
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh!
Apa kabar semuanya?
Semoga kabar kalian baik-baik saja dan senantiasa dalam lindungan Allah, Aamiin.
Salam hangat dari keluarga narsis overdose!
Selamat ya ini adalah akhir sebuah kisah Assalamuum Imamku 2!
Kisah cinta penuh berkah walau di iringi air mata bercucuran!
Kisah cinta anti-mainstream yang selalu aku cintai sepenuh hati.
Kisah yang teramat aku cintai sepanjang masa!
Aku begitu mencintai Novel ini dan membuatnya penuh perasaan serta segala curahan.
Aku begitu mencintai story' ini walau ada sebuah tragedi membuatku terluka.
z*Kisah ini layaknya bunga sekaligus alir mengalir. Jika bunga merekah maka kebahagiaan akan menyertai. Jika bunga layu maka air mata akan bercucuran akibat rasa pilu. Begitupun kisah cinta mereka sesuai air mengalir layaknya sumber mata air yang suci. Saling melengkapi dikala keduanya saling berjauhan dan kini sudah bersatu bagai alunan melodi.*z
Inilah cinta suci antara Aziz dan Syafa!
Maaf banyak typo's bertebaran dan kesalahan dalam penulisan di bawah ini.
Maaf belum aku koreksi dan edit jadi kalau amburadul harap maklum!
***Happy Reading Baby•~***
Aku tidak pernah tahu kehidupan membuatku terikat oleh orang yang tidak pernah kubayangkan sebelumnya. Dulu harapanku pupus tatkala tahu takdir telah memisahkan kami. Aku menjadi Adik iparnya dengan perasaan campur aduk. Cinta pertama yang sangat aku cintai telah menikah dengan Masku.
Aku berusaha ikhlas menerima kenyataan sedikit demi sedikit. Aku mulai menyibukkan diri tanpa mau memikirkan segala hal. Aku mulai bekerja keras mengumpulkan pundi-pundi uang sampai menumpuk. Aku berusaha keras melupakan Dek Syafa waktu itu. Tetapi, namanya selalu ada sampai sesak rasanya.
Aku mampu bertahan selama 3 tahun memendam cinta yang sesungguhnya. Tetapi, takdir mempermainkan tatkala Mas Azzam meminta aku menjaga Tole Ridwan dan Dek Syafa. Aku awalnya menolak keras karena firasat itu tidak mungkin terjadi. Aku terus menolak agar Masku tidak mendesak menjaga.
Hingga sebuah tragedi membuat Mas Azzam pergi yang kami kira telah pulang ke Rahmatullah. Waktu itu aku begitu kesakitan menerima takdir yang Allah tulis. Aku tidak sanggup melihat Dek Syafa dan Dedek Ridwan menangis akan keterpurukan melingkupi diri mereka. Hingga keputusan nekat aku cetuskan guna menghapus duka Dek Syafa dan Tole Ridwan.
Saat itu aku kira Allah telah mentakdirkan aku bersama Dik Zahira. Namun, kenyataan berbanding balik saat aku kembali pada takdir yang sesungguhnya. Aku menikahi belahan jiwaku yang sangat aku cintai sepanjang masa. Rasanya begitu bahagia dikala Allah mentakdirkan hamba-Nya pada jodoh sungguhan.
Awal pernikahan jangan tanya itu sangat menyesakan untuk di ingat. Hingga 2 bulan berlalu saat pertengkaran pertama kami. Bukan bertengkar hanya sebuah konflik membawa sumber kebahagiaan setelahnya. Aku benar-benar sakit jika ingat waktu itu tiba.
Hal paling menyakitkan saat Dek Syafa meminta aku kembali pada Dik Zahira. Aku emosi pada Dek Syafa tanpa peduli hal yang kujaga. Bahkan ia tega minta sebuah perpisahan dan ingatan itu paling melukai jiwa. Aku begitu terluka waktu itu sampai keluar sudah lidah tajam ku bak pedang Kusanagi.
Aku membuatnya menangis tatkala mengatakan kata-kata pedas. Bahkan aku menghindar darinya dan sangat tahu betapa tersiksa dirinya akan diriku begitu dingin. Waktu itu rasa sakit masih ditorehkan sampai aku tidak mau menatapnya. Melengos pergi dan membuat Dek Syafa menangis tersedu.
