Akira's Old Love & Perfect CEO

Akira's Old Love & Perfect CEO
Still Maldives



Dia membuatku bingung terkadang perduli, namun tak ada cinta yang kentara - Akira Shafeena Malik.


Setelah selesai berbelanja....


" Terimakasih " ucap Akira tersenyum riang karna hari ini Farid benar benar baik membiarkan ia berbelanja sepuasnya dan pria itulah yang membayarnya.


" Hmm ya " jawab Farid singkat sambil terus memperhatikan laptopnya.


Ugh ..menyebalkan ! batin Akira.


" Euum..sampai kapan kita disini?" tanya Akira penasaran karna ia tak tau rencana Farid dengan berpura - pura bulan madu ini akan berjalan sampai kapan ia rindu beraktivitas seperti biasanya.


" Lusa" sahut Farid singkat.


Haahh ...yasudahlah jika si monster kembali pada mode beku nya pasti sangat menyebalkan batin Akira kesal.


Karna hari sudah sore Akira memilih membersihkan tubuhnya .


Ia memilih shortpants dan baju tanpa lengan warna biru cerah .


" Wow ! inikan sudah sore aku harus menikmati sunset dan harus dapat foto nya " ucap Akira tiba - tiba dengan semangat .


Ia memutuskan untuk membujuk Farid agar mau ikut bersamanya ia bisa menggunakan pria itu untuk memfoto dirinya hehe.


Ya tentu saja kalau pria es itu mau diperintah.


" Farid ! " panggil Akira semangat tapi tak ada jawaban .


" Faarrr..." masih diam tak ada jawaban.


" Mas Farid ! " panggil Akira kemudian mendekat ,lalu berjongkok dipinggir ranjang tempat dimana Farid bertapa . Ups ! maksudnya bekerja .


" Hmm" sahut Farid akhirnya menjawab.


" Susah banget dipanggil " sahut Akira kesal.


" Makannya - "


" Iya iya tau maaf ga usah dilanjut " potong Akira ,ia tau kesalahannya dengan memanggil pria itu dengan nama saja.


" Ikut aku ya " lanjut Akira kemudian.


" Kemana ? "


" Liat sunset mau ya? " ajak Akira hati - hati.


Farid hanya diam tak menjawab mungkin sedang berpikir mau ikut atau tidak.


" Ayolah ...walaupun cuma pura - pura tapi kan sayang kalau liburan malah kerja melulu" bujuk Akira menggigit jarinya dengan wajah cemas menunggu jawaban Farid .


Farid yang melihat tingkah Akira segera mengangguk agar tak berlama - lama melihat wajah gadis itu yang seakan minta diterkam. Belum lagi posisi gadis itu yang ada dibawahnya membuat ia bisa melihat belahan dadanya .


" Yeay akhirnya monster es mau juga " pekik Akira girang .


" Tidak ,aku tidak mau ! " sahut Farid.


" Loh ,kan tadi kamu anggukin kepala berarti mau "


" Itu sebelum kau bilang aku monster "


Akira mengerti jadi pria itu kesal dan sekarang sedang merajuk sepertinya.


" Yahh maaf ,aku gak sengaja.Temenin aku ya ya ya " bujuk Akira .


" Tidak "


" Yaudah aku sendiri aja daripada kemaleman!" ucap Akira lalu berlari kearah pantai dengan perasaan sedikit kesal karna tak berhasil membujuk Farid.


----


" Woaa bagus harus foto nih " ucap Akira sembari mengambil ponselnya di saku belakang celananya .


Setelah selesai memotret ia duduk dipinggir pantai sendirian.


Ya mau bagaimana lagi hanya dia yang menikmati liburan ini bahkan pria itu tetap sibuk .


" Ugh dingin harusnya tadi aku bawa sweater bodoh sekali sih aku " rutuk Akira .


Tiba - tiba ia merasa hangat dipunggungnya ia berbalik dan mendapati Farid memakaikan sweater cardi padanya .


" Dasar bodoh ! Waktu begini menggunakan pakaian seperti itu " cibir Farid .


" Tadi kan aku tidak berencana unt- "


" Sudahlah ,ayo kembali kau bisa sakit jika terus disini dan berakhir merepotkanku " ujar Farid ketus memotong ucapan Akira.


Lalu menyeret tangan gadis itu kembali ke vila lalu membawanya ke meja makan untuk makan malam .


" Makanlah ! "


" Iya "


Dan terjadilah makan malam yang begitu hening yang hanya diramaikan oleh detingan sendok yang beradu dengan piring.


Sampai terdengar suara deringan ponsel milik Farid.


" Hallo ? "


" Eh Far , lu kemana gue cari kerumah gak ada gue mau ngomong sesuatu"


" Sorry ,gue lagi di Maldives sama Akira "


" Widih lupa ,pengantin baru ya lagi honeymoon sorry ganggu " sahut orang diseberang.


" Apaan sih Val , ini cuma biar Akira gak ngambek aja "


Val? Apa itu Valen ? batin Akira bertanya - tanya .


" Oh ..sekarang masih marah ?"


" Nggak ,dia cepet baik nya " sahut Farid.


" Bagus deh ,dia emang gitu kalau marah gak lama makannya dulu gue suka ,cepet baiknya sih gampang dibujuk ga ribet " sahut Valen panjang lebar .


