Assalamu'Alaikum Imamku 2!

Assalamu'Alaikum Imamku 2!
AI2 - Saling Melengkapi!



...Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh....


...Maaf banyak typo bertebaran dan kesalahan dalam penulisan di bawah ini....


.......**~'~**.......


"Jika cinta hanya didasari nafsu maka yakinlah akan menghancurkan semua ikatan.


Jika cinta atas nama Allah niscaya selalu terjaga.


Seperti cinta Rasulullah Saw kepada Ummul mukminin Khadijah Ra dan Ummi Aisyah Ra.


Dua wanita paling dicintai Rasulullah Saw sepanjang masa.


Ummi Khadijah Ra adalah wanita shalihah yang menjadi cinta terbaik Rasulullah Saw.


Sedangkan Ummi Aisyah Ra cinta Rasulullah Saw sepanjang hidup setelah sang Istri pertama meninggal.


Bahkan sewaktu Rasulullah Saw dalam keadaan sakaratul maut kepala beliau ada dalam pangkuan Istri tercinta yaitu Ummi Aisyah Ra.


Istri satu-satunya yang menyandang status perawan dan pastinya begitu dicintai.


Ummi Aisyah Ra begitu cantik nan anggun sering mengumbar kemesraan bersama Rasulullah Saw.


Bahkan Ummi Aisyah Ra juga identik dengan sikap pencemburu.


Beliau juga perempuan paling dicintai Rasulullah Saw itu fakta.


Bahkan beliau juga memiliki segudang ilmu pengetahuan yang dipelajari langsung dari Rasulullah Saw.


Alangkah mulianya beliau dan alangkah beruntung Ummi Aisyah Ra dicintai Rasulullah Saw begitu besar.


Berbicara tentang Ummul mukminin Aisyah Radhiyallahu 'Anhu tidak ada habisnya.


Semoga kelak kita bertemu dengan Baginda Rasulullah Saw dan para Ahlul Jannah.


Dan semoga kita semua bisa menteladani sikap Ummi Aisyah Ra.


Semoga kita jadi wanita cerdas, shalihah, berpengetahuan luas dan pastinya dicintai Rasulullah Saw.


Jika kita mencintai Allah dan Rasulullah Saw niscaya syafa'at akan diterima.


Lebih utama terus baca Al-Qur'an karena syafa'at Al-Qur'an begitu luar biasa. Al-Qur'an salah satu yang utama menolong kita dari pedihnya siksa kubur.


Di Padang Mahsyar juga Al-Qur'an juga pembawa syafa'at bagi orang-orang yang mencintainya.


Namun, kunci umat muslim adalah harus melakukan kewajiban. Paling utama kewajiban shalat lima waktu.


Bahkan kejahatan zina dan membunuh di mata Allah tidak lebih berat ketimbang meninggalkan shalat.


Sudah jelas bukan shalat adalah kunci utama meraih semua pahala.


Di samping itu raihlah cinta Allah dan raihlah syafa'at Rasullullah Saw dan Al-Qur'an. Kunci utama jika kita ingin hidup nyaman, sejuk dan selalu dicintai maka raihlah cinta Allah.


Jika mendapat cinta Allah nikmatnya dunia akhirat.


Jika mendapat laknat Allah maka rasakan akibat dunia dan pedihnya siksa di akhirat kelak.


Jadi?


Anak-anak dirikan shalat apa pun kondisinya. Bahkan jika sakit umat muslim harus tetap melaksanakan kewajiban. Jika tidak mampu berdiri seorang hamba bisa shalat dengan cara  duduk. Jika duduk juga tidak mampu maka diperbolehkan shalat sambil berbaring. Jika berbaring sudah tidak sanggup maka dishalatkan.


Nah, untuk anak-anak dari dini harus belajar shalat. Jika tidak nanti tidak disayang Allah dan tidak mendapat pahala. Lalu bagi kaum yang meninggalkan shalat maka siap-siaplah mendekam dalam siksa neraka. Para pendosa besar seperti pezina dan pembunuhan saja dosanya tidak lebih besar dari pada meninggalkan shalat wajib. Hayo siapa yang mau belajar shalat dan mendapat cinta, Allah?"