Jujur saja aku sangat terluka melihat air matanya. Hanya saja aku lebih terluka akibat dia begitu sering menyakiti hatiku. Pedih pilu itulah yang kurasakan saat melihat air matanya. Sakit sekali sampai diriku tidak mampu berbuat apa-apa karena air matanya adalah kelemahan terbesar ku.
Apa yang lebih mengharukan ketika Istriku bersimpuh meminta maaf. Aku tidak suka Istriku berbuat begitu dan mencoba membuatnya duduk. Namun, dia tetap keras kepala sampai kata-kata manisnya keluar. Dia minta maaf setulus hati bahkan tekad kuat terpancar di mata indahnya. Bahkan di malam itu adalah sejarah terindah dalam hidupku akhirnya semua terbayar manis.
Di malam jum'at kami melakukan sunah Rasul untuk pertama kalinya. Hal paling membahagiakan untukku saat semua kuraih untuk sebuah kebahagiaan. Aku mampu meraihnya sedemikian rupa tanpa ada penghalang. Bahkan tidak ada cinta untuk yang lain saat kami bersatu menjadi satu.
Hn, aku jadi ingat aat pertama kali kami saling melihat aurat. Pertama kali aku menatapnya tanpa hijab sungguh sangat cantik nan manis menawan. Rambut panjang lurus dengan kehalusan memukau membuat aku tersipu malu. Aku begitu terpesona akan pesona Istriku tercinta.
Aku berasa candu akan bibir tebalnya. Aku candu menyentuhnya sampai titik terdalam. Aku candu akan tubuhnya yang sintal menggoda. Segala yang ada pada dirinya berhasil membuatku candu sampai tidak bisa berkutik. Ya Allah, jadi ingin melakukan iya-iya pada Istriku yang manis.
Lupakan hal mesum kini beralih ke hal waras paling membahagiakan. Aku merasa menjadi orang paling bahagia di dunia saat tahu Dek Syafa mengandung Dedek Mumtaaz. Segala puji bagi Allah telah melimpahkan rahmat-Nya telah berkenan menitipkan buah hati pertama kami. Ya Allah saat itu hamba begitu bahagia sampai tidak bisa menjabarkan.
Saat itu aku ingat hal paling menyenangkan saat aku berikan gaun serta perhiasan untuk, Dek Syafa. Aku sampai terpesona tatkala tubuh mungil dengan lekuk menggoda menggunakan gaun biru yang kuberikan. Begitu cantik nan elegan membuatku begitu mendama dan semakin memuja.
Masyaallah, Istriku sangat cantik bak Bidadari. Syafa-ku adalah Bidadari surga yang di takdirkan untuk Aziz seorang. Aku begitu bahagia Istriku yang sangat kucintai begitu mempesona akan segala kelebihan dan kekurangannya. Segala yang ada padanya sungguh ciptaan Allah yang Masya Allah.
Hal paling mendebarkan sekaligus menakutkan saat kutahu Dek Syafa mengetahui kebenaran yang kusembunyikan. Saat itu aku pikir Dek Syafa akan memaki atau meneriaki penuh kemarahan. Namun, semua ekspetasi itu melesat jauh tatkala Istriku merengkuh erat diriku sembari memberikan kecupan sayang di seluruh wajahku.
Aku sangat bahagia akhirnya aku bisa mengatakan dengan lantang *Aku sangat mencintaimu karena Allah. Mas sangat mencintai Adek karena Allah.* Manis sekali bukan sampai luapan emosi mebeludak tinggi. Aku sangat mencintaimu Dek Syafa sepenuh hati.
Hai jangan tertawa saat Dek Syafa mengandung Dedek Mumtaaz. Hal paling aneh sekaligus menggeleng gila saat Istriku mengidam hal ajaib tanpa terpikir olehku. Aku sampai pusing cara mengidamnya Dek Syafa. Bahkan masih ingat waktu itu aku suruh pakai bandana lucu. Asli membuat harga diri seorang Aziz runtuh ke dasar jurang.
Satu yang membuat malu saat Dek Syafa meminta aku menyanyi dangdut sembari menari. Astaghfirullahal'adzim , aku sampai malu tujuh tikungan plus tujuh pengkolan. Bersyukur wajahku tampan menawan tidak terbantahkan kalau tidak ambyar. Wajah tampan penuh karisma seprtiku begitu memukau sampai penonton berjoget. Asli aku sampai mu nyungsep ke gua kura-kura supaya diriku tidak terlihat.
Aku sangat bersyukur saat Istriku melahirkan dengan selamat. Aku sangat bersyukur pada Allah telah memberi kekuatan untuk Istriku yang manis. Saat Dek Syafa melahirkan rasanya sangat menegangkan tanpa kutahu segalanya. Duniaku terasa kosong begitu menyesakan melihat Dek Syafa berjuang untuk melahirkan Dedek Mumtaaz. Aku tidak kuat saat Istriku mengejan rasanya begitu menyiksa hingga air mata luruh deras mengingat rasa sakit Istriku berjuang melahirkan.
Aku menangis setiap Istriku mengejan menahan sakit luar biasa. Aku tidak bisa berkata tatkala Istriku berjuang. Aku hanya bisa berdoa dalam hati dan ucapan sayang agar Dek Syafa kuat. Hal paling membahagiakan untukku adalah saat Istriku berhasil melahirkan Dedek Mumtaaz dengan selamat.
Hari berganti hari bulan berganti tahun. Aku mendapat banyak pelajaran dalam kehidupan rumah tangga. Ah aku ingat saat konflik gila bersama almarhum Wisnu. Saat itu aku melalui masa sulit sast terfitnah miliar-an dan penggelappan uang karyawan. Hal paling menyakitkan ya saat aku kecelakaan cukup parah. Terakhir aku di culik olehnya menyebabkan semua berakhir. Namun, aku juga sakit hati akan konflik itu saat tahu sahabatku mengkhianati aku sedemikian rupa.
Dari kejadian ini aku merasa ketakutan ketika Dek Syafa tertembak dan nyatanya prank. Ya Allah sakit sekali sampai aku menangis histeris. Aku merengkuh erat tubuh lemahnya hingga sebuah kebahagiaan muncul. Dek Syafa selamat bahkan mengatakan cinta padaku. Mulai dari sana hidup rumah tangga kami begitu membahagiakan penuh warna.
Namun, empat tahun kemudian aku bertemu Mas Azzam kembali di Malaysia. Itu konflik berat yang sangat menyakitkan ketika aku mengorbankan segala perasaan ini demi kebahagiaan Mas Azzam dan Dek Syafa. Aku berkorban demi kebahagiaan mereka yang nyatanya malah menghancurkan segalanya
Aku pergi ke Singapura malah mendapat konflik berat. Aku terjebak pada gadis ular berbisa yang sangat menyakitkan. Aku lupa ingatan hingga lupa jalan pulang dan tidak mengetahui bahwa Istriku mengandung. Ya Allah, aku begitu tersiksa sampai rasanya begitu pilu ingat itu.
Itu konflik paling berat saat aku di vonis punya penyakit mematikan akibat kecelakaan besar itu. Aku ikhlas lahir batin jika meninggal lebih cepat. Ternyata Allah sangat baik ketika memberikan kesembuhan untukku. Allah begitu mencintai hamba-Nya sehingga sembuh dari sakit itu.
Aku kembali bersama keluargaku yang sangat kucintai. Dek Syafa tercinta, Kakak besar Ridwan yang sangat Ayah sayang, Dedek besar Mumtaaz yang Ayah sayangi dan Dedek Faakhira yang sangat Ayah harapkan. Kalian adalah harta paling berharga dalam hidup Ayah. Anak-anak tercinta Ayah sangat mencintai kalian.
Syukur atas rahmat-Nya hamba bisa bersama keluarga penuh kebahagiaan melimpah. Hamba begitu bahagia ya Allah telah memberikan segala kebahagiaan untuk hamba. Kasih sayang serta rasa cintaku pada-Mu semakin besar wahai Dzat Semesta Alam. Hamba begitu mencintai-Mu telah berkenan mewarnai hidupku penuh suka cita.
Akhir yang sangat manis saat Dek Syafa mengandung kembali. Ya Allah, aku heran saat si gembul mengandung si bungsu. Apa-apa kulkas, ini kulkas, minum air dingin dan ngemil es batu. Saat di hentikan malah sakit dan sembuh saat kembali ada es batu. Suka duduk cantik di depan kulkas terbuka. Subhanallah, nikmat sekali ya Allah melihat Istri jadi semakin gila.
Mata besar dengan tatapan polos membuat aku gemas. Gembul ini sangat menggemaskan saat mengandung. Aku sangat bahagia sampai tidak bisa menjabarkan segalanya. Ah, rasanya lelah saat berbicara banyak kata. Orang ganteng berasa jadi perdana menteri memberi pidato.
Aku tidak mau jadi Perdana Menteri, cukup jadi Aziz si tampan menawan memiliki sejuta pesona tidak terbantahkan. Aku sangat tampan dan kalian akui itu karena pesonaku serat akan karisma memikat. Sudah aku ini King paling tampan di dunia.
Ahahaha hahaha hahaha, jangan tertawa nanti gigi kalian kering. Ah aku punya tips biar jadi ganteng overdose seperti Aziz yang ganteng overdose. Begini, kalian coba mengaca di cermin bayangkan kalian adalah orang yang paling tampan atau paling cantik.
Jangan malu pada karunia Allah yang telah memberikan paras serta tubuh yang kalian pikir kurang memuaskan. Jangan mengeluh kita harus bersyukur akan nikmat Allah yang di berikan. Sekarang ayo jadi percaya diri jangan malu menyanjung diri sendiri. Karena kapan lagi kita geser jika tidak sekarang?
Ah, aku lupa memberi tahu Istriku sudah melahirkan secara normal. Aku sangat senang Dek Syafa melahirkan secara normal panuh keyakinan. Harapanku begitu membuncah saat bayi tampan ini kugendong. Begitu cinta sampai diriku begitu terharu sampai air mata bercucuran.
Dengan cinta aku mengadzani dan meniqamahi anakku yang ganteng. Masya Allah, manis sekali sampai diriku tidak bisa mengatakan apa-apa. Ya Allah, terima kasih telah memberikan hamba kepercayaan mengasuhnya. Setelah melakukan ritual aku ciumi kening putraku tanpa peduli darah.
Aku sangat bahagia tatkala Putraku lahir dengan paras rupawan. Putraku yang tampan, Ayah sangat mencintaimu. Sunggu aku sangat bahagia Putraku melihat dunia dengan penuh kebahagiaan. Ayah begitu mencintaimu, Nak!
Dek Syafa, jika Adek tahu Mas sangat bahagia memiliki tiga anak darimu. Ini seperti mimpi indah yang Allah tunjukan. Aku sangat bahagia ya Allah tanpa bisa terbendung. Dek Syafa mimpi Mas menjadi nyata. Allahu Akbar, Alhamdulillah ya Allah telah berikan segala Dzat Maha Kuasa atas luapan cinta kami.
Ya Allah yang Maha Besar, hamba begitu bahagia atas kuasa-Mu yang telah memberikan segala kebahagiaan. Mimpi itu ternyata nyata dan kini hamba hanya memohon tolong berikan kami kebahagiaan hingga akhir. Berikan kuasa-Mu untuk menjadikan anak-anakku sebagai anak-anak sholeh dan shalehah serta meraih keberhasilan di bidang agama islam dan umum.
Berikan, Tole Ridwan, Tole Mumtaaz, Dedek Faafaa dan Dedek Zaviyar segala keberhasilan. Semoga Putra Putriku menjadi penghuni surga, Aamiin. Semoga anak-anakku berhasil menjadi anak-anak yang membanggakan. Semoga kalian mampu menyeimbangkan antara ilmu akhirat dan dunia. Ayah akan selalu mendoakan kalian sepenuh hati. Anak-anak Ayah, jadilah pelita penerang untuk Ayah dan Umi. Kami sangat mencintai kalian sepenuh hati.
Terima kasih Mas Azzam telah menyatukan kami kembali dalam kehidupan sesungguhnya. Mas Azzam semoga Mas selalu bahagia bersama Mbak Mahira. Semoga pernikahan kalian Sakinah Mawadah Warohmah. Segala do'a baik Aziz labuhkan untuk Kalian. Aziz sangat menyayangi dan menghormati Mas Azzam sampai kapan pun. Engkau Kakak terbaik untuk Aziz, Mas. Aku sangat mencintaimu Mas Azzam, terima kasih banyak atas kelapangan dadamu. Aku akan akan selalu ingat berkatmu aku dan Dek Syafa bisa bersama selamanya.
Mau tahu Putraku yang sangat tampan seprtiku? Ok, aku memang sangat tampan pasti anakku juga sangat tampan hihihi. Ayo merapat jangan ketinggalan pesawat orang ganteng. Intinya putraku begitu tampan penuh keistimewaan. Wajahnya begitu rupawan membuat ku begitu bersyukur atas karunia-Nya.
