
Tanpa membuat pemberi tahuan sebelumnya, Yudha mengajak Dev dan ketiga putra putrinya berlibur ke pulau Lombok. Ternyata laki-laki itu ingin memenuhi janjinya untuk mengantar anak-anaknya bermain mobil di sirkuit Mandalika. Sikap protective yang ditunjukkan pada ketiga putra putriny merupakan bentuk perhatian yang ditujukan pada mereka. Dengan kebut-kebutan di jalur resmi, dapat menghindari mereka merugikan manusia yang lainnya, dan juga akan terhindar dengan urusan pihak kepolisian.
Tiga buah mobil sport sudah terparkir di sirkuit balap, ketiga anaknya juga sudah mengenakan perlengkapan untuk bermain balap mobil, yang sudah dipastikan keamanannya. Sambil menikmati makanan dan minuman, Devan mengajak istrinya melihat ketiga putra mereka berlatih dengan duduk di kursi VIP.
"Mommy mau pegang siapa dari ketiga anak kita..." ucap Yudha begitu melihat ketiga putra putri mereka sudah siap menjalankan mobil.
"Aileen dong Dadd.. masak kedua kakaknya mau diomeli tanpa henti oleh Aileen jika mereka berani membalap, dan membuat Aileen kalah." mengenal dengan baik, sifat ketiga putra putrinya, Dev menjawab mantap. Vian dan Zidan sangat menyayangi Aileen, jadi tidak mungkin mereka akan tega membuat adik perempuan mereka satu-satunya akan mengalami kekalahan. Bisa jadi, mereka akan merasa tuli karena Aileen akan memprotes dan mengomel pada mereka berdua.
"Ternyata mommy memang sangat mengenal karakter Aileen, dan apa yang mommy pikirkan akan benar adanya. Tidak mungkin Vian dan Zidan akan berani membuat adiknya marah, bisa-bisa mereka malah tidak akan bisa beristirahat dengan tenang. He.. he.. he..." Yudha juga mengakui jika kali ini, Aileen yang akan memenangkan adu balap ketiga putra putrinya.
"Brooommm... broomm... broommm..." ketiga mobil sport mewah itu melesat. Dugaan pasangan suami istri itu benar adanya, dua Porsche warna hitam dan grey berada di belakang Porsche dengan warna dominan ungu. Mereka terlihat seperti Voorijder yang mengawal seorang putri dengan mobil berwarna ungu..
Yudha dan Dev tersenyum melihat ketiga mobil mewah itu melintas dengan cepat di depan mereka, sampai lebih dari lima kali putaran berkeliling sirkuit Mandalika.
"Ternyata putra putri kita bisa diandalkan juga Momm..., meskipun mereka berlatih tanpa berusaha saling mendahului, tetapi penguasaan mereka terhadap medan sangat luar biasa. Daddy yakin, jika mereka bertanding di arena balap resmi, pasti mereka akan bisa mengalahkan para pesaing mereka." Yudha berkomentar atas kelincahan ketiga anak muda itu menguasai lapangan,
"Terus Daddy bermaksud untuk menguji mereka bertiga, begitukah Dadd.. Mommy tidak setuju pokoknya, mereka belajar rajin menyelesaikan studi. Atau jika Daddy melatih mereka untuk bekerja di perusahaan, Mommy malah akan beri mereka ijin.." Dev menyahuti perkataan suaminya.
Yudha tersenyum, laki-laki itu merangkul Dev dan mengajak perempuan itu untuk kembali duduk di kursi. Sambil mencuri ciuman dari pipi istrinya, sebuah cubitan dihadiahkan Dev untuk suaminya.
"Lihat sekeliling lah Dadd.. kita ini sedang berada dimana, tidak asal main sosor saja. Ntar dikira kita pasangan mesum, yang tidak mampu sewa tempat sehingga memanfaatkan tempat ini." Dev memprotes tindakan suaminya.
"Hadeh Mommy.. kita ini pasangan suami istri Momm.. Tidak bakalan ada deh, yang akan cemburu dengan kita berdua.. Ini salah satu upaya untuk merekatkan hubungan kita.." Yudha kembali memeluk istrinya, dan bahkan bukan lagi ciuman di pipi, laki-laki itu malah mencium bibir Dev di atas kursi di pinggiran sirkuit. Tanpa sadar, Dev malah membuka bibirnya, dan keduanya menjadi terlena saling berpagutan..
