Assalamu'Alaikum Imamku 2!

Assalamu'Alaikum Imamku 2!
Bonus Chap AI 2 - Mengharukan Hati!



Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


Apa kabar semuanya?


Semoga kalian senantiasa dalam perlindungan Allah Aamiin.


Jaga kesehatan dan jangan lupa istirahat yang cukup.


Maaf baru update baru ada waktu eyak!


Pokoknya ada kabar bahagia deh untuk kalian semua wahai READER tercinta. Hehehehe!


Gini, Assalamu'alaikum Imamku 2 akan mengadakan Anniversary, tapi bulan Agustus. Hehehehe, karena Anniversary Assalamu'alaikum Imamku 2 jatuh tanggal satu Agustus.


Sudah itu dulu abaikan kita baca dulu.


Maaf banyak typo bertebaran dan kesalahan dalam penulisan di bawah ini.


"***🍁🍂🍁***"


Aziz mendekap posesif tubuh mungil anaknya yang manis. Ia ciumi wajah anak bungsunya lalu menimang lucu. Putranya ini begitu rupawan sehingga membuatnya bangga. Setelah lama bermain akhirnya anak tampannya bangun juga. Tentu saja Aziz sangat bahagia melihat anaknya sudah bangun sembari menguap lebar.


Tentu saja Aziz menutup mulut kecil Dedek bayi pakai punggung tangannya. Dia tersenyum manis saat anak tampannya mulai bergerak gelisah. Pasti minta asi itu pasti karena mulut Dedek bayi sudah kelametan. Aziz ingat Syafa-nya sedang masak untuk sarapan.


"


Cup cup sayangku jangan menangis, Ayah mohon. Ayo kita temui Umi minta asi ok cup cup jagoan ganteng jangan nangis."


"...."


Aziz angkat tubuh gempal putranya lalu membawa anaknya menemui Khumaira. Ngomong-ngomong si kecil batu berumur tiga bulan dan sudah buat pusing. Pusing dalam artian hiperaktif menggemaskan. Sembari berjalan ia berikan ciuman sayang di  pipi gembul anaknya. Dia juga mengajak bicara Dedek Zavi supaya tidak rewel. Aziz harap Zaviyar mau diam dulu walau susah minta ampun.


Kalau sudah haus pasti Zaviyar akan menangis dan setelah hausnya reda akan berubah jadi boneka menggemaskan. Aziz timang si kecil agar tidak menangis keras. Oh ia sampai lupa.nnti jam setengah sembilan ada meeting dengan kolega bisnis. Aziz juga akan pulang terlambat pasalnya ada jadwal lembur sampai jam sepuluh.


Zaviyar pada akhirnya menangis karena haus butuh asi. Dia sampai histeris sebal Ayahnya nakal tidak memberikan asi. Mana asi Dedek butuh asi. Ayahnya jahat membiarkan dirinya kehausan. Zaviyar merengek keras walau akhirnya akan diberikan ASI.


Khumaira yang tahu Zaviyar menangis sontak melepas celemek lalu mencuci tangan sebersih mungkin. Dia menunggu Suaminya datang membawa anak tampannya. Benar saja Suaminya menyerahkan Zaviyar yang sedang menangis keras. Khumaira timang kecil lalu memberikan ciuman di wajah anaknya.


Setelah agak membaik Khumaira buka beberapa kancing bajunya lalu memberikan asi pada Zaviyar. Selagi memberi asi ia tepuk-tepuk bokong anaknya lalu mencium pelipis si kecil. Dia senang anaknya sudah tenang minum asi semangat. Khumaira mencium pipi gembul Zaviyar sebelum mendongak minta cium.


Aziz mengusap pipi Khumaira sebelum memberikan ciuman lembut di bibir. Usai melakukan itu ia yang menggantikan wanitanya memasak. Kebetulan tinggal masak sup ayam untuk anak-anak yang masih tidur. Ngomong-ngomong ini jam setengah lima pagi Istrinya sudah bangun. Untuk para pekerja akan datang nanti jam tujuh pagi. Begini Aziz menyewa pekerja rumah tangga hanya pada hari tertentu dan tidak tinggal.


