
#Flashback
Farid bersiap untuk kembali ke kediamannya, namun tiba - tiba ada nomor tak dikenal menghubunginya. Ia mengabaikan telepon itu karna menurutnya tidak penting. Tapi nomor itu kembali menghubunginya dengan terpaksa ia mengangkatnya.
"Halo, siapa ini?!"
Aku Rangga bisakah kita bertemu
"Tidak, aku sibuk!" ketus Farid.
Temui aku sekarang dikafe milik Akira
"Siapa kau berani memerintahku?!"
Aku mau bicara ini tentang Akira, aku harap kau datang, aku tunggu ucapnya lalu menutup panggilan secara sepihak.
"Sial! Berani sekali dia, Gio kau pulanglah aku akan pulang sendiri, ada hal yang harus ku selesaikan"
"Apa perlu saya membantu Tuan?"
"Tidak, kau pulang saja!"
ujar Farid lalu melenggang pergi dari ruangannya menuju tempat yang diucapkan oleh Rangga.
Sesaat kemudian ia sampai dan mencari keberadaan pria itu, setelah ia mengetahui ia langsung duduk didepan Rangga.
"Cepatlah! Aku tak punya banyak waktu" ketus Farid.
"Sinis amat bos, gini - gini kita pernah berteman" canda Rangga.
"Aku tak perduli, kau hanya hama yang menempel pada istriku itu yang aku tau" ucap Farid terdengar pedas, namun Rangga tidak membalas ucapannya dengan emosi.
"Far, kau sungguh mencintainya? Aku harap kau membuatnya bahagia, ia pantas dicintai, ia mencintaimu dan mengagumimu sejak dulu, aku sangat mencintainya kau tau? Aku harap kau tidak menyakiti hatinya" ujar Rangga pelan tanpa basa - basi dengan penuh perasaan. Ia tau pria dihadapannya sangat sulit dikendalikan dan suka berbuat semaunya jadi ia tak mau membuang - buang waktu.
"Bukan urusanmu!" ketus Farid lagi dan lagi, baginya Rangga musuh sejak ia menikahi Akira.
"Sudah aku bilang itu bukan urusanmu, ia pasti bahagia karna bersama orang yang ia cintai" angkuh Farid.
"Jangan kalian pikir aku tidak tau! Aku memahami setiap luka yang terpancar dimatanya, dan mana bisa dipercaya kau yang selalu abai tiba - tiba menikahinya, lebih lagi aku pernah melihatmu bersama dengan perempuan lain!" ucap Rangga mulai meninggikan suaranya.
"Dengar ini baik - baik, Akira gadis yang luar biasa harusnya kau tau itu, ia menyembunyikan banyak luka dalam tawa yang ia perlihatkan, jika kau membuatnya menderita aku orang pertama yang akan membuka tanganku lebar - lebar untuk menerimanya dan membahagiakannya!" seru pria itu.
"Sudah selesai bicaranya? Jangan ikut campur, kau hanya orang luar dan ya, jangan coba - coba mendekati miliku" sinisnya lalu pergi meninggalkan Rangga yang menggelengkan kepalanya heran dengan sikap angkuh dan kasar Farid.
Farid memukul setir mobilnya kuat - kuat, rahangnya mengeras dan matanya memerah.
"Beraninya dia mau mencoba merebut Akira dariku!" geramnya.
Sesampainya dirumah ia disuguhkan dengan pertanyaan aneh Akira, belum lagi ia mengingat sikap Akira sejak mengetahui kehamilannya, gadis itu cenderung lebih pendiam. Tak ingin semakin terlalu emosi ia memutuskan mandi dan langsung ke ruang kerjanya.
Disana ia akan bekerja untuk melupakan kalimat Rangga, namun ucapan pria itu terus terngiang dan malah tersambung dengan sikap Akira dan juga pertanyaan gadis itu.
Membuatnya berpikir sangat keras tentang segalanya, pikirannya kembali pada saat ia bertemu,menikah,cemburu, bertengkar,dan berbaikan dengan Akira.
Tunggu, apa tadi? Cemburu? Ia cemburu pada Akira karna terlalu banyak yang menginginkan gadisnya, tapi ia malah mengabaikannya selama ini, sungguh bodoh!
Ia mencoba dan terus mencoba merasakan hatinya, masih adakah Rayrin disana atau sudah berganti dengan Akira?
Hingga suara ketukan pintu dan suara gadisnya membuyarkan pikirannya, mengembalikan kesadarannya dan berusaha bersikap normal.
#FlashbackEnd
Vote, like and comment yuk guys
Itu sangat membantu author dan terimakasih untuk yang selalu mendukung karya ini.
Btw, author mau promo karya baru judulnya
This Relationship😁