Akira's Old Love & Perfect CEO

Akira's Old Love & Perfect CEO
Extra Part Special Rayrin & Kris



Rayrin dan Kris bahagia dengan dua putri mereka tapi bahagia tidak akan berjalan semudah dan semulus itu.


Rayrin dengan wajah kusutnya dan matanya yang sembab karena menangis berjam-jam menatap bingkai foto pernikahannya dengan Kris.


Krystal dan Shine sudah tertidur dan Kris?


Entahlah, pria itu belum pulang.


"Apa karmaku belum selesai ya?" gumamnya, dengan air mata yang kembali menetes tepat di atas bingkai foto yang ia pandangi.


Pikirannya menerawang pada saat ia melihat Kris yang tampak akrab dengan rekan sesama dokternya di rumah sakit.


Bukan sekali atau dua kali tapi berkali-kali.


Rayrin pikir hidup dengan orang yang mencintainya adalah pilihan yang terbaik.


Tapi, di balik setiap jalan yang kita pilih ada rintangan yang harus kita lalui, ada penghalang yang harus kita singkirkan agar bisa melanjutkan perjalanan kita.


Dan perempuan itu adalah halangan di dalam jalan yang ia pilih bersama Kris.


Pandangannya berpindah pada pintu kamar yang terbuka nampak suaminya itu muncul dengan pakaian khas dokternya yang sudah tak rapih lagi.


"Kamu dari mana, Mas?" tanya Rayrin dengan suara bergetar, matanya berpindah pada jam dinding lalu berpindah lagi pada suaminya.


"Sekarang jam berapa kamu tahu? Disha nunggu kamu, minta tidur sama papanya." adu Rayrin.


"Aku minta maaf, tadi aku ada urusan dengan beberapa dokter lainnya." jawab Kris yang tetap bersikap seolah tidak ada apa-apa.


"Yakin?"


"Iyalah!" tukas Kris yakin, karena ia memang sedang ada urusan penting, Kris seseorang yang menjabat sebagai kepala rumah sakit ia juga punya banyak pekerjaan yang harus di urus.


"Sama dokter Anara ya?" tebak wanita itu meski hatinya sakit karena menyebut nama seseorang yang sudah mencuri posisinya.


Ya! Mencuri posisinya.


Rayrin yang harusnya ada di samping Kris untuk menyiapkan makan siang.


Tapi apa?!


Setiap dirinya datang ia selalu di suguhi pemandangan menjengkelkan antara Kris dan Anara yang selalu mendahuluinya.


"Jangan bawa-bawa, dokter Anara dalam perdebatan kita, dia gak salah apa-apa!" tukas Kris, yang mulai jengah dengan pembahasan Anara di setiap dirinya pulang.


"Kamu belain dia, Mas?! Kamu itu suami aku atau suami dia?" tanya Rayrin dengan tatapan sengit.


"Tanpa aku jawab kamu tau jawabannya, aku suami kamu."


"Tapi kenapa kamu lebih pilih Anara, kamu belain Anara, kamu __"


"Kamu ngomong apa sih, Ray?!"


Kris mencoba bersabar meski ia akui dirinya tersulut emosi, Kris lelah ingin istirahat bukannya bertengkar.


"Kamu mau ngaku atau__"


"Apa yang harus aku akui sih?!" tanya Kris sebal, " Harusnya aku yang nanya sama kamu, kamu kenapa?! Kamu cuekin aku terus akhir-akhir ini, sikap kamu juga dingin ke aku!" ungkap Kris dengan nada tinggi.


"Rayrin, aku capek. Bisa jangan bertengkar dulu? Aku butuh istirahat, jangan sampai aku ngomong sesuatu yang bakal buat kamu sakit hati, aku gak mau buat kamu sakit hati, aku mohon." pinta pria itu, Kris mengusap lembut puncak kepala Rayrin sebelum akhirnya melewati istrinya berlalu ke kamar mandi.


Sedangkan, dada Rayrin semakin sesak di tambah ada aroma lain selain aroma milik suaminya, aroma parfum perempuan yang menyeruak tipis di hidungnya saat Kris mengusap puncak kepalanya tadi.


Rayrin masuk ke kamar kedua putrinya, ia memandangi keduanya yang sedang tertidur lelap.


Shine dan Disha, buah cintanya dengan Kris, ia takkan bisa membayangkan bagaimana jika Kris tidak bersamanya lagi.


Apa yang harus ia lakukan agar Kris tetap untuknya dan putri-putrinya saja?


Agar hati pria itu hanya tertuju untuk Rayrin seorang!


Ternyata begini rasanya, saat melihat suaminya dekat dengan perempuan lain.


Rayrin dan Kris memutuskan tinggal jauh dari Akira dan Farid, karena Rayrin ingin melupakan masa lalu terbodoh yang pernah ia lakukan.


Ya walaupun sebenarnya, Akira tidak pernah bersikap seperti musuh padanya, malah bisa di bilang hubungan mereka sangat baik.


Cuma, ia sungguh malu karena jika ia bertemu Akira ia akan ingat kelakuannya yang memalukan di masa lalu.


Ini karma atas kelakuannya yang lalu kah ?


Kenapa tidak juga berakhir?


Atau karma karena menikah tanpa restu papa mertuanya ?


"Aku sangat mencintai kamu, Mas. Bagaimana jadinya aku kalau kehilangan kamu?" gumamnya sambil menatap kedua putrinya, pikirannya menerawang saat-saat bahagia mereka dan terngiang pula ucapan Anara yang terang-terangan mengatakan bahwa gadis itu menyukai suaminya.


*Saya cuma mau bilang, untuk jangan terlalu dekat dengan suami saya, Kris sudah berkeluarga


Tapi gak ada salahnya mencoba kan mbak? Siapa tahu, dokter Kris mau menjadikan saya istri keduanya.


Kamu lancang!


Saya yakin , beliau punya rasa yang sama untuk saya, eh lagi di omongin orangnya telepon*.


Anara menunjukkan ponselnya yang tertera nama suaminya disana.


Anara sangat terang-terangan mengatakan bahwa gadis itu memiliki minat lebih pada Kris.


Lebih-lebih, Kris merespon keberadaan Anara di setiap kesempatan.


Setelah hadirnya Disha, Bram mulai melunak sedikit demi sedikit, ia bahkan sudah sepenuhnya melepas tanggung jawab pada putra tunggalnya, Kris.


Sekarang, Kris seorang kepala rumah sakit, pemilik rumah sakit, sekaligus seorang dokter.


Suaminya tampan dan siapa yang tidak menginginkan Kris?


Disaat Bram sudah mau menerima dirinya sebagai menantu, Kris malah berpaling pada wanita lain.


Rayrin hendak memanggil suaminya untuk sarapan pagi, Shine dan Disha bahkan sudah bersiap di meja makan menunggu ayah mereka.


"Mas__" ucapannya terpotong saat mendengar suaminya sedang berbicara di telepon.


"Anara, kamu tunggu saya!" kira-kira itulah kalimat terakhir yang berhasil ia dengar, ada nama Anara yang sukses menyayat perih hatinya.


"Sayang?" sapa Kris saat melihat sang istri di ambang pintu, pria itu meraih jas putihnya sambil menghampiri Rayrin yang masih mematung disana.


"Kita sarapan?" ajak Kris merangkul bahu Rayrin, wanita itu hanya bisa mengiyakan dengan wajah datarnya.


Tapi ia harus tetap tersenyum nanti di hadapan anak-anaknya.


"Mas, aku cinta kamu." ujarnya saat sebelum suaminya itu masuk ke dalam mobil bergabung dengan anak-anak mereka.


"Iya, aku berangkat dulu takut anak-anak kesiangan." pamit Kris yang masuk ke dalam mobil setelah mengecek waktu melalui jam tangannya.


Rayrin tersenyum getir, hanya jawaban biasa bukan balasan seperti Aku juga cinta kamu sayang.


Kenapa bukan balasan seperti itu?!


Kris, suaminya sudah berubah!


Ihhh ada yang kepo gak sama Rayrin sama Kriss?


Kepo nggak kepo nggak?


pumpung aku lagi semangat nih buat kasih bocoran rumah tangga mereka.


Soalnya aku malah kangen banget tau sama Rayrin dan Kris.


AYO YANG BELUM MAMPIR DI MY LAZY RICH MAN AKU TUNGGU YAA KOMENTAR NYAA EHHEE