*********
Setelah puas bermain balap mobil, kelima anggota keluarga itu beriringan masuk ke dalam mobil SUV yang akan mengantar mereka berkeliling. Seorang driver yang ditugaskan Pratama untuk mengawal keberadaan mereka selama berada di Lombok, tampak sigap melayani keluarga Yudha.
"Momm.. kapan nih kita di ajak ke Gili Trawangan. Daddy pernah bercerita, katanya Mommy pernah meninggalkan Daddy untuk menyendiri di Gili Trawangan kala awal-awal menikah dengan Daddy.." Dev kaget, ketika mendapatkan pertanyaan dari Aileen.
Perempuan itu melirik ke arah suaminya, dan Yudha terlihat pura-pura tidak memperhatikannya. Sebuah senyuman terkulum di bibir laki-laki itu. Dev perlahan mendekat, kemudian kembali mencubit pinggang suaminya tanpa peringatan.
"Aileen bantu Daddy.. ini Mommy jahat. Masak dari tadi Daddy diberi hadiah cubitan terus, help Dadd..." Yudha pura-pura meminta pertolongan pada anak gadisnya.
"Tuan muda dan Nyonya muda hendak ke Gili Trawangan kah.. jika iya besok pagi kita siapkan speed boat untuk menuju kesana. Sekaligus untuk hotel, jika tuan muda dan nyonya muda menghendaki menghabiskan malam di Gili. Tetapi transportasi di Gili tidak boleh ada kendaraan bermotor tuan muda.. hanya menggunakan sepeda atau cidomo." dari depan, driver menyahuti perkataan keluarga itu.
"Iya siapkan mas.. kita memang berencana akan menikmati beberapa hari di Gili Trawangan. Mas pasti sudah tahu bukan, bagaimana kriteria hotel yang akan kita gunakan untuk menginap di sana?" Dev memberi jawaban pada driver itu.
"Semua sudah disiapkan tuan Pratama nyonya muda dan tuan muda, saya hanya ditugas untuk mengantarkan keluarga tuan dan nyonya muda. Beberapa pengawal juga sudah disiapkan tuan Pratama untuk memastikan keamanan di sana." driver menjawab dengan tegas.
"Asyik.. akhirnya kita akan napak tilas, tempat-tempat yang digunakan oleh Mommy ketika melarikan diri dari Daddy.. Tanpa setahu Mommy.. sebenarnya Daddy menyiapkan pengawalan dan semuanya yang terbaik untuk Mommy.." celoteh Aileen sambil menyandarkan kepala di pundak Daddy nya.
"Ehm.. iya. iya.. Aileen, putri tercinta Daddy. Terima kasih sudah memberi tahukan cerita itu dengan Mommy. Sepanjang usia Mommy sampai sekarang, Daddy malah tidak bercerita apa-apa tentang hal itu. Dari Aileen lah Mommy mendengarnya sayang.." Dev kaget dengan apa yang didengarnya dari Aileen. Yudha hanya terdiam, tetapi laki-laki itu senyum-senyum sejak tadi.
"Berarti Daddy benar-benar fair play dong Mom.. bisa ditiru nih Zidan.. " Vian ikut menanggapi.
"Iya benar.. membantu tetapi tanpa menunjukkan bantuannya. Ternyata kita memiliki keluarga yang hebat, Daddy yang luar biasa, dan mommy yang sangat dicinta dan disayang oleh Daddy.. Begitu bahagianya kita.." ucap Zidan.
"Mommy kalian memang pantas untuk dicinta dan disayang anak-anak Daddy.. tidak boleh ada seorangpun yang boleh menyakiti atau menyinggung perasaan Mommy. Daddy yang akan bicara, jika sampai perasaan Mommy terluka atau tersakiti." sahut Yudha sambil memberikan ciuman pada istrinya Dev.
Dari belakang kemudi, driver tersenyum melihat kebahagiaan keluarga yang diamanahkan kepadanya untuk berkeliling di kotanya, Lombok.
********
PENGUMUMAN
AUTHOR PUNYA NOVEL BARU LAGI NIH TENTANG GENRE HOROR, TAPI TIDAK TERLIHAT HOROR
AMBISI DAN SIHIR
Cari ya, baca, like, dan jadikan favorit!!!
Terima kasih