Assalamu'Alaikum Imamku 2!

Assalamu'Alaikum Imamku 2!
AI2 - Kehidupan!



...Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh....


...Awali hari dengan senyum manis....


...Bismillahirrahmanirrahim, semoga lancar dan diberikan kemudahan untuk melanjutkan story Ini....


...Bismillahirrahmanirrahim, dengan ini Rose mulai....


...Etdah, ini orang gila akibat lama nulis Ayah Aziz-ku tersayang yang jadi alien....


...Sudah itu saja takut gila, ahay....


...Maaf banyak typo bertebaran dan kesalahan dalam penulisan di bawah ini....


.......**'~**.......


...At Baghdad, Irak - 05.30 AM!...


Seorang Dokter sub-spesialis bedah onkologi sedang sibuk menangani pasien. Pria berumur 48 tahun ini masih terlihat sangat tampan. Wajah bule begitu menawan meskipun sudah termakan usia.


Jika boleh jujur pria dewasa ini imigran akibat kasus beratnya dulu. Dulu tempatnya 18 tahun silam ia melakukan tindakan kriminal nyaris memperkosa mantan kekasih sekaligus membunuh penolong. Akibat itu semua pria ini mendekam di penjara sangat lama.


Pria tampan tidak lain adalah Steven ini adalah seorang Doktor tampan begitu mahir di bidang kesehatan. Namun, naas akibat kesalahan harus mendekam di dalam penjara kurang lebih 18 tahun. Sejatinya waktu itu akibat pengaruh alkohol sekaligus sakit hati Steven nyaris melecehkan gadisnya.


Saat kegiatan itu nyaris terjadi ada seorang karyawan memergoki aksinya. Akibat semua itu Steven yang  dilanda emosi sekaligus dalam pengaruh alkohol berusaha mengancam karyawan hotel. Namun, naas tanpa sengaja ia malah tergelincir dan mendorong pria itu sampai jatuh dari lantai lima.


Mungkin karena kasus ini walau dalam keadaan mabuk sekaligus tidak sengaja Steven tetap menjalani hukuman. Pengacara handalnya terus membela atas kasus ini. Sedangkan masa lalunya yang jadi saksi atas kejahatannya hanya meringkuk sembari menangis.


Setelah melakukan pertimbangan yang seharusnya Steven mendekam di penjara kurang lebih seumur hidup jadi diringankan. Dia bebas atas perlakuan baik sekaligus semua bukti yang ada. Dari sini cinta sekaligus benci hinggap membuat gelap hati. Steven sakit hati atas gadisnya dulu dan berjanji akan menuntut balas.


Setelah keluar dari penjara Steven memutuskan ke pindah ke timur tengah. Dia meninggalkan tanah kelahirannya yaitu Kanada. Ia harus bisa hidup mandiri sehingga menyebabkan dirinya memulai awal baru. Pada akhirnya Steven memutuskan ke Irak karena gadisnya punya keturunan murni Irak.


Steven yakin  suatu hari nanti akan bertemu dengan gadisnya lagi. Dan perlu kalian catat sampai sekarang ia belum menikah. Mau menikah bagaimana selama 18 tahun di penjara. Dia juga hanya tertarik sekaligus mencintai satu gadis itu pun di pisahkan oleh restu kedua orang tua. Steven mau menikah jadi serba salah karena belum ada yang memikat hatinya.


Anggap percakapan mereka menggunakan bahasa Arab.


"Dokter," panggil suster.


"Ya," sahut Steven.


"Ada pasien yang ingin konsultasi. Saya perhatikan Dokter dari tadi melamun. Apa ada masalah?" Tanya suster berhijab terlihat cantik.


"Tidak, maaf says kurang konsentrasi. Sekarang panggil pasien itu. Untuk masalah tidak perlu tahu!" Tegas Steven.


"Baik Dokter dan maaf menanyakan hal kurang sopan. Saya permisi."


"Hm."


Setelah peninggalan suster tadi Steven mengacak rambutnya lalu merapikan. Dia menatap dalam sebelum menghembuskan napas berat. Ia benar-benar gila butuh refreshing atau setidaknya bertemu masa lalu. Steven ingin berjumpa gadisnya dan dipastikan sudah menikah bahkan punya anak.


"Wahai kekasih, apa kamu tahu betapa besar aku mencintaimu? Kita terpisah akibat tidak mendapat restu. Apa namaku masih ada di hatimu? Aku rindu sekaligus membenci atas dirimu. Aku benci takdir begitu kejam memisahkan kita. Kamu tahu aku selama 18 tahun ini selalu memikirkan dirimu. Sayangku, andai saja waktu bisa di putar aku akan berusaha serta jadi pria baik-baik. Sampai saat ini cinta ini masih ada walau ada benci. Semoga kita segera bertemu karena saat itu pembalasan terjadi," batin Steven.


