Assalamu'Alaikum Imamku 2!

Assalamu'Alaikum Imamku 2!
AI 2 - Point Of View Aziz!



Maaf banyak typo's bertebaran dan kesalahan dalam penulisan di bawah ini!


Point Of View dari Mas Aziz.


Sudut kadang Mas Aziz oleh karena itu jangan emosi, sedih, terharu atau menangis.


Siapkan Hati!!!!!


/***~•~***


Waktu terus bergulir begitu lama membuatku ingin masuk ke tahun terakhir ada di sini. Tidak terasa tiga tahun telah datang dan aku lalui semua tanpa kehidupan. Wanita gila itu terang-terangan mengganggu hidupku. Dia selalu datang tanpa tahu malu. Sejatinya sudah dari dua setengah tahun lalu aku ingin pulang. Bahkan sudah izin banyak kali terus tertolak banyak alasan.


Alasan dari segala kesulitan yaitu gadis rubah ini. Akan aku ceritakan banyak hal tentang semua itu, tetapi jangan sekarang aku masih banyak urusan. Aku juga tidak Sudi mengingat wanita rubah terang-terangan mengusik hidupku.


Tepat saat aku selesai shalat Dzuhur dan dalam koridor kantor tiba-tiba Mas Azzam mengabariku hal paling menyakitkan yaitu, Bapak mertua meninggal. Innalillahi wa Innaillaihi roji' Raji'unun semoga Bapak tenang di alam sana. Semoga saja Bapak mendapat Syurga-Nya Allah dan segala amal ibadah membuat Bapak masuk Surga-Nya, Aamiin.


Aziz berharap Bapak mendapat tempat yang terang di sisi-Nya. Tole berharap Bapak tenang di alam sana. Bapak bisa mendapat tempat yang lapang penuh kasih sayang di sisi-Nya.  Yang tenang di alam sana Pak, Tole akan selalu mendoakan, Bapak.


Dek Syafa, bagaimana keadaanmu? Pasti begitu tersiksa sampai aku ingin menelepon kamu lagi. Saat aku ingin menelepon Dek Syafa hal mengejutkan terjadi ketika ponselku di banting Jasmin. Tentu aja aku sangat terkejut akan tingkahnya benar-benar menjijikan.


Gadis ini benar-benar gila tidak punya otak. Sabar Aziz demi menjaga adab sebagai pria baik-baik. Aku tidak sudi lagi melihat wajahmu, Sialan! Astaghfirullahal'adzim, maafkan aku mengumpat. Sabar ini cobaan karena Allah akan menunjukkan jalan. Aku akan pulang ke Indonesia apa pun caranya. Walau harus merasakan sakit luar biasa skibatbnereja


Dek Syafa tunggu kepulangan Mas. Mas akan memberikan penghormatan pada Bapak dan meminta maaf pada kalian semua. Selama ini aku terikat rantai tanpa bisa lepas. Jika aku pulang maka semua berakhir tragis. Maka dari itu biarkan aku terluka asal keluargaku terkhusus dua anakku aman.


Wanita ini kembali mengancam keselamatan alu berlalu begitu saja. Ya Allah, baru kali ini aku takut dan tidak berdaya akan kejahatan manusia. Aku bahkan mampu melawan Almarhum Wisnu. Lalu sekarang aku begitu tidak berdaya akibat tidak dekat dengan keluargaku.


Tanpa pikir panjang aku putuskan untuk pulang menemui Dek Syafa dan anak-anakku. Ayah pulang Nak jangan takut atas kesendirian dan kepedihan. Kita akan berkumpul lagi Nak jangan takut Ayah datang. Kita akan bersama tanpa ada yang memisahkan Ayah janji.


Pada akhirnya di sinilah aku kesekian kalinya mengemis untuk pulang. Aku menghadap Tuan Douglas meminta persetujuan agar kontrak kerja di percepatan. Namun, aku tahu sebuah bencana akan tercetus seperti waktu itu. Sebuah ancaman nyata sukses membuatku bertahan di Singapura. Bukan penjara atau uang dengan nominal sedikit bahkan uangku saja tidak mampu mengembalikan itu semua.


Seperti perkiraan inilah takdir paling kejam yang aku terima. Hal paling menyakitkan atau ingin mengumpat kasar terjadi saat Jasmin begitu licik dan murahan mencetuskan kata. Demi Allah, rasanya jijik berada di dekat gadis gila ini. Sabar Aziz jangan mengumpat karena itu dosa!


Ini kata-kata Jasmin membuat pilihan paling menjijikkan!


"Anda punya 5 pilihan jika ingin pulang yaitu :


1 - Bayar uang kontrak selama 2 tahun dan jika tidak mau membayar maka penjara menanti.


2 - Tetap sabar 2 tahun lagi sampai kontrak selasai.


3 - bawa aku pulang ke Indonesia dan perkenalkan diriku sebagai kekasihmu.


4 - jika mau besok pulang maka kita menikah sekarang.


- Terakhir kamu bisa pulang, tetapi langsung kembali lagi ke Singapura. Pilih mana?"


"Menjijikkan, saya tidak pernah menyangka kalian ular berkedok manusia. Kenapa kalian tega padaku? Apa salahku dengan kalian? Tuan Douglas Anda juga membantu Putrimu berbuat hina. Sebenarnya kalian ini manusia atau hewan?!"


Tanpa menjawab mereka malah tertawa iblis. Kenapa ada seorang menjelma sebagai iblis paling keji? Bahkan iblis saja tidak sekeji mereka yang notabenenya adalah manusia.


Aku sangat sakit menerima kejamnya dunia di Singapura. Aku ingin pulang lalu berkumpul bersama kalian tanpa belenggu. Mas mohon tolong, Dek tolong selamatkan, Mas. Tidak kuat rasanya Dek bertahan di sini sakit sekali. Astaghfirullahal'adzim, ya Allah hamba khilaf berbicara begitu. Hamba kuat demi Dek Syafa dan anak-anakku.


Kini aku berpikir sebuah kebenaran yang kutahu yaitu Istriku di duakan oleh Mas Azzam. Aku ingin pulang menghajar Mas Azzam telah memadu orang yang sangat kucintai. Aku baru tahu satu setengah tahun lalu saat seseorang bilang padaku Mas Azzam menikahi Mahira. Bahkan undangan sudah terkirim tanpa jatuh ke tangan ku.


Aku yakin Jasmin sudah melakukan konspirasi untuk ini. Aku yakin bukan karena sebab pasalnya setiap kejahatan dia yang melakukan ini. Tidak dapat dipercaya aku mampu di permainkan oleh gadis licik 12 tahun lebih muda. Ini gila benar-benar gila sampai rasanya muak.


Mulai dari situ aku tahu gadis gila itu mempermainkan hidupku. Kalian tahu apa senjata mereka mengancam ku atau tidak mampu membuatku berkutik? Maka rasakan semua yang akan ku cetuskan.


Setelah aku tahu gadis ular melakukan segala kejahatan tanpa peduli apa pun aku bertekad pulang. Namun, sebuah ancaman menyakitkan sukses membuatku bergetar saat Douglas mencelakai Tole Ridwan. Bahkan orang yang tega menyerempet anakku tertawa iblis. Douglas juga akan menyuruh seseorang untuk menyuntikkan racun jika aku tetap nekat pergi.


Dari sini aku mundur akhirnya menyerah tidak pulang. Bahkan detik itu juga Jasmin juga mengancam jika aku berani menelepon Dek Syafa maka hal buruk akan terjadi. Dari sini aku ganti nomor telepon dan berusaha kuat agar tidak bisa dihubungi. Aku menahan luapan rindu demi keselamatan anak dan Istriku.


Kalian ingat aku boleh pulang setelah setangah jalan kontrak. Saat itu hal keji terjadi lagi ketika Dedek Mumtaaz diculik. Aku bergetar hebat merasakan ketakutan luar biasa saat seseorang mendekatkan pisau tajam ke leher Anakku. Dari sini aku kembali takluk dan tidak mampu berbuat apa-apa. Di sini aku memohon sepenuh hati agar Tole Mumtaaz selamat.


Namun, ada harga yang aku bayar aku boleh pulang jika kontrak selesai. Kejam sekali sampai aku tidak pernah menyangka ada orang segila mereka. Ya Allah, aku benar-benar lemah butuh kekuatan dari-Mu. Tolong berikan hamba sedikit kekuatan menghadapi ujian kaki ini.


Sekarang aku hanya seorang diri untuk melawan Douglas itu sangat mustahil terjadi. Aku tidak pernah menyangka ada orang kejam seperti mereka. Jantungku terasa tertikam belati tumpul saat mendengar segala ancaman Jasmin dan Tuan Douglas.


