
Bahagia itu apa sih menurut kalian?
Bagi aku, bahagia itu adalah di mana aku bisa pula membuat orang lain bahagia, terutama orang tersayang di sekitar ku.
Menjadikan diriku wanita sempurna dengan mampu memberi kehidupan pada makhluk kecil yang kini ada di perutku.
"Sudah saya bilang kan, Ibu ini sangat subur, kalau tidak karena mengonsumsi kontrasepsi mana mungkin tidak mengandung, kecuali jika ada masalah pada suami anda." kata dokter yang pernah di jadikan tempatku untuk memeriksa kandungan.
Rasanya aku tak ingin berhenti tersenyum saking senangnya, usia kandunganku baru tiga minggu aku mengetahui ini karena suamiku ternyata sangat peka merespon perubahan dariku.
Ingat tidak, dia dulu sering menebak aku hamil setiap aku sedang sensitif atau makan sedikit lebih banyak? Dan kebiasaan itu masih melekat erat padanya, benar-benar suami terbaik!
***
Senyum Akira dan Farid seakan enggan pudar kala mereka melihat janin yang tumbuh dalam perut Akira melalui ultrasonografi.
"Terimakasih, sayangku." satu kecupan hangat mendarat pada dahi Akira.
Ini sangat menyenangkan, berbeda dengan kehamilan pertama.
Tak perlu banyak drama seperti dulu, Farid sudah paham gelagat orang hamil karena Akira pernah hamil.
Setelah ia menyadari Akira mulai cengeng dan ingin aneh-aneh bahkan mual tadi pagi, itu saja cukup jadi modal keyakinan untuk membawa sang istri ke dokter kandungan.
Saking bahagianya, bahkan Farid berniat membolos bekerja dan ingin menghabiskan waktu hanya dengan Akira saja.
"Kerja, mas."
"Enggak, aku lagi bahagia, aku ingin sama kamu terus dan calon anak aku." sahut Farid sambil tangan kirinya mengelus perut rata sang istri.
"Hah kita memang hebat, setelah penghentian dari Kris kamu langsung hamil, keren kan aku!" ujarnya bangga.
Akira melongo menatap suaminya dengan tatapan aneh, "Bibit unggul nih!" seru Farid bangga, Sergio yang sedang menjadi supir dengan sudah payah menahan tawa karena geli dengan ucapan Tuannya.
"Kalau kamu punya bibit unggul, aku juga punya lahan subur!" balas Akira tak mau kalah.
Sedangkan, Sergio mengulum bibirnya sebab ia sedang menahan tawa, sungguh ia geli dengan percakapan bibit unggul dan lahan subur itu!
"Iya - iya, pokoknya aku mau sama baby boy terus hari ini, aku akan turuti apa mau kalian hari ini." ujarnya lalu menyandarkan kepalanya di bahu sang istri tangannya tak lelah mengelus perut rata itu sambil memandangnya terus-terusan.
"Beneran mas? Yes!" seru Akira kesenangan karena Farid akan menurutinya dan calon anaknya hari ini.
Farid sangat bahagia sampai ia lupa ia harus mengurus masalah mama dan soal Mattheo.
'Alah, bodo amat, masa Mas Theo mau pisahin aku dari Akira? Akira kan hamil.' batinnya merasa menang.
"Loh iya, mas Kris itu siapa?"
"Cowok yang di tipu sama Rayrin." jawab Farid tanpa menjauhkan tatapan dari perut Akira.
"Bukannya aku udah pernah kasih tau ya?"
"Kamu mau hukum dia seperti apa?"
"Kalau aku hukum dia, masalahnya, mama pasti keseret, gimana?"
"Dah lah, lupakan, hari ini aku tidak mau membahas mereka, hanya aku, kamu dan baby boy." ujar Farid yang membuat Sergio jadi iri, ah harusnya ia segera menikahi Zia.
"Yakin banget kamu ini cowok, kalau cewek bagaimana?!"
"Pasti cowok, kan aku yang bikin ya yakin lah!" balas Farid dengan yakin.
"Dih, teori macam apa itu, memang kamu bisa bikin kalau gak ada lahannya?!" sentak Akira.
'Astaga, mulai lagi percakapan menggelikan ini.' batin Sergio yang sudah hampir tak mampu lagi menahan tawa.
Harusnya di jam sepuluh lebih ini dia di kantor, bukannya mendengarkan kebahagiaan orang lain, lihat saja nanti Sergio akan begitu juga.
***
Tokyo, Jepang.
Pukul, 12.50 waktu setempat.
"Mas, masih mikirin Rayrin?" tanya Deanno, sedangkan yang di tanya hanya diam.
"Masih belum bisa move on? Cewek jahat kaya dia?" cibir Deanno saat menyadari Kris sedang memandang foto Rayrin di layar ponselnya.
"Dia hamil gak ya?"
"Pertanyaan, macam apa sih mas?!" sentak Deanno.
"Gue udah ambil hal berharga dari Rayrin dan gue gak pernah pakai pengaman apapun, menurut lo dia hamil gak?"
Dah lah, lagi gak bisa mikir, bingung pakai bahasa yang bagaimana, semoga masih ada yang menikmati, beberapa part gak jadi aku tulis apalagi publish karena menurutku bikin panjang cerita, jadi langsung aja hamil yaaa gapapa kan yang buat cerita kan aku wkwkk
Sejak aku Bucin sama aktor Thailand Bright Vachirawit itu aku jadi pengen ige an terus nulisnya dikit dikit heheh.
ada yang bucin juga ga sama dia?
.Nih penampakannya yang bikin aku males update
Aku kasih tau lumayan buat cuci mata, anggap aja dia Farid wkwkk gapapa kok