yang kita hack, Nyonya Muda berlari dari Hotel "A", dan orang kita berhasil meminta rekaman kejadian di hotel tersebut."


"Nyonya Muda bermaksud memberikan surprise pada kekasihnya sebelum balik ke kota "J"."


"Ternyata waktu itu menjadi waktu yang naas, Nyonya Muda menyaksikan kekasihnya berada satu kamar dengan wanita lain dalam keadaan yang tidak layak untuk dilihat."


"Bukan naas tapi beruntung, karena sesudah itu Dev bertemu dengan laki-laki yang menjadi incaran para wanita. Apalagi dia berhasil membuat aku menikahinya." sahut Yudha dengan pedenya.


"Yah, terserah apa kata boss." ucap Pratama sambil melirik bossnya.


"Sejak kapan boss Yudha menjadi orang yang tidak tahu malu." batinnya, kemudian melanjutkan laporannya.


"Sesampainya di lobby, ada dua sahabat Nyonya Muda yang mencoba menenangkannya, tapi berakhir dengan Nyonya Muda berlari keluar."


"Sepertinya sudah lama dua sahabat Nyonya Muda mengetahui kalau laki-laki itu berkhianat, dan membiarkan Nyonya Muda melihatnya sendiri."


"Gadis yang menarik." gumam Yudha.


Pratama kaget, baru hari ini bossnya memiliki antusiasme mendengar cerita tentang seorang gadis. Akhirnya dia senyum-senyum sendiri.


"Maksud boss? Apakah boss mulai tertarik dengan Nyonya Muda." goda Pratama.


"Tutup mulutmu. Lacak dimana keberadaan Dev saat ini. Jika sudah menemukan titik lokasinya, kirim orang untuk melindunginya." instruksi Yudha menanggapi ledekan asistennya.


"Siap boss, menurut orang kita di bandara "Y", kemaren Nyonya Muda mengambil penerbangan jurusan "L", dan sudah mendarat di kota tersebut pada pukul 17.00 WITA."


" Nyonya muda saat ini sedang berada di Gili "T", dan sepertinya akan menginap disana untuk beberapa hari."


"Darimana kamu mendapatkan informasi sedetail itu."


"Maaf boss, sebenarnya dari hari Sabtu kemarin, saya telah memerintahkan seorang pengawal untuk melindungi Nyonya Muda."


"Saya sangat mengkhawatirkan kondisi Nyonya Muda yang tidak stabil emosinya, sehingga dengan lancang saya mengatur semuanya."


"Khawatir? Kamu tertarik dengan Dev." tiba-tiba Yudha dengan suara tinggi menanyai Yudha.


"Tenang boss, demi Allah saya memang tertarik terhadap Nyonya Muda. Tetapi bukan ketertarikan antara pria dan wanita."


"Melihat kemandirian Nyonya Muda, saya teringat Adik saya Eva yang lebih dulu dipanggil Yang Maha Kuasa." jawab Pratama sambil tertunduk.


"Sudahlah, kamu memang asistenku yang paling bisa diandalkan. Lanjutkan pengawalan, pastikan agar Dev tidak tahu kalau dikawal agar tidak membuatnya ketakutan." sahut Yudha sambil berjalan keluar ruangan.


"Sekalian menambahkan boss, sampai sekarang belum ada laporan dari pihak bank, kalau kartu debit yang dibawa Nyonya Muda sudah dibelanjakan."


"Sepertinya Nyonya Muda memang orang yang sangat baik, tidak mengambil sesuatu yang dirasa bukan miliknya." Pratama melanjutkan.


"Hmm.., ya." ucap Yudha sambil menepuk pundak asistennya.


*******