
Siang itu Yoongi mendapat notifikasi dari web sindikat penjualan vampire. Dia diberikan sebuah lokasi untuk pengambilan fettuccine yang bisa dilakukan sore ini atau besok. Yoongi sudah tidak ingin berlambat-lambat karena betapa ia ingin segera menghancurkan markas sindikat. Dia yakin vampire lain pun memikirkan hal yang sama. Jadi Yoongi langsung memberitahu Seokjin, Namjoon dan Hoseok.
Mendengar good news itu–setelah penantian panjang–Seokjin langsung ijin ke rektor kampus dan pulang. Namjoon dan Hoseok pun skip mata kuliah dan segera ke rumah. Ini sangat mendebarkan karena bagaimana akhirnya kesempatan datang juga untuk melakukan penyerangan pada orang-orang yang sudah menangkap dan mengeksploitasi vampire.
Mereka berempat berkumpul di kamar Yoongi. Hal yang bagus juga karena Taehyung belum pulang sehingga tidak perlu tahu apa-apa dengan rencana yang akan dilakukan. Setelah melacak lokasi yang diberikan yang ternyata merupakan salah satu wilayah sepi dan tidak ada banyak aktivitas karena tempat itu merupakan daerah gersang, bekas penambangan yang gagal. Tapi kalau dipikir, itu tempat yang sempurna untuk melakukan transaksi ilegal semacam ini.
“Kita mendapat barcode yang nanti bisa discan untuk membuka pintu lokasi,” ujar Yoongi, “So, Alpha, apa yang menjadi rencanamu?”
Seokjin belum menceritakan bagaimana ia mendapat telepon dari Jackson bahwa Vernon sudah mati dan kepalanya dipenggal. Seokjin tidak ingin membuat perang emosional bagi anggota clannya. Jika itu memang harga yang harus dibayar, Seokjin akan pastikan dia menghabisi semua yang ada di dalam lokasi. Soulmate Vernon masih mengalami traumatis dan harus therapy hipnotis oleh vampire yang memiliki kekuatan menghipnotis supaya ia tidak terus-terusan mengalami histeria. Dendam itu akan Seokjin yang balaskan, bagaimana sindikat memenggal kepala vampire, demikian pula Seokjin akan melakukan hal yang sama pada pelakunya.
“Yoongi, tolong siapkan mobil tanpa plat,” ucap Seokjin, “Pastikan mobilnya anti peluru, just in case.”
“Aku bisa menggunakan kekuatanku untuk menghancurkan lokasi.” usul Namjoon. Dia sudah sangat berapi-api dan ingin menghancurkan tempat itu.
“Of course,” sahut Seokjin, “Nanti aku akan memberi tanda untuk kau memanggil petir dan memanggang tempat itu dengan orang-orang yang ada di dalamnya.”
“Yes!” Namjoon mengepalkan tangan ke udara.
“Apa tidak sebaiknya kita sisakan sandera atau orang yang bisa memberi kita informasi?” ucap Hoseok. Dia berpikir sepertinya lokasi yang dimaksud bukanlah markas sindikat yang sesungguhnya bukan? Jika tempat itu merupakan markas rasanya terlalu ceroboh jika mafia semacam itu memberikan lokasi.
“Aku tidak membutuhkannya.” tukas Seokjin. “Informasi yang kita punya sudah cukup, siapapun yang berkaitan dengan sindikat kita bunuh saja.”
Yoongi mengangguk. “Apa kau akan memberitahu Jackson? Apa clannya jadi akan membantu kita dalam penyerangan ini?”
“Kurasa tidak,” gumam Seokjin muram, “Dewan vampire sedang tidak stabil, banyak hal yang terjadi. Kurasa memberitahu Jackson bukanlah keputusan baik.”
Yoongi menatap Seokjin, dia penasaran apa yang sebenarnya terjadi sampai bisa merasakan bitter hati sang Alpha.
“Dalam waktu 30 menit kita akan berangkat,” kata Seokjin, “Siapkan diri kalian dan bawa senjata yang bisa digunakan di penyerangan ini. Dan ingat, tidak perlu memberitahu Taehyung.”
Yoongi, Namjoon dan Hoseok mengangguk serentak.
.
.
Yang tidak mereka tahu, bahwa saat ini situasi yang dialami bayi vampire itu sangat tidak aman.
Setelah Lisa memberitahukan ke markas hunter untuk mengirimkan mobil untuk ‘menjemput’ vampire dari Seoul University, Taehyung dibius dan dibawa pergi ke tempat yang sudah ditentukan Myunggyu sebagai tempat transit vampire sementara.