"Paman kami mau belajar shalat!" Seru anak-anak.


"Alhamdulillah. Nanti Paman ajari ok!" Seru Aziz.


"Ok!" Kor mereka.


Lihat Aziz di rumah jadi Ustadz dadakan bagi Keponakan, sepupu dan sanak saudara lainnya. Pembawaan yang ramah, lucu, supel dan menyenangkan membuat anak-anak senang. Lebih lagi melihat Zaviyar duduk anteng dalam pangkuan Ayah sedari tadi. Tentu saja membuat semua senang terutama Aziz beserta anak-anak yang lainnya.


Khumaira juga ikut serta begitu juga dengan yang lain. Di sisinya ada Faakhira, Mumtaaz dan Ridwan. Lalu di belakang serta di samping Aziz ada banyak anak kecil. Melihat itu Khumaira merasa senang sekaligus begitu terharu.


Aziz terus menjabarkan semau walau mendapat pertanyaan nyeleweng dari Ghassan, Ridwan dan Mumtaaz. Sedangkan yang lainnya tidak seaktif mereka. Mau tidak mau dia menjabarkan apa itu zina dan yang lainnya. Aziz cukup senang setidaknya mereka terhibur.


Untuk Mahira serta yang lainnya tersenyum teduh mendengar ceramah Aziz. Memang anak Abah dan Ummi berbakat dalam segala hal. Apa lagi bakat dalam memberikan ceramah. Mereka terharu anak-anak begitu antusias apa lagi keponakan tercinta.


"Paman," panggil Zayn.


"Iya, Nak ada apa?" Sahut Aziz refleks mengusap rambut Zayn.


"Apa kelak kita semua akan masuk neraka jika di dunia rajin melaksanakan shalat wajib dan sunnah?" Tanya Zayn.


"Tentu, umat akhir zaman pasti merasakan pedihnya api neraka," jawab Aziz kalem.


"Heh? Bukannya Paman bilang yang meninggalkan shalat wajib itu masuk neraka. Lalu kenapa yang selalu melaksanakan shalat wajib dan sunnah juga ikut masuk dalam neraka?" Todong Azlan anak Abi Nakhwan.


"Memang seorang hamba tidak akan berbuat kesalahan? Salah satu contoh yang sering kita temui sering membicarakan kejelekan orang lain. Mengumbar aib orang lain, aurat dan selalu lalai? Sombong, tamak, iri dengki, ria' dan tidak bisa menjaga lisan. Mendirikan shalat lima waktu tidak menjamin masuk Surga-Nya, karena pasti seorang hamba melakukan kesalahan."


"...."


Aziz akhirnya menjawab pertanyaan semua keponakannya. Bru izin ke kamar kecil akibat kebelet buang air kecil. Syukurlah Zavi sudah tidak rewel dan mau berbicara kepada mereka semua. Kembali ke Aziz sudah selesai buang hajat tentu langsung mencuci tangan.


Sedangkan Khumaira masuk ke kamar karena lupa memberi tahu Aziz bahwa Mbak Bibah mengirim pesan. Dia bingung siapa sebenarnya Steve karena Adik ipar begitu bergetar mengirimkan pesan suara. Khumaira akan tanya pada Aziz tentang ini semua.


Sedangkan Mahira serta yang lainnya sibuk bermain. Tadi sebenarnya Mahira mau ikut Azzam, tetapi Emran rewel alhasil tetap tinggal. Alhasil berada di rumah bersama yang lainnya. Mereka begitu senang bermain penuh canda tawa.


Kembali ke Aziz baru selesai ke kamar mandi dan lihat wajahnya sudah fresh. Melihat Khumaira berdiri sembari menatapnya tentu membuat berbunga-bunga. Dia mendekati Istrinya baru setelah itu memberikan dekapan hangat. Aziz begitu merindukan momen-momen indah.


"Mas."


"Dalem, Dek."


