Akira's Old Love & Perfect CEO

Akira's Old Love & Perfect CEO
Beauty



"Mam, tolong ya aku gak mau kehilangan Farid, aku yakin dia masih sayang aku, dia begitu pasti karna cewek itu lagi hamil aja" rengek Rayrin pada mama Farid.


Wanita tua itu menatap iba pada gadis cantik yang menjadi kesayangannya. Menurutnya, Rayrin gadis modis yang beretika, baik, juga dari kalangan atas dan profesinya juga membuatnya pantas untuk bersanding dengan puteranya yang seorang pria muda yang sukses.


"Mama, pasti bantu sayang tapi anak mama itu sangat keras kepala, bahkan ia sempat mengancam tidak akan menganggap mama sebagai ibunya"


"Tuh kan mam, pasti cewek itu sudah memperngaruhi Farid agar menjadi durhaka dengan mama" sahut Akira kesal dengan mengeluarkan air mata buayanya.


"Mama juga heran sayang, apa yang sudah perempuan itu lakukan sampai anak mama sendiri melawan seperti itu" ujarnya gusar.


"Gimanapun caranya Rayrin harus bisa buat Farid lepas dari dia mam, Ray gak rela dia menguasai Farid, Ray yakin cewek itu cuma mengincar hartanya saja!" ucapnya yang kembali membuat mama terpengaruh.


"Mama dukung kamu, apapun itu lakukan asalkan perempuan rendahan itu meninggalkan anak mama, walau harus membunuh anaknya" tukasnya penuh tekad.


.


.


.


Akira dengan langkahnya yang sangat berhati-hati mulai memasuki ruangannya yang ada dipusat usahanya, Home's Food.


Usia kandungannya yang berjalan lima bulan semakin sehat dan kuat, sehingga Farid mulai mengizinkannya kembali bekerja, meski hanya tiga kali dalam satu minggu, ia dengan segera menuju ruangan kerja yang sudah lama ia rindukan. Namun, seseorang berdiri tepat dipintu ruangannya, yang membuatnya terhalang.


"Selamat pagi nona muda?" sapa seorang wanita tinggi,langsing,namun tetap berisi dibeberapa bagian khusus tubuhnya, off shoulder dress yang ia kenakan memberikan kesan seksi tapi manis.


"Mau apa kamu kesini?!" ketus Akira.


"Biasa saja dong, kan lagi hamil nanti bayinya cepet mati loh kalau ibunya emosian" ucap Rayrin yang membuat Akira langsung menampar pipi mulusnya.


"Pergi dari sini, wanita iblis!"


"Berani-beraninya kau menyebutku seperti itu, dasar cewek gak jelas!"


"Kamu yang gak jelas tiba-tiba datang dan berusaha merebut suamiku!" tukasnya tajam.


Rayrin bungkam mendengar hardikkan Akira yang kini disaksikan oleh para pegawainya, "Sudahlah, langsung saja aku ingin bicara denganmu" ucapnya cepat sebelum ia menahan malu lebih lama lagi karena dikatakan sebagai pengganggu suami orang.


"Jika kamu hanya ingin memintaku meninggalkan Farid, jangan harap!"


"Tinggalkan dia untukku, atau kau tau akibatnya telah berani meremehkan aku" sarkasnya.


"Aku tidak takut padamu, aku percaya suamiku dia tidak akan meninggalkan aku!"


"Oh begitu? Baiklah tunggu saja kejutan dariku" ucapnya sinis lalu melenggang pergi, menubruk bahu Akira.


"Semakin kau menentangku, semakin lama aku menunda rencanaku dan semakin matang pula rencanaku, jadilah semakin besar pula kejutanku untukmu" ucap Rayrin licik,melirik bangunan yang ada dihadapannya, "Hahh..bahkan untuk menapaki kakimu disinipun kau tidak akan mampu nanti" sambungnya.


"Nikmati Akira, sekarang nikmati saja kebersamaanmu dengan Farid, lalu rasakan sakitnya kemudian, jika bukan kau yang pergi, akan aku buat Farid sendiri yang menyuruhmu pergi" seringainya penuh kelicikan.


.


.


.


Sementara diruangan pemimpin Earthecnology.


"Sergio! Bagaimana dengan client dari China, kapan mereka akan kemari?"


"Mereka ingin datang untuk makan malam bersama, bukan pertemuan dimeja rapat"


"Begitukah?" tanya Farid dengan mengetuk meja kerjanya dengan telunjuknya.


"Benar Tuan, mereka ingin pembicaraan yang santai dimalam hari"


"Kalau begitu, hubungi istriku suruh dia bersiap untuk nanti malam" titahnya.


Disisi lain Akira sedang terkejut mendapat kabar dari sekertaris suaminya. Wow, pertama kalinya ia akan diajak suaminya bertemu client pentingnya, ia merasa gugup takut salah bicara atau mengacaukan segalanya nanti.


Malam sudah tiba dengan tidak sabar Farid menunggu istrinya yang sibuk diruang ganti.


"Akira! Jangan terlalu lama mau kamu tunjukkan ke siapa memangnya penampilanmu?"


"Iya-iya sabar, masih pakai sepatu ih" sahutnya memekik panik karena terburu-buru. Segera ia muncul dengan penampilannya yang sederhana,namun memikat.


"Buru-buru banget si lagian Tuan Farid itu biasanya kan ditunggu, telat mah bukan masalah!" cerocosnya kesal,berbeda dengan Farid yang terdiam melihat penampilan dirinya.



Akira terlihat mempesona dengan dress putihnya yang sederhana tapi tetap memberikan kesan anggun dan elegan.


"Apa? Aku gak dengar?"