Lisa adalah mahasiswa kedokteran hewan di Seoul University. Dia mendapat beasiswa spesial dari program Kementrian Hunter. Lisa memang sudah disiapkan kelak akan menjadi the next peneliti atau ilmuwan yang fokus di anatomi vampire. Lisa tidak peduli pada vampire, dia selalu diberitahu kalau vampire hanya menumpang di muka bumi. Kehadirannya bisa dimanfaatkan untuk membangun peradaban manusia : bagaimana darah vampire bisa menyembuhkan penyakit darah, pengganti botox untuk membuat awet muda, atau berbagai manfaat lainnya. Jadi Lisa tidak pernah merasa bersalah atau prihatin pada nasib vampire yang dieksploitasi, sama halnya dia yang tidak berperasaan ketika melakukan ‘kelinci percobaan’ pada sejumlah hewan untuk alasan penelitian.
Beberapa minggu lalu, Lisa dikontak oleh Myunggyu, ketua serikat markas hunter di Korea Selatan. Myunggyu memberi Lisa sebuah tugas untuk memata-matai mahasiswa bernama Jeon Jungkook. Myunggyu melakukannya setelah membaca email dari mahasiswa tersebut mengenai ada kecurigaan bahwa di kampus itu ada vampire. Myunggyu menyerahkan metodenya pada Lisa, metode apapun dihalalkan untuk mendapat informasi penting terkait email yang dikirim Jeon Jungkook.
Setelah begitu lama memata-matai, Lisa menaruh kecurigaan bahwa yang dimaksud adalah Taehyung karena sesungguhnya Jungkook tidak memiliki banyak teman. Jimin tidak mencurigakan karena masih tampak seperti manusia normal. Sementara Taehyung…. Bisa dibilang Lisa sudah merasakan aura pembunuh dari pria itu. Bagaimana Taehyung pernah mengumpatnya atau perilaku agresif lainnya. Dan kejadian terakhir membuat Lisa tidak mau memberikan kesempatan lagi, ia ingin mengenyahkan Taehyung dari kehidupannya.
.
.
Taehyung yang tak sadarkan diri dibawa ke tempat transit vampire sebelum nantinya akan dijemput oleh orang-orang dari sindikat. Lokasinya berada di desa pinggiran yang jumlah penduduknya sangat sedikit.
Badannya didorong ke lantai keras. Tangan dan kaki sudah terikat sangat kuat dan vampire itu pun masih belum sadar karena memang betapa kuat dosis obat bius yang disuntikkan ke dalam tubuhnya.
Myunggyu, sang ketua hunter, langsung datang ke lokasi untuk mengecek tangkapan ini. Ia masuk ke dalam ruangan dan melihat seorang pria yang berada di lantai, kepalanya berdarah karena tubuhnya yang tadi dilempar keras ke lantai.
Myunggyu mengernyit dan melihat tangkapan itu. Sebagai ketua hunter dia dan anak buahnya tidak boleh sampai salah menangkap. Jangan sampai yang mereka tangkap ini adalah orang awam, tentunya akan menjadi masalah besar yang bisa berujung pada tindak kriminal.
“Sudah dicek?” tanya Myunggyu pada anak buahnya.
Hunter lain mengangguk. “Dia tidak bernafas dan tidak memiliki denyut nadi. Bisa dipastikan dia memang vampire.”
Myunggyu menghela nafas lega. Dia puas karena Lisa bisa diandalkan dalam hal ini, bisa menjadi prestasi yang akan membuat Lisa semakin dipercaya oleh para donator beasiswanya.
“Apa kita akan langsung melaporkannya ke Delicious Pasta?” tanya hunter itu pada Myunggyu.
“Jangan dulu. Aku harus menunggu sampai pesananku datang.” ucap Myunggyu. “Jika sindikat benar-benar mau menyerahkan kepala Vernon, maka aku dengan senang hati akan memberikan vampire ini sebagai penggantinya.”
“Kudengar kabar bahwa sindikat sudah melakukannya–“
“Tidak ada bukti maka tidak valid.” tukas Myunggyu galak. Dia memang sudah meminta sindikat untuk mengabulkan permintaannya bagaimana ia ingin Vernon mati. Ini sebenarnya adalah dendam pribadi bagaimana sahabat terdekatnya yang juga merupakan hunter, dibunuh oleh Vernon saat ada penyerangan pada clan kecil di Busan. Yang tak disangka karena beberapa vampire muncul dan berusaha menyelamatkan clan serta menyerang balik. Dalam peristiwa naas itu, ada 3 hunter yang mati terbunuh. Kejadiannya sudah sangat lama dan Myunggyu tidak bisa melupakan kalung gading yang dipakai Vernon. Kesempatan untuk melakukan balas dendam muncul ketika Seunghoon, anggota dewan vampire, menjadi informan markas hunter. Myunggyu mendapat informasi lengkap mengenai data diri vampire yang memakai kalung gading itu. Selebihnya setelah itu kau tahu sendiri apa yang terjadi.
.
.
Jungkook sejak tadi mencari Taehyung di kampus. Aneh sekali, Jungkook menyuruh Taehyung menunggunya di depan perpustakaan dan saat Jungkook keluar, ia melihat vampire itu tidak ada. Taehyung pun tidak mengirim pesan apa-apa. Jungkook berusaha menelepon Taehyung namun ponselnya tidak aktif.
Jungkook jadi cemas sendiri. Kenapa perasaannya saat ini pun tidak enak? Apa ada terjadi sesuatu yang buruk menimpa Taehyung???
Jungkook mencoba menghubungi Yoongi namun tidak dijawab. Ia menghubungi hyung yang lain pun sama tidak ada yang menjawab. Sebenarnya ada apa? Kenapa semuanya tidak bisa dia hubungi di saat dia sangat cemas dan kuatir begini?
Tae, sebenarnya kau dimana?
Answer me.
Tae…
.
.
Tae!!
Jemari Taehyung bergerak sedikit namun posisinya masih terbaring di lantai dengan mata terpejam. Tangan dan kaki masih terikat kuat.
Bau bangkai semerbak di udara memenuhi hidungnya…
Di ruangan itu ada Myunggyu dan dua hunter yang sedang duduk di sana membicarakan mengenai kesepakatan dengan sindikat. Pintu diketuk sekali, seseorang yang merupakan suruhan dari sindikat masuk sambil membawa sebuah paket kiriman dari sindikat di dalam sebuah box stainless.
“Paket sudah datang rupanya…” ujar Myunggyu dengan senyum. Para manusia itu sepertinya belum mencium bau bangkai yang sudah sangat menyengat di udara.
“Apa itu vampire penggantinya?” tanya orang yang menjadi pengantar paket sambil menunjuk seseorang yang pingsan di lantai.
“Yep.” sahut Myunggyu. Dia membuka box stainless itu membuat baunya kini semakin memenuhi udara. Dua hunter yang ada di sana langsung menutup hidung karena betapa bau busuk yang tercium. Tapi Myunggyu malah memberikan smirk puas. Paket yang diterima akurat, kepala vampire yang ingin ia miliki karena dendam kesumat di dalam hati.
“Mau diapakan kepalanya?” tanya salah satu hunter sambil terus menutup hidung.
“Mungkin akan bagus jika dipajang di markas hunter,” ujar Myunggyu, “Untuk menjadi motivasi para hunter dalam memburu vampire, tanpa ampun, tanpa perasaan. Aku ingin nanti kepalanya di-formalin dan sedikit dirapihkan lagi.”
Sang pengirim paket sudah berdiri di dekat vampire yang terbaring pingsan. Ia melihat badan Taehyung baik-baik. “Kuharap vampire ini memiliki darah yang baik. Bisa tolong bantu aku mengangkatnya keluar?”
Salah satu hunter kepercayaan Myunggyu pun mendekat dan akan membantu untuk membawa badan Taehyung keluar. Baru keduanya akan menyentuh Taehyung, kedua mata Taehyung tiba-tiba terbuka mengejutkan mereka. Dengan cepat Taehyung melepaskan kedua tangannya dari tali yang melilitnya. Sebelah matanya berubah menjadi putih dan betapa sejak tadi Taehyung tidak dapat menahan diri untuk semua yang sudah ia dengar.
Kedua manusia itu terperangah. Taehyung langsung menyambar bahu si pengirim paket. Dan dengan tangan kosong ia mencabik daging orang tersebut membuat pria itu memekik kesakitan. Daging terlepas begitu saja dan darah keluar memenuhi bajunya.
Semua yang berada di ruangan kaget, tak menyangka kalau vampire yang mereka tangkap bisa bangun dan sadar padahal obat bius yang diberikan harusnya membuat Taehyung masih tertidur beberapa jam lagi.
Ekspresi Taehyung begitu datar dan sorotan mata sangat dingin, seolah baru saja dia tidak mencabik daging manusia. Hunter yang berada di dekatnya sangat syok melihat pemandangan itu. Badan sudah gemetar karena menganggap vampire itu adalah monster.
Taehyung menoleh padanya dan dengan cepat menyambar leher hunter itu, mencekiknya ke udara membuat hunter itu seperti ikan megap-megap yang kehabisan nafas. Taehyung melempar badan hunter itu ke tembok. Tidak perlu ada ampun dan perasaan lagi, bukankah itu juga yang tadi dikatakan ketua hunter, seolah vampire tak ada harganya.
