Assalamu'Alaikum Imamku 2!

Assalamu'Alaikum Imamku 2!
AI 2 - Hukuman Setimpal Untuk Douglas Family!



Maaf baru update lagi sakit ini akunya. Maaf ya dan harap maklum!


Maaf banyak typo's bertebaran dan kesalahan dalam penulisan di bawah ini!


*


****


****


*


Aku ingat semuanya, Dek. Tetapi, aku tutup dengan kekuatanku. Tepat saat aku sadar dari keterkejutan itu aku ingat semua. Aku sangat menyesal baru ingat sekarang. Ingin aku memberi tahu Dek Syafa perihal ingatan ini pulih. Namun, aku tidak ada waktu berpikir keras demi kesembuhanku.


Jelang operasi aku tidak henti-hentinya berdoa pada Allah agar melancarkan operasi ini. Aku hanya berharap Allah selalu menjaga diriku sepenuh hati. Aku terus berdoa meminta perlindungan Allah. Setiap hembusan selalu kusebut nama-Mu ya Allah. Semoga hamba bisa selamat dari meja operasi.


Saat melakukan operasi besar itu aku berpikir memori itu hilang ternyata tidak, Alhamdulillah. Hingga 1 pekan aku di rumah sakit untuk tahap pemulihan paska operasi, akhirnya pulang ke rumah. Di sini aku begitu bahagia Istriku selalu menemaniku tanpa lelah. Bahkan ai kecil Putriku yang cantik ikut serta. Hingga kedua Putraku pulang karena sekolah. Alhasil anak-anak di Pagerharjo dan kami di sini.


Jujur saja aku begitu rindu pada dua anakku tersayang. Dua bocah ganteng yang teramat aku cintai. Maafkan Ayah ya belum bisa pulang sehingga menyebabkan pisah sementara. Tenang setelah Ayah sembuh dengan segera kami pulang. Kami sangat mencintai Kakak cilik dan Kakak gede. Jangan khawatir Ayah, Umi dan Dedek FaaFaa akan segera pulang.


Tepat tiga hari aku di rawat jalan, Jasmin datang meminta maaf pada kami. Aku ingat saat Paman Hans memberi tahu kebenaran tentang Jasmin dan Douglas. Sebuah flashdisk aku pegang ini bukti kejahat Jasmin serta Douglas. Serta aku catatkan segala kejahatan pada anak-anak dan tole Dzaki. Soal tentang kejatahan tentangku aku akan berusaha memaafkan. Aku lapang dada akan kejahatan yang mereka torehkan.


Aku sudah memaafkan mereka dengan ikhlas serta lapang dada. Namun, aku tidak bisa mentolerir saat Tuan Douglas mencelakai Dzaki dan tole Ridwan. Serta kejahatan Jasmin mengancam serta melenyapkan Paman Hans. Tidak ada maaf akibat obsesi gila itu Paman Hans kehilangan nyawa.


Aku sangat sakit sampai tidak sanggup menjabarkan betapa sesak. Saat itu aku melapor kasus ini dan sudah menyerahkan bukti serta pernyataan pada Polisi. Bahkan mereka meminta maaf padaku sepenuh hati.


Tentu aku memaafkan mereka secara lapang. Mau menuntut tidak akan ada gunannanya. Aku bisa jelaskan bahwa Jasmin begitu menyesali perbuatannya. Jika begini aku bisa bahagia bersama Istri dan anak-anakku.


Akhirnya Jasmin dan Rena pulang di kawal Polisi. Aku tidak ingin menceritakan semuanya sebelum kami hanya berdua. Setelah kami bersama dan aku cukup sehat dari sini aku segera memberitahu Istriku.


Ya Allah rasanya hamba sangat rindu rumah yang ada di berbah. Dari yang kutahu rumahku di tempati Nduk Hazza serts Suami dan anaknya. Hazza sendiri adalah Adik perempuan bungsu. Yah intinya yang paling bungsu Tole Azmi kalau perempuan Nduk Hazza.


Aku ingin mengatakan hal menyakitkan atau membahagiakan? Aku mendengar perusahaan Douglas gulung tikar dan Tuan Douglas di penjara. Untuk Jasmin entahlah aku begitu prihatin saat mendengar kabar gadis itu mengalami kecelakaan hebat.


Semoga saja keluarga Douglas mendapat kebahagiaan serta kekuatan kembali. Semoga saja Jasmin lekas sembuh agar bisa kembali bermain. Untuk Tuan Douglas semoga saja tabah menghadapi masalah berat ini.


Aku hanya bisa berdoa untuk mereka. Ingat satu hal balas kebencian dengan cinta. Balas kejahatan dengan kebaikan. Balas perbuatan kejam dengan perbuatan baik. Yakinlah orang yang sabar dan ikhlas menjalani cobaan maka hasil akhir akan meraih kebahagiaan melimpah.


Hari berganti minggu dan minggu berganti bulan. Tidak terasa 1 bulan setengah aku di Kediri bersama Keluarga. Kini saatnyan kami pulang ke Pagerharjo untuk tinggal di sana. Tetapi, bakal pulang satu Minggu lagi akibat diriku harus melakukan serangkaian pengobatan rawat jalan. Padahal kan mau bertemu anak-anak ganteng tidak terbantahkan. Kalau begini harus sabar ekstra baru bisa pulang ke Yogyakarta.


Setelah Dedek Ridwan lulus Sekolah Dasar maka kami akan kembali ke Berbah. Kami akan tinggal di sana untuk mengingat masa di mana ada kebahagiaan melimpah sebelum berpisah. Ah, tidak sabar menempati rumah yang menyimpan sejuta kenangan manis bersama Istri dan anak-anakku.


Lupakan rasa rindu kini saatnya bersama Istriku tercinta. Aku rengkuh tubuh pendek Istri gembul nan pendek. Bayangkan saja tinggi Istrimu hanya sebatas ketiakmu. Ya Allah jadi kalau meluk harus bungkuk. Parah lagi saat foto aku harus membuka lebar kakiku. Pendek-pendek begini Dek Syafa adalah wanita yang sangat aku cintai seumur hidup. Tolong jangan katakan aku mengatai Istriku pendek. Aduh pinggangku sakit gara-gara lama membungkuk dalam. Sabar Aziz jika mau itu harus angkat tubuh Istrimu.


Alternatif terbaik saat Dek Syafa memakaikan dasi dulu pakai kursi. Saat ciuman aku gendong ala koala. Asli jika tidak di gendong aku bisa sakit punggung. Jika sakit punggung bagaimana gitu-gitunya? Oh aku benar-benar frustasi merasa gila saat menunduk dalam pinggang berakibat nyeri. Apa karena sekarang aku sudah berumur jadi sering sakit pinggang?


Lupakan itu jangan tertawa!


Ingin rasanya aku belikan susu penambah tinggi badan. Namun, sudah tidak bisa sudah tidak masuk. Jika begini aku seperti tiang listrik jalan sama semut. Huft, pelengkap sempurna aku tinggi di gembul pendek. Lengkap bukan yang satu ganteng overdose dan satunya manis menggemaskan.


Hai, jika Istriku tahu aku sedang mempermasalahkan tinggi badan batal buka puasaku. Sstt jangan beri tahu Dek Syafa orang ganteng overdose mengatai tinggi badan. Kalau batal puasa kapan cicak bukannya? Keburu karatan bahaya deh. Tetapi, ngga bakal karatan karena tetap kokoh uhuy.


Syukur Dedek Faafaa sedang tidur jadi gerak cepat ***** Umi cantik, dulu. Bisa main ehem ehem nih sama Istri karena Nduk FaaFaa tidur lelap. Tidak apa cuma foreplay asal mantab betul, asyek. Aku tidak sabar iya-iya bareng Adek Syafa tersayang.


Sensor ya, kalian masih kecil belum cukup umur. Ingat aku selalu frontal menjabarkan sesuatu. Jadi kita sensor ke adegan pariwara berikut ini, Uhuy. Eh, ngga jadi tenang aku tidak sejahat itu. Kalian sih terlalu mesum makanya pikiran selalu nganu. Kapan kalian sehat wahai pemirsa Budiman?


Aku Muhammad Abdul Aziz, hn kurang keren. Sebenarnya kurang keren namaku itu yang ehm Arabable. Tetapi, tidak apa itu nama terindah sepanjang masa. Secara Abah dan Ummi yang memberikan nama penuh cinta. Walau kurang keren setidaknya aku senang sekali.


Uhuk, aku butuh olahraga biar kuat tahan stamina sampai beronde-ronde. Kira-kira kuat berapa ronde untuk buka puasa? Aku harap lima ronde tembus biar jadi Dedek baru. Aku jadi ingin sekali punya anak lagi yang ganteng maksimal atau cantik layaknya boneka seperti Nduk FaaFaa.


Lupakan hal mesum sekarang ini bahas lain. Setelah pulang ke Pagerharjo itu Adek Syafa habis olehku. Ingin main cepat biar puasaku terasa nikmat. Bayangkan 3 tahun lebih 3 bulan aku baru bisa buka puasa. Rasanya ingin cepat menyantap hidangan cinta. Lah kenapa semakin mesum?


Sudah kukatakan aku mesum akut, jadi wajar. Jangan tertawa kalian jelek kayak bebek. Tidak, bebek itu imut bibirnya kayak Dek Syafa. Bebekku tersayang memang menggoda. Apa lagi bibir itu ketika terlumat. Sadar, jangan frontal Aziz.


Dadah pria paling tampan overdose mau buka ***** Dek Syafa mumpung Dedek Faafaa bobok cantik. Bayangkan sesuka kalian karena aku tahu kalian otak mesum. Padahal aku sendiri yang mesum gara-gara lama tidak mendapat sangkar. Nasib cowok ganteng tidak terbantahkan pisah bertahun tahun.


"Mas jangan nakal," peringat Istriku yang gembul menggoda.


Tidak gembul kok berisi sumpah malah semakin ugh dirinya berisi begini. Saat kecil mungil Istriku sangat menggoda apa lagi saat berisi begini menambah kesan menggoda.luar biasa. Tidak pa mesum sama Istri sendiri.


"Mas ingin Adek," bisik ku seductive.


"Mas Jangan mulai, ini masih siang," pinta Adek Syafa seraya memohon.


Memohon minta itu-itu ya, Dek. Tidak apa siang begini tambah hot plus hot sama dengan luar biasa hot. Jujur Dek itu loh sudah ereksi butuh pelepasan darimu. Maunya di sentuh sedemikian rupa karena puasa lama. Oh kenapa otakku geser jauh sekali sampai siang begini mesum akut.


"Dedek FaaFaa baru tidur Mas mudah terbangun. Di Pagerharjo saja ya, Mas."


"Kelamaan Dek, sungguh Mas tidak kuat."


"Ya Allah, kenapa Mas semakin mesum? Tinggal satu Minggu lagi kita pulang ke Pagerharjo."


"He-he-he, Mas mesum juga ulah Adek yang terlalu menggoda. Haish, Mas sudah kuat loh itu-itu sampai banyak ronde."


"Mas."


Aku balik dirinya lalu tanpa ba-bi-bu kuraup bibirnya sedikit kasar. Tidak apalah main sedikit lebih menantang adrenalin. Biasanya kan main lembut penuh cinta dan segala limpahan rasa sayang. Kini mainan sedikit kasar supaya pintar sensasi lebih menggoda iman. Aku tersenyum saja ketika Dek Syafa berusaha mendorong dada bidangku.


Namun, bukannya berhenti aku tambah berbuat nekat. Aku remas bokongnya dan langsung berhenti saat tahu ada yang janggal. Guna memastikan sesuatu aku lebih dalam itu Istriku. Nasibmu Ziz puasa lagi satu Minggu. Astaghfirullahal'adzim, hamba sabar ya Allah puasa lagi dan lagi. Kenapa mau buka malah Istriku menstruasi?


"Mas sih asal nyentuh. Adek baru haid tadi pagi ketika mandi berniat shalat Dhuha. Puasa lagi ya, Mas."


"Nasib."


Lihat Dek Syafa malah terkekeh senang melihatku menderita. Aku merenggut sebel batal sudah buka puasaku hari ini. Padahal mau itu-itu karena kangen sekali pada sangkarnya. Ini otak kenapa semakin mesum di saat begini? Lupakan itu sekarang tidur siang sembari peluk Dedek FaaFaa.


Namun, sebelum aku beranjak Dek Syafa mendekap erat tubuhku dari belakang. Aku tersenyum lantaran dirinya menciumi punggung ku. Manis sekali Istriku yang cantik nan menggemaskan ini. Bahkan jika aku berpuasa lama asal dapat buka puasa dari Adek tentu Mas ikhlas. Bahkan lahir batin Mas ikhlas asal Adek yang jadi pembuka labirin kesabaran.


"Setelah Adek suci Mas bisa melakukan apa pun sepuas Mas. Bahkan jika sampai banyak kali Adek terima asal Mas bisa buka secara bahagia. Adek minta maaf ya belum bisa menyerahkan diri karena masih ada tamu bulanan."


"Tidak apa, jangan sedih. Mas paham dan setelah suci kita akan melakukan itu sampai puas. Bila perlu ada Dedek baru untuk Dedek FaaFaa."


"Aamiin ya Allah. Semoga saja langsung dapat Dedek baru untuk Dedek FaaFaa ya,Mas."


"Aamiin ya Allah. Sungguh Mas sangat mencintai Adek karena Allah."


"Sungguh Adek juga sangat mencintai Mas karena Allah."


Aku dekap tubuh Dek Syafa posesif dan aku bisikan kata-kata cinta. Aku sangat mencintaimu Dek sepenuh hati Mas. Semoga saja setelah kita buka puasa dapat anugerah terindah yaitu calon buah hati kita selanjutnya. Semoga saja kita lekas punya anak sehingga menambah kesan ramai.


Terima kasih ya Allah telah memberikan segala cinta untuk hamba. Buah dari kesabaran serta ikhlas menerima cobaan akan indah pada akhirnya. Kini hamba memperoleh itu semua. Hamba sangat bersyukur ya Allah telah memberikan segala cinta untuk hamba. Terima kasih ya Allah telah memberikan limpahan kebahagiaan setelah badai besar melanda.


Hamba sangat mencintai-Mu dan Rasulullah.


****


At Singapura 08:30 AM!


Jasmin dan Rena melakukan perjalanan menuju rumah. Mereka masih di kawal polisi dari Indonesia. Rencananya setelah ini Jasmin akan di penjara. Dalam perjalanan pulang tidak henti-hentinya Jasmin berdoa akan kesembuhan Aziz.


Hingga sebuah kecelakaan hebat terjadi saat mobil kehilangan kendali. Mobil terus memutar hingga menghantam pembatas jalan. Jasmin mampu keluar, tetapi hal menakutkan terjadi ketika ada mobil sedan menabraknya. Semua begitu menyakitkan sampai ia tidak bisa menjabarkan.


"Ya Allah, jadi ini rasanya terluka seperti yang Kak Aziz rasakan. Ya Allah ampuni hamba yang penuh dosa. Jika ada kesempatan hamba ingin bertobat agar mampu berserah diri pada-Mu ya Allah," lirih Jasmin sebelum hilang kesadaran.


Semua tragedi mengerikan itu mungkin hukuman untukku. Hukuman sesungguhnya dari Allah adalah ketika aku sudah tidak bisa melihat dunia. Kedua kakiku lumpuh permanen dan tanganku patah. Aku lupa yang kutahu gara-gara kecelakaan itu 8 tulang rusukku patah menyebabkan paru-paruku bermasalah.


Ya Allah, kenapa aku di hukum begitu berat? Ini benar-benar hukuman Allah yang setimpal. Aku ikhlas menerimanya ya Allah. Duniaku sudah kelam tidak ada yang menjagaku. Biasanya ada Kak Rena, tetapi ia meninggal dunia di tempat.


Perusahaan Ayah bangkrut dan Ayah di penjara. Ya Allah yang Maha Suci tolong berikan kekuatan untuk kami. Ayah kita harus kuat menghadapi cobaan ini. Kak Aziz saja kuat kenapa kami tidak?


Dosaku begitu besar terhadap Kak Aziz, Mbak Khumaira dan anak-anaknya. Sekarang aku hanya menyesal meratapi nasibku. Aku sangat kecewa pada takdir ya Allah. Aku kecewa kenapa bisa berbuat hina. Sekarang aku hanya mampu berserah diri pada-Mu ya Allah memohon pengampunan.


Berbulan-bulan aku menjalani hidup tanpa ada cahaya. Aku di bebaskan dari tuntutan hukum ketika kondisiku sangat memprihatinkan. Hingga setengah tahun kemudian aku merasa ada seorang Dokter Spesialis Saraf datang padaku.


"Nona Jasmin, bagaimana keadaan Anda?" tanya seorang pria bersuara berat.


"Aku baik ... Umz, kamu siapa?"


Aku tidak mengenal pria ini jadi kuberikan bertanya setelah 1 minggu merawatku. Aku tidak kenal padanya sehingga terdengar canggung. Jika boleh jujur aku ingin bisa melihat dunia kembali. Aku ingin mengaji dan memahami isi Al-Qur'an.


"Steven Arga Theodore," sahut pria itu.


"Oh. Anda kenapa menjaga saya? Mana Dokter Camellia?"


"Beliau sedang mengandung dan keadanya lemah. Kebetulan saya Adiknya dan sekarang Anda adalah tanggung jawab saya untuk beberapa bulan kedepan. Senang bisa merawat, Anda."


Dari perkenalan itu kami agak dekat walau aku acuh. Jujur saja ia terlalu baik sehingga membuat aku merasa begitu hina. Tolong jangan kasihani aku akan perhatian melimpah. Rasanya berat sehingga merasa di kasihani sedemikian rupa.


Pria ini sungguh aneh membuat aku merasa di kasihani. Aku terdiam saat sebuah suara Adzan berkumandang. Aku mendengar sembari memjawab setiap lafadz Adzan. Aku menangis ingin Shalat serta membaca Al-Qur'an. Andai aku punya uang aku ingin melakukan operasi mata agar bisa membaca kitab suci Al-Qur'an.


Usai Adzan aku mendengar pria itu berdoa setelah Adzan. Apa pria ini seorang muslim? Sepertinya iya ketika pria ini meminta izin untuk shalat Dzuhur. Kenapa bisa nama Amerika Inggris ternyata seorang Muslim? Aku jadi penasaran akan dirinya yang ramah itu.


Entah kenapa semakin lama kita bersama ada benih cinta. Aku merasakan debaran kuat ketika pria itu mengaji dan lebih terharu ketika ia merawatku begitu telaten. Jika boleh aku ingin melihat wajahnya demi menuntaskan rasa penasaranku.


"Hai Nona cantik, lihat saya bawa apa?"


"Anda gila Pak Steven? Anda tahu saya tidak bisa melihat kenapa menanyakan itu!" sengitku.


Aku terdiam ketika Pak Steven tertawa merdu. Mendengarkannya tertawa sukses membuat diri ini terbang mendengar irama melodi. Jika boleh aku ingin tahu tentang kamu, Tuan. Ah lupakan itu karena aku hanya gadis buta penuh dosa.


Hingga aku tersentak ketika tanganku di genggam lembut olehnya. Entah kenapa jantungku terasa berlari maraton. Kenapa bisa ada seseorang membangkitkan degup jantungku? Aku benar-benar merasa frustasi akan keadaan ini.


"Aku bawa hijab untukmu, Nona. Aku juga sudah Download surat Al-Qur'an. Ada Sholawat yang bisa Anda dengarkan. Aku berharap gadis cantik ini bisa jadi gadis tangguh dengan pendirian baru. Kamu harus jadi gadis penuh semangat."


Kata-katanya begitu tulus membuat aku menangis. Tolong katakan padaku seperti apa pria ini? Tolong jangan memberikan harapan palsu padaku, Tuan. Jangan karena aku takut jatuh hati padamu.


Aku tersentak saat seseorang memakaikan hijab padaku. Tubuhku panas dingin merasakan Kak Steven memakaikan hijab untukku. Kenapa aku tidak bisa menolak bahkan terkesan begitu bergetar hebat?


"Apa yang kamu lakukan?" tanyaku bergetar.


"Masya Allah, Nona Jasmin sangat cantik. Pakai hijab ya."


Aku tersipu mendengar pujiannya. Bahkan aku tidak bisa melihat penampilanku bagaimana bisa menatap? Aku menunduk dalam menyembunyikan air mata. Degup jantung terasa menggila bahkan air mata semakin menjadi-jadi.


"Hai kenapa menangis?"


Aku memang sering diam tanpa mau membalas perkataannya. Aku selalu bungkam jika menjawab seadanya. Tidak sekalipun aku keranah bicara panjang lebar. Hanya bungkam yang selalu aku jaga karena tidak mau dikasihi.


Aku sangat terharu karenamu Tuan Steven. Aku masih tidak percaya jilbab menutup aurat ku yang paling sering ku umbar. Seperti apa aku menggunakan hijab? Rasanya penasaran mau melihat penampilan ketika tanpa hijab.


"Aku terharu, terima kasih."


"Sama-sama, Nona manis."


"Pak boleh bertanya?"


"Iya, tanyakan saja."


"Itu, umur Pak Dokter berapa?"


Ya Allah aku terlalu gila bertanya tentang usianya. Apa tanggapan Pak Steven tentangku? Aku buru-buru berpaling tidak mau menatap lurus. Aku sangat malu sampai wajahku panas dingin.


Aku terdiam ketika dirinya hanya terkekeh kecil. Apa aku lucu bertanya usianya? Apa salah tanya usia seorang Dokter? Apa jangan-jangan dia sudah berumur tua? Apa jangan-jangan juga sudah berkeluarga? Arghh bodoh kenapa bisa kehilangan kontrol diri.


"31, ada lagi?"


"Apa Pak Dokter sudah menikah?"


Arghh, aku ini kenapa? Tolong sadar ini begitu memalukan sehingga tanpa sadar bertanya hal aneh. Semoga saja Pak Steven tidak ambil pusing. Aku berharap dia tidak canggung setelah mendapat pertanyaan aneh itu.


Aku merasa kaku saat Pak Steven tertawa merdu. Apa aku ditertawakan karena kekonyolan itu? Ya Allah, maafkan Jasmin yang nakal. Tolong jangan membuat aku malu karena keadaan ini.


"Aku akan menikah secepatnya dengan, Gadisku."


Sakit sekali mendengar jawaban Pak Steven. Aku tersenyum semanis mungkin agar tidak memperlihatkan kesedihanku. Tolong ini sakit sekali sampai air mata luruh deras. Jangan menangis Jasmin kamu sangat memalukan.


Aku diam membisu saat seseorang memasang sesuatu pada jari manisku. Ini tangan Kak Steven, kenapa dia memasangkan cincin padaku? Aku tidak kuat menahan diri untuk melepas tangannya. Nyaris aku mau melepas cincin ini, tetapi ditahan olehnya.


"Kamu Gadisku, menikahlah denganku, Jasmin. Aku memang gila yang mencintaimu sedari awal. Aku mencintaimu, Jasmin. Menikahlah denganku."


Apa aku salah dengar? Apa pria ini begitu gila sampai meminta pernikahan? Apa tidak malu menyatakan itu pada gadis cacat? Aku tidak mampu berkata apa-apa saat tanganku di kecup meara olehnya. Apa benar pria ini masih sehat atau malah hilang akal? Aku tidak tahu yanh jelas ini begitu gila.


"Aku menolak, jangan kasihani aku!" tegasku.


"Aku tidak mengasihani kamu, Jasmin. Aku benar-benar ingin menikahi kamu."


"Apa yang kamu harapkan dari gadis cacat? Aku buta tidak bisa jalan!"


"Aku mencintai kamu apa adanya, Jasmin. Cinta tidak memandang rupa karena bagiku kamu adalah kamu yang aku cinta. Aku mencintaimu, Jasmin. Jangan katakan kekurangan kerena aku yang akan menjadi kekuatanmu. Biarkan kamu melangkah dengan kakiku, biarkan kamu menatap dunia dengan mataku dan biarkan kamu bernapas berbagi denganku. Aku akan membiyai operasi matamu agar bisa melihatku. Mari melangkah ke jenjang pernikahan usai matamu bisa menatap diriku. Aku sangat mencintaimu, Jasmin."


Pria gila ini? Apa aku bisa berharap lebih? Hingga tanganku di arahkan padanya. Aku terdiam meraskan wajahnya yang tegas. Aku bergetar menahan air mata kebahagiaan. Kenapa pria ini bisa mengatakan cinta pada gadis tidak sempurna sepertiku? Jika boleh jujur aku juga sangat mencintaimu Kak Steven.


"Apa jawabanmu, Jasmin? Aku mohon menikahlah denganku. Izinkan aku menjadi pelengkapmu. Izinkan aku menjadi cahaya serta kekuatanmu. Izinkan aku mencintaimu sepenuh hati. Izinkan aku menjadi Imammu, Jasmin!"


"Iya aku mau!"


Hanya tiga mengawali semuanya. Aku baru sadar beberapa hal tentang cinta. Saat aku bersama Kak Aziz tidak ada perasaan begitu besar penuh cinta serta jantung berdegup kencang. Aku sadar itu obsesi gilaku yang menginginkan Kak Aziz. Kini aku mendapat pria yang sangat mencintaiku apa adanya.


Pak Steven mengusap puncak kepalaku. Dengan ini semua akan dimulai tanpa masa lalu. Mulai dari situ kami saling melengkapi. Semoga saja ini awal yang baik untuk kami, Aamiin. Semoga kami bisa melabuhkan cinta di jenjang lebih di ridhoi Allah, Aamiin.


Terima kasih ya Allah di balik cobaan aku mendapat kebahagiaan melimpah. Aku sangat bersyukur atas Kebesaran-Mu ya Allah. Terima kasih banyak atas kuasa-Mu telah mengirimkan Kak Steven padaku. Hamba sangat bersyukur setidaknya hukuman itu berlabuh penuh kebahagiaan.


Cinta adalah sesuatu yang sulit dikabarkan oleh pikiran. Sangat banyak makna di dalam arti cinta. Yang aku tahu cinta itu sendiri adalah ketika seseorang menerima penuh lapang dan memberikan segala kasih sayang. Selalu ada dalam ingatan serta jantung bagi irama menggoda. Aku tahu arti cinta berkat Kak Steven. Terima kasih Kak, aku sangat mencintaimu.


*


***💞***


***💞***


*


Apa sudah bahagia, Sayangku? Apa sekarang tenang Neng Jasmin mendapat hukuman?


Rose_Crystal_030199