"Jelek kau sangat jelek, sepertinya aku salah mengajakmu pergi" sarkas Farid kesal karena Akira tidak mendengar ucapannya, Akira mengerucutkan bibirnya kesal, yang mana membuat Farid tergoda dengan bibir yang dipoles liptint coral yang membuatnya terlihat manis dimata pria itu.


"Yeuu, bilang aja kalau aku cantik iya kan?!"


"Sudahlah, jangan banyak bicara atau aku akan terlambat!" sergahnya sebelum ia membatalkan pertemuannya dan malah menyerang istri cantiknya itu.


Astaga, hamil lima bulan ternyata tidak membuat kecantikannya berkurang, justru Akira membuatnya kesal menahan gairah akibat tubuh istrinya yang semakin berisi dibagian tertentu dan itu membuat ia bereaksi setiap melihatnya, ditambah wajah manis wanita itu, ah dia bisa gila jika terus memikirkan betapa cantiknya sang istri yang baru beberapa waktu ini ia sadari.


Betapa bosannya ia sekarang, ia hanya menyantap makanannya sembari memperhatikan suaminya berbincang tentang bisnis yang sama sekali tidak ia pahami, menurutnya pembicaraan yang dilakukan terlalu rumit dan juga bahasa mereka terlalu tinggi. Apa begitu cara orang jenius berbisnis, penuh dengan ucapan-ucapan dengan arti tersembunyi?


Ingat ya walaupun Akira memiliki bisnis kuliner hobinya itu menggosip, jadi otak pintarnya jelas tercemar.


Kemampuan bisnisnya memang tidak bisa diremehkan tapi tetap saja, suaminya jauh lebih unggul orang yang menduduki peringkat atas sebagai pengusaha tersukses dan terkaya di Asia, sedangkan dia belum masuk ranking apapun.


Kurangi hobi bergosipmu dan gunakan kembali otak cemerlangmu yang sudah mulai berkarat wahai Akira.


"Saya kira cukup sampai disini Tuan Shen, saya dan istri saya undur diri" ucap Farid sembari berjabat tangan. Ternyata orang itu punya etika berbisnis walaupun biasanya suka sok berkuasa, begitu pikir Akira.


Akira bernapas lega mendengar penuturan suaminya dengan rekan bisnisnya. Karna pasti hal membosankan ini akan segera berakhir. Ia tersenyum ramah pada rekan bisnisnya. Lalu mengikuti suaminya yang sudah melenggang pergi dengan langkah cepat dan tegas yang memberikan kesan berwibawa. Gio yang mengikuti bagai sebuah bukti kekuasaan pria itu.


"Lain kali tidak perlu tersenyum seperti itu" ketus Farid saat mereka sudah didalam mobil.


"Kenapa?" tanyanya singkat.


"Kalau aku bilang tidak boleh ya tidak boleh, kau hanya boleh tersenyum padaku saja, istri pemimpin Earthecnology tidak perlu ramah pada siapapun!" ucap Farid datar.


"Dasar aneh, gak jelas!" kesalnya.


"Jangan menekuk wajahmu seperti itu, dengan orang lain kau tersenyum kenapa pada suami sendiri kau selalu menunjukan wajah jelekmu"


"Tau ah males debat, masih ada Gio disini jangan lunturkan wibawamu dengan cemburu tidak jelas seperti itu!"


"Aku tidak cemburu,kau percaya diri sekali rupanya"


"Halah memangnya apa kalau bukan cemburu? Iri?Dengki? Apa la-"


Cup


Kecupan dibibirnya membuat Akira bungkam seketika. Farid melepaskan kecupannya tepat didepan wajah Akira yang merona.


Akira dengan sedikit terkejut mendorong bahu suaminya.


"K-kamu! Gak malu ya masih ada Gio!"


"Gio bisa menjaga matanya" sahutnya santai dan kembali merengkuh bibir Akira yang sedari tadi menggodanya, bibir Akira yang tadi sempat bergerak,mencebik,mengomel sangat menantang untuknya.


Akira berusaha menolak,namu sia-sia apalah dayanya jika dibandingkan tenaga suaminya.


Farid terus melancarkan aksinya,mengecupi leher jenjang Akira yang tidak tertutup apapun, menyesap kulit dengan aroma memabukan,meniggalkan tanda kepemilikannya disana.


"Ughh...Far, jangan disini" ucap Akira dengan menahan desahannya.


"Baiklah" setuju Farid melepaskan bibirnya dari kulit mulus istrinya, ia juga tidak rela membuat tontonan gratis pada sekertarisnya yang sedang fokus mengemudi.


Akira menghela napas lega mendengar persetujuan Farid. Ia tidak mungkin membiarkan dirinya mendesah akibat perlakuan suaminya dan didengar pria lain, itu sangat menjijikan.


"Aku lepaskan sekarang, tapi tidak nanti ketika sampai rumah" sambungnya dengan senyum jahil yang menbuat napas Akira tercekat. Ia menelan salivanya kasar membuat dirinya tersedak salivanya sendiri.


"Uhuk..uhuk"


"Why,baby?" tanya Farid khawatir.


"Aku, aku hanya-"


"Salah sendiri tampil seindah ini" celetuk Farid seakan mengerti istrinya tersedak karna ucapannya.


"Lagipula dokter sudah mengizinkan kan?" tanya Farid jahil yang membuat Akira langsung berdebar dan merona.


Vote nya dong guys yang suka sama karya ini dan mau karya ini sering update.


Insyaallah kalau karya ini masuk ranking peringkat 100 aja aku bakalan update tiga kali sehari 😂🌻


follow ig: cottoncandy_zue


Semoga suka episodenya....