" Sorry, udah dulu ya " ucap Farid menutup telpon tak mau mendengar apa saja lagi yang akan diceritakan Valen tentang Akira yang ia bahkan tak tau .


Dimana mukanya akan di letakan jika mantan kekasih istrinya lebih memahami istrinya sedangkan dirinya ketahuan tidak tau apapun tentang Akira.


" Itu..Valen ya ? " tanya Akira hati - hati.


" Iya .Kenapa mau ngobrol? Masih cinta? Kangen? Sorry udah saya tutup ! " ucap Farid ketus .


" Kenapa sih aku kan cuma nanya " sahut Akira tak kalah ketus.


" Ingat ya sekarang kamu istriku !" ucap Farid memperingati Akira.


" Aku ingat ,aku gak amnesia"


" Jangan jangan kamu masih belum move on ya ?" selidik Farid.


" Ih kata siapa ,enggak ! aku udah gak suka sama dia " pekik Akira mengelak.


" Bohong ! Aku tau sendiri gimana dulu kalian pacaran dan kata kata Valen yang bilang kamu masih terus memohon untuk balikan."


" Itu kan dulu sekarang aku sukanya sama kamu ! Kamu lupa ya dulu aku nyatain per- "


Duh ini mulut astaga ga bisa di rem mati gue malu banget abis ini dia pasti marah


batin Akira.


Farid hanya diam tak menyahut lagi , Akira memanfaatkan kesempatan itu untuk lari ke atas dan merutuki kebodohannya .


" Aduh gimana ini kok bisa aku bilang gitu si hancur harga diriku . Hancur ! " ucap Akira merutuki dirinya sendiri.


Terdengar suara pintu dibuka terlihat Farid memasuki kamar .


Waduh serem marah ini kayanya batin Akira sembari menundukan wajahnya.


" Dengar "


" I- iya " sahut Akira gugup.


" Jangan berharap lebih padaku " ucap Farid datar.


" Maaf . aku tak pernah berharap padamu " sahut Akira tak mau kalah baginya ini tentang harga dirinya.


" Jangan jadikan ucapan ku barusan celah untuk kau mendekati pria lain" ucap Farid ketus .


" Kau pikir aku apa hah ! Kalau aku mau aku sudah mendekati banyak pria tapi tak pernah aku lakukan aku sendiri selama hampir 7 tahun ah tidak tapi 9 tahun" ucap Akira tak habis pikir.


" Sejak putus dengan Valen hm ? Kau bahkan sangat mencintai nya sampai rela sendiri selama itu untuk menunggunya "


" Awalnya ya . Tapi akhirnya tidak karna - "


" Karna aku ? Aku tak percaya kau bahkan sangat dekat dengan Rangga yang selalu memujamu hh " cibir Farid dengan senyum menyeringai.


" Kau pikir aku Nyi blorong apa sampai di puja puja " ketus Akira dengan nada bercanda.


Dengan harapan bisa menghentikan perdebatan dengan Farid ,tapi tidak.


" Aku serius Akira! " sentak Farid membuat Akira terlonjak kaget dan memundurkan dirinya dari hadapan Farid.


Namun , Farid malah melangkah maju menunjukan jari telunjuknya ke bahu Akira lalu berkata,


" Jangan harap kau bisa bersama mereka karna kau istriku ,kau milikku ! " ucap Farid dengan menekankan kata 'milikku'.


" Kau tak bisa - "


" Kenapa tak bisa hm? Aku suamimu dan - "


" Hanya sementara! " bentak Akira memotong ucapan Farid.


" Kau mulai berani ya " ucap Farid sembari mencengkram dagu Akira.


" Ak- "


Ucapan Akira berhenti saat bibir tebal Farid menciumnya kasar .


Farid menggigit bibir Akira yang tertutup membuat Akira mengaduh dan membuka bibirnya yang langsung dilumatnya tanpa ampun.


Akira berusaha mendorong Farid agar melepaskan tautan bibirnya .


Namun, sia - sia apalah dayanya jika dibandingkan dengan pria itu.


Farid yang mulai terbawa api gairah mulai melanjutkan ciumannya ke leher jenjang Akira dan mulai menelusupkan tangannya ke dalam baju Akira merasakan punggung halus gadis itu.


Namun , suara Akira menghentikan kegiatannya .


" Far , ja- ngan " tolak Akira dengan suara tercekat karna sesak didada merasakan hasrat yang mulai membuncah dalam dirinya.


" Siapkan dirimu kita pulang malam ini juga!"


Farid sadar apa yang dia lakukan dan menghentikan aksinya lalu meninggalkan Akira setelah mengatakan bahwa mereka akan pulang malam ini juga .


Ia merogoh sakunya ,mengambil ponselnya bersiap menghubungi seseorang.


" Gio ,siapkan jet pribadiku ,aku pulang malam ini juga " ucapnya dan segera mematikan ponselnya.


Sial ! Ada apa denganku apa yang baru saja aku lakukan ! Kau sudah tidak waras Farid!


makinya dalam batin.


Heii readers and siders !


Masih setiakah nunggu novel ini up ?


Gimana nih lanjut atau nggak ?


Jangan lupa like komen nya ya


Vote juga biar author makin semangat .


Salam manis dan cerah secerah matahari


Cotton Candy Zue🌻☺🌻