"Mas, katanya ada meeting dan pulang terlambat. Gih mandi lalu bangunkan anak-anak untuk sholat."


"Nanti saja, Mas selesaikan ini dulu."


"Itu tugas Adek, oh iya Adek sudah siapkan pakaian yang akan Mas kenakan nanti. Maaf ya Adek membuat Mas repot bantuin di dapur."


"Adek ini masih saja bicara begitu ketika Mas bantu. Hai, Adek sudah bekerja terlalu keras dan sudah sepantasnya membantu jika bisa. Mas tidak mau hanya leyeh-leyeh Saj sementara Adek berusaha keras mengurus anak-anak apa lagi Dedek Zavi masih rewel."


"Mas Aziz, terima kasih banyak ya Adek senang sekali. Adek sangat bahagia memiliki Mas dalam hidup. Adek begitu mencintai Mas karena Allah."


"Sama-sama Istriku dan Mas juga sangat senang sekali. Mas jauh lebih bahagia mendapat Adek dalam hidup. Mas juga begitu mencintai Adek karena Allah."


Aziz mengusap pipi gembul Khumaira lalu memberikan ciuman lembut di kening. Dia juga memberikan ciuman sayang di pelipis anaknya sudah mulai tidur. Ia tersenyum saja guna memberikan ketenangan hati. Aziz langsung kembali ke tempat semula saat mendengar suara air mendidih.


Dengan cekatan Aziz masukan ayam ke dalam panci lalu menutupnya. Dia juga sudah meracik bumbu untuk menggoreng ikan Nila. Ia sangat mahir masak sehingga menambah nilai plus untuknya. Bagaimana tidak bisa masak karena sedari awal ia begitu mandiri. Aziz bahkan dari zaman kuliah sampai sekarang begitu mandiri. Walau selama ini tidak masak lagi lantaran ada Syafa-nya terus masak untuk mereka.


Khumaira tersenyum teduh melihat Aziz begitu piawai dalam bidang apa pun. Walau sangat jahil dan usil Suaminya begitu sempurna untuk jadi Suami dan Ayah bagi mereka. Sungguh beruntung mendapatkan Suami sesempurna itu. Walau kadang Khumaira gedek akan tingkah Aziz begitu menggemaskan.


Saat Zaviyar benar-benar tidur Khumaira izin dulu ke kamar menidurkan si kecil. Sampai kamar pribadi mereka dengan hati-hati ia letakkan anak tampannya di boks. Sebelum kembali dia kecup kening dan pipi gembul Zaviyar penuh cinta. Khumaira ulurkan tangan untuk mengusap pipi si kecil lalu memutuskan beranjak.


Lihat Aziz sudah melakukan tugasnya sebaik mungkin. Hingga ia merasakan dekapan hangat istrinya melingkupi perutnya. Dia tersenyum manis di saat Khumaira menciumi punggung kokohnya. Dirinya berbalik lalu mengangkat dagu wanitanya. Aziz akan minta jatah ciuman manis dari Khumaira tersayang.


Khumaira mendongak membiarkan Aziz membelai bibirnya. Hingga akhirnya ia terima ciuman manis di bibir. Perlahan dia berjinjit lalu mengalungkan tangan di leher kokoh sang Suami. Khumaira menutup mata menikmati sentuhan lembut dalam bibir tebalnya.


"Nah sudah, selesai masak supnya. Adek bisa goreng ikan sisanya. Mas sudah kasih bumbu pada ikan itu. Mas ke kamar anak-anak dulu untuk bangunkan shalat subuh."


"Enggeh, Mas. Tunggu ada sesuatu di wajah Mas."


"Apa, Dek?"


"Ini."


Khumaira berjinjit lalu menarik pelan kerah baju Aziz. Perlahan ia kecup rahang lalu bibir Suaminya selembut mungkin. Dia sudahi ciuman karena waktu habis bisa gawat. Ini sudah jam lima kurang lima belas menit sehingga waktu semakin sempit. Khumaira tidak mau Aziz dan Mumtaaz telat shalat subuh. Untuk Fasilitas si kecil sudah mulai shalat lantaran mereka sudah mengajari shalat sedari kecil.


