Akira's Old Love & Perfect CEO

Akira's Old Love & Perfect CEO
enam puluh



Semua keluarga sudah berkumpul di kediaman Akira dan Farid untuk melihat anak laki-laki yang baru saja lahir.


"Wah ganteng ya, mirip suami kamu." celetuk Ariana sambil menoel pipi gembul si bayi yang lahir dengan bobot 3,4kg.


"Semua bilang mirip Farid, kok gak ada yang bilang mirip aku sih?" semua orang disana tersenyum lucu, kecuali Farrel yang selalu tengil.


"Kalau mirip kakak, ntar keponakan Farell gak keren kaya om nya." sombong Farell yang mendapat decakan sebal dari iparnya.


Akira bahagia melihat semuanya berkumpul, meski akhirnya tanpa Marissa, setidaknya semuanya tersenyum dan tak ada yang menjaga jarak, mereka saling dekat dan bersosialisasi satu sama lain.


"Oh ya, nama cucu mama siapa nih?" menoleh ke arah Farid, Rita berharap jika anaknya sudah menyiapkan nama terbaik untuk generasi baru keluarga mereka.


Farid mengambil alih sang bayi dari pangkuan ibunya dan menimangnya, seraya menatapnya sayang, sorot mata kebahagiaan sangat jelas nampak terpancar di matanya.


"Kaisar." ucapnya pelan yang di susul senyum semua keluarga.


"Kaisar Galaksi Dirgantara. Dia akan membangun kekuasaannya sendiri, kerajaan nya nanti." seru Farid penuh harap menatap bayi lelakinya.


"Kamu tidak memberi dia nama belakang keluarga kita?" tanya papa bingung.


"Sudah aku bilang, putraku akan membangun kerajaannya sendiri dia akan menjadi seorang yang hebat lebih hebat dari papa dan kakeknya." dengan bangga ia mengangkat bayi lelaki itu ke atas menunjukkan betapa bangga dirinya akan anak lelaki pertamanya.


Di sisi lain, Rayrin juga telah melahirkan puteri nya dengan Kris di sampingnya di sebuah rumah milik bidan di daerah tempat tinggalnya tanpa sepengetahuan kedua orang tua Kris ataupun Rayrin.


"Dia cantik seperti kamu." kata Kris bangga seraya menatap putrinya yang berada dalam dekapan Rayrin.


"Akhirnya aku bisa melihat anak kita lahir dengan kamu di samping aku. Aku bahagia, Kris."


"Aku juga." balas Kris menggenggam erat tangan Rayrin.


"Siapa namanya? Aku lupa menyiapkan nama untuk dia." sesal Rayrin karena selama kehamilan ia terlalu banyak tekanan ia tidak bisa memikirkan nama bayi sama sekali.


"Shine."


"Kenapa shine?"


"Shine berarti cahaya, dan dia putri kita akan jadi cahaya untuk kita berdua. Shine Queenara Adijaya."


"Sah!" akhirnya seruan para saksi membuat hati kedua insan yang kini terikat ikatan pernikahan menjadi sangat bahagia.


Dua bulan setelah lahirnya Shine, Kris dan Rayrin resmi menikah. Mereka bukan menikah diam-diam, tetapi kedua keluarga menolak hadir dan tidak mau tau tentang pernikahan mereka.


Hanya mama Kris yang bersedia hadir meski hanya sebentar, karena ia takut ketahuan suaminya.


Dan dalam dua bulan itu rumah besar Farid di penuhi keramaian dan kebahagiaan. Tangisan Kaisar tawa seluruh keluarga menjadi satu.


"Farell kamu apakan anakku?!" tanya Akira karena anaknya yang masih bayi itu menangis dalam gendongan iparnya. Lantas, mengambil alih Kaisar dari gendongan Farell.


"Apa aku hanya mengajarinya agar menjadi seperti aku nanti, cowok keren, cerdas, yang di idolakan para perempuan." Akira menganga tak percaya.


"Apa?! Kau gila ya? Anakku masih bayi dan kamu ajari dia seperti itu?" dengus Akira tak habis pikir, konyol sekali adik iparnya.


Karena, Kaisar menangis Akira membawanya masuk kamar untuk menyusui nya. Saat itu juga, Farid baru saja selesai mandi, rambut hitamnya masih terlihat basah.


"Hey, baby boy, anak papa kenapa menangis?" Farid berjalan mendekati mereka berdua.


"Ya ampun, anak papa kuat sekali minum susunya, papa tidak akan merebutnya, sayang. Enak ya susunya mama? Papa juga suka." ujarnya menoel pipi Kaisar, lantas Akira langsung mencubit lengan suaminya, bayi yang merasa terganggu itu melepas sumber asinya dan menangis kencang.


"Farid! Ish, sama aja kaya Farell." dengus Akira kesal lalu berusaha menimang bayinya agar kembali tenang.


Saat bayinya sudah tenang, mereka hanya saling diam memperhatikan anak mereka.


"Lucu banget ya dia, aku jadi mau punya anak lagi." celetuk Akira yang membuat Farid terkejut.


"Apa? Kaisar baru lahir, aku juga tidak sanggup melihat kamu kesakitan seperti itu, cukup Kaisar saja anak kita." putus Farid sepihak.


"Mas, ayolah pasti seru kalau punya banyak anak satu lagi anak lelaki dan perempuan yaa?" pinta Akira seraya meletakkan Kaisar ke box bayinya.


Sebenarnya, Farid juga ingin menuntut anak lagi pada istrinya, tapi saat ia teringat perjuangan Akira ia jadi takut.


"Far.. " bisik kecil Akira.


"Kenapa? Aku sudah menunggu sangat lama dan ini sudah lebih dari empat puluh hari, pasti sudah selesai kan? Jangan mengerjai suamimu!"


Akira jadi merasa bersalah mendengarnya, ia pasrah dengan apa yang akan suaminya lakukan sekarang.


Hingga satu tahun berlalu, ia kembali mengandung dan kemudian melahirkan sepasang bayi kembar tepat saat Kaisar berusia dua tahun.


Akira sangat senang karena bayi kembarnya berjenis kelamin perempuan dan laki-laki.


Farid mengecupi wajah Akira dengan penuh rasa syukur, istrinya telah melengkapi hidupnya. Bukan hanya memberikannya seorang pewaris, tapi juga memberikannya seorang putri cantik.


Saat ini Akira merasa bahwa Tuhan melimpahkan seluruh kebahagiaan di dunia pada keluarga kecilnya.


"Ya Tuhan, mama senang sekali, mama tidak menyangka akan mendapatkan dua cucu lagi sekaligus!" lantas ia berniat menggendong bayi perempuan yang ada di box bayi.


"Lihat, tuan puteri kita sangat cantik, Ayura kita." puji sang kakek.


Ya, Ayura adalah nama putri mereka, Puteri Ayura Danuarta. Selamanya akan menjadi tuan puteri keluarga itu.


"Sam, juga tampan kenapa kalian hanya memuji Yura saja." protes Fiora, yang mengamati bayi lelaki yang sedang menyusu. Sam adalah bayi lelaki kembaran Ayura.


"Astaga, pangeran kami juga tampan. Terimakasih, Akira kamu telah memberikan mereka sebagai cucu kami." sembari membawa Ayura dalam gendongannya Rita mendekat dan menyentuh tangan Akira yang masih terbaring di ranjangnya setelah menyusui bayi lelakinya yang kini sudah ada di box bayi.


"Ma ma ma.. " oceh Kaisar yang kini masuk kamar dalam gendongan papanya.


Tangannya merentang ke depan seolah menunjukkan ia ingin di gendong mamanya.


"Jangan dulu ya, boy. Mama lagi susuin adik Yura. Kita main sama Pangeran yuk!" lantas membawa Kaisar ke dekat bayi lelaki yang baru saja selesai menyusu.


"Ini dia, Pangeran kita. Pangeran Samudera Dinegara." ucapnya bangga menunjukkan pada Kaisar adiknya yang baru lahir beberapa hari yang lalu. Ia sengaja tidak menyematkan nama belakangnya pada kedua anak lelakinya karena ia ingin mereka mandiri tanpa embel-embel nama besar Danuarta.


"Dia tidur, mas. Jangan ganggu deh!" peringat tegas Akira sambil menyerahkan Yura yang sudah terlelap pada neneknya agar di letakan di sebelah kakak kembarnya.


"Sini, Kaisar sama mama!" seru Akira, karena ia tahu sejak kemarin Kaisar ingin bersamanya.


Anak berusia dua tahun itu meronta dari gendongan sang papa dan berlarian dengan kaki kecilnya menuju tempat tidur sang mama.


Pagi hingga siang benar-benar mereka habiskan untuk malaikat kecil mereka. Bahkan malam pun juga habis untuk mengurusi dua bayi yang terkadang menangis entah karena lapar atau buang air.


Kini, dengan wajah lelahnya Akira terbaring lega, akhirnya kedua bayinya sudah tenang dan Kaisar juga tidak rewel.


Farid menatap haru wajah istri yang sudah berjuang untuk anak-anak mereka, ia menyingkirkan anak rambut Akira membuat perempuan itu ikut menghadap ke suaminya.


"Capek ya?" tanya Farid lembut.


"Iya nih, anak kamu sih!" seru Akira mencoba bergurau untuk mengesampingkan rasa lelahnya, meskipun di bantu oleh mama, Fiora dan Ariana. Tapi ia tetap lelah, karena Kaisar itu sangat aktif jadi ketika Farid bekerja dan kedua bayi itu di jaga nenek dan bibinya. Ia akan kelelahan mengurus Kaisar yang super aktif.


Usia Kaisar memasuki usia tiga tahun dan dua bayi nya sudah berusia tujuh bulan mereka semua benar-benar dalam masa aktif.


Apalagi, Kaisar yang mulai cerewet meminta sekolah, ia ingin cepat besar dan jadi anak yang pintar, itu semua karena sering di ajak Farid ke perusahaan anak itu jadi terobsesi ingin jadi seperti ayahnya.


"Terimakasih ya, Ki. Aku tahu semuanya gak mudah, tapi aku pasti akan selalu bersama kamu. Terimakasih sudah memberikan aku tiga anak yang sangat lucu dan menggemaskan."


"Farid, aku tahu semua ini gak akan terus berjalan mulus, tapi selama ada kamu di sisiku aku yakin semuanya akan baik-baik saja." karena bisa saja mereka bertengkar, bahkan beberapa hari lalu mereka bertengkar karena Farid menyalahkan Akira saat Kaisar jatuh, sedangkan Akira tidak mau di salahkan, Akira juga bingung, karena ia harus mengawasi kedua anaknya yang lain sedangkan Kaisar di awasi oleh pelayan. Itulah sebabnya Farid kesal karena Akira membiarkan Kaisar bersama pelayan bukannya dengan ibunya.


Farid membawa Akira ke pelukannya, "Sekarang, semua masa lalu itu sudah tersingkir, hanya ada kita dan anak-anak kita bersama membangun masa depan yang yang indah bersama keluarga kecil kita. "


END.


KOK AKU GAK PUAS YA SAMA ENDINGNYA.


COBA DONG KOMEN, AKU ABIS INI MAU RUBAH BEBERAPA BAGIAN DEH KAYANYA.


Btw ada yang setuju gak kalau anak Akira sama Farid di buatin cerita sendiri, ada yang mau baca gak?


MAU EXTRA PART?