Myunggyu mundur ketakutan karena betapa seramnya vampire itu sekarang. Sementara hunter yang lain berusaha mengambil pistol yang berada di atas meja. Namun Taehyung sudah membaca gerakannya. Vampire itu lebih cepat dan langsung menyambar tangan hunter itu mematahkan dan meremukkan tulangnya. Tak akan ada yang ia biarkan hidup. Taehyung pun memukul kepala manusia itu membuat manusia itu seketika rebah ke lantai karena tengkoraknya yang pecah.
Myunggyu sangat syok melihat pemandangan itu, seperti sedang melihat pembunuh berdarah dingin yang melakukan aksinya. Ia begitu takut karena dia akan menjadi korban berikutnya.
“Ja-jangan bunuh aku…” mohon Myunggyu karena betapa ketakutannya ia melihat Taehyung yang berjalan mendekat. “K-kau bisa hisap darahku… A-aku takkan keberatan. Hisap saja darahku…”
“Huh…” Taehyung masih bereskpresi datar. Dirinya larut dalam emosi membunuh siapapun yang ada di ruangan ini. Para hunter yang selama ini bekerja sama dengan sindikat dan menangkap vampire untuk keuntungan pribadi.
Taehyung mengerucutkan hidung tak suka. “Aku tak bisa meminum darah manusia sembarangan, apalagi manusia sepertimu, aku takkan sudi bahkan untuk setetes saja.”
Taehyung meninju perut Myunggyu, mencabik perutnya dan mengeluarkan isinya. Pekikan histeris ketua hunter itu memenuhi ruangan. Tapi Taehyung sudah tidak akan kasihan.
“Apa kau juga ingin tahu seperti apa rasanya kepala lepas dari lehermu yang sudah keriput ini?” tanya Taehyung pelan.
Myunggyu menggeleng, air mata tumpah ruah dan ia masih mengerang kesakitan. Betapa mengerikannya melihat darah dan isi perutnya yang berceceran di lantai.
Taehyung menjambak kepala manusia itu dan menghempaskan wajahnya ke lantai keras. Ketua hunter itu tewas seketika.
Taehyung melihat kondisi di ruangan yang sudah seperti kapal pecah. Darah dimana-mana membuat Taehyung tiba-tiba mual. Yang terjadi disini semua dia lakukan??
Vampire itu memegang kepalanya yang migrain. Dia harus pergi secepatnya dari tempat terkutuk ini karena situasi ini kembali mengingatkannya pada pengalaman pahit dulu.
Taehyung mengambil box stainless, menutupnya. Ini begitu menyesakkan melihat ada vampire yang menjadi korban kebrutalan ego manusia. Dada Taehyung sangat sesak dan sakit membayangkan hal-hal menjijikkan lain yang sudah dilakukan sindikat dan hunter.
Taehyung keluar dari tempat itu dengan membawa box stainless. Lokasi yang terpencil dan terisolasi ini membuat Taehyung tidak tahu harus kemana. Dia tidak tahu jalan pulang tapi memilih menelusuri jalan raya yang ada. Noda darah di pakaian dan wajahnya pasti akan membuat siapapun yang melihatnya menyangka dia adalah pembunuh.
Tapi itu benar… dia memang pembunuh…
Jeon…
save me…
.
.
Sudah hampir sejam Taehyung berjalan di tempat yang sepi dan tak dikenal. Matahari sudah hampir terbenam dan lututnya sudah lelah karena terus berjalan.
Dari kejauhan ia melihat sebuah mobil mendekatinya. Mobil yang familiar. Itu adalah mobil Jungkook.
Jungkook memberhentikan mobilnya dan keluar dengan syok melihat kondisi Taehyung. “Tae!!” Jungkook melihat bagaimana pakaian Taehyung penuh dengan noda darah. Tak berpikir panjang Jungkook memeluk vampire itu. Ia kira ia tidak akan melihat Taehyung lagi.
“Ya Tuhan… Kau baik-baik saja?”
Taehyung menangis parau di bahu Jungkook. Dia tidak sekuat kelihatannya. Kenyataannya Taehyung sangat lemah. Mentalnya akhir-akhir ini sangat tertekan. Lihat betapa mengerikannya hal-hal yang bisa dilakukan sindikat. Orang-orang itu tidak punya perasaan. Dan Taehyung sangat takut… dia takut jika hal yang sama terjadi pada dirinya… atau pada orang-orang yang menyayanginya.
Jungkook memeluk vampire itu erat-erat, ikut menangis, karena dia juga bisa merasakan hal yang dirasakan Taehyung.
“Kau akan baik-baik saja. Aku akan melindungimu.” bisik Jungkook sepenuh hati sementara air mata mengalir di pipi.
🎃🎃
Mudah²an udah kejawab pertanyaannya ya, mengenai Lisa dan kondisi Vernon..
Ingat ini hanya fanfic, apa yang terjadi pada tokoh yg ditulis disini hanyalah fiktif 🙏
Jangan lupa berikan jejak🐾🐾