
Assalamu'alaikum, everyone!
Karena masih di bulan Syawal sudah sepatutnya Rose mu ngucapin ini.
Taqabbalallahu minna waminkum wa ahalahullahu 'alaik. Semoga Allah menerima (amalan) dari kami dan darimu sekalian dan semoga Allah menyempurnakannya atasmu dan semisalnya, Aamiin.
Selamat hari Raya Idul Fitri 1441 H.
Minal aidzin walfaidzin mohon maaf lahir dan batin.
Segala maaf Rose curahkan kepada kalian yang senantiasa membuat kesalahan. Maafkan Rose jika sering marah ngamuk dan tidak membalas pesan kalian.
Sekeluarga besar Rose minta maaf.
Maaf banyak typo bertebaran dan kesalahan dalam penulisan di bawah ini.
....***....
....💞....
Tepat di hari raya idul Fitri keluarga Aziz melakukan tradisi saling minta maaf. Seperti halnya Khumaira melakukan sungkem pada Aziz dengan tulus. Meminta maaf atas kesalahan yang telah diperbuat. Lalu Aziz pun membalas hal sama dengan meminta maaf selama ini banyak salah. Lalu mereka para anak sungkem kepada orang tua.
Mereka akan bersilaturahmi pada tetangga baru ke Pagerharjo setelah itu ke Kediri. Namun, sebelum itu keluarga harmonis ini memutuskan untuk makan terlebih dahulu. Sang Umi tampak sibuk menata piring berisi potongan kupat. Sementara Ayah sibuk menenangkan Zaviyar heboh sendiri minta sayur bening.
Ridwan, Mumtaaz dan Faakhira malah asyik mengobrol. Dua Adik manis mendusal pada Kakak seolah begitu rindu. Intinya Mumtaaz dan Faakhira sangat senang mendusal pada Ridwan. Melihat dua Kakaknya begitu manja akhirnya Zaviyar beranjak dari pangkuan Ayah. Dengan langkah kecil akhirnya Zaviyar sampai juga ke depan ketiga Kakaknya.
Ridwan paham sontak meraih Zaviyar supaya duduk di pangkuannya. Dia ciumi ubun-ubun Adiknya lalu memberikan ciuman sayang di pipi. Jujur saja ia begitu senang Adik bungsunya begitu manja padanya. Padahal awal bertemu Adiknya tidak mau di gendong. Alhasil karena sering bertemu Zaviyar jadi lengket pada Ridwan.
Mumtaaz dan Faakhira ikut mencium pipi gembul Zaviyar yang anteng. Mereka senang Adik bungsu begitu menggemaskan. Keduanya sangat senang bisa kumpul lengkap penuh canda tawa. Mumtaaz dan Faakhira harap semoga selalu begini hingga akhir hayat.
Aziz dan Khumaira senang sekali empat anak manis begitu mengenaskan. Mereka tidak percaya anak-anak telah tumbuh besar begitu cepat. Rasanya baru kemarin Khumaira mengandung Ridwan lalu memberikan segala rasa. Lalu baru kemarin Aziz tahu Istrinya mengandung Mumtaaz. Lalu baru kemarin ia memperjuangkan Faakhira dalam rahim serta kelahirannya. Dan batu kemarin Aziz dan Khumaira menerima hadiah terindah yaitu Zaviyar. Lihat anak-anak sudah tumbuh besar begitu cepat.
"Anak-anak ayo makan!" Seru Aziz.
"Sudgrbnagev vshevvrkrjeb bsvrhhrbdnj," riang Zaviyar melihat sayur bening telah berada di tangan Uminya.
"Hore, ayo makan!" Riang Ridwan, Mumtaaz dan Faakhira berbinar-binar.
"Sebelum makan ayo kita berdoa dulu," tutur Khumaira yang sudah memangku Zaviyar.
"Siap Umi," kor anak-anak.
"Bismillahirrahmanirrahim Alaahumma barik lanaa fiimaa razaqtanaa waqinaa ‘adzaa bannar,” doa mereka sebelum makan.
Aziz sekeluarga makan dengan lahap tidak ayal membuat senang. Masakan Umi memang yang terbaik membuat mereka senang. Namun, Aziz selalu mengajarkan kepada keluarga kecilnya makan tidak boleh berlebihan. Alhasil mereka makan di rasa cukup kenyang. Aziz termasuk orang yang menjaga pola makan yang di anjurkan Rasulullah.
Alhasil tubuhnya selalu bugar dan senantiasa ingat kepada Allah. Sebagai hamba tidak sepatutnya berlebihan oleh sebab itu menjaga sekali polo makanan seperti yang dianjurkan Rasulullah. Jika tubuh sehat dan tidak menerima hal berlebihan maka ibadah kepada Allah selalu nikmat. Maka dari itu Aziz sudah mengajari Istri dan anak-anaknya supaya tetap menjaga pola makan dengan baik tidak boleh berlebihan.
Kunci utama Aziz hanya satu beribadah kepada Allah dengan khusyuk penuh kenikmatan. Selalu mengajarkan anak-anak hal kebaikan walau narsis utama. Walau demikian tiga anaknya begitu mentaati perintahnya untuk berbuat kebaikan. Aziz juga sering di tegur atau di marahi Khumaira jika salah. Namun, saat wanitanya sudah mulai ceramah untuk mengingatkan tentu dia diam.
Sungguh Khumaira merasa begitu beruntung mendapatkan Aziz. Bagaimana tidak beruntung ketika Suaminya selalu mengajarkan hal kebaikan. Semua yang di bawa Suaminya untuk mengajari mereka pasti dari sumber langsung yaitu Al-Qur'an dan Hadits. Tidak ayal hidup terasa damai penuh kenyamanan.
Khumaira memang dari awal selalu menjaga.pola makan. Tambah senang ketika Suaminya dulu masak sayur enak sekali sampai makan semua. Alhasil perutnya lumayan sakit sehingga sang Suami memberi petuah begini. Makanlah makanan secukupnya lantaran makan berlebih tidak baik dan bisa mengurangi iman kita untuk beribadah. Walau makanan yang kita makan enak sudah sepatutnya tetap menjaga agar tidak berlebihan. Boleh makan sepuasnya asal jangn sampai kekenyangan. Nanti, saat kita indah terganggu jadi lupa pada tugas seorang hamba.
Ridwan, Mumtaaz dan Faakhira usai makan berebut membantu Umi mencuci piring. Mereka sungguh manis di didik begitu mandiri dan selalu bersyukur. Tiga anak manis walau bergelimang harta selalu hidup sederhana. Uang jajan juga mereka sisihkan sebagian untuk bersedekah kepada teman-teman yaitim piatu. Pokok didikan Aziz dan Khumaira sukses menghantarkan ketiga anak sudah tumbuh remaja jadi pribadi kuat.
Usai makan mereka bergegas siap-siap silaturahmi. Àlhasil mereka bergegas merias diri lalu memakai wewangian. Lihat mereka tampak kompak memaki seragam. Aziz pakai batik motif abstrak dengan bawahan celana bahan warna hitam. Sedangkan atasan hitam corak biru terang. Begitupun dengan Ridwan, Mumtaaz dan Zaviyar. Untuk Khumaira pakai gamis batik warna senada. Begitupun dengan Faakhira dan untuk hijab pakai pashmina sifon. Lalu hijab Faakhira pakai hijab terusan di motif indah.
"Yee, aku ganteng overdose!" Seru Ridwan dan Mumtaaz.
"Dedek FaaFaa juga cantik overdose!" Riang Faakhira.
"Kalian luar biasa pastinya kan Ayah ganteng tidak terbantahkan. Ayo anak-anak rupawan plus Istriku tercinta kita silaturahmi!" Tegas Aziz.
"Ok, siap Ayah!" Kor tiga Kakak Zaviyar.
"Alhamdulillah ya Allah, keluargaku tetap narsis. Jika tidak bencana," sindir Khumaira.
"Ahahahaha, itu nyata Umi!" Kor Aziz dan anak-anak.
Khumaira yang sebal menggendong Zaviyar dari pada mendengar kenarsisan Suami dan anak-anak. Ia tersenyum manis kala Suami dan anak-anaknya mendekap tubuhnya. Dia tersenyum kala Suami dan anak-anak meminta maaf lalu mencium pipi. Khumaira akhirnya jalan berdampingan dengan Aziz. Tidak lupa pintu di kunci terlebih dahulu lalu keluarganya memutuskan jalan.
Aziz dan anak-anak saling mengobrol membahas liburan. Sebagai kepala keluarga ia akan datang ke Pagerharjo nanti sore. Lalu menginap kemudian liburan ke Kediri. Lihat anak-anak yang manis telah berganti merengek minta liburan ke kebun binatang. Alhasil Aziz harus menuruti sekalian jalan-jalan menghabiskan waktu. Pada akhirnya keluarga kecil ini bersilaturahmi ke tetangga.
....***....
....💞....
Tepat di pinggir kota Las Vegas pria dewasa keluar. Dia menatap bangunan megah dengan pandangan datar. Ia sudah bebas dari penjara setelah 12 tahun mendekam sepi. Dirinya merasa hancur jika ingat gadisnya telah meleburkan harapan. Jujur saja pria ini masih mencintai gadisnya dulu.
Hanya saja dendam merenggut segala kewarasan. Dia benci pada gadis itu yang tega memasukan ke penjara. Demi Allah ia begitu benci pada dirinya masih cinta pada gadisnya. Pria yang sangat tampan kini menjelma jadi iblis.
"Aku benci padamu tetapi aku juga masih mencintaimu. Aku akan berusaha keras untuk meredam dendam sekaligus rasa kecewa. Aku tidak bisa beranjak padamu karena hatiku terlabuh untukmu. Jika kita berjumpa lagi maka jangn salahkan aku membuatmu menderita. Kamu dan Suamimu akan merasakan kehancuran. Bila perlu mati biar aku dipenjara sampai seumur hidup. Sungguh aku sangat benci maka ucapkan selamat tinggal dunia ketika berjumpa!"
Pria berparas rupawan itu langsung pergi untuk pulang ke rumah. Bahkan orangtuanya bilang jika mau pulang harus murtad. Dia bimbang walau dalam penjara pria mualaf ini memutuskan untuk tetap jadi mualaf. Ia punya banyak keterampilan dan memiliki gelar Master. Pati bisa meraih pekerjaan dengan mudah. Tetapi, apa bisa ketika dirinya mantan narapidana.
Pada akhirnya ia putuskan ke Iraq untuk hidup baru. Biarkan mantan narapidana telah melekat di Amerika kalau di Asia jelas tidak. Kini ia ingin memulai hidup baru bersama wanita baru. Mungkin saja dia akan bertemu wanita yang bisa meredam dendam dan kecewa. Pria ini tetap ingin menganut agama Islam.
Cut .....!!!!
Pria misterius inilah yang akan menyebabkan hilangnya Dedek Zavi. Pria di masa lalu Bibinya yang akan membawa malapetaka.
Pria yang sangat baik awalnya, tetapi kebencian telah menghancurkan segalanya.
Mulai chap depan semua telah di mulai.
Sekali lagi mohon maaf lahir dan batin ❤️.
Wassalamu'alaikum.
Rose.
30*05*20