"Tadi Mbak Bibah mengirim pesan."


"Apa isinya?"


"Steve telah kembali Mas dan dia sudah bertemu Abah-Ummi serta yang lainnya."


"Astaghfirullahal'adzim, apa ada keributan? Maksudnya apa dia melakukan hal di luar nalar? Apa Steve berbuat macam-macam?"


"Tidak, Mbak Bibah hanya mengatakan itu. Memang siapa Steve, Mas? Kenapa Mas begitu khawatir dan sangat panik?"


"Bu-bukan siapa-siapa, Dek. Ya sudah Ms keluar dulu."


Aziz telah melepas dekapan dari Khumaira. Tanpa buang waktu ia bergegas menuju ke luar ruangan. Sungguh dia belum sanggup menceritakan semuanya. Bahkan keluarga besarnya belum tahu kondisi Steve sesungguhnya. Aziz takut jika perkataan mereka berhasil membuat sahabatnya menggila.


Menggila dalam artian terpuruk, depresi berakhir kehilangan kejiwaan. Kini Aziz bimbang akibat kondisi mental Steve begitu berbahaya. Yang bisa membuat sahabatnya tenang adalah dirinya atau sang sahabat menjadi orang berbeda.


Melihat Aziz telah berlalu sontak Khumaira berlari untuk mendekap erat dari belakang. Setelah tubuh Suaminya di rengkuh dia merasa akhir-akhir ini memang banyak perubahan di diri sang Suami. Bukan apa-apa Suaminya begini, tetapi baginya itu membuat sesak terlebih anak-anak rindu. Khumaira perhatikan Aziz jadi semakin sering melamun, tatapan kosong, tidak mudah ditebak dan suka menyendiri.


Khumaira tentu memberikan waktu untuk Aziz bercerita sendiri ketimbang memaksa. Dia punya harapan Suaminya tidak akan macam-macam. Ia yakin ini masalah cukup serius apa lagi tadi saat berbicara tentang Steve. Sebenarnya Khumaira penasaran siapa itu Steve sampai membuat Aziz gundah?


... Nyaris satu Minggu ini Mas berubah drastis. Katakan sebenarnya ada apa? Apa yang membuat Suamiku ini begitu berbeda? Karena bungkamnya Ma serta perubahan signifikan itu anak-anak jadi kena getahnya. Tolong maafkan Adek jika punya salah. Tolong maafkan Adek jikalau Adek punya kesalahan menumpuk. Maaf juga membuat Mas terbebani atas permintaan, Adel. Ayo ke luar pasti mereka menunggu."


Khumaira melepas pelukannya lalu melangkah ke depan. Saat tangannya hendak meraih handle pintu sebuah hal mengejutkan terjadi. Suaminya menarik tubuhnya cukup kuat membuatnya terhempas di tubuh kekar sang Suami. Baru setelah itu Khumaira merasa Aziz telah mengunci pintu.


Aziz merasa tertohok mendengar penuturan panjang Khumaira. Sungguh Istrinya adalah wanita begitu pengertian dan selalu membuat nyaman. Setiap ia punya masalah di kantor atau urusan lain maka Istrinya membiarkan dia memutuskan apa yang benar sendiri. Bru setelah Aziz punya solusi maka detik itu juga akan bercerita pada Khumaira.


Dan lebih indah lagi Istrinya memberi nasihat bijak serta masukan menambah kuat solusinya. Sekarang masalah itu membuat Aziz tanpa sadar mengabaikan Khumaira dan anak-anak sendiri. Sungguh ia merasa bersalah lalu ingat sikap Zaviyar itu pasti karena perubahannya.


Di rasa sudah waktunya bercerita Aziz mengajak Khumaira duduk di tepi ranjang. Mereka duduk sembari menggenggam tangan penuh ketulusan. Mata saling menatap seolah menyiratkan rasa cinta. Bahkan Aziz juga


"Maaf, tolong maafkan Mas, Dek."


"Mas ini bicara apa, tidak apa-apa lagian ini wajar. Adek yang semestinya minta maaf kurang peka pada keadaan, Mas."


