Akira's Old Love & Perfect CEO

Akira's Old Love & Perfect CEO
36 : Rayrin Kris



Jangan males kasih sajen yaa...


Sajen ku sederhana kok, aku gak butuh ayam cemani, bunga tujuh rupa apa lagi kopi hitam khusus lelembut awokwok


Cukup like, komen, terus vote dehh gitu aja gue senenggg, komennya jangan ngejudge ya kok belakangan ini gue takut banget down nulis cuma karena takut ada orang yang baca cerita ini terus menurut dia jelek terus komen buruk gitu huweee.. gak beralasan emang.


Asal kalean tau cerita ini gak pernah lagi gue promo in Kenapa?Ya karena takottt anjir gini amat


Stop, aku lebay! wkwk


Rayrin


Aku hanya bisa menyesal sekarang, terduduk di lantai dingin rumah ini dan menatap kepergian lelaki yang sudah aku sepelekan dan aku sia-siakan cintanya.


Apa yang harus aku lakukan sekarang?


Tadi aku cuma mau memberi tahu pada Kris, kalau aku sedang mengandung anaknya, aku memang jahat aku memang depresi hanya karena tekanan orang tua dan obsesi.


Tapi, setelah aku tahu ada kehidupan lain di perutku, aku ingin berbagi kebahagiaan ini bersama Kris, meski akhirnya aku akan masuk penjara mungkin?


Sekarang mana? Bahkan sebelum aku bicara, Kris lebih dulu mengaku dan membuat aku kesal karena ia berbuat itu diam-diam lalu Kris pergi, kemana katanya? Ke Jepang?


Aku hanya bisa tertawa hambar di posisiku sekarang, Kris yang dulu menentang orang tuanya untuk jadi dokter dan kepala rumah sakit keluarganya demi aku, sekarang pergi untuk hal itu, meninggalkan aku yang sedang mengandung, ini karma atau apa?!


Mungkin kalian berpikir, kenapa aku bisa hamil sedangkan aku hanya memanfaatkan Kris.


Perlu di ingat, Kris tetap seorang lelaki normal aku juga seorang perempuan biasa, pertama aku menyerahkan kesucian ku padanya karena lelaki itu merayu dengan pandainya.


"Sayang, aku milikmu aku akan melakukan apapun untukmu dan kamu juga milikku kan?"


Aku mengingat kata-katanya, saat itu aku menjawab iya, agar ia tidak curiga bahwa aku hanya memanfaatkan dirinya.


"Rayrin, aku cinta kamu, akhirnya setelah sekian lama aku bisa memiliki kamu."


"Rayrin, apapun yang terjadi aku akan tetap ada untuk kamu, meski mama papa kamu gak suka aku, aku gak perduli, aku punya kamu seorang."


"Ray, kamu tau? Hal terbaik yang pernah aku dapatkan itu adalah kamu."


"Aku suka kamu pada pandangan pertama, mata kamu itu cantik, aku harap suatu saat aku punya seorang putri yang mirip sama kamu."


Lagi, bayangan suaranya datang dalam ingatanku, dulu aku selalu diam setiap ia berandai-andai tentang masa depan kami, aku semakin benci pada diriku sendiri, kenapa aku baru menyadari bahwa aku juga mencintai dia aku membutuhkan dia, aku hampa tanpa adanya lelaki itu, lelaki yang selalu mewarnai hidupku selama di Milan meski aku selalu bersikap dingin, ia selalu hangat.


"Kris, aku hamil. Mungkin kita akan segera punya putri cantik seperti impian kamu. Harusnya sekarang kita menikah, Kris... "


Aku terlalu fokus meratap sampai aku terkejut saat ponsel di tanganku berdering, menunjukkan bahwa Mama menelepon.


"Rin, kamu gila? Mama tau kamu itu gak sehat mentalnya, tapi otak kamu itu di pakai sedikit, kamu beberin semuanya, hah?!"


"... "


Baru saja aku mau mengucap kata Halo, mama sudah lebih dulu mengomel.


"Kamu tau? Bu Rita cabut investasi nya ke perusahaan papa kamu, itu gara-gara kamu! Dapetin Farid aja gak becus, sampai-sampai karier kamu anjlok, heran mama, kapan si kamu bisa banggain orang tua?!"


"Ma, aku malas bicara itu lagi---"


"Kalau sampai Farid nuntut kamu gimana, bodoh!"


"Ya aku ikut tarik mamanya lah, mamanya yang kasih ide kan?!" aku membentak mulai emosi.


"Oiya, mama, aku hamil." aku hanya ingin memberi tau saja, ingin tau reaksi mama juga, apa mama akan prihatin? Sejak aku berhenti total jadi model mama seperti, gak sayang sama aku lagi.


"Terus, Kris ninggalin aku." lanjutku lagi.


"Bodoh kamu ya, Rin?! Astaga, kamu itu anaknya siapa sih, hah?!"


Anak mama sama papa, batinku.


"Masa sama boneka sendiri bisa hamil sih?! Kamu itu bodoh atau apa mau-maunya di hamili sama dia! Mama nggak mau tau, jangan pernah lagi kamu pulang ke rumah mama, kecuali kamu gugurin anak kamu atau kalau kamu gak mau gugurin ya kamu lahirin, tapi sampai anak itu lahir jangan pernah ketemu mama sekalipun, kecuali kamu buang anak kamu."


Setelah mengatakan semuanya, tanpa basa basi sedikitpun, mama menutup telepon bersama dengan air mataku yang jatuh menetes, mama sama sekali tidak prihatin dengan diriku. Sama sekali.


Apa ini yang di rasakan Akira dulu saat tante Rita memperlakukan dia begitu?


"Kris, dulu kamu bilang, apapun yang terjadi kamu akan tetap di sisi aku, mana buktinya?" dengan bibir bergetar aku hanya bisa bertanya pada angin lewat saja, di sini hanya ada aku, -sendirian.


***


Kris


Cukup, bagiku semuanya terasa cukup kesalahan Rayrin itu hanya sekali tapi menghujam ku berkali-kali. Sakit, rasanya. Ternyata selama ini aku sama saja dengan Deanno, hanya di manfaatkan, tidak lebih. Apa cintaku selama bertahun-tahun belakang tidak membuatnya luluh sedikitpun?


Aku, bahkan menolak keinginan orang tuaku untuk memimpin rumah sakit baru keluarga di Jepang, demi untuk menemani Rayrin yang depresi karena kariernya yang benar-benar anjlok secara tiba-tiba.


Bahkan, saat seluruh keluarganya mulai lelah mengurusnya, aku, Kris yang ia anggap boneka ini yang menemaninya.


Aku pikir, karena dia dengan suka rela menerimaku bahkan memberikan kesuciannya padaku, itu berarti dia juga sudah mencintaiku.


Aku ingat dimana aku dengan isengnya mencoba menggoda Rayrin sampai lepas kendali, dan dengan polosnya ia mengangguk pasrah di bawah kendali ku, aku bangga karena ternyata aku lah lelaki pertama untuknya.


Aku menaruh banyak harapan dan impian pada dirinya, tapi pada dirinya juga semuanya jatuh hancur berantakan tak tertata.


Aku hampir goyah saat melihatnya menangis, aku ingin segera berbalik rasanya memeluk tubuh kurusnya itu, tapi aku cuma bisa bersembunyi di balik pagar rumah kecil yang aku beli untuk kami tinggali berdua.


Melihat nya menangis di atas lantai, bahkan sampai meringkuk seperti itu membuatku terenyuh. Apa dia merasa kehilangan?


"Mungkin cuma putus asa karena aku gak bisa di manfaatkan lagi." gumamku, aku tersenyum kecut saat ia menerima telepon dengan ekspresi putus asanya, dan dia menangis lagi setelahnya kali ini lebih kencang.


Aku dengan susah payah menelan liurku sendiri, sakit rasanya, aku ingin memeluknya, "Apa itu mama kamu yang telepon? Mama kamu marahi kamu lagi?" harusnya aku bertanya tepat di depannya bukan dengan bersembunyi di balik pagar seperti ini!


Tapi rasa kecewa ku lebih besar sekarang.


"Maaf, aku gak bisa tepati janji ku untuk terus di sisi kamu yang nggak tepat, aku pergi, semoga kamu bahagia. Tanpa aku." segera aku meninggalkan rumah itu dengan mobilku, semakin lama aku di sini, aku akan semakin ragu.


***


"Yan, lo mau ikut gue ke Jepang?" tanya Kris pada Deanno yang duduk di sampingnya, yang memang ikut bersamanya tadi, tapi ia hanya menunggu di dalam mobil.


"Lo yakin? Muka lo kaya gak rela gitu mau ke Jepang, lo cinta banget ya mas sama dia?"


"Gue nanya kenapa lo balik nanya sih?!" kesal Kris.


"Ya maap, kayanya belom dulu, Akira masih nggak percaya --"


"Tapi, Rayrin itu udah beberin semuanya, Yan!"


"Tapi, semalem Akira telepon gue, Mas! Eh tau gak? Dia nangis-nangis bilang gini, Rayrin bohong kan, kak, gitu masa?! Padahal gue udah ngaku, cewek lo pun udah ngasih tau."


"Kasian gue sama Akira, pasti sekarang dia bingung, secara yang terjadi sama dia itu gak masuk di akal manusia normal."


"Lo gak kasih dia obat berbahaya kan, mas, kalau dia mandul gimana?!" hardik Deanno, ia sudah tau apa yang di lakukan kakak sepupunya itu awalnya ia marah, tapi setelah tau bahwa Kris sama - sama di manfaatkan oleh Rayrin ia merasa senasib.


"Ya nggak lah, gue gila banget kalau gitu, untungnya gue cuma campur bahan alami aja sih, kaya bubuk benih wortel gitu yang ternyata bisa menunda kehamilan secara alami dan masih banyak lah yang lain, maksudnya Rayrin itu dulu biar Akira cerai karena gak bisa kasih suaminya keturunan." jelas Kris menyeluruh.


"Kok bisa sih, emang beneran bisa?"


"Nyatanya dia gak hamil kan, goblok di pelihara!" kata Kris sambil menoyor kepala adik iparnya.


"Tapi, setelah lo curhat ke gue waktu itu, gue langsung ganti pakai vitamin, untung pembantunya gak sama busuknya sama mertuanya."


"Mas! Awas, kayaknya ada yang ikutin kita deh." kata Deanno sambil sesekali menengok ke belakang, melihat ada dua mobil yang mengikuti mereka sejak keluar dari komplek rumah Rayrin.


Udah dulu yaa, oya soal bubuk benih wortel aku search itu lho, haha


Gak lagi ngaco atau halu yaaa


katanya biji benih wortel di gunakan sama wanita di India untuk mencegah kehamilan secara alami, mencegah implantasi gitu, intinya aku gak lagi ngawur yaaa....


BACA


Awas nanti ada yang komen aku halu banget, ngawur banget, gak nyambung dan sebagainya.