Nama Putraku yang ganteng : Muhammad Zaviyar Gilbert Alfiansyah seperti keinginan kami. Anakku gembul banget kayak Uminya yang embul. Jangan lapor Dek Syafa aku suka mengatai gembul. Ok! Jika lapor ****** bakal dapat ganjaran dengan puasa lama!
Ingat Dek Syafa itu gembul enak di peluk kayak Dedek Zaviyar yang embul enak di unyel-unyel. Keduanya enak di peluk apa lagi pipinya bikin gemes ingin gigit manja. Dua embul kesayangan Aziz si tampan tidak terbantahkan.
Ini bocah sadar kamera ya? Saat Ayahnya mau memfoto dia tersenyum sangat lebar nan menggemaskan. Itu anakku baru berusia 4 bulan, namun nakalnya minta ampun. Nakal dalam artian hiperaktif tidak bisa diam.
Anak Ayah memang paling embul menggemaskan. Jangan di karungi cukup di cium manja atau cubit pipi gembul manja. Jangan di bawa pulang ok, nanti Uminya nangis bahaya.
Kalau menangis bungkam pakai ciuman panas. Ide bagus atau berikan usapan cinta dari Aziz, Uhuy. Sudah jangan mesum nanti ngga dapat jatah bahaya kuadrat. Aku sangat mencintaimu, mana Jawabanya?
Jangan mengharap lebih keren cintaku hanya untuk Dek Syafa seorang. Cintaku akan selalu bersinar laksana surya menerangi bumi. Cintaku abadi untuk Dek Syafa tersayang. Bahkan jikalau Allah berkehendak serta mengabulkan doa maka aku meminta penuh ketulusan agar berkenan memberikan kuasa-Nya untuk menyatukan kami dunia akhirat, Aamiin.
Mas sangat mencintai Adek karena Allah. Maka berjuanglah untuk tetap mencintai Mas sedemikian rupa. Mas sangat mencintai Adek layaknya sinar matahari dan sebening dan sejernih
Aku lupa kapan foto kami di ambil. Saat itu aku tidur dengan si gembul mengemaskan tidak terbantahkan ini. Dia selalu sadar kamera, dasar embul. Apa besarnya mau jadi model? Tunggu jangan jadi model karena Ayah tidak ikhlas. Cukup jadi pria tampan tidak terbantahkan dengan prestasi membanggakan di bidang agama dan umum.
*****
Dua tahun telah berlalu setelah kami bersama dalam bahtera rumah tangga membahagiakan. Sekarang anakku Ridwan sudah mondok ke Kediri tempat Abah dan Ummi. Usianya sudah 13 tahun, pastinya sangat tampan. Aku akui gayanya seperti Oppa - Oppa Korea. Dia suka berbau Korea karena gara-gara Uminya yang suka nonton drakor. Alhasil Dedek Ridwan ngikut layaknya Oppa Korea, tetapi ganteng anakku.
Rasanya begitu rindu pada putra sulung teramat kucintai. Aku begitu cinta sekaligus sangat menyayanginya lebih dari apa pun. Wala pun bukan darah dagingku pastinya Tole Ridwan lebih dari segalanya. Aku juga punya harapan besar yaitu anakku ini memiliki segala cinta seluruh alam. Ayah sangat mencintai Kakak besar dan akan selalu menjadi yang nomer satu di hati kami.
Mau tahu sekarang si tampan yang mengaku pangeran tertampan di dunia? Iya si Kakak kecil Mumtaaz tampan tidak terbantahkan. Sebenarnya anak-anakku terkesan begitu tampan dengan tampang tengil terkhusus si Kakak Mumtaaz. Wajahnya duplikat sempurna dariku otomatis begitu rupawan layaknya pangeran seperti katanya. Dedek kesayangan anakku tersayang pertama sebagai penyatuan kami. Buah hati kami ini begitu rupawan bagai pangeran negeri dongeng.
Lihat betapa tampan Putraku Mumtaaz dengan senyum manis mirip Ayah dan Uminya. Gayanya bagai pangeran Dubai layaknya orang Emirate Arab keterlaluan ganteng. Anakku memang tampan keterlaluan. Hahahaha, baiklah jangan beranjak dari sini karena kita akan bertemu dengan Tuan Putriku Faafaa.
Anakku yang cantik sekarang berumur 4 tahun. Rambutnya panjang sepinggang. Wajahnya begitu cantik menggemaskan, apa lagi pipinya gembul sekali. Ayah sangat menyayangimu Dedek Faafaa. Sangat sayang walau seribu maaf akan Ayah labuhan lantaran dari kandungan dan sampai dua tahun Ayah baru datang. Sayangku tolong maafkan Ayah baru bisa datang terlambat.
Putriku begitu cantik mirip Uminya. Jelas anaknya masak mirip kalian, mustahil! Hidungnya mancung dan tentunya sangat enak di cubit. Dedek Faafaa begitu manis dengan wajah bulatnya. Tubuhnya juga gembul menggemaskan seperti Uminya. Sstt, jangan ada yang bilang aku bilang Dedek FaaFaa dan Dek Syafa gembul!
Ada yang menunggu Dedek Zaviyar? Dia sekarang berusia 1 tahun. Apa Dedek Zavi cocok jadi anak Arab? Hai aku keturunan Iraq, Pakistan dan Turki dari Ummi. Ayah pastinya Indonesia dan katanya mereka bertemu saat belajar di Kairo. Kisah cinta yang manis membuatku kagum. Jadi begini aku ini mirip sekali seperti Nenekku yang masih hidup Alhamdulillah. Namun, sekarang beliau sedang di Iraq.
Begini Dedek Zaviyar ini malah perpaduan sempurna antara aku dan Dek Syafa. Intinya wajahnya begitu tampan campur manis menggemaskan. Pipinya yang gembil mirip Uminya. Bibirnya menurun Ummiku dan mata hitam legam mirip almarhum Bapak.
Saat mengandung Dek Khumaira selalu mengatakan manik hitam almarhum Bapak begitu indah. Sedangkan bibir aku selalu terbayang bibir Ummi yang tipis dengan pahatan sempurna. Aku suka melihat wajah cantik Ummi yang sangat memukau. Wanita tercantik di dunia bagiku adalah Ummi kedua adalah Istriku sendiri.
Jadi sekarang anakku menurun sempurna dari kami. Putraku Zaviyar begitu tampan nan manis membuat ingin mendekap setiap saat. Dedek gembul Zaviyar begitu aktif dengan celoteh lucu yang membuat siapa pun gemas ingin mencubit. Apa lagi saat jaln begitu lucu yang jelas sangat menggemaskan.
Maaf hidungnya ketutup sama pipi gembulnya. Ini anak gembul banget lalu lihat pipinya kayak bakpao sehingga hidung kelelap lah kan lucu jadinya. Pokoknya si gembul mirip Uminya enak banget untuk di peluk. Apa lagi di cubit, uncel-ucel sampai puas dan enak untuk di rengkuh erat. Ya Allah, gemesin banget anakku ini yang begitu lucu.
Sudah cukup sampai sini ya, Sayangku! Aku mengantuk ingin istirahat menyusul si gembul menyusui buah hati kami. Si gembul mengemaskan Dedek Zavi sedang menyusu Umi tercinta. Tangan kecilnya bergerak leluasa menepuk dada kanan Dedek Syafa. Aku mendekat ke arah Istriku untuk memberikan ciuman sayang. Aku kembali mencium kening Istri dan anakku sepenuh hati lalu mendekap mereka penuh sayang.
"Ayah ... Yah," panggil Dedek Zavi sesudah menyusu.
Aku pangku tubuh gempal anakku yang manis. Aku kecup bibir Dek Syafa ketika menatapku penuh arti. Dia tersipu malu akan tingkahku yang spontan. Setelah menggoda iman Istriku dengan segara mendekap anakku. Aku ciumi wajah rupawan Putraku Zaviyar yang gembul. Ya Allah terimakasih berkenan memberikan ank setampan ini. Ayah sangat sayang pada Dedek Zavi lebih dari apa pun.
Dalam pangkuan aku mengukir senyum manis saat anakku mengemut jempol ku. Ya Allah, manis sangat anakku ini ketika melakukan hal manis. Dengan gemas aku dekap tubuhnya lalu memberikan ciuman pipi. Dedek Zavi, ini begitu menggemaskan sekaligus sangat manis menggemaskan. Ayah begitu cinta pada Dedek bungsu yang memiliki segala keistimewaan.
"Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Ayah, Umi, Dedek besar Faafaa dan Dedek kecil Zavi Kakak Mumtaaz yang sangat tampan sudah pulang mengaji!" seru Dedek Mumtaaz.
"Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh."
Dedek Mumtaaz selamat Nak kamu jadi seperti Ayah. Tidak apa orang percaya diri selangit itu fantastis. Aku dan Dek Syafa menjawab salamnya. Lihat Dedek Mumtaaz memberikan ciuman di punggung tangan dan pipi kami penuh cinta. Dedek Mumtaaz menciumi pipi gembul Dedek Zavi yang manis. Lalu mencium gemas pipi bulat layaknya bakpao.
Aku lupa Dedek Faakhira sedang di ajak Nduk Laila. Putriku sekarang terlihat begitu cantik menggemaskan dengan sikap manjanya. Dia begitu hiperaktif penuh keceriaan apa lagi anakku sangat manis. Putriku sayang yang paling cantik di antara para pangeran tertampan dunia.
"Dek Syafa," bisikku.
Dek Syafa menengok ke arahku dan langsung kucium mumpung Dedek Mumtaaz dan Dedek Zavi sedang asyik bermain. Aku mencuri kesempatan dalam kesempitan, Uhuy. Lalu aku kembali mencium sedikit basah bibir Istriku sepenuh hati.
Saat tanganku sedang memijat pahanya ia tahan. Ya Allah, gemes sekali Istriku ini sampai diriku ingin segera menerkam di ranjang. Saling gitu-gitu mau itu membuatku ingin itu. Aku begitu cinta sampai mau berbuat lebih Istriku menahan tangan. Mas begitu cinta padamu, Dek sepenuh hati.
"Mas," rengek Dek Syafa.
"Mas sangat mencintai Adek karena Allah, terima kasih banyak atas semuanya. Mas sangat mencintai Adek sepenuh hati. Terima kasih atas segala kebahagiaan yang Adek berikan. Mas begitu mencintai Adek laksana surya menerangi bumi tanpa ada keraguan. Mas mencintai Adek seperti kuku yang akan selalu tumbuh walau terkikis oleh waktu. Mas sangat mencintai Adek bak melodi mengiringi perjalanan cinta kita. Mas sangat bahagia akhirnya kita bersama selamanya tanpa terpisahkan. Mas sangat mencintai Adek!"
Dek Syafa menunduk dalam menyembunyikan wajah yang merona serta air mata haru. Dasar Istriku yang manis kenapa selalu tersentuh jika berkata romantis? Mas sangat mencintai Adek karena Allah. Terima kasih banyak Sayangku telah menemani Mas dalam suka maupun duka. Mas sangat bahagia memiliki Adek sepenuhnya.
Istriku semakin merapatkan diri dalam dekapan. Bahkan tangan kecilnya melingkar indah di pinggangku. Manis sekali sampai rasanya begitu menggemaskan. Aku sangat tahu betapa lucu Istriku selalu tersipu malu. Ya Allah manis sekali sampai diriku tidak mampu menahan diri. Istriku sayang begitu menggoda jika sedang tersipu malu.
"Adek juga sangat mencintai Mas karena Allah. Adek jugasangat mencintai Mas sepenuh hati. Terima kasih kembali untuk senuanya. Maaf tidak bisa membalas kata-kata romantis Mas yang sangat berharga. Adek sangat mencintai Mas sepenuh hati sampai tidak mampu menjabarkan. Cinta kita abadi selamanya. Terima kasih banyak ya, Mas."
Aku hendak mencium bibir menggoda Dek Syafa, tetapi terhenti saat Kakak Mumtaaz melempar bola plastik ke perutku. Dasar anak nakal mengganggu saja Ayahnya mau senang-senang. Lihat kakak Mumtaaz semakin lucu bahkan tampak begitu menggemaskan saat menyeringai. Dasar anak nakal kenapa bisa anakku begitu lucu ketika menyeringai.
Kini aku rentangkan tangan guna merengkuh tubuh gempal Dedek Zavi dan merengkuh erat Kakak kecil. Aku dekap dua anakku yang manis walau tampak lucu. Mereka mengecup pipi tirus ku lalu berbisik penuh cinta. Allahu Akbar, alangkah beruntung mendapatkan anak-anakku sayang.
Andai saja Kakak Ridwan dan Dedek besar Faafaa ada pasti membahagiakan sekali. Aku rindu kalian, Nak. Ayah ingin kebersamaan kita sampai maut memisahkan kita. Ayah sangat menyayangi dan mencintai kalian semua sepenuh hati.
Aku ciumi pipi Dek Syafa lalu mencium kening Kakak Mumtaaz dan Dedek Zaviyar. Aku rengkuh tubuh malaikatku sepenuh hati. Istri dan anak-anakku adalah kehidupanku yang sesungguhnya. Segala kebahagiaan ada pada mereka. Ayah sangat mencintai kalian karena Allah.
Kisah cinta kami yang penuh lika-liku akhirnya berakhir manis. Walau perjalanan menuju ke sini perlu perjuangan ekstra. Sekarang kami sudah memetik buah kesabaran penuh suka cita. Kami sangat bahagia ya Allah, terima kasih banyak.
Ya Allah, alangkah janji-Mu begitu manis telah memberikan segala cinta untuk hamba. Terima kasih ya Allah telah berkenan memberikan segala cinta melimpah untuk kami. Terima kasih atas segala kekuasaan yang Engkau limpahkan. Hamba begitu mencintaiMu wahai Dzat yang Maha Cinta dan hamba juga sangat mencintai Rasulullah.
Semoga kita semua mendapat syafaat Baginda Rasulullah Saw agar berada di Jannah. Lalu kita bisa berkumpul para ahli Jannah dan paling utama adalah Baginda Rasulullah yang senantiasa mencintai umatnya sepenuh hati. Hamba begitu mencintai-Mu ya Allah dan hamba juga mencintai Nabi Muhammad Saw.
Atas segala cinta Engkau labuhkan cinta itu begitu dalam pada Syafa. Cinta pertama dan terakhirku untuk seorang umat terkhusus untuk wanitaku tercinta. Wanita yang menjadi Istri sekaligus Umi bagi anak-anak tercinta kami. Terimakasih ya Allah atas segala cinta yang Engkau limpahkan pada kami.
Terima kasih atas semuanya!
💝💙Syukur Atas Rahmat-Mu💙💝
Dalam cinta aku pernah merasakan betapa indahnya berlabuh.
Dalam cinta Engkau limpahkan kesejukan hati.
Dalam segala cinta Engkau labuhkan pada umat-Mu.
Dalam segala cinta senantiasa Engkau selalu cinta pada umat-Mu.
Hamba sangat mencintai-Mu atas Rahmat kebesaran-Mu.
Atas kuasa-Mu telah menciptakan dia untuk jadi pendamping hidup.
Hamba begitu bersyukur Engkau telah berkenan memberikan segala cinta untukku.
Atas kuasa-Mu hamba begitu bersyukur Engkau jodohkan hamba pada wanita shalihah.
Syukur atas Rahmat-Mu ....
Atas segala cinta hamba sangat mencintai-Mu wahai Dzat yang Maha Kuasa.
Syukur atas Rahmat-Mu ....
Atas segala perjuangan Baginda Rasulullah Saw hamba tenang dalam beribadah. Oleh sebab itu izinkan hamba memuja serta meminta syafaat.
Syukur atas Rahmat-Mu ....
Atas segala cinta hamba begitu mencintai-Mu dan Rasulullah Saw.
Berkat kuasa-Mu ya Allah kini hamba mendapat cinta darinya.
Setiap doaku selalu namanya yang ku pinta dan Engkau berkenan mentakdirkan ia pada hamba.
Setiap doaku yang kulakukan untuk menerima segala cinta darinya.
Syukur Alhamdulillah, kini hamba menerima segala cinta darinya.
Cintaku yang tulus atas nama-Mu kini telah menghadirkan segala kebaikan.
Walau Engkau limpahkan segala cobaan, tetapi Engkau berikan penawar madu.
Ya Allah, atas Dzat maha Kuasa kini segala cinta begitu besar hamba dapat.
Terima kasih ya Allah memberikan cinta yang besar pada hamba.
Syukur atas Rahmat-Mu, kini hamba telah menemukan kebahagiaan.
Syukur Alhamdulillah, kini kami telah bersatu padu penuh cinta atas izin-Mu.
Syukur atas Rahmat-Mu, kami telah memperoleh janji-Mu yang sangat indah.
Syukur Alhamdulillah, rasa sakit hilang niscaya Engkau balas dengan sejuta rasa manis.
Muhammad Abdul Aziz!
****ΦΦ'•'TAMAT'•'ΦΦ****
Ambilah hikmah dari kisah Mas Aziz dan Dek Syafa. Semoga Story ini mampu menjadikan kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
Terima kasih banyak atas semunya telah mengikuti kisah ini sampai akhir.
Semoga Story ini bermanfaat untuk kalian semua. Ambil baiknya jangan buruknya ya, Say.
Aku sangat bahagia terima kasih banyak ya Say!
Salam hangat dari Rose_Crystal_030199!