Ya Allah, aku tidak mau hidup di tekan mereka. Aku akan mengambil uangku di Indonesia demi pulang. Aku tidak bisa memilih antara 5 pilihan. Semoga saja aku bisa pulang dengan membayar denda bahkan jikalau harus aku akan berjuang keras. Ya Allah, lapangkan kesabaran ku menghadapi ini semua.


Saat aku mengecek saldo tabunganku, semua kurang. Ini terlalu besar dan aku harus bagaimana? Minta pada Mas Azzam, Mas Nakhwan dan Abah? Tidak aku tidak mungkin menyeret mereka. Akibat semua itu kepalaku pusing sekali sampai kesehatanku turun.


9 hari kemudian aku putuskan untuk memilih no 3. Aku akan bawa Jasmin ke Indonesia demi kepulanganku. Setelah Jasmin pulang maka aku akan menjelaskan semuanya bahwa itu rekayasa. Jangan gegabah Aziz karena taktik ini akan di menangkan orang sabar. Ya aku sabar menghadapi masalah berat ini.


Ayah pulang wahai Istri dan anak-anakku. Tunggu kedatangan Ayah pulang ke sisi kalian. Ayah sangat rindu kalian bahkan ini terasa berat sekali. Setelah badai terlewati kita akan bahagia serta mendapat kebahagiaan melimpah dari-Nya, Aamiin.


Biarkan aku pura-pura menjadi orang jahat asal bisa pulang ke Indonesia untuk Dek Syafa dan anak-anak. Mas pulang Dek, walau aku tahu kita berpisah namun tenang saja Mas akan mengambil Adek dari Mas Azzam. Jangan takut Mas akan merebutmu dan menjadikan Adek selamanya dalam sisi, Mas.


Aziz akan pulang demi kalian semua terkhusus Istri dan anak-anakku. Semoga saja hanya suruh memperkenalkan diri sebagai kekasih. Jika bukan aku lebih baik 5 tahun di sini. Aku tidak akan membiarkan gadis itu menekan hidupku.


Aku ingin mendengar apa keinginan wanita gila itu. Jangan marah karena kamu harus kuat, Aziz. Tidak boleh lemah karena aku kuat menghadapi ini semua. Sungguh aku ingin marah pada keluarga Douglas.


"Kak Aziz harus bersikap buruk pada mantan Istrimu jika nanti kalian berjumpa. Kakak harus bersikap dingin tidak ada kelembutan untuk dia. Ingat Kakak harus mengatakan kita sepasang kekasih. Kakak punya waktu 1 minggu untuk berpura-pura jadi kekasihku. Setelah itu aku pulang ke Singapura dan Kakak bebas. Bagaimana?"


"Kamu gila, Jasmin. Sebenarnya apa salahku pada kalian?"


"Karena Kakak menyakitiku tanpa perasaan. Kakak selalu menolak ketika kukatakan aku sangat mencintaimu!"


"Itu obsesi bukan cinta! Yang perlu kamu ingat aku Aziz tercipta hanya untuk Syafa. Aku sangat mencintai Istriku sepenuh hati sampai akhirat. Aku sangat mencintai Dek Syafa karena Allah dan cintaku akan bersemi selamanya. Lebih baik aku mati dari pada menduakan cintaku. Aku hanya mencintai 1 wanita tanpa ada duanya. Walau kamu memaksaku dan bisa membuat aku patuh. Namun,  cintaku hanya untuk Istriku seorang dan segalanya miliknya!"


Tolong tunjukan jalan menuju kebahagiaan. Kita akan melewati hari sulit sampai di antara kita terluka. Dek Syafa, tolong maafkan Mas yang sangat lemah ini. Alasan utamaku lemah yaitu mereka Douglas nekat menggertak diriku. Tanpa sungkan mereka menyewa seseorang untuk membunuh anak-anak Istriku. Tidak, jangan lakukan itu ku mohon maka dari itu inilah yang di manfaatkan mereka.


Demi keselamatan anak-anak dan Istriku serta segala kebahagiaan aku rela menjadi patuh. Aku rela jadi boneka asal keluargaku tidak terluka. Tepat beberapa bulan lalu aku melawan mereka karena sudah tidak rahan. Namun, dengan tega membuat Dzaki keponakan Istriku kecelakaan fatal. Bahkan si gila mengancam akan membuat Dedek Mumtaaz mati di depanku. Mereka akan menculik Putraku kedua kakinya dan semua berakhir.


Ini sangat sadis untukku.


Aku ingin lapor polisi namun semua bukti lenyap tidak ada sisa. Jika aku kukuh melapor pasti keluargaku taruhannya. Ya Allah, tolong berikan aku kekuatan sekaligus kesabaran untuk mengahadapi ini semua.


Maafkan Ayah, Nak.  Maafkan Mas telah menyakiti Adek. Percayalah Mas sangat mencintai Adek karena Allah. Semoga kita bahagia bersama selamanya. Semoga Ayah mampu bertahan untuk kali ini.


****


Hari paling kunanti sepanjang tiga tahun ini akhirnya terwujud. Akhirnya aku bisa menginjakkan kaki ke tanah kelahiran ku. Aku sudah pulang dan kini sudah di depan ndalem. Dengan perasaan campur aduk aku ketuk pintu dan sedikit membunyikan bel masuk.


Semua terbuka menampilkan sosok wanita yang sangat aku cintai. Ya Allah, aku sangat bersyukur bisa melihat Istriku kembali. Oh maaf aku selalu mengklaim Dek Syafa Istriku. Rindu ini terobati akhirnya bisa melihat Istriku saat tangan hendak terulur ada seseorang mencubit pinggangku. Saat itu juga aku sadar ada Jasmin sontak melakukan acting dingin dan melengos pergi tanpa kehangatan.


Dek Syafa, tolong maafkan Mas tidak mampu berbuat apa-apa. Tolong maafkan Mas melakukan drama ini. Tolong maafkan Mas tega menyakiti perasaan, Adek. Yakin Dek sebentar lagi kita akan bersama selamanya. Jangan takut Mas janji akan memberikan segala cinta dan kebahagiaan setelah ini.


Saat masuk ruang tamu terlihat keluargaku sok melihatku datang bersama Jasmin. Memang aku beri tahu keluarga akan pulang hari ini. Tentu aku tidak mengabari bahwa pulang bersama ular betina ini.


Mereka sangat kecewa terkhusus Ummi kesayanganku. Hingga hal tidak terduga terjadi ketika Ummi menamparku sangat keras. Aku terdiam sepi merasakan tamparan untuk pertama kali dari Ummiku. Sakit ingin menangis tersedu dalam dekapan Ummi. Maaf, maafkan Tole melakukan ini semua.


Sakit sekali, maka maafkan Tole tega menyakiti, Ummi. Semua berlanjut akan kemarahan dari Abah. Aku diam saja saat Abah membentakku tidak punya perasaan. Mereka menghardik tanpa peduli perasaanku. Selagi di hardik aku lirik Dek Syafa murung tanpa cahaya.


Air mata itu luruh sukses membuat aku juga menangis. Izinkan aku berlari ke arahnya dan merengkuh tubuhnya. Izinkan aku menikahinya agar bisa merengkuhnya erat. Aku sangat tertekan akan situasi ini. Sehingga tanpa sadar terus menangis melihat Dek Syafa begitu.


"Siapa dia Aziz?" hardik Abah mengembalikan semua.


"Kekasihku," satu kata menghancurkan hatiku dan Dek Syafa. Tolong maafkan Mas, Dek. Ya Allah sesak sekali berada di situasi ini.


Aku terdiam sepi mendengar cacian Ummi dan Abah. Dengan jijik aku raih kotak bludru milik wanita ini. Rasanya seperti menegang najis seolah rasanya menjijikan. Ya Allah, kuatkan aku melakukan ini.


"Aku suka padanya, Ummi Abah. Aku mau Ummi pakaikan kalung ini untuk, Gadisku!"


Plak


"Astaghfirullahal'adzim, Aziz! Ummi kecewa padamu, ingat ini Ummi tidak sudi memakaikan kalung pada gadismu itu. Bawa pergi wanita ini sebelum kami mengusirmu!"


Tamparan keras kedua kali dan teriakan Ummi membuat aku bergetar. Baru kali ini Ummi begitu murka dan sudah jelas aku mendapat laknat serta murka-Nya yang Maha Dahsyat. Aku gemetaran saat tahu betapa besar laknat Allah jika mendapat murka Ibu. Dan kini aku sudah mendapatkan itu semua.


Kini aku putuskan melihat Dek Syafa tambah menangis sesegukan. Karena tidak tahan aku meminta Rena asisten Jasmin untuk membawanya ke hotel yang aku pesan. Semoga saja semua akan baik-baik saja setelah ini berakhir.


Usai Jasmin dan Rena salaman mereka pergi di jemput seseorang yang aku suruh. Kini aku menunduk dalam menyembunyikan wajah agar tidak kena tamparan lagi.


Aku merasa sedih hidupku penuh kelam tanpa warna. Ya Allah, tolong izinkan aku bahagia barang sedetik saja. Dan kini aku duduk di kelilingi kelaurga. Saat aku di sidang keluargaku hanya sebuah jawaban iya saja yang mampu terlontar.


"Umi, Kakak ngantuk," ucap Putraku Mumtaaz dari arah belakang.


Benarkah ini suara anakkku yang sangat ku rindukan? Anakku sayang, akhirnya Ayah melihatmu, Nak. Ya Allah senang sekali aku melihat Putraku yang tampan. Dedek Mumtaaz, Ayah sangat rindu.


"Ayah," lirih Mumtaaz.


Aku langsung berlutut mengulurkan tangan agar Dedek Mumtaaz merengkuhku. Benar saja anakku langsung lari ke arahku seraya menangis sesegukan. Sampai dalam dekapan aku ciumi kepala Mumtaaz-ku penuh sayang.


Aku rengkuh Mumtaaz-ku seerat mungkin seraya mengatakan maaf berulang kali. Aku tangkup pipi gembil Dedek Mumtaaz yang tampan. Aku ciumi wajahnya dan ku usap kepala dan tubuhnya. Aku sangat senang akhirnya bisa merengkuhmu, Nak.


Sangking rindu dan bahagianya aku tanpa berhenti menciumi wajah dan tubuh kecilnya. Aku ciumi wajah dan tubuh anakku yang sangat dirindukan. Ya Allah, rasanya terharu sekali akhirnya bisa mendekap mu, Dedek. Ayah sangat bahagia Nak.


Tole Mumtaaz meraung histeris dalam dekapanku. Dia meluapkan emosi dengan mengomel panjang lebar akan kesesalanya. Aku hanya bisa mengatakan maaf berulang kali. Berulang kali juga kukatakan pada anakku bahwa Ayah sangat merindukan Dedek Mumtaaz.


Melihat anakku sudah besar dengan wajah tampannya menambah getir akibat kepergian lama. Anakku sayang, Ayah sangat menyayangimu. Baru kemarin Ayah menggendong Anakku yang kecil mungil. Kini anakku sudah besar dengan wajah begitu tampan nan manis.


Dalam keharuan aku hanya bisa menangis penuh kebahagiaan saat merengkuh Putraku. Hingga tanpa sengaja mataku bertemu dengan mata sembab Dek Syafa. Tentu saja dadaku tambah sesak melihatnya menangis tersedu-sedu.


Maaf, Dek.


Mas ingin merengkuh Adek dan mengatakan semuanya! Aku sangat mencintaimu, Dek Syafa. Tolong berjuang untuk Mas, maka Mas akan berjuang untuk Adek. Mas sangat mencintaimu Dek Syafa!


Tolong tunggu beberapa saat lagi ketika aku mampu memenjarakan keluarga Douglas. Aku ingin kita bahagia selamanya tanpa penghalang. Tunggu 1 minggu lagi setelah itu kita akan bahagia selamanya. Mas akan menjelaskan semuanya pada Adek. Tolong maafkan Mas yang tega menyakiti, Adek. Jangan takut Mas tidak akan pernah menduakan Adek.


Jika itu terjadi maka. Mas memilih meninggal detik itu juga. Mas sangat mencintai Adek karena Allah. Oleh sebab itu tolong maafkan kesalahan Mas yang tega menyakiti perasaan Adek. Kini kepedihan hanya sebentar setelah itu kita bahagia selalu, Aamiin.


Mas mencintai Adek karena Allah!


****~💔~****


Sudah jelas bukan ini semua salah siapa? Konspirasi besar yang membuat Ayah harus menderita.


Tidak hanya Umi yang menderita Ayah juga sangat menderita.


Namun, akan segera berakhir setelah Mas Azzam bertindak.


Maaf banyak typo **bertebaran dan kesalahan dalam penulisan, pasalnya belum tak koreksi dan edit. Maaf ya say!


Bonus *Pick*** Ayah!