Akira's Old Love & Perfect CEO

Akira's Old Love & Perfect CEO
lima puluh dua



Kok sajennya berkurang?


Mager nih mau klik lanjut terus up.


JANGAN LUPA AYO MAMPIR DAN RAMAIKAN CERITA BARU AKU YA, JUDULNYA MY LAZY, RICH MAN, OKEEE.


Kalau itu belom rame aku bakal up disana terus, biar rame.


Jadi kenyataannya adalah hari di mana dirinya keguguran adalah hari saat dia melihat suaminya bertemu dengan Marisa yang kembali karena ayahnya sakit parah. Takdir, membuat Fiora lahir hari itu tepat setelah pertemuan mereka berakhir.


Namun, tanpa mereka tahu mereka membuat Rita semakin shock dan membuat kandungannya yang tadinya lemah menjadi semakin lemah pada titik terlemah dan membuatnya keguguran tanpa Rita sendiri ketahui.


Yang terpenting, saat ia melihat seorang bayi cantik yang sangat mirip dengan suaminya ia merasa sangat bahagia, Fiora seperti Roy versi perempuan. Wanita itu sangat menyayangi Fiora dan sangat menjaganya saat itu karena yang ia tahu, Fiora lahir sebelum waktunya.


Bodohnya adalah, dirinya tidak curiga sama sekali saat bayinya sangat sehat padahal kandungannya sering bermasalah dampak atas masalah rumah tangga nya.


Rita hanya selalu bersyukur dan menganggap itu adalah berkah Tuhan.


Sekarang, dirinya ada dalam pelukan menantunya berdua dalam kamar Akira, rasanya ia ingin menutup telinga atas segala perdebatan yang terjadi di bawah sana, rumah sederhana ini mampu membuatnya mendengar segalanya karena tidak terlalu luas.


"Sudah ya, ma nangisnya maafkan tantenya Akira, ma."


"Maafkan mama ya sayang, sudah menuduh kamu yang tidak-tidak bahkan sampai berbuat hal-hal keterlaluan." ungkap Rita masih dengan napas tersengal karena dadanya masih sesak, air matanya masih senantiasa mengalir.


"Nggak apa-apa ma, bukan sepenuhnya salah mama." Akira masih setia menenangkan mertuanya, mengusak punggung wanita tua itu lembut.


"Akira, ini minum kasih untuk mertua kamu." ujar Ariana yang datang dengan segelas air minum. Akira membuat mama mertuanya minum agar lebih tenang.


"Maafkan saya, sudah menuduh suami kami." kini ungkapan itu ia tujukan pada Ariana.


"Nggak apa-apa, Bu. Toh, tidak ada yang tahu kalau ternyata Bu Rita juga salah paham. Saya juga gak menyangka tante Marisa begitu, memang sih awalnya saya curiga karena beliau minta di sembunyikan keberadaannya karena beliau kembar dengan ibu mertua saya."


Ariana tidak tahu, jika alasan di baliknya ternyata seperti ini. Sangat mencengangkan dan di luar dugaannya. Suaminya meminta tantenya datang untuk menguak kebenaran dan membuat tenang hatinya, ternyata justru tantenya lah penyebab sebenarnya semuanya ini terjadi, seseorang yang selalu bersembunyi dan tak pernah muncul ke permukaan.


"Akira, bagaimana kalau Fiora tahu dia cuma anak selingkuhan papanya, pasti dia akan sangat kecewa." tentu Rita sangat khawatir, dirinya tidak bisa membenci Fiora anak yang selalu membuatnya semangat menjalani rumah tangga yang entah bahagia, entah tidak, entah bagaimana dan kemana arahnya. Kadang bahagia, kadang ricuh!


Bahagia di luar itu pasti demi anak-anak, tapi ketika berdua di dalam kamar, Rita merasa di abaikan. Semua yang di lakukan Roy padanya seolah hanyalah formalitas.


***


Akhirnya setelah perdebatan panjang di ruang tamu sederhana rumah Matthew.


Farid memutuskan membawa pulang mamanya ke rumahnya sendiri.


Bahkan tanpa banyak bicara dan memperjelas segalanya ia menyuruh bawahannya membawa Farrel ikut bersamanya.


Tanpa perlu mengabari Fiora yang kini tengah sibuk dengan kariernya dan tinggal sendiri di apartemen.


"Mas, kamu yakin? Keluarga kamu bisa cerai berai kalau begini caranya." ucap Akira pelan nyaris berbisik.


"Akira, apa kamu kira aku akan biarkan ibuku lebih menderita? Wanita itu yang di cintai papa, kembali lagi, Akira! Sudah cukup mama bertahan dengan lelaki berhati batu seperti papa, mama bertahan hanya demi kami anaknya, aku jadi menyesal pernah marah padanya meski dia memang salah, tapi itu jelas karena papa pemicunya, kamu ngerti kan?"


Secuil rasa tak enak pasti hadir, Marisa adalah tantenya, ia sayang pada Marisa, tapi apa dayanya jika Marisa adalah sumber dari segala masalah?


"Mas, tante chatting aku, dia mau kembali ke Taiwan besok." ujar Akira takut ditandai dengan tangannya yang meremas erat ponselnya, takut membahas tentang tantenya karena suaminya masih sangat murka atas segala yang terjadi hari ini.


"Bagus ya, tante kamu itu?! Sudah membuat perkara besar lalu kabur, kabur dan kabur sejak dulu itu yang bisa di lakukannya!" maki Farid hampir berteriak, ia tak senang keluarganya hancur seperti ini. Apalagi sekarang ia sadar bahwa seluruh kenyamanan keluarga yang ia rasakan adalah sandiwara kedua orang tuanya.


Tentu juga hasil pengorbanan mamanya.


Akira menyentuh bahu lebar itu lembut, "Mas, tenangkan diri kamu, hm?" Akira menatap mata tajam suaminya yang perlahan luluh saat melihat mata teduh Akira, sekilas ia melirik perut besar Akira dan menyentuhnya sedikit merunduk.


"Maafkan papa ya, kamu pasti kaget di dalam sana." lantas mengecup perut itu dan beralih pada Akira, mengecup puncak kepalanya dalam.


"Aku pastikan keluarga kita bahagia, meski nanti tanpa kehadiran Danuarta tua itu."


"Farid!" tegur Akira tak suka, karena Farid seolah tidak lagi menghargai papanya.


Farid menggiring Akira ke tempat tidur, "Istirahat, jangan terlalu banyak berpikir dan ikut campur, semua akan baik-baik saja." pesan Farid sebelum akhirnya lelaki itu keluar dari kamarnya meninggalkan sang istri yang terbaring gelisah.


nungguin gak?