
Yang vote itu itu aja lagi yaudah aku update buat mereka yang mau baca aja deh
soal promosi aku suka promosi di lapak orang, di story ig, di wa juga, makannya follow ig aku, follow juga akun NT ku yaa wkwk...
@cottoncandy_zue follow yaa 🤣
Sepanjang perjalanan Akira senyum-senyum tanpa bosan, Farid sampai heran sendiri tapi ia maklum, mungkin karena senang menang bertarung dari lawannya. Atau senang bisa mengajaknya untuk belanja sepuasnya.
Anehnya, kesenangan Akira terus berlanjut sepanjang hari, saat menyantap bakso yang tadi ia minta juga ia memakannya dengan senang dan senyum terpatri indah. Ia menyapa Wisnu setiap berpapasan dengan kepala pengurus rumah tangga itu. Ceria yang kelewatan bukan sih?
"Senang sekali ya?" tanyanya heran pada Akira yang sedang menikmati acara televisi sembari makan berbagai camilan yang sempat ia beli sebelumnya.
Saat ini mereka sedang bersantai di tempat tidur sembari menonton dan menikmati camilan, mungkin bukan mereka tapi hanya Akira saja, sebab Farid terlalu heran.
Akira menoleh dan memperhatikan raut wajah suaminya, "Seneng banget, bukan senang sekali." koreksinya yang merasa tak nyaman dengan bahasa baku di saat hubungan mereka lebih baik.
"Terserahlah, intinya kamu bahagia sekali hari ini, kenapa?" tanyanya mulai tak yakin Akira senang hanya karena ia berhasil mendapat baju yang ia perebutkan.
"Mau tau aja, apa mau tau banget?" goda Akira sambil melirik dan tersenyum meledek.
"Please, Kikir!" geramnya.
"What? Kamu mulai panggil apa?Kikir?" kaget Akira dengan raut tak suka.
"Aku ini bukan orang kikir ya." elaknya dengan wajah cemberut. Ah, membuat Farid gemas saja.
"Tapi kakak kamu manggil kamu gitu."
"Kan kakak, kamu jangan ikut-ikutan dong!" ocehnya karena ia memang kurang suka di panggil seperti itu oleh Farid. Sangat tidak romantis. Kalian mengerti itu?
Akira memang penyuka hal - hal romantis, mungkin itu sebabnya Drama Korea dan film India serta film Indonesia yang berbau romantis sangat ia sukai.
"Apa masalahnya? Lucu kok, kikir."
"Lucu dari mananya, itu panggilan hina tauk!" sentaknya.
"Kikir" ulang Farid yang membuat Akira memandang tak suka.
"Aku Akira bukan Kikir, maksa banget si mau sama cewek yang namanya Kikir yaudah aku pergi aja."
"Yeuuu, ngambek. Yaudah ah buruan jawab yang tadi."
"Kalo aku nggak mau gimana?" tantang Akira dengan wajah sok sombongnya.
"Yakin gak mau jawab?" tanya Farid dengan tangan yang tak bisa diam menggerayangi tengkuk Akira dengan gerakan sensual.
Akira sudah dewasa, ia paham Farid sedang mengancamnya dengan sesuatu yang....
Eww.. mesum.
Sebut Akira lantang, Farid mengangguk mengerti, "Lalu?" kalau ada yang pertama pasti ada yang kedua.
"Kedua, kamu nggak belain Rayrin." teriaknya girang sambil bertepuk tangan.
"Serius yang kedua?" tanyanya meyakinkan, sebab batinnya sedikit teriris mendengarnya, membuat ia mengingat kesalahannya.
"Ketiga, kamu kasih aku pakaian edisi terbatas itu semuanya jadi semua punya aku gak ada yang punya lagi, eh tapi boleh enggak aku kasih ke sobat ghibah aku?" tanyanya tanpa menjawab pertanyaan Farid, sembari mengelus dagunya.
"Boleh kan ya biar aku bisa samaan gitu sama mereka." bujuknya pada Farid yang terlihat agak bingung karena Akira yang mengoceh dengan cepat dan lancar.
"Iya, terserah asal kamu senang." sahutnya cepat dan terkesan agak malas.
"Yes!" pekik Akira yang langsung menciumi kedua pipi suaminya. Sedangkan, Farid hanya mematung kaku.
"Aku gak kikir kan, aku tuh baik penyabar lagi, eh khusus ke kamu aja deh itu kayanya." celotehnya tanpa rasa lelah.
"Istri nakal." gumamnya
"Biarin pokoknya aku seneng, akhirnya kamu enggak belain si nenek lagi." ucapnya dengan ekspresi sengit yang di buat-buat.
"Iya aku baik kan, makannya kamu sekarang jadi istri baik juga." ucap Farid penuh arti dengan binar harapan yang muncul saat menatap Akira. Dirinya, menggeser tubuhnya mendekat dan merentangkan tangan untuk memeluk perut istrinya.
Eh, belum si tangan mendarat, Akira malah bergerak mundur ke samping, menciptakan jarak antara dirinya dan Akira.
"Emang selama ini aku kurang baik apa coba, aku tuh sabar banget lo." balas Akira.
Ini memang Akira polos apa sok-sok enggak ngerti sih, batinnya menggeram frustasi.
Sebab, Akira sudah sejak kemarin menjalankan ancamannya soal 'jatah'.
Bisa gila dia kalau itu terus berlanjut. Farid semakin mendekatkan dirinya pada Akira, ia mulai bersiap untuk kembali memeluk istrinya dan berhasil, Akira dalam pelukannya sekarang. Ia mulai memajukan wajahnya ke wajah Akira bersiap untuk melakukan hal yang iya-iya tapi,
Hoaamm
Akira menguap.
"Aduh, abis makan banyak, kekenyangan ngantuk deh, bobo ah... " ucapnya dengan ekspresi tanpa dosa bergerak mengambil posisi memunggungi Farid.
Farid jadi menyesal sok-sokan mengancam Akira dengan hal mesum karena sekarang malah dirinya yang terpancing dan Akira?
Perempuan itu dengan santainya berbaring dan memejamkan matanya dengan damai.
Apa coba maksudnya, dia yang menggoda Akira, malah tergoda sendiri. Gila.
Anggap saja ini ujian.