Akira's Old Love & Perfect CEO

Akira's Old Love & Perfect CEO
lima puluh tujuh



Farid tidak tahu, kenapa ketika hamil Akira jadi sangat menyebalkan, padahal saat hamil pertama Akira cukup jinak, tapi sekarang?


Akira itu meskipun barbar tapi sangat mudah di pengaruhi dan di intimidasi, mudah pasrah, dan penurut.


Kalau tidak mana mungkin dengan mudah Akira mau menerima lamaran konyolnya hanya karena ancaman yang menurutnya kalau di teliti tidak segampang itu untuk menjatuhkan mental Akira yang serampangan.


Oh tentu karena cinta juga.


Akira kan tergila-gila padanya, haha.


Farid jadi tertawa sendiri membayangkan betapa istrinya yang menyebalkan sekarang, dulunya sangat memujanya.


Saking memujanya, tidak butuh waktu lama untuk menguasai Akira, eh sekarang Akira yang berkuasa. Berkuasa di hati dan pikiran Farid, berkuasa juga dalam menguasai uangnya.


Makin besar kandungan Akira, makin kalap wanita itu berbelanja untuk kebutuhan calon anak atau kebutuhannya saat mengandung.


Tanpa ia sadari Sergio sedang menatapnya aneh, kenapa Tuan mudanya senyum-senyum sendiri? Apa Farid jatuh cinta? Tapi kan Farid susah menikah dengan Nyonya mudanya!


Ia berinisiatif menepuk pundak Farid yang sedang duduk menghadap ke arah samping. "Sergio,kamu tidak sopan!" pekik Farid yang terkejut.


Yang benar saja, Farid marah? Padahal dirinya yang sedari tadi mengetuk pintu tapi tak kunjung di jawab. Malah lelaki itu fokus pada lamunannya sendiri.


"Saya sudah ketuk pintu, Tuan."


Farid mengernyit heran, apa selarut itukah dirinya dalam bayangan perubahan istrinya dari waktu ke waktu?


"Ya sudah ada apa kamu kemari?!"


"Ini tentang, Kris." Farid agak jengah karena ia yakin, akan berkaitan dengan Rayrin, tapi bagaimana juga, Kris itu salah satu pemilik saham di perusahaannya dan sekarang adalah teman baiknya.


***


"Theo, tante minta maaf. Tapi tante sudah sadar akan kesalahan tante, maaf tante semakin memperkeruh keadaan, bukannya menyelesaikan. Tante akan kembali ke Taiwan." pamitnya.


Sebenarnya, dirinya tak tega, tapi rasa kecewa masih menyelimuti hatinya. Adiknya, kebahagiaan adiknya di pertaruhkan karena keserakahan tantenya di masa lalu.


"Tante, pergi!" dan bersama dengan suara pintu yang tertutup, air mata Matthew menetes.


"Ibu maafkan aku yang tidak menghormati saudari ibu." gumamnya seraya memejamkan matanya melepaskan genangan air mata yang sejak tadi meminta untuk di tumpahkan.


Sedangkan di kediaman Akira, kabar kembalinya Marisa membuat semua orang terkejut. Rita yang awalnya geram jadi prihatin, tapi semoga dengan ketiadaan Marisa semua bisa berjalan lebih baik.


"Tidak ada yang berubah dari dia, selalu lari dari masalah." ujar Fiora yang sudah tahu seluruh masalahnya. Tapi, bahkan dirinya belum bertemu ibu kandungnya itu dan Marisa sudah pergi lagi entah kemana, sepertinya wanita itu tidak mengharapkan dirinya.


"Fio, mungkin baginya itu jalan terbaik." sahut Rita yang sekarang semakin positif jalan pikirannya. Apalagi melihat Farell dan Akira yang seperti kucing dan anjing, dia jadi terhibur dan merasa benar-benar bahagia tanpa pura-pura.


Dan akhirnya.


Dengan susah payah, Kris berhasil kabur.


Dengan cara berpura-pura menerima perjodohan dengan Haruka, ia berhasil kabur saat acara makan malam keluarga yang di adakan di salah satu restoran Jepang.


Ia membawa mobil papanya yang berhasil ia bawa kabur dengan bantuan sang mama.


Dengan kecepatan penuh, ia mengendarai mobilnya menuju cintanya, Rayrin.


"Rayrin tunggu aku, kita pasti bisa bahagia, kamu pasti bisa bahagia dan aku yang akan beri kebahagiaan itu untuk kamu." gumamnya senang. Saking cepatnya ia melajukan kendaraan ia sampai tidak sadar bahwa dari arah berlawanan ada sebuah truk oleng yang juga melaju dengan kencang.


Ia baru sadar saat truk itu semakin mendekat dan...


Aku bingung mau nyusun kalimatnya gengs, ayo kasih aku semangat dan dukungan ya