Aziz mengukir senyum manis menerima sikap romantis Khumaira. Dia balas sikap romantis Istrinya sebelum beranjak. Sungguh dirinya begitu mencintai istrinya lebih dari apa pun. Walau sering mengatakan cinta dirinya tidak pernah malu atau rikuh. Aziz bangga bisa mengutarakan cinta setiap sat supaya tahu betapa besar cintanya atas nama Allah


"Mas sangat mencintai Adek karena Allah."


"Adek juga sangat mencintai Mas karena Allah!"


Khumaira tersenyum saat Aziz sudah beranjak dari dapur. Dia tatap punggung Suaminya semakin tenggelam oleh jarak. Akhirnya punggung tegap Suaminya tidak terlihat sehingga ia bisa masak. Dengan bersenandung shalawat Khumaira lantunkan sembari masak ikan. Ngomong-ngomong ia menstruasi jadi tidak bisa shalat bersama Suami dan anak-anaknya. Kini Khumaira hanya bisa masak menunggu kedatangan Aziz, Mumtaaz dan Faakhira.


Aziz akan bangunkan Mumtaaz dan Faakhira guna mengajak shalat. Usai shalat ia akan mengajari anak-anak mengaji lalu memberikan sedikit masukan. Dia sangat senang dua anaknya tidak sudah dibangunkan. Aziz tentu saja begitu bahagia Mumtaaz dan Faakhira manut di ajak bangun pagi untuk menjalankan ibadah shalat subuh.


***🍁🍂🍁***


Mahira tersenyum lembut melihat Ridwan sudah mulai akrab. Walau agak ada sekat di antara mereka, tetapi remaja rupawan itu berusaha dekat. Melihat wajah rupawan Ridwan pasti akan tertuju pada Azzam. Secara wajah rupawan ank tampan itu duplikat Suaminya.


Jujur saja rasanya sedih kenapa tidak datang pada masa Azzam sendiri. Mungkin takdir tidak seperti ini sehingga terasa rumit. Bagaimana tidak rumit Selma tiga tahun dulu merawat Emran alias Azzam yang Kehilangan memori. Lalu hal manis terjadi ketika Suaminya datang melamar dan berakhir menikah.


Mahira masih ingat betapa suci pernikahan mereka. Walau tidak pernah menyatakan cinta Azzam senantiasa memberikan perhatian dan kasih sayang penuh. Semua yang ada pada Suaminya terasa manis sekaligus menyakitkan lantaran nama Khumaira masih ada. Hanya saja kini semua berubah pasalnya Azzam mampu mengatakan cinta pada Mahira.


Mulai dari situ hubungan sakral mereka semakin manis. Mahira begitu senang Azzam semakin perhatian padanya. Lebih membahagiakan lagi ketika Ridwan ikut ke pesantren lagi dengan sejuta Kebahagiaan. Anak tampan itu sudah mulai akrab walau sedikit ada sekat. Mahira sangat bahagia akan kuasa-Nya telah memberikan segala cinta padanya.


Ridwan mengusap puncak kepala Ayeza lalu memberikan usapan di kepala Zoya dan Zayn. Dia putuskan untuk pulang karena sudah bicara pada kedua orangtuanya serta bahagia bisa melihat Dedek Zavi tercinta. Ridwan masih agak ragu memberikan ciuman sayang di kening Adik-adiknya.


Jadi yang dia lakukan hanya memberikan usapan lembut. Kalau tiga Adiknya yang lain pastilah Ridwan dengan gamblang menunjukkan cinta. Ia tidak segan menciumi pipi Faakhira, Zaviyar dan Mumtaaz sewaktu kecil bahkan sampai sekarang. Maklum sedarah jadi tidak ragu alhasil begitu cinta pada tiga Adiknya itu.


Bukan pilih kasih atau apa Ridwan melakukan itu karena rikuh atau canggung pada Mahira dan adik-adiknya yang Lin. Untuk Abinya tentu saja ada rasa canggung walau ditutup penuh cinta darinya. Maklum saja sedari batita sampai remaja kecil senantiasa di asuh Ayah dan Uminya. Alhasil sampai sekarang tidak pernah bisa lepas dari Ayah dan Uminya walau ada Abi dan Mama.


Ridwan langsung sadar seketika dikala Ayahnya membelai rambutnya sewaktu berbaring di paha sang Ayah. Di saat itu Ayahnya menanyai banyak pertanyaan seputar Abi dan Mama. Ia Engan menjawab takut Ayahnya kecewa karena dirinya begitu canggung bahkan membentangkan jarak. Ridwan ingat ini perkataan bijak Ayahnya.


"*Nak, jangan begitu pasalnya Abi adalah Ayah biologis Tole. Abi begitu mencintai Tole Ridwan sepenuh hati. Abi ingin sekali Tole bisa seperti dulu ketika merengek tidak mau pisah. Abi begitu mencintai Tole Ridwan sepenuh hati begitu pun Mama. Walau Mama bukan Ibu kandung setidaknya sekarang jadi Mama yang seharusnya Tole hormati dan sayangi. Coba pikirkan apa Mama dan Abi tidak memberikan kasih sayang berlimpah? Apa mereka tidak memberikan cinta untuk Tole? Setelah tahu jawabannya maka renungkan dari hati ...,


... Memang kami yang mengasuh Tole sedari kecil bukan sampai sekarang. Apa pernah kita mengajarkan cara membentangkan jarak? Tidak, bukan? Kami ingin Tole juga melakukan hal sama kepada mereka. Seimbangkan kasih sayang Tole. Jangan beda-beda pasalnya Abi begitu terluka. Terkhusus pada Mama yang sedih melihat Tole acuh. Ingat Nak, kami begitu mencintaimu. Ayah sangat mencintai Kakak sepenuh hati. Ayah begitu bangga memiliki kasih sayang berlimpah dari kakak. Ayah senantiasa berdoa semoga kasih sayang itu terus ada sepanjang masa* ...,


... Ayah dan Umi begitu mencintai Kakak Ridwan. Maka mulai sekarang lebarkan tangan menyambut dekapan hangat mereka. Jangan sungkan yah walau pelan-pelan melakukan itu semua. Ayah akan selalu mendukung Kakak Ridwan agar tumbuh besar menjadi anak Sholeh baik untuk Ayah Umi dan Abi Mama. Ok, mulai sekarang pelan-pelan raih tangan Abi dan Mama meraih kasih sayang. Sekarang Tole harus semangat dan tunjukkan kasih sayang pada mereka. Jangan canggung karena Ayah tidak mau Anakku ini canggung pada Abinya sendiri ...,


... Maaf, maafkan Ayah bicara begitu karena Ayah tidak mau anakku ini ke jalan salah. Ayah adalah milik Kakak gede tentunya milik semua. Kita sedarah walau Tole Ridwan bukan.anak biologis Ayah. Tetapi, Ayah adalah Adik kandung Abi sehingga darah kami sama. Maka sudah jelas bukan kasih sayang Ayah tidak akan pernah sirna. Coba pikirkan apa selama ini Ayah membedakan Kakak dengan adik-adik yang lain? Tidak bukan? Kalau tahu jawabannya maka lakukan hal sama. Ayah begitu mencintai kakak dan berharap Anakku ini punya jiwa selembut Umi dan Abi serta Ayah. Sekarang tersenyumlah mulai raih segala cinta dari.kami!"


"Tole melamun apa?"


"Eh? Abi he-he-he maaf Kakak melamun Dedek Zavi yang imut. Bentar sekali kakak lihat Dedek Zavi hanya tujuh hari. Padahal ingin lama bersama Dedek ganteng."


"Lucunya, anak Abi yang ganteng ini. Tahan ya nanti Tole juga akan bertemu lagi jik libur. Maaf ya tadi Abi lama ke kamar kecil."


"Umh, Abi itu emh Kakak emh kakak."


"Ada apa, Le? Kakak kenapa?"


"Kakak sayang Abi sepenuh hati!"


Ridwan menunduk merasa malu mengatakan sayang pada Abinya. Padahal jika bersama Ayahnya sering kali mengutarakan isi hati tanpa malu. Kalau sekarang terasa beda sehingga membuatnya tertunduk malu. Semoga saja Abinya tidak mentertawakan dirinya.