"Kehidupan ini begitu berat selama 18 tahun dalam penjara. Demi mengurangi masa tahanan sekaligus menjadi orang baik aku berusaha keras. Pada akhirnya aku di bebaskan setelah menderita begitu lama. Kehidupan tanpamu bagai sayur tanpa garam. Kamu begitu aku cintai sekaligus benci. Apa kamu tidak ada niat melihatku sesaat saja, sayang? Andai saja aku berani sekaligus tidak takut Allah mungkin dulu akan membawa dirimu jauh. Aku hanya bisa berharap akan da masanya bertemu dengan, 'mu," imbuh Steven.


Tepat di Indonesia tepatnya di Surabaya  terlihat wanita beranak tiga sedang sibuk melipat pakaian. Wanita berusia 38 tahun masih terlihat begitu cantik sedang sibuk melipat pakaian. Dalam diam ia tanpa sengaja melihat sesuatu.


Wanita itu mengambil gelang berlian yang masih tersimpan rapi. Dia mengusap gelang itu seraya menangis dalam diam. Jujur saja gelang mahal ini pemberian dari masa lalunya. Ia sadar tidak sepantasnya menyimpan bahkan akhir pertemuannya sudah menyerahkan gelang ini. Namun, pemuda hebat itu bilang gelang ini untuknya.


"Aku merasa berdosa karena dirimu masih teringat. Padahal sudah 18 tahun kita tidak bertemu. Kamu di penjara juga akibat kesalahan fatal sekaligus tidak di sengaja. Aku minta maaf karena tidak bisa membuka suara sekaligus memberikan saksi tentang pelecehan itu. Kamu tahu dari awal bertemu sudah berhasil meraih hati. Namun, aku sadar kamu memang cinta pertamaku. Dan cinta terakhi adalah Suamiku paling aku cintai. Aku sangat mencintai Suamiku dan berharap bisa bersama selamanya. Semoga kami bahagia selalu, Aamiin," lirih wanita itu.


........***''••''***........


Terlihat anak kecil berparas rupawan sedang asyik bermain lumpur. Dia sibuk bermain lumpur seraya menunggu Uminya menjemur pakaian. Dirinya langsung tersenyum lebar melihat Uminya selesai. Sontak anak tampan ini berdiri kemudian berjalan ke arah Uminya.


Wanita berusia 34 tahun, tetapi masih terlihat begitu cantik tersenyum manis. Dia beranjak untuk meraih putranya yang sibuk mengomel. Saat ia berlutut tubuh gempal anaknya langsung mendekap erat. Wanita cantik beranak empat sibuk mengelap wajah rupawan anaknya.


"Umi,"  rengek Zaviyar karena Uminya sibuk mengusap wajah penuh lumpur.


"Ada apa, Nak? Ayo mandi setelah itu menjemput Mbak FaaFaa," ucap Khumaira seraya mencium pipi gembul Zaviyar.


"Um, nanti juga mampir ke tempat Ayah ya, Umi." Zaviyar begitu riang sekaligus rindu.


"Tentu, saja nanti kita temui Ayah dulu," ucap Khumaira seraya tersenyum teduh.


"Kalau begitu ayo mandi Umi, nanti kita bertemu, Ayah."


"Baik. Mau gendong atau jalan sendiri?"


"Masya Allah, anak Umi baik sekali. Umi bangga Dedek Zavi begitu pengertian. Anak Umi dan Ayah memang luar biasa."


Setelah mengatakan itu Khumaira menggendong Zaviyar. Dia sesekali mencium pelipis anaknya yang sibuk mengomel. Jika boleh jujur ia agak malu datang ke kantor Suaminya. Khumaira tidak selangsing dulu dan kini tubuhnya berisi.


Beda dengan Suaminya tetap saja seperti dulu. Khumaira paham karena Suaminya begitu senang olahraga. Bahkan setiap akhir pekan mengajak GYM Kakak cilik atau berenang. Kalau pagi hari pasti joging walau tidak terlalu lama. Sedangkan Khumaira akibat punya tanggung jawab banyak dengan anak-anak butuh semua jadi kurang memperhatikan diri.


Kadang malu sewaktu Suaminya mengajak datang ke acara besar. Khumaira sedih Aziz begitu memanjangkan dirinya. Bahkan selalu menenangkan saat kurang percaya diri. Walau begitu Suaminya selalu berkata kata-kata teduh. Khumaira juga kadang merasa miris sewaktu karyawan wanita kurang bisa menjaga bicara.


Pada akhirnya Khumaira datang ke kantor tempat Aziz kerja. Dia datang membawa dua anaknya pasti begitu rupawan. Ia gendong putra bungsu lalu anak ketiganya di gandeng. Seperti biasa ada yang suka dan tidak suka atas kedatangannya. Khumaira berusaha mengabaikan semua segala hal.


"Umi," panggil Faakhira seraya tersenyum ramah pada mereka.


"Iya, Nak?" Tanya Khumaira.


"Umi, lapar," rengek Faakhira.


"Sama, Mbak. Zavi juga lapar," nimbrung Zaviyar.


"Tole lapar, Mbak juga lapar. Ayo kita makan bersama setelah bertemu, Ayah," ujar Faakhira.


"Anak-anak Umi akan segera makan setelah bertemu, Ayah. Nah ayo segera jalan supaya cepat bertemu, Ayah," tutur Khumaira.


"Baiklah, Umi. Umi, Zavi mau jalan saja sama, Mbak. Zavi, mau jalan saja nanti Umi capek."


"Serius mau jalan? Baiklah Umi turunkan. Ayo kita jalan."


Khumaira menurunkan Zaviyar hati-hati kemudian meminta rantang dari Faakhira. Baru setelah itu ia jalan menggandeng tangan kecil Zaviyar. Sedangkan tangan kiri anak bungsunya menggandeng tangan kanan Faakhira. Karena ini Khumaira begitu senang melihat anak-anak begitu hangat.


Sedangkan para karyawan itu melihat anak-anak Bosnya. Banyak yang suka ada juga yang tidak suka pada Istri CEO perusahaan Geoffrey Corporation. Walau begitu mereka juga sangat senang melihat Bos serta keluarganya kumpul. Sungguh semuanya rindu momen di mana ada dua pangeran tampan anak pertama dan kedua Aziz dan Khumaira.


Dulu tepatnya 11 tahun silam Ridwan kecil sering di bawa Aziz ke kantor. Ini bagi karyawan lama masih melihat Ridwan berusia kurang tiga tahun. Sedangkan Mumtaaz saat di bawa selalu jahil dan ketampanan tidak kalah rupawan dengan Ridwan. Yang jelas wajah rupawan Ridwan dan Mumtaaz seimbang.


Kembali ke Khumaira beserta dua anak manis. Di depan pintu masuk ia ketuk pintu agar Suaminya mengizinkan masuk. Tidak berselang lama terdengar suara tegas mempersilakan masuk. Tentu dengan senyum manis Khumaira membuka pintu masuk.


Aziz kebetulan menanti jam istirahat sekaligus menanti kedatangan Istri dan dua anaknya. Sekarang jam sebelas kurang 20 menit, sedangkan istirahat kurang 100 menit lagi. Benar saja setelah menunggu akhirnya terdengar suara ketukan pintu di iringi salam. Sontak Aziz menyahut salam Istrinya.


Dengan cepat Aziz beranjak menuju pintu untuk membuka. Dan alangkah senang melihat Istri dan anak-anaknya. Seperti biasa anak-anaknya akan salaman begitu juga Istrinya. Menerima itu Aziz memberi salaman sekaligus ciuman kening. Baru setelah itu mengajak masuk dan berakhir duduk di sofa.


"Ayo masuk, sayang," ucap Aziz.


"Hu'um," sahut Zaviyar ceria.


"Mas, maaf datang lebih awal. Apa tidak ada meeting?"


"Nanti setelah istirahat akan ada meeting. Pekerjaan cuma sedikit lalu sekarang cuma memahami materi untuk nanti. Alhamdulillah, Nduk FaaFaa sudah ganti dengan begitu tidak takut kotor. Dedek Zavi, tidak nakal, bukan?"


"Baiklah, Mas pahami saja dulu kami tidak akan mengganggu. Benar bukan anak-anak Umi sayang?"


"Benar, kami tidak akan menggangu. Alhamdulillah, kan mau lama di sini. Biar Kakak cilik di rumah sendiri. Salah sendiri suka main sampai kulitnya gosong. Kalau dekat Dedek FaaFaa jadi perumpamaan kopi susu," omel Faakhira.


"Benar, Kakak Mumi suka main kan Dedek Zavi ingin main lama. Tentu saja tidak nakal, Ayah. Zavi, tadi bantu Umi metik sayuran," timpal Zaviyar.


"Oh anak-anak Ayah memang menggemaskan. Nanti sampai rumah Ayah bakal tegur Kakak Mumi biar tetap di rumah main sama kalian. Kalau main terus Kakak cilik jadi gosong."


"Benar kata Ayah, nanti tegur Kakak cilik biar tidak main setiap hari sehabis ba'da shalat Dzuhur. Ayah, gih selesaikan kerjaan biar kami tunggu."


"Ok. Ayah kerja dulu, kalian main sepuasnya. Oh Ayah punya susu dan camilan di kulkas. Ambil untuk menemani bosan."


Aziz mencium kening Khumaira lalu mencium pelipis dua anaknya. Baru setelah itu beranjak untuk menyelesaikan tugas penting. Dia harus konsentrasi pasalnya meeting nanti setelah istirahat cukup penting. Selagi konsentrasi Aziz mencuri pandang menatap anak dan Istrinya.


Sedangkan Khumaira tersenyum cerah seraya memperhatikan Zaviyar dan Faakhira. Dua anaknya sibuk minum susu sekaligus mengemil. Untuk dirinya suka curi pandang ke arah Aziz yang tengah sibuk konsentrasi. Khumaira jadi ingat masa-masa dulu penuh canda tawa.


...Cut ....!!!!...


...Maaf telat update, hehehehe....


...Oh iya belum tak koreksi jadi kalau banyak kesalahan harap maklum....


...Kalau chap ini garing maafkan Rose....


...Salam cinta Rose....


...03_11_20...


...Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh....