Akira's Old Love & Perfect CEO

Akira's Old Love & Perfect CEO
Quarrel



Jiwanya merasa gelisah setiap kali Farid menjauh darinya, sudah sejak semalam suaminya itu bersikap dingin, gusar itu pasti ia takut Farid berubah seperti dulu, dengan susah payah ia mendapat perhatian pria itu, sekarang ia akan mendapati pria itu menjauh, tidak boleh!


Seperti dugaannya kehadiran satu pria dan masa lalu itu tidak baik untuknya, bahkan pria bernama Bima Juna Reynaldi itu belum muncul dihadapan suaminya, hanya membayangi saja, tapi sudah membuat renggang hubungan mereka.


Drrt..


Suara getaran ponsel menyadarkan lamunan Akira yang sejak tadi melamun menatap hamparan bunga ditaman.


Tanpa nama, entah siapa abaikan saja. Pikir Akira.


Tak lama ponselnya kembali bergetar, kali ini sebuah pesan.


Hey, angkat aku Rey


Begitu, pesan yang terpampang di ponselnya.


Belum selesai ia terkejut dengan isinya, ponselnya kembali bergetar,


Ayo bertemu


Maaf, tidak bisa


balas Akira, ia segera beranjak dan tak mau memperdulikan ponselnya lagi,


Ia menyiapkan dirinya untuk pergi ke tempat kerjanya, ia akan mengalihkan perhatiannya dari ponselnya ia tak mau menerima pesan yang membuatnya tak enak hati.


"Ra, ketemu disini." celetuk seseorang menyapa Akira yang baru saja memasuki restorannya dan melewati beberapa meja.


"Rey..."


"Kok gak bisa di hubungin?" tanya lelaki itu, dengan senyum yang sepertinya tidak berhenti terulas, sedangkan wajah Akira begitu tegang memandang wajah Rey.


Jari jemarinya bergerak memilin satu sama lain, ia gelisah. Apa yang akan ia lakukan, ia tak sanggup menolak kehadiran lelaki itu juga, itu akan sangat tidak sopan.


"Kamu kok disini?" tanyanya mengalihkan pertanyaan lelaki itu, tidak mungkin ia bilang, ia sengaja mengabaikan pesan dan panggilan Rey kan?


"Makan dong, barusan aku pesan gabung sini sama aku!" ajaknya.


"Ayoo.." ucap Rey lagi menarik pergelangan tangan Akira yang sedari tadi diam tak menanggapi, hingga wanita itu terduduk.


"Maaf, aku harus kerja, Rey.." ucap Akira berniat beranjak dari duduknya.


"Kamu kerja disini?" tanya Rey menelisik.


"Aku pemiliknya." sahut Akira dengan nada datar.


"Oh..Astaga aku terlalu lama di luar negeri sampai tidak tahu perkembangan kamu, kalau kamu pemiliknya ya bagus dong, santai aja bisa temenin aku makan, anggap aja customer service" ucapnya disusul dengan kekehan kecil.


"Emm.. tapi,"


"Ayolah kak, anggap aja gitu lagian kita lama gak ketemu" ucapnya yang akhirnya membuat Akira luluh,


"Jadi gimana cerita dong tentang diri kak Akira" ucap Rey yang membuat Akira terkekeh karena di panggil kak.


"Jangan panggil gitu lah, gak enak dengernya berasa tua" sahut Akira.


"Biar sopan, toh abis di panggil kak, akhirnya kak Akira mau ngobrol sama aku" gurau lelaki itu menunjukan lesung pipi yang muncul saat ia tersenyum.


"Kamu selama ini di luar negeri Rey?" tanyanya.


"Iya, aku sekolah di London, nah baru balik sebulan lalu, kalau kakak?"


"Aku disini aja gak kemana-mana, juga udah nikah dan mau punya baby." jelas Akira.


"What? Hamil kak? Pantes perutnya agak berisi ya, aku kira karena kakak emang gendut" celetuknya membuat Akira mencubit lengan pria yang dua tahun lebih muda tersebut dengan gemas.


Mereka mengobrol santai, sampai tak menyadari pengawasan dari seseorang.


Akira melangkahkan kakinya memasuki ruang tengah, lalu menuju dapur untuk mengambil air dingin dengan ulasan senyum tipis menghiasi wajahnya, pertemuan dengan Rey membuatnya senang, tentu saja karena pria itu sangat humoris.


"Dari mana saja kamu?!" ujar sebuah suara, mengagetkannya sampai hampir tersedak.


"Aku, dari Home's Food, kok kamu udah pulang?" tanya Akira.


"Kamu gak suka aku pulang lebih awal? Biar apa? Biar bisa lebih lama kencannya?" sarkas Farid.


"Maksud kamu apa sih mas?" tanya Akira mendekati Farid yang berdiri dibalik meja makan.


"Mulai besok, kamu di larang keluar dari rumah ini, selangkah saja kamu keluar, aku patahkan kakimu!" ucap Farid dengan nada tinggi meninggalkan Akira yang melongo tak percaya dengan apa yang di katakan Farid.


"Mas, maksudnya gimana sih, kamu kenapa, mas!" panggil Akira sembari mengejar Farid dengan langkah cepat mengejar pria itu, Farid berbalik memandang wajah Akira dengan tatapan tajam,


"Beraninya kau, bermain di belakangku, bukankah sudah aku bilang, kau itu milikku Akira!" desisnya tajam.


"Maksudnya apa sih mas?!"


Farid mengeluarkan selembaran foto disaku jasnya dan melemparkan ke wajah Akira hingga terhambur ke lantai, Akira memungutnya mencoba melihat apa yang sudah membuat suaminya murka,


"Mas, ini kamu salah paham gak gini sebenarnya!" elak Akira saat melihat gambar dirinya memeluk Rangga, dan beberapa bersama Reynaldi, yang ia yakini ini baru di ambil tadi.


"Aku sudah memberikanmu perhatian dan cinta, sepertinya itu tak cukup sampai kau masih mencarinya dari lelaki lain?!" teriak Farid dengan rahang mengeras.


"Kamu dapat ini dari mana, kamu salah paham tau gak?!" pekik Akira tak terima,


"Jadi kau tidak betah disini dan menolak untuk berhenti bekerja karna itu, karena kau tidak mau meninggalkan para selingkuhanmu?!" bukannya menjawab Farid malah membentak kembali Akira.


"Mas! Kamu ngomong apa sih, kamu nyakitin aku!!" pekik Akira dengan air mata yang menggenang.


"Rayrin sudah membuktikan bahwa kau memang murahan, terlalu banyak lelaki di sisimu, apa kau yakin itu anakku?!" tunjuknya pada perut Akira


Akira menatap Farid tak percaya, air matanya semakin deras mengalir,


"Rayrin lagi, Rayrin lagi!!! Bahkan kamu lebih percaya wanita lain daripada istri kamu sendiri mas?! Kamu yang paling tau seberapa lama aku mencintai kamu, tapi.."


Farid membuang wajahnya dari tatapan Akira, matanya sarat akan emosi dan langsung melenggang pergi menjauhi istrinya, sedangkan Akira mengejar Farid, ia tidak bisa membiarkan suaminya salah paham, ia tau ini pasti kerjaan


Rayrin, Akira menaiki undakan mengejar Farid dengan cepat ia meraih pergelangan tangan Farid, namun dengan sekuat tenaga dan dengan emosi yang mengumpul di dadanya, Farid menghempas tangan Akira, membuatnya tegelincir.


"Mas..aah" teriaknya saat merasakan tubuhnya terjatuh dan berguling ke bawah tangga.


"Akira!" pekik Farid saat mendengar teriakan istrinya dan melihat Akira sudah terjatuh dengan darah yang mengaliri kakinya.


"Aduuh..sakit mas Ya Tuhan sakit banget.." rengek Akira menangis sembari memegangi perutnya.


Farid menghampiri Akira dengan cepat ia meraih tubuh Akira menggendongnya,


"Wisnu, siapkan mobil!" teriaknya, ia melangkah keluar dan belum mendapati mobilnya siap,


"Bodoh! Cepat!!" teriaknya membuat semua yang ada disana berjengit kaget, sang supir yang sedang menjalankan mobilnya ke arah tuannya mempercepat kecepatan laju kendaraannya saat melihat tuan nya berteriak.


Sedangkan, Akira terus menangis tersedu-sedu, dan mengeluhkan kata sakit dari bibirnya yang sudah memucat dan bergetar.


Hayoo, Rayrin ngomong apaan ya sama Farid selain nunjukin foto?