Jujur saja Ridwan sudah berusaha untuk membuka tangan supaya kecanggungan terkikis. Ia ingin menuruti perkataan Ayahnya dengan membuka semua lalu ikut andil memberikan cinta. Dia tidak mau mengecewakan Ayahnya sehingga memilih memberikan segala cinta. Ridwan mau membuka lembaran baru mencintai Abi layaknya dulu dan membuka hati untuk Mahira.


Azzam tersentak mendengar ungkapan hati Ridwan. Antah sejak kapan matanya berair bukan air mata itu sudah membasahi pipinya. Dia begitu terharu mendengar perkataan Anaknya. Tanpa ba-bi-bu lagi ia dekap erat anak sulungnya sembari menciumi puncak kepala sang anak. Rasanya begitu membahagiakan sampai Azzam tidak bisa berkata apa-apa.


Alangkah indahnya hari ini menerima ungkapan sayang Ridwan untuknya. Azzam akan senantiasa mengingat hari ini di mana anak sulungnya berani mengungkapkan rasa. Apa ini benar nyata atau khayalan semata? Semoga saja ini nyata di mana putranya mampu mengutarakan isi hatinya. Azzam tidak bisa berkata selain mendekap Ridwan erat penuh keharuan.


Untuk Mahira dan anak-anak tersenyum haru. Mereka senang Ridwan berani mengutarakan kasih sayang walau sedikit. Setidaknya itu begitu luar biasa dan mereka berharap dapat kasih sayang serupa. Semoga saja Ridwan berkenan memberikan kasih sayang pada mereka.


Mahira tidak minta lebih hanya saja ingin sekali anak sulung Suaminya terus begitu. Semoga saja ank tirinya itu mau menerima atau indahnya mengutarakan isi hati. Dia ingin sekali mendengar ank rupawan itu mengatakan sayang padanya. Apa dirinya salah menginginkan hal itu? Semoga saja Mahira bisa menerima itu semua.


"Katakan lagi, Le!"


"Kakak Ridwan sangat menyayangi Abi sepenuh hati. Maaf, maafkan Kakak baru bisa mengatakan semua. Abi jangan sedih dan cemburu lagi ya karena kasih sayang Kakak itu sama. Baik untuk Ayah dan Abi sama besar. Walau Ayah banyak berperan lantaran sejak kecil selalu ada. Sementara Abi tetaplah Abi Kakak senantiasa ada dalam hati. Kakak Ridwan sangat mencintai Abi!"


"Allahu Akbar, Alhamdulillah ya Allah. Syukron kasir ya Allah telah memberikan segala kebahagiaan untuk hamba. Ya Allah, senang sekali mendengar Tole berbicara begitu. Abi juga sangat mencintai Tole Ridwan sepenuh hati. Abi sangat menyayangi Tole selamanya. Abi sangat mencintai Tole. Terimakasih, Nak."


"Abi."


Ridwan tersenyum sembari menangis haru mendengar balasan Abinya. Ternyata benar adanya Abi begitu mencintainya sepenuh hati. Ternyata indah jika sudah membuka tangan serta menghilangkan kecanggungan. Ayahnya memang orang terbaik sepanjang masa. Setiap ia keliru maka Ayahnya selalu memberikan masukan bijak dan selalu kena dalam hati.


Lihat sekarang berkat perkataan Ayah kini Ridwan mampu membuka hati untuk Abi dan akan mengawali lembaran baru. Dia akan berusaha keras membahagiakan Abi dan Mama. Mulai sekarang Ridwan senantiasa membuka hati untuk Azzam dan Mahira. Walau harus pelan-pelan asal terjadi itu tidak masalah.


Azzam mendekap erat tubuh Ridwan sembari menciumi wajah si tampan. Kini hatinya begitu senang sampai rasa syukur terus terucap dari bibir tipisnya. Rasa syukur atas kebesaran Allah telah berkenan memberikan segala kebahagiaan untuk hamba-Nya. Kini rasa itu semakin nyata sampai ia tidak kuasa menahan air mata.


Mulai hari ini Azzam akan mendekatkan diri pada Ridwan supaya kecanggungan tidak akan pernah ada lagi. Mulai sekarang dirinya akan sering memberikan segala cinta asal anaknya tetap diraihnya. Azzam akan berterima kasih kepada Aziz karena membuka hati untuk Ridwan. Jujur saja waktu itu ia pernah curhat pada Adiknya tentang di sulung. Semua keluh kesah ia cetuskan sampai Adiknya membeku. Azzam sadar Aziz tidak akan membiarkan dirinya sedih maka Adiknya janji akan memberikan nasihat pada Ridwan.


"Ma, aku juga sayang padamu. Maaf ya baru bisa mengatakan ini, em aku juga sayang pada adik-adik semua," ucap Ridwan agak kaku lantaran belum terbiasa.


"Anakku sayang, Mama juga sangat menyayangi Tole. Kami juga sangat menyayangi Tole Ridwan!" Tegas Mahira dan tiga anaknya.


Mereka bergabung mendekap Ridwan lalu memberikan senyum manis. Disinilah semua cinta berlabuh. Akhir yang sangat menakjubkan bagi mereka. Pada akhirnya kisah indah telah tertulis kini semua jadi indah pada waktunya. Tidak ada kesabaran mengkhianati hasil akhir. Kini Azzam dan Mahira berhasil meraih Ridwan walau tahun belum sepenuhnya.


Untuk Ridwan sendiri tersenyum teduh menerima ini semua. Tidak apa begini asal dirinya aman dalam dekapan. Walau awalnya susah mengatakan sekarang semua tercetus indah. Kini lembaran baru telah ada sehingga membuatnya senantiasa bahagia. Ridwan sangat bersyukur akan kuasa Allah telah memberikan segala rasa.


***,🍂🍁🍁,***


Maaf belum tak koreksi dan edit jadi kalau banyak typo bertebaran dan kesalahan dalam penulisan harap maklum!


Rose mau bawa kabar gembira, Eyakkkk!!!!!


Jadi begini eyak eyak mau ngakak akunya all.


Serius deh ngga boleh bercanda dulu ok!


Rose mau mengucapkan banyak terima kasih banyak untuk para Reader tercinta. Rose begitu senang dengan segala cinta yang kalian berikan.


Terima kasih sudah support Rose Sampai sejauh ini. Rose sangat terharu telah menerima cinta kalian.


Syukur Alhamdulillah nyaris satu tahun Rose debut jadi penulis islami. Alhamdulillah karena Rose sudah debut nyaris satu tahun.


Kalian yang terbaik karena aku sangat mencintai kalian. Terima kasih sekali semuanya.


Begini Rose mau melakukan give away untuk memeriahkan anniversary Assalamu'alaikum Imamku dan debut Rose nulis islami.


Eyak senang tidak Rose begini?


Ha-ha-ha!


Sejatinya Anniversary Assalamu'alaikum Imamku itu tanggal tujuh di bulan Ramadhan hijriah. Pokoknya puasa ke tujuh Rose nulis A1 jilid pertama ini. Hanya saja Rose ambil tanggal nasional saja yaitu tanggal 12 bulan lima bulan depan.


Jadi siap-siaplah ikut give away ya Guys dan ramaikan semuanya!


Rose mau bersedekah anggap saja begitu karena hanya bisa memberikan ini. Rasanya sedih jika melakukan give away dapat buku. Miris Rose kagak punya buku hanya punya segelintir cinta.


Jadi begini Rose mau bagi pulsa bagi para pemenang yang beruntung. Hanya punya segini jadi tidak apa kan Rose hanya bisa memberikan pulsa?


Rose hanya bisa memberikan pulsa bagi pemenang dan semoga kalian senang menerima itu semua. Doakan saja semoga saja Rose dapat penghasilan lebih maka dengan senang hati akan bagi-bagi pulsa lagi untuk kalian, Aamiin.


Rose mau ambil tujuh orang pemenang.


JUARA PERTAMA


Dapat pulsa 30k!


Juara satu hanya satu orang.


JUARA KE-DUA


Dapat pulsa 20k!


Juara dua hanya satu orang.


JUARA KE-TIGA


Dapat pulsa 10k!


Juara tiga hanya dua orang.


JUARA FAVORIT!


Dapat pulsa 5k


Juara ini hanya tiga orang!


****


Cara ikut serta dalam memeriahkan Anniversary AI gampang kok.


**1. Follow akun Rose, ******,  Instagram dan Mangatoon.


(Setelah di Follow Screenshot)



Berikan kesan dan pesan selama kalian baca Assalamu'alaikum Imamku 2.


Apa yang harus Rose perbaiki dari penulisan?


Apa yang harus Rose tingkatkan dalam kepenulisan?


Berikan komentar terbaik, terunik dan semenarik mungkin kalian baca Assalamu'alaikum Imamku jilid pertama?


Terakhir, apa harapan kalian untuk Rose***?



Setelah kalian memenuhi itu semua kirim jawaban manis kalian di Whats App ok.


Ini no wa aku : 087753634204


*****


Partisipasi ini berlaku tanggal 27-05 ok.


Ingat tanggal 27 April sampai tanggal lima Mei.


Selebihnya tidak di terima!!!!


(Maaf baru kasih pengumuman sekarang, karena ada kendala nulis jadi bisanya kasih pengumuman deh di AI jilid pertama)


UNTUK PENGUMUMAN PEMENANG


Jatuh tanggal 12 Mei!


Dan ada kabar gembira dong eyak.


Jadi begini kabar gembira yaitu Rose akan datangkan story' Ayah,Umi dan Abi lagi.


Itu sudah jadi bukan?


Nantikan hadirnya story *Mahabbah* tanggal 12 mendatang di aplikasi tetangga Watt***d.


Story' ini sejatinya Assalamu'alaikum Imamku yang aku adaptasi lebih unik.


Sedikit spoiler tentang story ini!


Ini kisah awal Assalamu'alaikum Imamku yang menceritakan tentang Khumaira jatuh hati pada Azzam akan segala kelebihan dan kekurangan.


Di Story Ini tetap sama Khumaira bertemu dengan Azzam pertama kali sehingga timbul rasa suka dan kagum padanya. Lalu bagaimana jika Aziz datang di hari ke empat Azzam di Pagerharjo?


Khumaira sangat terkejut lantaran cinta pertamanya datang. Rasa haru sekaligus letupan cinta itu merubah segala. Hanya saja tersimpan saat tahu Aziz Adik kandung Azzam.


Bagaimana dengan Aziz yang sangat senang bisa bertemu gadis dalam Istikharah Cinta telah ditemui? Ketika hendak melangkah lebih jauh ternyata Masnya juga mencintai gadis yang sama.


Lalu bagaimana dengan Azzam yang mencintai gadis shalihah ternyata mencintai Adiknya? Dia tidak tahu apa-apa sehingga memilih maju meraih Khumaira.


Aziz yang diam memilih mundur dan membiarkan Azzam maju lalu Khumaira menjauh demi menghalau rasa pedih.


Lalu siapakah yang akan jadi Imam Khumaira jika takdir di putar balik?


Nantikan kisah cinta Azzam-Khumaira-Aziz!


****


Pokoknya ramaikan ya Guys!!!


I love you Rosever!


Akan Rose update tanggal 12 ok!


*****


Bagaimana apa kalian mau Assalamu'alaikum Imamku 2 mengadakan Anniversary jug?


Jika iya komen juga ya!


Sekadar pemberitahuan Assalamu'alaikum Imamku 2 anniversary tanggal 01 Agustus mendatang.


Hayo siapa yang mau Ayah dan Umi serta anak-anak rupawan Anniversary ikut Abi dan Umi di Assalamu'alaikum Imamku jilid pertama?


Pastinya hadiahnya lebih besar hehehehe!


Ingat ya ini anniversary Assalamu'alaikum Imamku jilid pertama bukan kedua. Jadi kalian pakai jawaban Assalamu'alaikum Imamku jilid pertama jangan kedua.


Kalau kedua di bulan Agustus tanggal satu.


Tapi akan mulai mengadakan tantangan kayak gini setengah bulan sebelum anniversary ok.


Pokoknya seru hadiahnya juga lumayan loh. Doakan yang terbaik saja ok.


Jangan lupa juga bagaimana pendapat kalian tentang chap Ini?


Mengharu biru atau biasa aja.


Isi ok atau letupkan perasaan kalian semua.


Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh!