
Assalamu'alaikum warahmatullaahi Wabarakatuh!
Apa kabar semuanya?
Semoga kalian baik-baik saja dan dalam lindungan Allah, Aamiin.
Jangan lupa jaga kesehatan dan jangan lupa ikhtiar pada-Nya.
Salam cinta dan selamat tidur nyenyak.
Maaf banyak typo's bertebaran dan kesalahan dalam penulisan di bawah ini!
Awas baper abis walau diselimuti sejuta typo ha-ha-ha.
Demi apa aku baker banget nulis chapter ini.
Ok, sekarang Rose minta kalian like dan komentar sebanyak mungkin.
Aku peringatkan chapter ini mencapai 4000 kata lebih. Jadi siap-siaplah bosen baca sampai teler.
Semoga suka ya Guys dengan Chapter sepanjang kereta api.
***~•Happy Reading, Baby•~***
Jika bulan menerangi malam yang gelap gulita, maka kamu menerangi di kala rapuh. Kamu bagai pelangi yang selalu mewarnai hari. Jika bumi menaungani semua kehidupan yang Allah ciptakan, maka kamu menaungani jiwa.
Andai kamu percaya betapa Allah menciptakan seluruh makhluk hidup untuk berserah diri pada-Nya. Allah menciptakan manusia untuk berpasang-pasangan. Lalu kita akan dipasangkan oleh-Nya. Kita satu tidak akan terpisah walau jurang membentang.
Seperti Adam dan Hawa, itulah kita. Kamu hawa sedangkan aku adalah Adam. Keduanya terpisah ratusan tahun, tetapi kembali bertemu atas kuasa Allah. Kita akan seperti Adam dan Hawa yang selalu bersama walau sempat dipisahkan oleh kesalahan.
Jika engkau tahu betapa cintaku lebih luas dari Samudera yang membentang di bumi. Cintaku jauh lebih besar dari alam semesta. Bahkan aku tidak pernah bisa menjabarkan seberapa dahsyatnya cintaku. Sayangku, betapa aku sangat mencintaimu.
Adek tersayang engkau laksana mawar indah memukai, tetapi sakit saat di genggam. Jika percaya padaku maka datanglah raih cintamu. Kamu bagai awan biru begitu memukau. Namun, jika sudah kelabu akan menangis membuat bumi ikut menangis merasakan dukamu.
Yakinlah Sayangku, aku priamu yang sangat mencintaimu. Jika dunia tidak bisa menyatukan kita maka harapan terbesarku bersatu di akhirat. Aku sangat mencintaimu Sayangku. Terima kasih banyak atas segalanya.
Kamu akan selalu kucintai walau kesakitan selalu kuterima. Adekku, berbahagialah bersama priamu. Aku akan selalu menatapmu dari jauh. Yakin kita akan bersama selamanya tanpa terpisahkan.
Wahai cinta tetaplah bersinar walau matahari tidak bersinar. Wahai Sayangku, aku sangat mencintaimu laksana kuku yang selalu tumbuh tanpa mau berhenti. Wahai Tuhan semesta alam tolong satukan kami walau mustahil terjadi. Sayangku sang Ratu hati kibarkan sebuah hubungan suci. Aku sangat mencintaimu, Sayangku!
Walau dunia tidak bisa menyatukan kita di dunia maka yakinlah kita akan bersatu di Akhirat. Insya Allah jika sang Khaliq berkehendak kita akan bersama selamanya baik di dunia maupun akhirat. Maka yakinlah kita akan segera bersama walau sekarang terasa mustahil.
Sayang, aku sangat mencintaimu!
*****
"Kak Ridwan, kamu itu baca apa?" celetuk Mumtaaz sembari mencomot roti kering gurih.
Ridwan menyerahkan buku notebook entah milik siapa. Isinya puisi, syair dan kata-kata indah bikin sedih. Dia makan roti sembari menonton film anime kesukaannya. Bibir mungil Ridwan mengerucut imut saat tahu peran utamanya di hajar musuhnya.
Sementara Mumtaaz begitu aktif membaca setiap rangkaian kata. Mata besarnya begitu menggemaskan saat khusyuk menatap satu buku. Dia begitu menggemaskan saat konsentrasi tanpa peduli film kesukaan terputar. Bibir tipis Mumtaaz melengkung membaca kata romantis lalu sedetik kemudian matanya berkaca. Dalam sekali maknanya sampai busuk ulu hati.
"Itu yang namanya Pain minta di rukiyah," celetuk Ridwan.
Mumtaaz tidak menanggapi perkataan Ridwan. Dia sibuk menbaca buku berisi kata-kata romantis serta puisi. Milik siapa sih? Oo, mungkin milik Bibinya Laila atau milik orang lain? Mumtaaz masih sibuk membaca tanpa peduli sekitar akibat tersedot bacaan.
Khumaira keluar melihat Ridwan menonton anime Naruto, sedangkan Mumtaaz khusyuk membaca buku. Tumben si kakak kecil mau belajar di kala libur. Beralih pada masa kini yang membawa dirinya berpikir kehidupan indah. Ngomong-ngomong ini bulan ke dua setelah Khumaira dan Aziz di Pagerharjo. Selama itu mereka menghabiskan waktu bersama penuh cinta.
Jika ingat Aziz membuat Khumaira senang. Selama di sini ia dan Suaminya menjadi petani menggantikan almarhum dan Ibunya. Dia juga masih menerima jahitan orang-orang. Di sela kesibukan itu dia ikut berkebun bersama Suaminya. Sungguh Khumaira tidak percaya Aziz juga berbakat jadi seorang petani.
Selama ditinggal Aziz kesibukan Khumaira mengurus kedua orang tuanya serta menjadi penjahit. Dia bahkan sudah membuat pakaian untuk anak-anak tampannya. Menjahit gaun untuk Faakhira dan baju yang cantik untuk si kecil. Untuk dua Putranya juga mendapat hadiah baju darinya. Khumaira jadi banyak terlatih sehingga dirinya aktif meraih segalanya.
"Umi, lihat puitis sekali Kata-katanya," ujar Mumtaaz sembari menyerahkan notebook milik orang astral.
Khumaira duduk di samping Mumtaaz. Saat membuka buka dan melihat tulisan ia langsung paham buku ini milik siapa. Dia mengenal tulisan khas ini yang terkesan berkarisma dengan ciri khas unik. Tunggu kenapa bisa buku ini ada di tangan dua Putranya? Apa mereka ambil secara mencuri atau menemukan di lemari? Khumaira bergidik sendiri Ridwan dan Mumtaaz baca kata-kata puitis our biasa.
Ridwan dan Mumtaaz pada akhirnya langsung konsentrasi melihat anime Naruto. Serial anime paling apik tentunya disukai selain Upin Ipin si gundul tidak pernah besar. Keduanya sibuk melihat tanpa mau di ganggu sedikit saja. Film itu seru sekali saat Naruto ngamuk melawan Pain. Ridwan dan Mumtaaz sampai menatap begitu berbinar akan serangan hebat Naruto vs Pain.
"Dapat dari mana buku ini, Kakak?"
"Kamar Umi di lemari pakaian. Kakak tadi mau minta uang untuk beli cilok eh ada buku itu. Puitis sekali loh Umi kan Kakak baper," aku Ridwan terdengar polos layaknya kid jaman now.
Khumaira tersenyum menanggapi perkataan Ridwan. Anaknya ini terlalu lucu sudah tahu kata puitis dan baper. Dia usap rambut Putranya sembari mencubit gemas. Memang ia selalu menaruh uang di lemari dan memberi tahu Ridwan atau Mumtaaz jika mau jajan uang ada di lemari pakaian. Khumaira tersenyum teduh ketika sadar anak tampannya mengambil buku curahan hati Aziz.
Dua anak tampan itu mengambil uang 10 ribu di bagi dua untuk beli jajan cilok atau apa. Intinya keduanya tidak pernah nakal membeli mainan baru. Bagi Ridwan dan Mumtaaz mainan sudah banyak. Jadi anak baik serta Kakak yang baik untuk Faakhira. Mereka meminta Uminya sebelum Ayahnya kembali supaya memberikan mainan untuk Faakhira saja. Ridwan dan Mumtaaz
Mumtaaz dengan manja minta pangku Khumaira. Dia masih terkesan manja masih suka rewel minta sayang Uminya. Bagi si ganteng pokoknya ia masih kecil dan tidak mau Uminya mendua. Mendua dalam artian sayang pada Rizki Kakak sepupunya. Mumtaaz mau Uminya memanjakan mereka jangan yang lain. Suka cemburu saat Umi memberi ciuman di pipi Rizki. Pokoknya Umi hanya milik mereka bukan yang lain.
Tidak beda dengan Ridwan yang terkesan kalem. Tetapi, dia akan merajuk jika Uminya sayang ke Dzaki atau yang lain. Harus sayang pada dia, Dedek besar dan Dedek kecil. Intinya kedua Kakak dan Adik ini begitu egois jika menyangkut Uminya bersama anak lain. Yang jelas boleh cinta berlebih pada salah satu dari mereka asal jangan yang lain.
Khumaira memangku Mumtaaz sembari mengusap rambut sang putra. Tangan mungilnya yang satunya mengusap rambut Ridwan. Dia menyandarkan kepala di sulung di bahunya. Sesekali dirinya mencium puncak kepala kedua anaknya. Khumaira akui dua anak tampannya ini begitu manja luar biasa. Apa lagi anak tampan yang ada di pangkuannya. Intinya mereka begitu posesif tidak mau dirinya dekat dengan yang lain.
Beralih ke putri cantik yang sekarang tengah asyik bermain Faakhira sendiri masih bermain bersama Aziz di kebun jeruk milik Sulaiman. Panen jeruk makanya Ayahnya ikut serta membantu Paman dan Bibinya. Tadi Faakhira ngeyel ikut alhasil si kecil duduk manis di tikar sembari makan jeruk. Mata bulat besar itu selalu menatap Aziz berbinar.
"Ayah ...! Dedek hauth, minum thuthu, Yah!" seru Faakhira karena kehausan butuh minum susu.
Aziz tersenyum mendengar seruan putri cantiknya. Dia berjalan ke arah Faakhira sembari membersihkan tangannya dengan hand sanitizer. Setelah tangannya bersih ia menuangkan susu bubuk ke dot lalu menuangkan air panas sedikit lalu mengaduk pakai sendok. Dengan begitu Aziz mecampur air dingin agar hangat.
Faakhira menatap Ayahnya begitu semangat seolah begitu senang. Dia begitu sayang pada Ayah yang sudah memberikan segala cinta. Ia dengan semangat mengadahkan tangan saat susu coklat siap saji. Faakhira tidak sabar minum susu buatan Ayahnya.
"Ayo ucap Bismillah baru minun susunya," ucap Aziz sembari menyerahkan dot pada Faakhira.
"Bithmillahillahmanillahim," doa Faakhira dengan kecadelannya.
Faakhira minum susu penuh rasa senang menggebu. Ia bertepuk tangan heboh saat suau terasa enak. Tangan kecil itu meminta Ayahnya untuk gendong. Setelah di gendong sang Ayah si kecil mengoceh panjang kali lebar. Faakhira begitu senang walau tidak ada dua Kakak rusuh
Aziz mengusap rambut Faakhira, sesekali mengecup puncak kepala sang Putri. Dia mengusap pipi gembil anaknya beberapa kali alhasil si kecil bobok. Dengan sayang ia mengambil gendong anak untuk membawa pulang putrinya. Aziz akan izin pulang pasalnya Faakhira sudah lelap.
"Tole mau pulang, gih bawa jeruk ini. Tole Ghofur tolong bawakan jeruk dan bawaan Masmu!" perintah Sulaiman.
"Enggeh, Abi saya akan bantu Mas Aziz bawa bawaan." Ghofur tersenyum melihat Masnya menatap tidak enak.
"Maaf ya repotin Tole, padahal Mas tadi datang tidak bawa apa-apa."
"Mas itu kayak siapa saja. Ayo kita pulang kasihan Dedek FaaFaa. Abi kamu permisi dulu. Assalamu'alaikum."
"Hm. Maaf ya, Paman saya hanya bantu sedikit. Assalamu'alaikum."
"Iya hati-hati ya, wa'alaikumussalam."
Ghofur membantu Aziz membawa apa yang di bawa tadi. Dia juga membantu membawa jeruk hasil panen. Sungguh Sulaiman dan Ghofur tidak menyangka Aziz yang terkenal multitalenta serta kurang ke kebun ternyata bisa berkebun. Mereka tahunya Aziz sosok pebisnis handal yang sangat multitalenta. Saat berkebun pria tinggi berwajah tampan itu malah terkesan kurang pas. Wajah Aziz cocoknya jadi pengusaha sukses atau pekerja kantoran. Lebih lagi jadi aktor, model atau seniman.
Aziz tidak ambil pusing yang jelas menggendong Faakhira sembari membawa tas berisi kebutuhkan sang putri. Dia begitu sayang pada anaknya ini secara sang putri adalah seseorang terlampau diharapkan. Di setiap doa maka dirinya akan panjatkan supaya mendapat putri yang jadi cahaya. Benar saja Allah telah berkenan menganugerahi mereka dengan hadirnya Faakhira.
****
Aziz menyengit melihat Khumaira menyerahkan buku. Itukan buku berisi sebuah ungkapan hatinya di kala suntuk kurang kerjaan. Dia ingat setiap kata akan tertaut di buku itu dikala masih di Singapura. Ia tersenyum manis saat Istrinya duduk di sampingnya. Tangan kekar Aziz terulur untuk mengusap pipi Khumaira.
Khumaira mengukir senyum manis melihat Aziz menatap buku di tangannya. Dia pada akhirnya menyerahkan buku yang berisi ungkapan hati Suaminya. Sungguh betapa multitalenta Suami tercinta ini. Tidak ada yang lebih besar atas cinta yang telah Suaminya berikan. Khumaira jadi merasa begitu bahagia telah mendapatkan Aziz dalam hidup.
"Mas, Adek sudah baca semuanya," ujar Khumaira.
"Hm, itu kata-kata di kala Mas sedang rapuh. Entahlah selain Allah tempat berkeluh kesah maka sebuah ungkapan hati akan tertulis di buku," ungkap Aziz.
Khumaira menyandarkan kepalanya di bahu lebar Aziz. Tangannya terus menggenggam tangan besar Suaminya. Sesekali ia kecup punggung tangan Suaminya. Jika Suaminy meluapkan isi hati di buku maka diriny meluapkan melalui pekerjaan. Dia akan menjahit atau menanam bunga atau melakukan hal bermanfaat lainnya. Sungguh Khumaira sadar tempat berkeluh kesah dihatinya adalah Allah. Ia memilih diam tidak akan pernah mengungkapkan isi hati pada siapa pun.
Aziz terdiam sejenak melihat Khumaira ada di dimensi lain. Lihat Istrinya begitu kosong menatap hamparan luas. Apa ada sesuatu sampai Istrinya begitu konsentrasi menatap jauh. Atau jangan-jangan teringat masa indah mereka bersama? Jujur saja dia sedikit bisa membaca pikiran orang, tetapi untuk sekarang begitu susah. Aziz jadi merasa bingung sehingga memutuskan mengawali pembicaraan bersama Khumaira.
"Katakan sesuatu yang menjadi beban."
"Adek masih penasaran tentang kehidupan Mas di Singapura. Bisa ceritakan pada Adek selama di Singapura?"
Aziz membiarkan Khumaira tidur dengan berbantal pahanya. Tangan kekarnya terulur untuk mengusap kening Istrinya penuh sayang. Sesekali ia cubit gemas pipi gembul Istrinya. Dia begitu senang mencubit gemas pipi bulat Istrinya yang menggemaskan. Apa lagi mencubit gemas hidung mungil wanitanya terasa ingin lebih. Aziz akui betapa menggemaskan Khumaira dengan tubuh mungil.
Khumaira menatap lurus mata tajam bermanik cokelat terang Aziz. Tangannya terulur untuk mengusap pipi tirus Suaminya. Bibir tebalnya melengkung indah melihat Suaminya mengecup pergelangan tangannya. Ya Allah manis sekali Suaminya ini sampai tidak bisa kedip. Khumaira akui sebesar apa pun mengingkari maka Aziz akan jadi sang penguasa hati.
"Kehidupan Mas di Singapura begitu berat, Dek. Mas menahan sakit luar biasa karena rindu membludak akan kalian. Hidup Mas sangat kelam tanpa warna atau pun pelangi."
"Begitu pun dengan Adek tanpa, Mas. Hidup Adek begitu berat tanpa cahaya kehidupan."
"Ya Allah," lirih Khumaira tidak sanggup.
Khumaira menangis mendengar penuturan Aziz. Dia rengkuh erat tubuh kekar Suaminya sembari menangis sesegukan. Dirinya tidak pernah menyangka Suaminya sangat manis saat mengutarakan isi hati. Ia meraih tubuh kekar Suaminya dan memberikan ciuman di wajah rupawan sang Suami. Tidak ada jawaban di bibir Khumaira yang menggambarkan betapa besar harunya.
Aziz tersenyum ketika Khumaira merengkuh erat sembari menangis haru. Dia bawa Istrinya untuk di pangku lalu mendekap posesif. Bibir sensualnya melengkung sembari kening Istrinya. Ia tidak pernah menyangka bisa menjadi seorang penyair cinta. Inilah Aziz soal untaian atau syair maka dirinya jagonya.
Mereka diam tidak ada suara yang memecahkan keheningan. Hingga Khumaira mendongak mengecup bibir Aziz singkat. Sungguh dia sangat mencintai Suaminya sepenuh hati tanpa mampu dijabarkan. Dirinya meraih tangan besar Suaminya untuk di remas pelan. Khumaira kembali menciumi pergelangan tangan Aziz serat akan cinta yang besar.
Sedangkan Aziz tampak senang menerima kelembutan Khumaira. Dia tidak pernah menyangka betapa besar cinta mereka yang dilandasi atas petunjuk-Nya. Cinta mereka terus bersama dalam mahabbah cinta atas nama Allah. Jikalau jadi budak cinta di singkat bucin bisa terjabar maka rela ia jadi begitu. Aziz sangat cinta sampai dirinya tidak akan pernah bisa berjalan tanpa cinta. Walau cinta yang utama di tempati sang Khaliq dan Rasulullah.
"Adek juga sangat mencintai Mas sepenuh hati. Adek tidak bisa menjawab perkataan Mas begitu romantis. Yang jelas Adek sangat mencintai Mas karena Allah dan akan selalu cinta sampai kapanpun. Kita akan menua bersama tanpa terpisahkan. Adek begitu mencintai Mas tidak ada batasnya."
"Terima kasih, Sayangku. Mau mendengar rahasia besar?"
"Rahasia? Apa itu Mas?"
"Mas sudah ingat semuanya ketika siuman waktu tengah malam itu. Maaf Mas baru memberi tahu, Adek. Mas sangat menyesal baru memberi tahu kebenaran itu. Maaf telah melupakan janji Mas untuk pulang. Saat itu ketika menuju bandara kami mengalami kecelakaan hebat. Saat bangun Mas lupa saat di Singapura. Jasmin bilang Mas pulang mau menghadiri acara membangun pernikahan kalian. Saat itu Mas tidak percaya. Namun, dia terus membuktikan segalanya ....
... 2 tahun kemudian Mas baru sadar hidup Mas di permainkan. Douglas dan Jasmin mengekang Mas. Saat itu Mas melawan, tetapi sebuah gertakan membuat Mas takut. Ancaman sadis yaitu dua anak kita dan Tole Dzaki. Anak-anak jadi korban Douglas dan mereka mengancam mau membunuh Putra kita Dedek Mumtaaz tepat di depan, Mas. Sungguh Mas yang tidak berdaya sehingga memilih jadi boneka Douglas ....
... hingga Mas dapat berita mengejutkan bahwa Bapak meninggal dunia dari Mas Azzam. Saat itu Mas hendak menelepon Adek untuk memberikan ketengan. Tetapi, ponsel Mas di banting Jasmin sampai tidak berbentuk. Gadis gila itu membuat Mas hidup bagai di neraka. Karena taktik itu Mas memutuskan untuk pulang apa pun konsekuensinya. Saat Mas memohon mereka memberi 5 syarat yang sangat menyudutkan, Mas ...,
... pada akhirnya Mas menerima syarat ketiga yaitu membawa gadis gila itu dan memperkenalkan sebagai kekasih. Sungguh Mas tidak pernah menduakan Adek. Mas tidak pernah memadu Adek bahkan tidak akan pernah terjadi. Jikalau itu terjadi maka Mas menilih pergi di sisi Allah. Mas sangat mencintai Adek sepenuh hati, Mas. Saat itu Mas hanya menjalankan syarat agar bisa pulang demi Adek dan anak-anak ...,
... saat ingatan Mas pulih semua begitu menyiksa batin, Mas. Saat itu Mas memutuskan untuk cerita setelah Mas sembuh. Saat mereka meminta maaf secara tulus Mas memaafkan mereka sepenuh hati. Namun, dosa Jasmin dan Douglas tidak termaafkan. Adek tahu gara-gara obsesi gila gadis itu si gila mengorbankan nyawa Paman Hans. Bahkan menyakiti Tole Dzaki tanpa perasaan. Obsesi dan kejahatan mereka harus di tebus. Itu rahasia Mas, tolong maafkan Mas menutup ini dari Adek."
Aziz tersenyum setelah mengatakan kebenaran itu. Dia melihat Khumaira terkejut dengan bibir menganga. Ia tahu Istrinya begitu tertekan memikirkan semuanya. Bahkan ia paham wanitanya begitu terkejut akan penjelasannya. Karena gemas Aziz mencium bibir tebal Istrinya sepenuh hati. Sungguh dirinya tidak mau Khumaira tertekan akan penyesalannya.
Khumaira menitikan air mata mendengar kejelasan Aziz. Dia menatap Suaminya dengan linangan air mata penuh penyesalan. Sebegitu terluka dirinya mengetahui kehidupan Suaminya. Ya Allah, kenapa bisa Jasmin dan keluarga setega itu pada Suaminya. Betapa gila obsesi gila wanita itu sampai menahan Aziz sampai mengorbankan nyawa seseorang.
"Mas," lirih Khumaira langsung merengkuh Aziz seerat mungkin.
"Sudah, kita tidak perlu membuka duka karena sekarang hanya ada cinta kita tanpa terpisahkan kita buka lembaran baru jangan ada masa lalu yang menyakitkan. Cukup ingat masa lalu yang penuh cinta jangan ingat masa lalu penuh duka. Mas sangat mencintai Adek sepenuh hati. Ayo ulurkan tangan jangan bersedih."
Khumaira mengaguk setuju agar semua menjadi indah. Biarkan duka terakhir mereka lebur dengan hati diliputi kebahagiaan melimpah. Dia sangat bahagia memiliki prianya dalam hidup. Ia tidak pernah menyangka bisa mendapat Suami hebat. Khumaira akui sedari awal memang Aziz selalu menjaga dan membuat tawa merdu.
Aziz menciumi puncak kepala Istrinya sembari memberikan bisikan cinta. Sekarang hanya ada kebahagiaan yang selalu menyinari kebahagiaan. Dia akan memberikan segala kebahagiaan untuk Khumaira dan anak-anak. Aziz sangat mencintai Khumaira tanpa terbantahkan.
***///***
Aziz dan Khumaira saling diam.mebikmayi kebahagian. Hati terasa begitu senang setelah tahu rahasia besar terungkap. Walau sejatinya ada satu rahasia lagi yang di simpan Khumaira dari Aziz. Sedangkan rahasia Aziz sudah terungkap tanpa ada sisa.
Baik Aziz atau Khumaira saling menikmati hari bersama. Keduanya begitu senang telah hidup bersama penuh cinta. Jujur saja jika cinta atas nama Allah pasti akan menerima cobaan. Begitu pun cinta suci mereka telah mendapat ujian dari sang Khaliq. Namun, atas kesabaran dan ketakwaan akhirnya Aziz dan Khumaira mampu melewati ujian berat itu.
"Apa Adek punya rahasia?"
"Ada, rahasia sangat besar yang Adek simpan selama ini."
"Apa itu? Apa Mas boleh tahu?"
Khumaira meraih tangan besar Aziz lalu mengecup lama. Dia begitu mencintai Suaminya sedari awal. Takdirnya yang sesungguhnya adalah Suami sehidup sematinya. Ia teringat saat-saat dulu ketika masa SMA tepatnya di umur 16 tahun. Di mana Aziz datang dalam Istikharah cinta Khumaira. Dari sana cinta itu berkembang bagai taman bunga yang selalu mekar setiap hari.
Aziz begitu penasaran rahasia apa yang Khumaira punya. Bahkan dia tahu sebarapa besar Istrinya menyimpan rasa. Masih ingat betapa sempurna sang Istri menyimpan rindu serta luapan perasaan. Kalau boleh jujur dia tidak sebaik Istrinya menyimpan sebuah rahasia besar. Aziz lebih suka menuangkan isi hati pada Allah dan untaian kata. Jadi dia begitu penasaran rahasia apa yang Khumaira simpan dari dirinya.
"14 tahun yang lalu tepatnya Adek berusia 16 tahun, ada sebuah kebahagiaan melimpah. Pertama kalinya Adek begitu mencintai seorang pria sepenuh hati. Waktu itu Adek melakukan Shalat Istikharah di suruh Ibu. Dalam mimpi Adek melihat Mas Azzam dan cinta pertamaku. Mas Azzam hanya lewat sekilas sembari tersenyum teduh. Satu kali bertemu detak jantung terasa menggila. Dua kali bertemu rasa aneh muncul dan saat pertemuan ketiga Adek menjadi gadis yang sangat mencintainya ...,
... setiap waktu Adek selalu memimpikan cinta pertama Adek yang selalu Adek cinta sepanjang waktu. Hingga tiga tahun kemudian Adek bertemu cintaku yang selalu kupuja. Namun, di situasi paling menyakitkan. Adek bertemu padanya di saat Adek sudah menggunakan kebaya hendak menikah bersama cinta terakhirku. Hingga Adek shock saat tahu cinta pertamaku adalah Adik iparku ...,
... hati Adek begitu sakit saat tahu seseorang yang sangat aku cintai adalah Adik iparku. Mas pasti tahu siapa cinta pertama Adek? Cinta Adek adalah Mas yang Allah tunjukan melalui mimpi indah. Mas adalah cinta pertama Adek yang paling terkenang indah. Seperti Mas yang memimpikan Adek melalui Shalat Istikharah, Adek juga memimpikan Mas melalui shalat Istikharah ...,
... Adek sangat mencintai Mas sedari awal. Namun, cinta Adek terbagi ketika cinta sesungguhnya datang. Kini takdir Adek yang sesungguhnya adalah Mas. Cintaku yang sesungguhnya telah terlabuh tanpa ada pembagian. Hidup serta dunia Adek adalah Mas. Kita satu hanya satu untuk selamanya. Adek begitu mencintai Mas sepenuh hati. Tidak cinta sebesar ini kecuali untuk Mas seorang ...,
... Maaf ya Mas Adek baru memberi tahu kebenaran itu. Adek belum berani cerita karena Adek begitu takut. Takut tidak bisa mengendalikan perasaan itu. Sekarang dunia kita hanya satu bersama anak-anak. Mas kita memang di takdirkan bersama oleh Allah. Dzatyang AdekMaha Cinta telah menunjukan jalan dalam Istikharah cinta. Kini semua telah jelas bahwa kita tidak tertukar pasalnya kita ditakdirkan menjadi kesatuan. Adek adalah tulang rusuk Mas yang selama ini Mas cari. Adek sangat mencintai Mas sepenuh hati!"
Khumaira menatap Suaminya penuh arti. Dia tidak menyangka rahasianya selama 14 tahun terkuak juga. Selagi sang Suami diam ia usap pipi tirus sang pemilik hati penuh suka cita. Sungguh dirinya begitu bahagia akhirnya cintanya terkuak manis. Dia begitu lega sampai tidak mampu menahan air mata haru. Khumaira bahkan tidak bisa berkata banyak selain ungkapan syukur atas pengharapan yang Allah labuhkan.
Aziz mendelik tidak percaya mendengar pengakuan Khumaira. Apa ini kebetulan atau memang takdir? Apa ini takdir sesungguhnya tertulis oleh Allah? Bahkan Aziz tidak pernah menyangka Khumaira juga mencintainya melalui mimpi. Seulas senyum haru menghiasi bibirnya akibat haru. Ia langsung menciumi wajah wanitanya tanpa terlewati.
Bibir mereka bersatu penuh kebahagiaan setelah tahu rahasia itu. Cinta serta garis takdir sudah tertulis dalam kehidupan Aziz dan Khumaira. Mereka di takdirkan bersama penuh cinta. Jodoh tidak akan kemana walau berpisah lama dengan rintangan penuh. Kini hanya ada cinta antara Khumaira dan Aziz selamanya.
Tidak ada percakapan selain ke bungkaman hru. Mereka larut akan kuasa yang telah tertulis untuk mereka. Sungguh mereka begitu bahagia bisa mendapatkan segala cinta. Keduanya telah disatukan oleh istikharah cinta yang jelas atas petunjuk-Nya. Berkat sang pencipta aam semesta mereka bersama. Aziz dan Khumaira tentu saja begitu bersyukur setiap detik pada-Nya.
Hingga akhirnya Khumaira melepas dekapan lalu merogoh sakunya. Dengan penuh keharuan ia menyerahkan benda pipih menunjukkan dua garis. Dia ingin memberi kejutan manis untuk Suaminya. Semoga saja Suaminya tahu seberapa besar kebahagiaan mereka di malam ini. Khumaira ingin melihat seberapa besar rasa bahagia Aziz menerima kejutan malam ini.
Aziz menerima test pack dengan tampang lugu layaknya Ayah muda. Dia mengerjap melihat benda pipih di tangannya lalu menatap Istrinya bingung. Hingga akhirnya dia serahkan kembali pada Istrinya dengan tampang lugu meminta penjelasan. Ia masih belum koneksi akan pemberian Istrinya. Sebenarnya ada apa ini? Aziz merasa bingung akan Khumaira memberikan benda pipih itu.
"Apa ini, Dek?"
"Masak Mas tidak paham? Mas sudah punya anak 3 loh," ledek Khumaira terdengar dingin.
"Hm, apa?" Tanya Aziz lugu minta cubit. Mungkin lama tidak berurusan dengan begitu otak genius Aziz terlindas mobil.
"Ya Allah, jadi beneran Mas tidak tahu artinya? Adek mengandung Mas!"
"Oo Adek sedang mengandung .... Eh? Serius Adek mengandung? Kok cepat ya? Mas jadi Ayah lagi, benarkah? Wah Mas tidak bisa berkata apa-apa selain kebahagiaan. Mas sangat mencintai Adek karena Allah. Terima kasih ya Allah telah memberikan berkah-Mu. Adek terima kasih sudah memberikan kejutan termanis. Mas sangat senang Adek mengandung. Alhamdulillah ya Allah telah memberikan kesempatan kami memiliki buah hati kembali. Terima kasih ya Allah telah menganugerahi anak pada kami. Em, kita lihat personel kali ini ikut Ayah atau Umi? Ayah berharap ikut Ayah biar 4 cogan bersatu akan kedahsyatan tampan tidak terbantahkan."
"Hahaha, Mas ya Allah lucu sekali. Ya Allah, kenapa respons Mas begitu absurd? Ya Allah, kenapa bisa hamba punya Suami begitu gila? Respons Mas sungguh absurd!"
"Hahahah, itu nyata. Absurd begini Adek sangat mencintai Mas sepenuh hati."
"Sayangnya iya, ha-ha-ha."
Khumaria hanya tertawa mendengar respons Aziz yang kurang waras. Suaminya bahkan memberi ciuman tanpa ampun. Dia hanya bisa tertawa saat Suaminya terus menciumi wajahnya. Hingga akhirnya ia terdiam melihat Suaminya menangis bahagia. Sontak saja dirinya ikut menangis haru mensyukuri nikmat yang Allah berikan pada mereka. Khumaira juga sangat terharu Allah berkenan menganugerahi calon anak pada mereka.
Aziz tidak pernah berhenti mengucap syukur pada Allah. Dia sampai menitikan air mata haru atas kebesaran Allah yang berkenaan menganugerahi mereka buah hati. Kini kebahagiaannya semakin lengkap dengan hadirnya si kecil dalam rahim Khumaira. Tidak ada hal membahagiakan selain ungkapan rasa cinta sekaligus kejutan termanis yang diperolehnya. Semua itu Aziz terima penuh luapan rasa syukur akan kebesaran Allah.
"Ya Allah ini adalah malam paling I dah penuh kejutan. Mas sangat terharu Dek menerima kejutan besar penuh keharuan. Ya Allah terima kasih telah berkenan menitipkan malaikat kecil pada kami. Atas kuasa-Mu hamba akan menjaga anak kami. Ya Allah, terima kasih telah memberikan segala kebahagiaan. Hamba sangat bersyukur ya Allah. Semoga anak kita kelak menjadi anak bungsu yang menerbitkan segala kebahagiaan serta jadi anak shaleh atau shalihah Nyang berguna untuk Agama dan Negara, Aamiin ya rabbil'alamin."
"Aamiin ya Rabb."
"Dek terima kasih."
"Sama-sama Mas."
"Mas sangat mencintai Adek karena Allah."
"Adek juga sangat mencintai Mas karena Allah."
"Allahu Akbar, Maha Besar yang telah memberikan segala kebahagiaan hamba begitu senang."
"Allahu Akbar, segala Puji bagi Allah telah memberikan kekuatan pada hamba-Nya."
Aziz mendekap erat Khumaira erat seolah tidak mau lepas barang sedetik saja. Dia begitu senang sampai tidak bisa berkata apa-apa. Ya Allah terima kasih telah memberikan segala cinta padanya. Dengan demikian ia begitu bahagia telah mendapatkan Istri sebaik ini. Aziz begitu bahagia sampai air matanya luruh akhirnya bisa mendapat kejutan indah dari sang Khaliq melalui perantara Khumaira.
Khumaira begitu senang menadapat Aziz begitu manis. Mendapat sang Suami teramat dicintai sampai dunia akhirat Aamiin. Melalui perantara Aziz kini sumber kebahagiaan tidak akan pernah luntur ditambah akan datangnya buah hati Insya Allah bungsu. Khumaira begitu senang sekaligus terharu Allah telah memberikan segala limpahan kebahagiaan datang di malam ini.
****////****////****
Maaf ya Rose belum sempat koreksi dan edit jadi kalau banyak typo bertebaran dan kesalahan dalam penulisan harap maklum!
Tembus 1000++ like dan komentar 100++ bakal Rose Update segera.
Bonus chapter Abi dan Mama. Plus fotonya sekalian.
Plus katanya akan panjang insya Allah kayak chapter ini.
Jadi jika kalian berkenan berikan Rose like dan Votenokus komentar sesuai ketentuan.
Mode maksa hahaha!
Baperan Rose Mah, Hahahaha!
Gih yang jadi pembaca terhormat klik 👍 ok say!
I love you, Guys!
Rose_Crystal_030199!