"Ini murni kesalahan Mas terlalu larut dalam masalah. Dek, tolong maafkan Mas begitu bodoh larut tanpa mau berbagi. Bahkan sampai sekarang Mas belum mendapat solusi dari masalah, Mas."


"Baiklah, sekarang sudah sadar tidak perlu larut dalam kesalahan. Adek sudah memaafkan Ma, tapi janji Mas harus menghabiskan waktu lebih lama bersama anak-anak. Kalau begitu ceritakan sedikit masalah Mas. Mungkin saja Adek bisa bantu Mas menyelesaikan masalah."


"Mas punya pikiran bahwa sebentar lagi kita sakan berpisah. Maksudnya Nduk Bibah, Mas Khalid dan ... Mas tidak mau menyebut ini. Namun, harus Mas sebut agr lebih jelas. Beberapa waktu lalu Mas terus kepikiran lebih tepatnya feeling tentang ketiga orang Mas sayangi. Mas merasa akan terjadi perpindahan apa lagi saat dekat mereka selalu saja feeling itu muncul. Mas mau menyangkal, tetapi tidak bisa. Terlebih Nduk Bibah dan Mas Khalid pernah berbicara serta berpesan pada kami ....


... Dulu sebelum Mas Azzam ke Brunei Darussalam, Mas mendapat amanah. Di saat itu pikiran Mas kacau balau tiada ujung. Namun, Mas masih yakin Mas Azzam akan kembali. Kalau sekarang Mas merasa Nduk Bibah serta Suaminya tidak akan kembali. Sewaktu di dekat Nenek pun demikian dan saat dekat Tole Zavi ... Mas tidak sanggup mengatakan ini. Mas takut sekali mengatakan ini. Seperti feeling kuat Tole Ridwan kita akan kehilangan. Mas antah kenapa langsung tertuju pada Tole Zavi ....


... Dari sini Mas terus kepikiran semua tentang mereka. Mas sangat takut jika kehilangan tiga orang yang Mas sayang. Lebih pedih lagi jika benar Tole Zavi pergi dari kehidupan kita. Katakan Ayah harus bagaimana, Umi? Sedih sekali ingat feeling Tole Ridwan dan semua perasaan ini.  Sungguh Ayah begini semata karena kepiluan serta kegundahan. Sekali lagi tolong maafkan Ayah bertingkah layaknya anak-anak."


"Adek rasa Ms belum selesai bercerita karena belum membahas tentangnya. belum bisa memberi masukan, lalu bagaimana dengan Steve? Siapa dia? Mas juga begitu gelisah tentang dia. Sebenernya siapa?"


"Namanya Steven Brandon Johson, dia adalah sahabat terbaik Mas selain Romli. Sebenarnya Steve adalah cinta pertama Nduk Bibah. Mereka saling mencintai sepenuh hati, tetapi tidak bisa bersama akibat terhalang restu. Kami selalu berpegang teguh kepada Allah semua yang kami lakukan atas landasan Al-Qur'an dan Hadits. Sedangkan di pihak Steve Nasrani, keluarganya begitu taat agama. Steve sendiri seorang mualaf yang punya banyak keyakinan terhadap Islam ....


... Setelah restu tidak di dapat sebuah insiden tragis terjadi. Dia nyaris melecehkan Adikku bahkan sudah melakukan hal kuat ajar. Namun, di sini ada penolong pria bernasib tragis. Demi menyelamatkan Nduk Bibah pria itu meninggal dunia akibat ketidaksengajaan Steve. Pada akhirnya pengadilan menjatuhkan hukuman pada Steve seumur hidup. Namun, ada keringanan karena di sini Steve tidak sengaja sekaligus dalam keadaan mabuk ....


... Steve akan di penjara masa pertama 20 tahun. Jika sudah 20 tahun bisa melakukan banding. Namun, semua tidak terjadi lantaran perbuatan baiknya. Dia Dokter, bisa dibilang Profesor muda yang sangat berbakat. Maka dari itu dalam penjara Steve jadi Dokter bagi para narapidana. Setelah semua kebaikan dia keluar dari penjara. Saat pulang ke rumah Steve tidak di terima kembali. Steve terbuang atau kasarnya tidak di anggap ....


... Semenjak jadi mualaf Steve sudah di anggap sebelah mata. Mereka begitu kecewa apa lagi kena kasus mematikan tersebut. Otomatis keluarganya mengusir dan tidak menganggap Steve ada. Mas selama enam tahun masih bisa menjenguk Steve di penjara. Mas terakhir membesuk Steve di penjara ya saat Mas melakukan perjalanan terakhir ke Hongkong waktu itu. Dan dari sini Mas begitu menyesal akibat ketidak hadiran Mas, Steve kehilangan kewarasan. Steve gila dan di rawat selama kurang lebih dua tahun ....


... Sebagai sahabat sekaligus Adik pastinya begitu miris. Adek tahu dia pernah menjadi gila dan Mas takut itu terulang. Saat dia pernah mengidap kelainan jiwa maka Mas takut Steve berubah berbahaya. Mas takut jika salah satu keluarga Mas berhasil mengoyak hatinya. Mas takut jikalau Steve berubah menjadi iblis. Bisa saja dia menggunakan otak genius untuk berbuat keburukan. Mas takut jikalau Steve jadi predator mematikan atau bahaya mengancam keselamatan ....


... Mas takut jika Steve yang sakit hati menjadi Psychopath. Di Dunia ini banyak sekali orang punya kelainan jiwa. Psychopath terlahir atas kehidupan dari kecil atau ruang keluarga ataupun lingkungan sekitar. Banyak yang bilang 'orang jahat adalah orang baik yang tersakiti'. Sepertinya itu benar, contoh Psychopath rata-rata kehidupan sedari kecil menderita. Masa lalu kelam membuat si pelaku tertekan dan menginginkan kebebasan serta meluapkan hasrat ....


... Lebih berbahaya lagi jika sedari kecil kecanduan pornografi. Seperti Ted Bundy, Psychopath genius Nan rupawan punya masa lalu kelam dan dari kecil kecanduan pornografi. Jadi, Mas sangat takut jikalau Steve berubah menjadi Joker. Steve menjadi Psychopath dibalik sikap baiknya. Sekarang siapa yang tahu akhir dari segalanya? Mas harap semoga Steve tidak berbuat demikian."


Seperti biasa Aziz adalah tipikal orang tidak akan bisa menjelaskan cerita secara detail. Pasti di ambil secara ringkas padat dan jelas. Padahal kisah Bibah dan Steven kalau di jelaskan begitu panjang. Nah si biang kerok menjabarkan secara ringkas. Maklum saja Aziz suka to the point Dan sangat suka meringkas.


Jika meringkas bisa memperpendek jalan cerita kenapa cari yang panjang lebar. Kalau mudah kenapa mencari kesulitan? Jadi maklum Aziz walau begini punya sikap begitu luar biasa. Dia akan menjabarkan sesuatu panjang lebar itu pun jika penting. Ia memang irit bicara, tetapi kalau bersama anak, Istri dan keluarganya menjelma menjadi alien.


Mendengar cerita Aziz perihal Steve diringkas membuat Khumaira tetap paham. Hidup bersama Suaminya ini kadang sebal mendengar cerita seru hanya di ringkas singkat padat dan jelas. Namun, mau bagaimana lagi itulah tabiat Suaminya suka meringkas cerita. Walau begitu Khumaira begitu tahu apa yang dikatakan Aziz.


Mengabaikan itu Khumaira terus mencerna apa yang dikatakan Aziz. Dia cukup terkejut Suaminya punya sahabat orang kurang waras. Romli saja pernah terjerumus ke lembah hitam padahal orangnya baik sekali. Nah ini Steve? Khumaira ketar-ketir apa yang akan dilakukan Steve jika kumat gila jadi Psychopath.


"Bagaimana tanggapan Adek mengenai semuanya?"


"Pertama tentang kehilangan Mbak Bibah, Mas Khalid dan Nenek. Bukannya semua orang yang bernyawa pasti kembali ke sisi-Nya? Bukan Adek tidak ada simpati atau kesedihan mengenai ini semua. Adek mau berpendapat setiap insan yang punya kehidupan pasti akan kembali ke Rahmatullah. Sebagai umat muslim yang berpegang teguh kepada Al-Qur'an dan Hadits pastilah tahu dasar-dasar semua ini ....


... Mas dan Tole Ridwan, feeling kalian memang kuat jadinya harus berhati-hati. Kelebihan kalian begitu nyata menyebabkan gundah. Namun, setiap yang akan Mas lakukan serahkan kepada Allah. Seperti perkataan Mas tempo hari lalu membahas tentang kematian. Mas pasti tahu betul apa saja dan apa yang harus dilakukan. Kita tidak akan pernah bisa menghalangi maut atau merubah takdir. Karena setiap yang di takdirkan Allah tidak akan bisa di rubah ....


... Sebagai hamba sudah semestinya terus berikhtiar, ikhlas, sabar, bertawakal dan terus lapang dada menerima takdir sewaktu seseorang paling kita sayangi kembali ke Rahmatullah. Jika Mas merasa begitu di dekat Mbak, Mas dan Nenek maka tetaplah berdoa kepada Allah. Tetaplah mendokan segala kebaikan. Kirim Al-fatihah dan Yasin demi mereka setiap saat. Terus doakan mereka di setiap shalat Mas. Mendokan terbaik atas kepergian mereka supaya Husnul khatimah serta di berikan kemudahan ....


... Adek juga merasa apa yang Mas rasakan tepat di waktu almarhum Bapak menjelang akhir hayat. Adek hanya bisa berdoa tanpa bisa merubah takdir. Waktu itu Bapak sudah sehat walafiat, tetapi apa yang mau di kata sewaktu Allah memberikan kuasa-Nya. Allah memerintahkan malaikat Izrail mencabut nyawa Bapak tepat bersujud kepada Allah. Alangkah indah meninggalnya Bapak dan semoga itu terjadi pada mereka ....


... Maaf nasihat Adek tidak mencerminkan kesedihan atau meringankan hati Mas. Namun, percayalah pada Adek ini tulus lantaran kita tidak boleh larut sekaligus terpuruk atas kepergian orang terkasih. Itu juga bisa membebani sang keluarga yang telah tiada. Seperti dulu Adek sampai menelantarkan Tole Ridwan sewaktu Mas Azzam tiada. Di sini Adek begitu terpuruk dan Mas pun tahu kondisi Adek ....


... Untuk segala cobaan melanda berat atau ringan maka introspeksi diri. Allah menguji hamba-Nya tanpa sadar lalai. Mas juga bilang setiap cobaan berat tandanya Allah begitu mencintai hamba-Nya. Itu yang akan kita hadapi jika benar Tole Zavi akan pergi. Namun, tidak akan bisa membayangkan kehidupan Adek di tinggal Tole Zavi. Rasanya begitu pilu sama seperti Mas sewaktu di dekat Tole bungsu. Rasanya ingin mengeluh serta memohon kuasa-Nya agar merubah takdir. Namun, kembali di awal apa yang ditakdirkan Allah tidak akan bisa di rubah ....


... Yang harus kita lakukan datangnya cobaan maka harus selalu berikhtiar, bertawakal, ikhlas, sabar dan selalu percaya akan ada kebahagiaan terindah siap menanti. Mas sering mengingatkan kami sewaktu dalam masa gundah atau salah. Namun, Mas juga akan kembali bersandar dan perlu diluruskan sewaktu begini. Kita saling melengkapi benar bukan, Mas? Saat Adek terpuruk maka Mas datang begitu juga saat anak-anak butuh sandaran sekaligus kata-kata bijak Mas berikan semua. Begitu juga saat Mas dalam keterpurukan, kepedihan dan ketidakberdayaan maka Mas dan anak-anak akan datang ....


... Mas tahu berapa besar cinta kami terhadap, Mas. Kami begitu mencintai Mas, bahkan anak-anak begitu mengidolakan Ayah tak terhingga. Mas panutan terbaik anak-anak dan tentunya Imam terbaik, Adek. Jadi, jangan sedih lagi dan yang paling utama jika Mas sudah buntu tidak punya jalan keluar ceritakan pada Adek. Insya Allah, sebisa mungkin Adek akan membantu menyelesaikan masalah Mas. Apa pun itu jika Mas ada masalah berat kemudian masalah itu sudah tidak sanggup Mas atasi bagilah dengan Adek. Dengan pengetahuan seadanya maka Adek akan membantu Mas menyelesaikan masalah ....


... Terakhir masalah Steve maka tugas Mas cukup satu terus awasi dia. Jika salah maka berikan nasihat bijak sedikit demi sedikit. Tuntutan dia ke jalan yang benar jangan dipaksakan, tetapi dengan cara halus. Jangan pernah menyinggung perasaan dirinya dan tetaplah berusaha membuat ia ingat pada Allah. Adek kurang tahu apa lagi yang harus diperbuat yang jelas tetaplah dekatkan dia kepada Allah. Tetaplah buat Steve ke jalan lurus dan senantiasa ingat Allah ....


... Jika sudah tidak bisa dikendalikan maka bisa apa lagi, Mas? Yang jelas lapor polisi dan segera amankan dirinya. Bawa ke psikolog demi menghalau mentalnya. Mas pun tahu betapa berbahayanya orang seperti itu. Yang wajib dilakukan tetap waspada serta terus berdoa meminta perlindungan kepada Allah. Tentu selalu mendoakan dia tanpa lelah. Semua yang kita lakukan harus dipertimbangkan. Selalu serahkan semua kepada Allah. Terus berdoa niscaya dia akan selalu dalam perlindungan Allah dan selalu ingat Allah jika mau melakukan kesalahan ....


... Dan terakhir Adek begitu terkejut sewaktu Mas bilang Mbak Bibah dan Steven punya hubungan. Ternyata kisah cinta mereka begitu rumit dan sangat dramatis. Adem jadi ingat kisah kami dulu sebelum Adek bersama, Mas. Seperti Mbak Bibah dan Steven berusaha mempertahankan cinta dan berniat menikah. Namun, jika Allah tidak mentakdirkan bersama maka tidak akan bisa bersama. Lalu Adek dan Mas Azzam juga begitu dulu cinta kami begitu luar biasa. Kami saling mencintai sepenuh hati dan memiliki kehidupan yang sangat bahagia aku ada sedikit masalah ....


... Lagi dan lagi jika Allah tidak mentakdirkan bersama maka perpisahan terjadi. Dan akhirnya Adek kembali kepada Imam yang telah ditakdirkan Allah. Apa yang lebih indah dari ini Mas? Begitu luar biasa takdir Allah untuk hamba-Nya. Allah begitu sempurna menciptakan takdir. Walau saling berlari dan terpisah begitu lama jika Allah tetap mentakdirkan bersama maka kembali. Seperti Nabi Adam As dan Hawa ditakdirkan bersama serta mereka terpisah begitu lama. Seperti Adek dan Mas awalnya kita tidak bersama karena halangan. Dan akhirnya kita bersama walau banyak sekali rintangan ....


.... Semua telah tertulis maka dengarkan Adek betapa besar cinta kita. Sekarang Mas sudah punya solusi jadi tidak perlu sedih. Kita bersama selamanya insya Allah. Adek minta maaf terlalu banyak bicara sampai Mas pusing. Adek jadi penceramah dadakan. Adek jadi pencerahan Masku tercinta. Wahai Suamiku tercinta, jangan bosan ya, he-he-he. Mas begitu luar biasa walau terkadang menyebalkan. Sudah ah tenggorokan Adek kering."


Khumaira mengucap Bismillah baru meminum air. Sungguh tenggorokan kering setelah mengatakan ceramah panjang kali lebar sekali. Dia yang sedang minum melirik Suaminya hanya diam seraya menatap dalam. Khumaira juga tahu apa isi pikiran Suaminya.


Apa lagi melihat mata Suaminya berkaca-kaca sampai akhirnya setelah minum mendapat dekapan hangat. Khumaira dengan sayang membalas dekapan hangat Aziz menurutnya begitu terharu. Suaminya telah mendapat solusi dari masalah alahsil bisa kembali seperti semula.


Setiap kata yang diucapkan Khumaira tentu saja membuat Aziz tersentuh. Bahkan kata-kata penenang sekaligus ucapan pendongkrak berhasil mengembalikan jati dirinya. Dia memang lemah jika sudah buntu maka hanya Istrinya yang bisa memberikan solusi terbaik. Aziz juga begitu berterima kasih kepada Khumaira atas semua kata-kata indah.


Yang lebih indah lagi saat dirinya dalam titik terendah maka Istrinya segera meraih. Aziz memang begitu apik menyembunyikan masalah serta memecahkan sendiri tanpa bantuan Khumaira. Jika masalah kelar maka ia cerita pada Istrinya tidak kurang dan lebih. Tetapi, antah kenapa saat usianya 41 tahun tingkat emosional kurang bisa mengendalikan sekaligus kurang bisa menyelesaikan masalah seolah kembali ke puber kedua.


"Sudah baikkan, Mas?"


"Hm."


"Hanya 'Hm?' astaghfirullah astaghfirullahal'adzim, Mas tahu Adek bicara seluas jalan tol Mas hanya jawab 'HM'. Luar biasa, Mas."


"Hehehe, maaf ya. Mas tersentuh dan terima kasih atas semuanya. Mas terharu sekali dan maaf tidak bisa membalas ceramah Adek mengalahkan Ustadzah di pengajian."


"Sama-sama, Mas. Itulah tugas Istri yang baik, Mas he-he-he. Astaghfirullah, Mas masih bisa melawak. Tapi, Adek senang akhirnya Masku sudah mendapat solusinya."


"Alhamdulillah yaa Rabb. Memang itu tugas Istri terlebih Adek selalu membuat Mas begitu berarti. Mas lalai dan tidak ada jalan maka Adek memberikan jalan terbaik. Mas begitu beruntung mendapatkan Adek. Mas sangat mencintai Adek karena Allah."


"Alhamdulillah yaa Rabb. Begitu juga dengan Mas ketika Adek dalam posisi Mas maka dengan penuh cinta Mas memberikan jalan terbaik. Adek juga sangat mencintai Mas karena Allah."


Pada akhirnya Aziz dan Khumaira saling mendekap. Keduanya tersenyum teduh atas kebersamaan indah. Keduanya begitu senang telah ditakdirkan bersama. Dulu sewaktu menjadi ipar mereka sering bertemu di kampus. Selalu mengerti tabiat sekaligus tingkah laku. Baik Aziz dan Khumaira sangatlah dekat walau pernah terhalang jarak begitu jauh dan akhirnya bersatu selamanya.


Allah memang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Mentakdirkan seseorang selalu saling melengkapi. Seperti Aziz dan Khumaira selalu melengkapi bahtera rumah tangga penuh cinta. Saling melengkapi kekurangan atau pun kelebihan. Cinta mereka begitu murni dan datang langsung dari petunjuk-Nya.


...Cut ....!!!!...


...Chap Romantis, yang Kalian nantikan....


...Seperti biasa Ayah dan Umi adalah idaman sekali. Couple paling istimewa yang pernah kumiliki....


...Dan besok Chap kesadaran Nenek. Kedua perpisahan sebelum Bibi Bibah, Paman Khalid dan Dedek Zavi mengalami insiden di hutan....


Apa lagi nanti sewaktu Bibi Bibah, Paman Khalid meninggal. Oh noooooo ......!!!!


...Dan itu begitu menyakitkan....


...Seperti janji Rose maka akan kujabarkan Zavi hilang. ...


...Salam cinta Rose....


...25_11_20!...


...Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh....