Assalamu'Alaikum Imamku 2!

Assalamu'Alaikum Imamku 2!
AI2 - Bercerita Masa Lalu!



...Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh....


...Maaf banyak typo bertebaran dan kesalahan dalam penulisan di bawah ini....


.......**~'~**.......


Tepat jam tiga PM, Bibah dan Khalid memutuskan untuk pulang. Pasalnya si kecil rewel otomatis membuat keduanya panik. Mereka berjalan dengan Khalid di depan, sedangkan Bibah di belakang. Tepat di depan pintu lift sebuah kejadian tidak terduga terjadi.


Karena Bibah kurang hati-hati menyebabkan tersandung kaki sendiri. Sewaktu dia mau jatuh hal mengejutkan terjadi pasalnya tubuhnya di tahan seseorang. Sontak ia sadar tubuhnya beberapa detik dalam dekapan pria bukan mahram. Namun, Bibah merasa begitu familiar dengan aura sekaligus aroma penolongnya.


Sedangkan Khalid mendengar suara Bibah sontak menengok. Detik berikutnya tubuh kaku melihat Istrinya ada dalam dekapan pria lain. Ia cemburu ingin murka, tetapi berterima kasih lantaran pria itu telah menolong Istrinya. Khalid sebagai pria beriman tidak akan mudah tersulut emosi.


Sedangkan Steven baru datang ke rumah sakit tepatnya ada di depan pintu lift. Dia sedang mengecek ponsel, hingga matanya tanpa sengaja melihat ada wanita buru-buru nyaris jatuh. Ia sontak menangkap tubuh wanita cerobah, sedangkan ponsel jatuh. Dan antah kenapa Steven berdegup kencang mendekap tubuh wanita yang belum di lihat wajahnya.


Sampai hal mengejutkan terjadi sewaktu Bibah mendongak menatap orang yang menolong. Jantungnya berhenti seketika, mata membulat sempurna dan bibir terbuka. Dia begitu terkejut melihat seseorang beberapa hari ini dimimpikan. Bibah juga tidak tahu kenapa bisa memimpikan Steven muda dan orang itu telah ada di depannya.


Sedangkan Steven benar-benar kaku dengan mata membulat sempurna. Matanya berkaca-kaca menatap wanita cantik belum berubah walau kini terkesan begitu dewasa. Jantungnya terasa di remas kuat sekaligus begitu bahagia. Steven merasa hidupnya kembali bisa melihat Bibah tanpa di duga.


"Kak Steve," lirih Bibah tidak percaya.


"Dik," gumam Steven seraya menatap dalam Bibah.


Bibah yang sadar perbuatan salah otomatis berpaling. Dia buru-buru berlalu tanpa.mu mengucap terima kasih. Sampai ia terkejut akibat lengannya di tahan. Bibah tentu tahu siapa pelakunya sontak menyentak tangan pria telah menjadi masa lalu.


Steven yang sangat rindu antah kenapa langsung menangkap lengan Bibah. Dia belum rela gadisnya dulu berpaling atau berlalu. Jujur saja ia begitu rindu ingin sekali mengatakan banyak kata. Steven sangat berharap semoga saja Bibah mau mendengar.


Melihat Bibah di sentuh sontak Khalid maju untuk menjauhkan dari pria bulr. Dia raih tangan Istrinya kemudian mengusap lengan yang disentuh pria tadi. Ia bahkan dengan lembut memberikan dekapan perlindungan. Khalid tidak mau jika Bibah takut atau melakukan hal kurang nyaman.


Melihat pemanfaatan itu Steven berang atas perlakuan pria itu. Dia bergetar membayangkan jika pria itu adalah Suami. Jika benar hancur sudah hatinya dan detik berikutnya Dunia luntur. Steven berusaha tegar sewaktu Bibah mendekap erat pria berkacamata frame.


"Dek," panggil Khalid terdengar lembut.


"Mas, ayo pulang. Adek mohon ayo pulang," punya Bibah terdengar begitu panik.


"Iya, ayo kita pulang, Dek." Khalid berusaha menenangkan Istrinya.


"Siapa? Siapa Anda?" Tanya Steven pada Khalid tampak begitu tajam.


"Saya Suaminya, Anda siapa? Dan kenapa Anda berani sekali menggenggam lengan Istriku?" Todong Khalid.


"Mas, ayo pulang tidak perlu berdebat," pinta Bibah takut jika Steven mengatakan semua.


"Tapi, Dek. Pria itu belum menjawab," tukas Khalid.


"Ehmz," dehem Steven agar mereka melihatnya.


"Sekali lagi maaf dan kami permisi," ucap Khalid seolah tahu Bibah begitu tertekan.


"Tunggu!" Tegas Steven.


"Apa ada sesuatu?" Tanya balik Khalid.


"Saya akan menjawab pertanyaan Anda. Saya Steve teman Istri, Anda. Nyonya tidak perlu khawatir saya tidak akan macam-macam. Maaf saya berani menggenggam tangan Istrimu. Saya teman lama merasa senang maka tanpa sengaja berbuat demikian. Saya permisi," terang Steven.


Setelah mengatakan itu Steven berlalu memasuki lift. Sebelum pintu elevator tertutup matanya sempat bertatapan dengan Bibah walau sebentar. Dia hanya diam sebelum berpaling akibat tidak sanggup. Steven masih begitu mencintai Bibah walau nyatanya tidak membuahkan hasil.


Sedangkan Bibah mampu bernapas lega kemudian menatap pintu dan sempat menatap Steven. Dia masih ingat betapa keras perjuangan pria itu untuk meraih restu. Andai saja orang tua pria tadi menyetujui hubungan mereka pasti sudah menikah dan punya anak. Namun, nyatanya Tuhan begitu adil sehingga Bibah ditakdirkan bersama Khalid.


Untuk Khalid merasa ada yang janggal lebih lagi pada sikap Bibah terhadap Steven. Sebenarnya apa yang terjadi? Kalau teman kenapa bisa Istrinya begitu takut hubungan sesungguhnya? Khalid jadi serba salah tidak mungkin bertanya hal privasi di tempat umum.


Maka dari itu Khalid membawa Bibah ke parkiran tepatnya masuk dalam mobil agar cepat bisa mengintrogasi. Sedangkan Bibah hanya diam memikirkan pertemuan tidak Terduga. Dia begitu terkejut bisa melihat Steven setelah 18 tahun terpisah. Bibah takut hal buruk terjadi pada hubungan bersama Khalid akibat Steve.


Sampai mereka masuk dalam mobil suasana jadi canggung. Terlebih Bibah berusaha tenang, tetapi gerak tubuh serta keringat dingin tidak mampu menutupi semua. Sementara Khalid semakin yakin bahwa Bibah sedang menyembunyikan sesuatu. Maka dengan perlahan menggenggam tangan Istrinya.


"Dek."


"...."


"Dek."


"...."


"Wahai Istriku tercinta, ada apa?" Tutur Khalid sembari mencium punggung tangan Bibah.


"Ah, iya Mas ada apa?" Terkejut Bibah.


"Sebenarnya ada apa, Dek? Sebenarnya kenapa Adek aneh sekali? Sebenarnya siapa dia? Kenapa Mas merasa kalian bukan teman, tetapi ...."


"Jangan bahas pria itu, Mas. Ayo pulang sekarang anak kita sakit. Tidak baik rasanya jika kita diam saja."


"Ada yang mengurus walau beberapa saat. Kita perlu bicara, Dek. Tolong katakan ada apa? Mas mohon jika Adek mencintai Mas maka jujurlah."


"Jangan paksa, Adek. Aku mohon tolong jangan bicara hal itu!"


Khalid tidak percaya Bibah membentak tanpa sadar. Dia begitu terluka atas penegasan wanitanya seolah mengelak. Dirinya hanya menunduk menyembunyikan sakit atas bentakan Istrinya. Khalid merasa begitu lemah atas perilaku Bibah terkesan terasa nyata jika Steven dulu atau sekarang jadi orang spesial.


Walau hatinya sakit Khalid berusaha tegar dengan cara menyentuh tangan Bibah. Dia dekap Istrinya guna meminta maaf atas kesalahannya. Walau di sini ia salah telah memberikan tekanan sebelum Istrinya sendiri memutusakan menjawab. Khalid takut jikalau Bibah marah besar padanya.


Merasa sudah keterlaluan apa lagi membuat Khalid sedih sukses membuat Bibah merasa bersalah. Dia langsung menatap Suaminya berekspresi sendu walau berusaha tenang. Sampai tubuhnya di rengkuh hangat oleh Suaminya. Akibat semua itu Bibah jadi merasa bersalah.


Bibah membalas dekapan hangat Khalid kemudian berusaha meminta maaf. Dia raih tangan Suaminya untuk memberikan ciuman bertubi-tubi. Jujur saja ia terlalu emosional maka begitu keterlaluan. Bibah sangat takut jikalau Khalid murka atas tindakannya.


"Mas, maaf."


"Tidak apa, ini juga kesalahan Mas terlalu memaksa, Adek. Tolong maafkan, Mas."


"Tidak, ini murni kesalahan, Adek. Kita salah maka terlalu memaksakan kehendak. Mas, maaf Adek ...."


"Tidak apa-apa, sekarang ayo pulang."


"Tidak, kita masih perlu bicara."


"Bicara apa?"


"Tentang Steven."


"Jangan dipaksakan jika Adek belum sanggup bercerita."


"Adek tidak akan bisa berbohong atau menyembunyikan lebih lama lagi. Ini sudah saatnya Mas tahu semuanya."


"Subhanallah, sebenarnya apa yang Adek sembunyikan sampai berbicara begitu?"


Bibah melepaskan diri dari dekapan Khalid. Tidak berselang lama ia genggam tangan Suaminya penuh keyakinan. Dia juga memberikan ciuman beberapa kali di pergelangan tangan Suaminya. Sungguh ini begitu menyesakan dan berharap Suaminya tidak salah paham. Bibah hanya bisa berharap semoga saja Khalid tidak marah atas Kebenaran.


Antah kenapa Khalid berdegup kencang atas perilaku Bibah. Sampai ia terkejut sewaktu Istrinya mencium rahangnya. Dia hanya diam sebelum memberi ruang agar Istrinya bercerita secara tenang. Biarkan dirinya tahu apa sebenarnya terjadi dia antara Istri dan Steven? Khalid harap semoga saja Bibah tidak punya hubungan spesial atau malah dulu Steven jadi masa lalu terindah?


"19 tahun silam tepatnya Adek masih baru lulus. Saat itu Adek hanya kuliah selama empat tahun dan sudah di wisuda. Adek mengambil fakultas Syari'ah wal Qanun alhasil kuliah cuma empat tahun. Beda dengan fakultas lain menempuh pendidikan empat tahun tambah satu tahun kelas persiapan bahasa. Waktu itu Adek untuk kesekian kalinya ke perpustakaan dan hari itu pertama kali bertemu dengan dia. Adek membeli buku sejarah Rasulullah Saw. Hal mengejutkan terjadi pasalnya buku itu hanya ada satu dan ada seorang pria bule tinggi hendak mengambil buku itu juga ....


... Untuk pertama kalinya tangan Adek di sentuh oleh pria bukan mahram. Adek begitu terkejut lalu perdebatan kecil di mulai untuk menentukan siapa pemilik buku itu. Kami saling melempar siapa yang berhak memiliki buku itu. Satu Minggu kami berkenalan dan alangkah terkejut sewaktu tahu Steve seorang mualaf. Singkat cerita kami berbicara banyak hal dan Adek akui Steve adalah sosok humble, supel, enak di ajak bicara bahkan begitu menyenangkan. Tentu saja dia seorang Profesor muda begitu multitalenta. Dan Mas tahu percakapan panjang lebar itu terakhir kami berbicara karena dia akan pulang ke Canada ....


... Sebelum pergi alangkah terkejutnya Adek sewaktu tahu bahwa Steven melamar serta menyatakan cinta. Jantung berdebar kencang, hati berbunga-bung, tetapi tidak mungkin. Maka dari itu Adek berlari menolak halus dirinya. Hingga setengah tahun kemudian kami bertemu lagi. Saat itu Adek bersama Mas Azzam dan Mas Aziz ke New York. Di sini titik balik kehidupan kami. Maaf Adek akan mengatakan hal paling menyakitkan. Adek sangat mencintai Steve begitu pula sebaliknya. Kami saling mencintai dan hubungan kami terasa manis walau tidak ada ikatan ....


... Ingat ini hati Adek sakit sekali sangat sakit sampai tidak sanggup. Untuk pertama kalinya Abah dan Ummi di caci, maki, diteriaki bahkan mendapat kata-kata tidak pantas dari ke dua orang tuanya. Aku juga mendapat cemoohan dari mereka lalu menolak tegas hubungan kami. Wajar saat Steve jadi mualaf orang tuanya awal menentang lalu perlahan menerima. Lalu mereka begitu murka atas tindakan Steve. Pada akhirnya Abah dan Ummi menolak hubungan kami ....


... Sejatinya Abah dan Ummi menyetujui hubungan kami jika ke dua orang tua Steve meminta maaf atas penghinaan serta merestui secara ikhlas. Namun, sampai kapan pun hubungan kami tidak mendapat restu. Bahkan Steven sudah berusaha begitu keras. Tiga bulan setelah itu hal paling menakutkan terjadi. Mas tolong maafkan Adek akan mengatakan ini. Adek sangat takut bercerita jika Mas tidak bisa terima. Ini adalah kekelaman yang terjadi. Adek harap Mas mengerti. Sekali lagi maafkan Adek menyembunyikan semua ini ....


... Mas tahu saat itu Adek, Mas Aziz, Nduk Najah dan Mas Azzam liburan ke Hawaii. Ini di bayari oleh sahabat Mas Azzam asal Dubai. Sahabat Mas itu sangat kaya raya maklum Dubai dipenuhi sultan. Dari sini semua malapetaka terjadi. Adek tidak tahu kenapa Steve juga ada di Hawaii. Lebih menyakitkan lagi melihat dua bersama wanita lain. Dan di hari terakhir kami di sana tragedi terjadi. Steve mabuk berat lalu saat itu sayang sekali bertemu, Adek. Dia menyeret Adek menuju kamar hotelnya yang ada di lantai lima. Saat itu Adek nyaris dilecehkan olehnya. Dan Alhamdulillah ada pria baik hati menolong ....


... Namun, semua tragedi terjadi akibat Steve dan pria itu berkelahi di balkon. Steve tanpa sengaja menjatuhkan pria tadi dan berakhir meninggal dunia. Peristiwa pembunuhan itu di saksikan langsung oleh dua saksi di bawah melihat Steve. Aku juga menjadi saksi atas hukuman dirinya. Akibat peristiwa itu Steve di penjara seumur hidup. Sebenarnya masa tahanan pertama sebelum di hukum seumur hidup yaitu 20 tahun masa tahanan. Jika dua puluh tahun di penjara Steve bisa mengajukan banding. Dan ini masa 18 tahun ia di penjara lalu kenapa bisa bebas? ....


... Adek tidak tahu yang jelas Steve adalah masa lalu. Dulu cinta kami hadir tanpa paksaan bahkan terkesan murni. Sampai sekarang ada rasa bersalah tidak bisa membela dirinya. Steve terlalu jauh berbuat kesalahan bahkan tidak ada keringanan. Saat itu Steve dapat pasal berlipat atas kejahatannya. Pertama mabuk, kedua pelecehan walau tidak sampai melakukan hal jauh, keempat menyerang penolong berakhir perkelahian dan terakhir membunuh tanpa sengaja. Di sini Steve tetap salah karena korban berusaha melindungi diriku lalu Steve malah tanpa sengaja mendorong tanpa ada alasan membela diri. Itulah kenyataannya, Mas."


Bibah menunduk dalam menyembunyikan air mata menceritakan semua masa lalu. Saat itu Bibah bisa janji Steve tidak berbuat lebih hanya memaksa mencium lalu mengurung tubuhnya. Tubuhnya terkunci oleh tangan dan kaki pria itu. Jujur saja Bibah begitu ketakutan sekaligus begitu trauma atas semua yang dilakukan Steve.


Apa lagi saat Bibah melihat langsung Steven di tampar kuat oleh Ibunya. Dia hanya bisa menunduk dalam menyembunyikan semua tanpa bisa membela. Sebelum ia di bawa pergi pria itu mengatakan kata-kata meneduhkan sekaligus ucapan maaf. Bibah tidak sanggup menjabarkan betapa hancur hidupnya kala itu mendengar untaian kata Steve sebelum mendekam di penjara.


Mendengar cerita Bibah sukses membuat Khalid terdiam seribu bahasa. Dia tidak bisa berkomentar banyak hatinya begitu sakit. Ia tidak menyangka Istrinya menyembunyikan hal sebesar ini. Namun, bagi Khalid ini sebuah kejujuran harus diapresiasi.


Sebesar apa pun kekelaman masa lalu Bibah tetap saja masa lalu dan Khalid hidup di masa depan bukan menengok yang lalu. Maka dari itu harus menerima serta memberikan dukungan serta penenang bagi Istrinya. Lagian membayangkan betapa pedih sekaligus miris kisah cinta Steven dan Bibah membuat Khalid tidak tega.


"Dek," panggil Khalid seraya menghapus air mata Bibah.


"Maafkan, Adek. Huhuhuhuhu maaf, maafkan Adek huhuhu, Mas." Bibah hanya bisa memohon sembari menggenggam tangan Khalid.


"Mas kecewa," lirih Khalid berusaha membuat Bibah menatap benar saja detik berikutnya langsung mendapat tatapan memohon.


"Adek, mohon Mas tolong maafkan Adek. Murkanya Mas adalah murkanya Allah. Kunci Surga-Nya melalui Mas, lalu bagaimana bisa aku meraihnya jika Masku marah? Ampun Mas tolong maafkan Adek yang penuh dosa ini. Mas, percayalah pada Adek bawah dia masa lalu tidak lebih. Adek mencintai Mas karena Allah. Sungguh Adek begitu mencintai Mas dan menginginkan Surga-Nya bersama, Mas. Tolong maafkan Adek. Dan tolong percayalah dia tidak ada di hati, Adek. Hanya Mas dan hanya Mas cinta sejati, Adek."


"Sebelum Adek meminta maaf Mas sudah memaafkan Adek. Jujur Mas kecewa, terluka, merasa terakiti dan begitu hancur. Namun, mau bagaimana lagi itu juga demi kebaikan. Adek dan yang lainnya menyembunyikan ini semua semata ingin menjaga nama baik serta kehormatan. Lebih lagi Mas juga paham Adek sangat mencintai, Mas. Walaupun dulu dia cinta pertama, Adek. Namun, sekarang Maslah cinta terakhir Adek selamanya. Cinta kalian begitu miris dan begitu luar biasa. Namun, Allah tidak menghendaki kalian bersama. Dan Allah mentakdirkan Adek jadi milik, Mas ....


... Adek tidak perlu takut karena Mas sudah memaafkan Adek. Mas tidak ingin mengungkit masa lalu Adek bersamanya. Masa lalu itu tidak akan bisa menjadi masa depan. Masa lalu biarlah berlalu dengan kenangan lalu. Sedangkan masa depan Adek adalah Mas. Maka tugas Adek hanya satu tetaplah sama seperti semula. Masa depan untuk membangun keindahan hubungan yang dulu terluka. Masa depan sebagai wadah baru kehidupan yang baru serta melupakan yang lalu. Jika boleh jujur sejak kapan Adek mencintai, Mas?"


"Allahu Akbar, Alhamdulillah ya Allah. Terima kasih banyak Mas atas semua. Adek tidak bisa menjawab semua perkataan, Mas. Namun, Adek sangat senang atas kelapangan hati Mas seperti semula. Sejak Adek mengandung dan cinta Adek tambah besar saat Tole Ghassan terlahir. Mas tidak ingin tahu dia melakukan apa saja?"


"Alhamdulillah yaa Allah. Allahu Akbar, senang mendengarnya Adek menjawab pertanyaan, Mas. Jadi, sudah begitu lama Adek mencintai Mas? Tidak perlu tahu karena pertama kita bersatu Adek masih suci. Mas yang utama dan itu begitu membahagiakan."


"Mas, jangan goda."


"Serius, Dek."


Bibah yang tidak tahan mendekap erat Khalid seraya tersenyum tulus. Dia sangat senang Suaminya begitu pemaaf. Ia berharap semoga saja Allah SWT berkenan memberikan keajaiban dengan takdirnya. Semoga saja Allah senantiasa memberi segala kebahagiaan pada mereka. Bibah sangat senang bisa memiliki Khalid senantiasa bersikap bijaksana.


Sedangkan Khalid bernapas lega karena Bibah sangat manis. Sering kali ia jujur tentang betapa lama mencintai Istrinya. Catat Abinya sahabat terbaik Ayah mertuanya. Saat pertama kali bertemu Bibah ya sewaktu 18 tahun silam. Saat itu Khalid baru pulang dari Yaman dan di ajak sambang ke Lirboyo. Dari sini Khalid tanpa sengaja melihat Bibah walau mereka menikah satu tahun kemudian.


"Mas boleh tanya?"


"Tanyakan apa yang jadi keresahan, Adek."


"Adek ingin mendengar cerita Mas pertama kali mencintai, Adek."


"Berulang kali Adek mendengar, kenapa tetap meminta? Apa tidak bosan?"


"Tidak, karena cerita itu begitu menyentuh."


"Baiklah Mas akan menceritakan sedikit. Tepat 18 tahun silam Mas baru pulang dari Universitas Al-Ahgaff. Saat itu usia Mas sudah masuk 31 tahun. Mas saat itu sambang ke ndalem Abah bersama Abi dan Umi. Dari sini Mas melihat Adek baru pulang mengajar santriwati. Dari sini perasaan Mas tumbuh lalu setiap sepertiga malam Mas berdoa agar kita berjodoh. Cinta Mas dalam diam hanya Allah yang tahu. Singkat cerita satu tahun kemudian Mas meminta Abi untuk menyampaikan hajat untuk mengkhitbah, Adek. Itu saja Mas malu mengatakan semua."


"Adek senang sekali."


"Bukannya Adek awalnya menolak khitbah Mas?"


"Bukan menolak, tapi Adek ingin kita ta'aruf dulu baru melangkah ke khitbah. Kan Adek belum tahu Mas saat itu. Apa lagi latar belakang, Mas."


"Ha-ha-ha, Mas lupa. Dan akhirnya kita bertemu lalu berbincang-bincang sebentar. Satu Minggu kemudian kita bertemu lagi karena Mas dapat undangan mengisi ceramah di Kediri. Saat itu kita bertemu lalu Mas mencoba memberanikan diri bilang akan datang untuk mengkhitbah, Adek."


"Adek, ingat itu. He-he-he, bahkan banyak yang cemburu sama Adek bisa menaklukkan Mas. Awalnya Adek tidak yakin Mas adalah Gus."


"Memang tampang Mas kurang alim? Sepertinya Mas 11 12 seperti Mas Azzam."


"Benar, kalian sama-sama rupawan, walau Masku Azzam lebih tampan. Mas, tampan, tinggi dan memiliki mata tajam tersembunyi dibalik kacamata. Sedangkan Mas Azzam matanya begitu teduh."


"Lalu alasan apa yang membuat Adek mengira Mas bukan, Gus?"


"Aura Mas begitu kuat, berkarisma dominan dan sangat cool dibalik sikap kalem."


"Bukannya Mas Aziz juga demikian? Bahkan aura Gus tidak ada di diri Mas Aziz."


"Jangan tanya Mas Aziz, dia adalah sosok luar biasa. Auranya begitu kuat, berkarisma dominan begitu kuat, cool, datar, tampan bak model. Terlebih wajahnya begitu macho khas cowok sekali tidak da aura lemah. Mungkin Mas di bawah sedikit Mas Aziz auranya maka Adek pikir bukan Gus."


"Baiklah abaikkan itu. Jadi, bisa berikan Mas ciuman?"


"Tentu saja akan Adek berikan."


"Manis sekali, Istriku. Mas sangat mencintai Adek karena Allah."


"Adek juga sangat mencintai Mas karena Allah."


Bibah dengan penuh cinta menangkup rahang kemudian mencium kening Khalid. Dia juga dengan manja memberikan kata-kata manis. Baru setelah itu duduk manis di kursi penumpang. Bibah yang malu-malu hanya diam sewaktu Khalid balik mencium di pipi.


Khalid menjalankan mobil dengan mesra menautkan tangan tanda cinta untuk Bibah. Dia begitu senang setidaknya kisah ini begitu manis. Walau cinta pertama Istrinya begitu rupawan, tetapi ia juga tidak kalah tampan. Maklum saja Steven bule asli sedangkan Khalid pria pribumi, jadi perbedaan signifikan.


...Cut....


...Maaf Rose belum sempat koreksi alias mager. Jadi kalau banyak kesalahan dalam penulisan harap maklum....


...Bagaimana perasaan kalian membaca chapter ini?...


...Maaf ya kisah di awal Assalamu'alaikum Imamku 2 season baru di dominasi Khalid-Bibah-Steven. Wajar karena sudah ku beri tahu sebelumnya....


...Baru setelah mereka tiada maka kisah Ayah dan Umi menaungi bahtera rumah tangga tanpa Dedek Zaviyar....


...Kalian ingin visual Khalid-Bibah-Steven maka aku tunjukkan....



Muhammad Khalid Abu Hamzah (48), height 180 cm. Aku ambil visualnya karena Khalid asli Indonesia. Wajahnya begitu tampan nan teduh di usia tidak lagi muda. Harap kalian suka Visual Abi Khalid.



Khalis Shabibah Qotrunnada (38), height 165 cm. Wajahnya begitu cantik khas timur tengah jelas Ummi Safira asli timur tengah. Semoga kalian suka sama visual Umi Bibah.




Steven Brandon Johson (49), height 191 cm. Wajahnya masih kinyis-kinyis maklum Om ganteng ini uh Dan cocok meranin Steven. Aku suka sama visualnya yang gagah dan catat ini Om masih lajang wkwkkwkw. Semoga kalian suka sama Visual Steve.


...Salam cinta Rose....


...20_11_20...


...Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh....