
Karena merasa malu dengan ucapan Farid, Akira tersenyum tipis namun senyumnya semakin tak terbendung, membuat ia ingin kabur dari pelukan Farid agar tidak ketahuan jika ia tengah salah tingkah.
Ia segera menerobos kedua lengan Farid yang ada diperutnya. Tapi sayang, baru saja bergerak tangan pria itu semakin mengeratkan pelukannya, sepertinya pergerakannya terbaca oleh suaminya.
"Mau kemana,hm?" tanya Farid membuat Akira menunduk agar tidak terlihat jika sedang menahan senyum bahagianya atau lebih tepatnya mungkin senyum karna tersipu.
Farid mendaratkan bibirnya dileher Akira mengecupnya perlahan membuat sang pemilik merasa kegelian.
"Ih geli, lepasin ah!" protes Akira. Namun, bukannya merespon ucapan Akira, Farid malah semakin melancarkan aksinya dengan menyesap lembut kulit leher Akira sampai meninggalkan tanda.
"Far..hh" Akira berusaha memberontak tapi yang keluar justru desahannya yang membuat Farid semakin menggila padanya.
"Boleh ya?" tanya Farid, sontak Akira gelagapan bingung bagaimana akan menjawab permintaan suaminya, ia takut salah menangkap maksud pertanyaan suaminya. Hanya deheman pelan karna bingung tapi diartikan sebagai persetujuan oleh Farid, dan jadilah sesuatu yang diinginkan dipagi hari.
.
.
.
.
Akira memberanikan dirinya untuk menghampiri Farid yang sudah mulai sibuk dengan pekerjaannya padahal ia baru saja mau berangkat, mungkin karna ia sudah terlalu terlambat jadi lumayan banyak yang mencarinya, mengingat ia tak pernah terlambat tanpa alasan jelas, tapi hari ini ia terlambat tanpa memberi alasan jelas pada Gio demi menyentuh istrinya yang sangat jarang ia lakukan.
"Far, eh mas, eh Farid, aduh gimana ngomongnya" ucap Akira gugup sambil menggigit bibir bawahnya. Oh, sial! Apa istrinya ini sedang menguji hasratnya.
"Kenapa, bicara saja tak perlu takut" ujar Farid meyakinkan.
"Itu, aku emm, bisa temenin ke dokter kandungan gak sekarang?"
Akira meminta Farid menemani jelas karena ia tidak berani periksa sendirian.
Farid mengernyitkan dahinya mendengar pertanyaan istrinya.
"Ada apa memangnya apa ada masalah?"
Akira mengangguk lalu menyatukan jari telunjuk dan ibu jarinya membiarkan sisa tiga jarinya berdiri. "Sedikit" cicit Akira sembari memegangi perutnya yang terasa sedikit sakit menurutnya.
"Ya sudah ayo segera ke dokter sebelum terjadi sesuatu lebih banyak" titahnya.
"Beneran gak masalah, kamu baru saja mau pergi kerja?"
"Nggak, jangan lupakan siapa suamimu" ucap Farid dengan nada serius bercampur cemas. Arrogansi mode on guys.
Akira sedang dalam pemeriksaan dokter perempuan yang memeriksa kandungannya, setelah ia menyampaikan keluhannya.
Setelah pemeriksaan berakhir ia mendudukan dirinya dihadapan dokter bersama Farid disampingnya.
"Jadi ada keluhan lain selain sakit atau tidak Nyonya?" tanya dokter itu.
"Em itu dok, tadi ada flek" ucap Akira singkat.
"Apa kalian aktif berhubungan?" Akira kaget dengan pertanyaan dokter, dia tidak tahu mau menjawab apa.
"Tadi pagi kami melakukannya apa itu bermasalah?" tanya Farid tanpa tahu malunya.
"Itu bermasalah Tuan, saya harap untuk tidak terlalu sering dan melakukannya dengan perlahan mengingat kandungan Nyonya tidak begitu kuat saya rasa itu yang membuat perut Nyonya mengalami nyeri dan juga terjadi flek" jelas sang dokter.
Sumpah demi apapun, ucapan Farid dan penjelasan dokter cukup untuk mempermalukan dirinya, rasanya ia tak sanggup menatap wajah dokternya itu.
Ingin sekali ia berteriak bahwa mereka tidak sesering apa yang dokter itu katakan!
Aduh gila ya malu banget ah! Bisa bisanya si Farid itu ngomong abis naninu tadi pagi sih! umpatnya kasar dalam hati.
"Ada masalah lagi, mana yang sakit? Kok mukanya gitu?" tanya Farid tanpa beban.
"Ada!" ketus Akira,membuat Farid langsung penasaran dibuatnya.
"Kenapa lagi si boy?" tanya Farid panik.
"Bukan babynya tapi ayahnya! Daddynya yang buat masalah!" pekik Akira kesal lalu berjalan mendahului Farid, meninggalkan pria itu yang masih tidak mengerti dengan tingkah istrinya.
Akira memandang kesal Farid yang sedang fokus menyetir.
"Anter ke Home's Food ya, aku lagi pengen makan makanan disana!" pinta Akira dengan nada kesal.
"Kamu mau apa biar aku suruh orang cari terus bawain ke rumah gak perlu kesitu, istirahat saja dirumah" ujar Farid yang malah menyulut api dalam diri Akira.
"Iihhh gak mau, aku maunya disana ya disana gak mau dirumah terus bosen!" pekik Akira.
"Kamu kesal karna apa sih sebenarnya sampai segininya?"
"Kenapa kamu bilang? Kamu tuh bikin malu tau gak, masa ngaku ngaku gitu didepan dokter kan jadi malu mana tanggepan dokternya gitu lagi!" celotehnya.
Farid mengangguk seolah mengerti, lalu menyunggingkan senyum lebar seakan sebentar lagi tawanya akan meledak, dan benar saja ia terbahak saat itu juga.
"Kan memang kita habis melakukannya, aku hanya menjawab pertanyaan dokter saja kok" ucap Farid yang membuat Akira meradang.
Farid yang melihat ekspresi Akira semakin gemas ingin menjahili istrinya.
"Lihat itu bekas yang aku tinggalkan masih tercetak jelas dilehermu!" ucapnya melirik sekilas ke samping dimana Akira berada lalu kembali menatap jalanan sambil tertawa.
"Farid ah!!! Diem! Jangan ketawa!" pekik Akira tak terima dengan wajah cemberut karena Farid terus membuat dirinya malu, yang justru semakin membuat Farid gemas.
"Ya sudah aku berhenti,yakin masih mau ke Home's Food?"
"Iya! Ini babynya lo yang mau!"
"Dengan leher seksimu itu?"
"Kamuu!" geram Akira kesal.
Sial kenapa bisa ia melupakan tanda yang ditinggalkan suaminya, berarti dokter tadi tau dong, berarti dokter tadi cuma pura-pura tanya, ahh sial ia semakin malu. Harusnya tadi ia memakai turtle neck! Ia segera melepas ikat rambutnya kasar agar rambutnya tergerai menutupi lehernya.
"Iya - iya sudah jangan marah, nanti boy takut sama ibunya" ucap Farid menyudahi acara ledek meledeknya dengan Akira.
"Ah iya maafkan aku membuat kalian sakit" sambungnya dengan tersenyum tulus, tentu itu membuat Akira tersentuh.
Farid memang paling tau cara menyakiti Akira sekaligus melelehkan hati Akira dengan pesonanya.
Sedikit dulu ya slurr
Btw, author masih kelelahan
Sorry yang gak nyaman bacanya baru awal udah mulai naninu hehee
Gak jelas ya part ini?
Mohon maklum author belum dalam keadaan fresh hehe😊