
Perlahan-lahan Jungkook telah sadarkan diri. Matanya sangat perih ketika membuka dan tubuhnya kaku, masih sulit digerakkan. Dia mencelos saat melihat kedua tangannya yang terikat. Tubuh Jungkook berada di lantai dengan posisi menelungkup. Ia menggerakkan bola mata dan melihat ke sekeliling ruangan yang merupakan ruangan besar bertembok hitam tanpa jendela. Ia melihat di ujung ada Taehyung yang terbaring dengan posisi janggal, di kepalanya masih ada bekas darah yang belum diobati. Jungkook meringis, kembali teringat bagaimana ia dan Taehyung diserang oleh sekelompok orang tak dikenal dan disekap di tempat ini. Entah sudah berapa lama mereka ada di tempat ini.
Bagaimana caranya ia menyelamatkan Taehyung? Bagaimana caranya ia keluar dari tempat ini?
Di ruangan itu ada lima pria bertubuh kekar seolah menjaga ruangan ini. Jungkook tidak tahu siapa mereka dan kenapa ia dan Taehyung diculik. Apa ini ada hubungannya dengan sindikat? Lee Dongwook?
“Sudah bangun rupanya.” ucap salah seorang pria dan mendekati Jungkook. Ia menyeringai menatap Jungkook dengan sepele.
Rahang Jungkook mengeras saat bahunya diinjak pleh pria itu. Ia meronta pelan namun kaki itu semakin kuat menginjaknya. “Siapa kalian? Apa yang kalian mau?”
Pria berotot itu mendengus. Ia melirik ke arah teman-temannya yang lain. “Bos mengijinkan kita untuk bermain-main dengan tahanan sampai besok pagi sebelum kita pindahkan ke tempat lain.”
Yang lain memberi seringai. Ada yang memegang tongkat bisbol, ada pula yang memegang pisau lipat. Mereka memang sudah menunggu Jungkook untuk bangun, ingin mempermainkan pria itu di sini. Tidak ada larangan untuk tidak menyakiti Jungkook, bahkan sepertinya bos mereka mempersilakan jika tahanan berada dalam kondisi babak belur sekalipun.
Sementara itu ada satu pria yang mendekati Taehyung, menepuk-nepuk pipi vampire itu seolah mengecek kondisinya. “Apa dia mati? Dia tidak bernafas.”
Mata Jungkook membesar dan melihat ke arah Taehyung. Dia berharap Taehyung baik-baik saja, Taehyung mungkin tidak bernafas karena merupakan vampire.
“Sekali pukul langsung mati?” tukas yang lain, “Lembek sekali.”
“Mungkin dia gegar otak?” komentar yang lain mengekeh, “Ternyata pukulanku home run~” ucapnya sambil mempraktikkan pukulan home run di pertandingan bola baseball.
“Coba cek kondisinya.” ucap pria yang menginjak bahu Jungkook.
Pria botak yang berjongkok di dekat Taehyung itu mengeluarkan pisau lipat. “Wajahnya pucat seperti orang mati.” Dengan tidak berperasaan, ia menyayatkan pisau ke kulit lengan Taehyung berharap mendapat reaksi atau perlawanan.
“Jangan sentuh dia!!! Jangan sentuh!” pekik Jungkook. Amarah begitu meledak di dalam dada melihat bagaimana darah mengalir keluar dari kulit Taehyung namun tidak ada pergerakan sama sekali dari vampire itu. Jungkook hampir-hampir menangis, Taehyung tidak mati bukan?
“Berisik sekali.” tukas pria yang menginjak bahu Jungkook. “Kau pun bersiaplah… kau akan menjadi mainan kami sepanjang malam ini.”
Seorang pria menarik tubuh Jungkook untuk berdiri. Mendapat kesempatan, Jungkook langsung menendang tulang kering orang tersebut. Tangannya meronta berusaha melepaskan ikatan tali di kedua tangan tapi tak bisa. Ia mundur dengan cepat menghindar dari pria-pria kekar itu.
“Saatnya bermain~~” ucap salah seorang dari mereka. Lima orang itu pun hanya mengekeh-ngekeh melihat Jungkook seolah Jungkook mainan mereka.
Jungkook berusaha menghindar ketika salah satu dari mereka menyerangnya. Dengan kedua tangan yang terikat, Jungkook hanya bisa mengandalkan kakinya. Ia menghindar atau menendang lawan dengan segenap kekuatannya. Tapi tentu saja hal itu tak cukup.
Bahu Jungkook dipukul menggunakan pemukul besi. Ia berusaha menahan rasa sakit di dalam tubuhnya. Ia tidak mau menyerah, ia harus melepaskan Taehyung keluar dari tempat ini. Jungkook menendang ************ orang yang akan mendekatinya. Pria itu memekik kesakitan karena tendangan Jungkook yang sangat kuat dan menyakitkan.
Pria lain yang memegang pisau lipat akhirnya habis kesabaran. Dengan barbar ia mendekati Jungkook sambil mengayun-ngayunkan pisau di udara berusaha mengenai wajah atau badan Jungkook. Sebisa mungkin Jungkook menghindar, memaksa pikirannya untuk tetap fokus dan menahan tubuhnya yang kesakitan. Ia tidak boleh mati mengenaskan di tempat seperti ini.
Pisau berhasil menyayat lengan Jungkook mengakibatkan darah menetes keluar. Jungkook meringis kesakitan sementara para pria itu terkekeh puas melihat penderitaan mangsa mereka. Rahang Jungkook ditinju dengan keras membuat Jungkook akhirnya jatuh ke lantai. Darah keluar dari mulut akibat pukulan itu dan kepalanya sudah hampir hilang fokus dan kesadaran.
Jungkook hanya bisa memejamkan mata sementara salah satu dari orang-orang itu ada yang menginjak punggungnya. Dengan kedua tangan yang terikat seperti ini, ia tidak bisa melindungi diri.
“Back off, guys…” ucap seseorang tiba-tiba dengan suara rendah dan dingin.
Kelima pria yang mempermainkan Jungkook itu menoleh dan terkejut melihat Taehyung sudah berdiri di sana dengan tatapan membunuh. Mereka kaget karena tak menyadari kapan Taehyung sudah sadar bahkan bisa melepaskan kedua tangan dari tali yang mengikatnya. Vampire itu sedang berdiri normal seolah kepalanya tidak pernah dipukul dan berdarah.
“You can not touch him without my permission…” ujar Taehyung. Ia melemaskan kedua pergelangan tangannya. Taehyung sudah tidak akan mengurangi kekuatannya untuk manusia-manusia itu.
Jungkook membuka mata perlahan dan melihat yang berdiri di sana… Melihat aura dan bagaimana raut wajahnya yang menyeramkan, Jungkook yakin dia adalah V. Ada rasa lega menjalar di dalam dirinya melihat kehadiran V. Apa telepatinya berhasil membangunkan V?
Lima pria berotot besar itu pun sudah tidak mau mengulur waktu lagi dan langsung menyerbu Taehyung. Sebelah mata Taehyung seketika berubah menjadi putih, kemarahan memenuhi seluruh tubuhnya, mungkin sebagian adalah kemarahan Jungkook yang menular ke dalam dirinya.
Taehyung bisa dengan mudah menghindar setiap serangan dan pukulan. Ia bahkan mematahkan tulang lengan dua pria sekaligus membuat mereka menjerit kesakitan. Dengan tangan kosong, Taehyung melumpuhkan tangan dan kaki orang-orang itu. Kekuatannya yang memang destruction membuatnya bisa unggul dengan pertarungan jarak dekat seperti ini. Musuh-musuhnya sudah berada di lantai terkapar, mengerang kesakitan.
Taehyung segera mendekati Jungkook. Ia membantu manusia itu untuk duduk bangun dan melepas tali yang mengikat kedua tangan Jungkook. “Gwaenchana?” Vampire itu mengecek lengan Jungkook yang berdarah, untungnya luka itu tidak dalam. Well, jika ini bukan suasana tegang, Taehyung dengan rela bersedia ‘membersihkan darah’ di lengan Jungkook itu. Aroma manis darah Jungkook terendus di hidung vampire itu.
Jungkook menatap Taehyung, ada rasa terharu karena akhirnya vampire itu muncul kembali. Mata putih Taehyung pun sekarang tidak menakutkan lagi untuk Jungkook. “I’m ok.”
Di situasi seperti ini banyak hal yang ingin Jungkook katakan, penyesalan dan permintaan maaf yang belum bisa ia utarakan. Tapi mungkin ini bukan waktu yang tepat karena Jungkook melihat ada pria di belakang Taehyung sudah akan memukul dengan pemukul besi.
Jungkook langsung menarik Taehyung untuk menghindar dari pria di belakangnya itu. Jungkook menendang kaki pria itu yang sebelumnya sudah pincang akibat serangan Taehyung, Jungkook meninju wajahnya membuat pria itu jatuh terlentang ke lantai.
Akhirnya Taehyung dan Jungkook kembali berkelahi melawan para pria yang mulai bangkit berdiri untuk menyerang. Jungkook yang memang punya skill boxing bisa menyerang pria yang memegang pemukul besi. Sementara Taehyung sudah tidak memberi ampun lagi. Ia mematahkan tulang-tulang lawannya. Patah leher, patah tengkorak, patah kaki, dan juga tendangan kakinya yang meremukkan paru-paru dan organ.
Jungkook sudah melumpuhkan lawannya dan menoleh terkejut melihat empat pria di lantai menjerit kesakitan bahkan beberapa ada yang sepertinya sudah tewas. Jungkook menelan ludah, ia semakin tahu kalau Taehyung punya kekuatan sedahsyat itu.
“Tae, ayo…” ucap Jungkook menarik lengan Taehyung, “Kita pergi dari sini.”
Taehyung membiarkan Jungkook menariknya keluar dari ruangan itu. Saat di luar baru mereka sadari bahwa tempat ini semacam gudang penyimpanan. Taehyung berhenti dan melihat sekeliling. Tempat ini cukup besar sepertinya salah satu property milik sindikat. Taehyung tidak merasakan ada vampire yang ditawan di tempat ini. Jadi sepertinya vampire-vampire ditawan di tempat lain.
“Kenapa?” tanya Jungkook cemas melihat Taehyung yang berhenti. Ia ingin segera membawa Taehyung keluar dari tempat ini, tidak ingin bertemu dengan komplotan lain yang bisa saja memergoki mereka.
Taehyung tidak mengatakan apa-apa. Ia melihat ada banyak drum gasoline. Taehyung menendang drum-drum itu membuat tutupnya terbuka dan isinya tumpah ruah ke lantai. Mata Jungkook membesar, tak mengerti apa yang berusaha dilakukan Taehyung. Apa Taehyung mau membakar tempat ini?
Taehyung membuka kotak listrik yang ada di dinding. Ia membongkarnya dan mencabut beberapa kabel sehingga menimbulkan sedikit percikan api.
“Tempat ini pantas dibakar habis.” gumam Taehyung. Ia pun menarik Jungkook yang masih tertegun itu untuk keluar dari gudang karena sebentar lagi korsleting akan terjadi.
.
.
.
Taehyung dan Jungkook berada di bukit jauh dari gudang tempat mereka tadi disekap. Saat ini api tengah membara membakar gudang, mereka bahkan bisa melihat bagaimana asap hitam membumbung ke langit dan mendengar sayup-sayup suara sirine pemadam kebakaran.
Taehyung cukup puas melihat semua itu. Tidak ada yang bisa menghentikannya untuk membunuh orang-orang itu. Ia akan melakukan hal yang sama untuk gedung-gedung lain milik sindikat penjualan vampire.
Sementara sejak tadi Jungkook terus memperhatikan Taehyung, mengamati kalau vampire itu benar-benar adalah V. Ia dan Taehyung duduk di tanah melihat pemandangan kota dari atas, lampu-lampu seperti hamparan bintang. Kondisi kota tampak lengang karena ini sudah lewat tengah malam–meski ada pemandangan lain yaitu kebakaran gudang.
“Kau V.” sahut Jungkook.
Taehyung terdiam seolah memikirkan sesuatu.
“Akhirnya kau muncul..” gumam Jungkook.
Taehyung menghela nafas. Kemunculannya memang tak ia sangka-sangka. Ia tidak bisa membiarkan begitu saja Jungkook dipermainkan dan dipukuli seperti tadi. Taehyung menerima telepati Jungkook yang membuatnya langsung terbangun dan menghajar para bajingan itu.
“Jungkook… aku seharusnya tidak pernah melibatkanmu dalam urusanku… Mianhe.”
Jungkook terkejut mendengar ucapan itu. Ia tak menduga Taehyung akan meminta maaf seperti ini. “Apa maksudmu?”
“Apa kau tidak tahu siapa dalang di balik penculikanmu? Lee Dongwook, Jungkook. Aku menyadari kalau dia bukan orang sembarangan.” Rahang Taehyung mengeras. Ia memendam di dalam hati kalau ia semakin yakin bahwa Dongwook adalah big boss sindikat yang selama ini ia cari. Dongwook bukan orang sembarangan, pria itu sudah mengetahui bahwa Taehyung adalah vampire sejak semula namun bersedia mengulur waktu dan ‘bermain-main’. Apa yang terjadi di villa membuat Taehyung menyadari bahwa dengan tak sengaja ia akan menyeret Jungkook juga dalam permainan Dongwook.
“Ta-tapi kenapa dia melakukannya?” tanya Jungkook sampai terbata-bata. Tidak perlu diragukan kalau Jungkook memang membenci Dongwook dan sudah mencurigainya sejak awal, tapi ia masih tidak menyangka dirinya menjadi target Dongwook.
“Mungkin karena kau ada kaitannya denganku.” kata Taehyung dengan senyum tipis.
Mata Jungkook mengerjap-ngerjap. Dongwook mungkin ingin menyerangnya karena Jungkook pernah memaki pria itu saat di depan club atau entah alasan lain sampai melakukan sejauh ini. Jungkook tidak akan menyalahkan Taehyung untuk apa yang terjadi, dirinyalah yang selama ini memang memberi diri menemani Taehyung ke Black Dragon.
“Apa kau tidak pernah berpikir betapa berbahayanya ketika kau bersamaku, Jungkook?” tanya Taehyung membuat Jungkook tersentak dari lamunannya.
Alis Jungkook mengernyit. Ia pun tidak mengerti mengapa situasinya bisa seperti ini. Awal pertemanannya dengan Taehyung sangat innocent, Jungkook tidak pernah menyangka akan berteman dengan vampire dan malah terseret dalam berbagai masalah dan bahaya. Namun Jungkook tidak pernah berpikir untuk melepaskan hubungan ini. Seokjin pernah menawarkan untuk menghapus memori Jungkook mengenai Taehyung supaya Jungkook tidak perlu terlibat lagi dalam berbagai hal yang berkaitan dengan vampire. Tapi bahkan Jungkook pun menolaknya. Ini memang sulit dimengerti bagaimana ia mengikuti kata hatinya dan menjalani hidup yang tidak wajar seperti ini.
“Jadi itu sebabnya kau bersembunyi?” tanya Jungkook berani menatap Taehyung tepat di manik.
Taehyung menggeleng dan langsung memalingkan wajah. Darah kering masih ada di sekitar kepala dan rambut Taehyung namun itu sudah tidak terasa sakit sama sekali baginya.
“Aku hanya ingin kau kembali menjalani perkuliahan biasa bersama Taehyung yang innocent yang tidak pernah menyimpan dendam sepertiku. Bagaimanapun kau memiliki hidup tenang sebelumnya. Tidak seharusnya aku mengubahnya.”
Jungkook memikirkan ucapan Taehyung itu dengan mata mengernyit. “Lalu bagaimana dengan dendammu?”
Taehyung mendengus pelan. Dia tidak ingin membicarakan hal seperti itu dengan Jungkook.
“Aku bahkan akan mendukungmu, V. Sindikat penjualan vampire itu layak untuk dihancurkan supaya tidak memakan semakin banyak korban,” ucap Jungkook, “Dan aku ingin meminta maaf untuk kesalahan yang kulakukan padamu.”
Taehyung langsung memutar kepalanya dan memandang Jungkook terkejut.
“I’m sorry karena dengan perkataanku yang sembrono, aku menyakitimu. Aku terlalu keras kepala dan tidak mempercayaimu. Pertengkaran terakhir itu…” Jungkook mengacak rambut, setengah frustasi, “Akulah yang bersalah. Aku berulang kali menyakitimu. Saat itu aku hanya terlalu kuatir tapi mungkin kata-kata yang keluar dari mulutku tidak sinkron dengan apa yang sebenarnya ingin kusampaikan.”
Taehyung tidak tahu mengapa tapi ada kehangatan di dalam hatinya mendengar ucapan Jungkook. Ia bisa merasakan ketulusan di balik perkataan Jungkook, dan entah kenapa Taehyung merasa lega. Bebannya seolah diangkat, Jungkook kini mempercayai dan menerima eksistensinya?
“Aku pun minta maaf, Jungkook…” gumam Taehyung lirih, “Aku tidak bisa menjelaskan situasiku dengan lebih jujur padamu.”
Jungkook memberi senyum, lesung pipinya yang mungil tampak.
Tapi bukan berarti Taehyung tetap membiarkan Jungkook dalam bahaya. “But still… Tidak seharusnya aku melibatkanmu, Jungkook.”
“Aku bisa membantumu.” sahut Jungkook. Ia ingin sekali mengatakan kalau dirinya merasa ada ikatan batin dengan Taehyung yang membuatnya takkan membiarkan Taehyung berjuang sendirian.
“Jungkook…” Hal terakhir yang diinginkan Taehyung adalah tidak membahayakan keselamatan manusia ini. “Kau harus berjanji untuk tidak berusaha terlibat.”
“Aku tidak bisa berjanji padamu karena kau sendiri belum menepati janjimu.”
Alis Taehyung mengernyit bingung.
“Kau pernah berjanji akan menceritakan mengenai tujuanmu ke Black Dragon, mengenai latar belakang semua yang kau lakukan ini.”
Ah… Taehyung teringat dia memang pernah menjanjikannya saat keduanya mengambil hadiah spesial linguine dari hotel. Dan Taehyung belum sempat menepati janjinya.
“Kurasa kau sudah tahu…” gumam Taehyung sambil menggaruk tengkuk, “Kau melihat sebagian masa laluku bukan?”
“Tapi itu masih seperti puzzle yang belum terpecahkan.”
“Dan maukah kau melihatnya lagi?” tanya Taehyung dengan tatapan serius, ”Ketika aku menggigit dan menghisap darahmu, Jungkook.”
Jungkook menatap vampire itu, sudah menyadari kalau wajah Taehyung yang pucat diakibatkan sudah saatnya untuk vampire itu meminum darah manusia. Sudah waktunya.
Jungkook memberi anggukan.
Taehyung menyentuh lengan Jungkook yang terkena sayatan pisau. Darah memang sudah mengering di sana tapi sejak tadi itu selalu mengganggu pikiran Taehyung karena betapa aroma manis darah Jungkook itu masih bisa dirasakan Taehyung. Taehyung memang tidak akan pernah bisa menolak darah Jungkook.
Untuk saat ini, meski dia mencemaskan bahaya yang ada di depan mereka, tapi Taehyung memilih untuk membuka diri dan berbagi bebannya dengan Jungkook.
Vampire itu pun menggigit kulit Jungkook dan mulai menghisap darah manusia itu. Jungkook memejamkan mata. Lagi, ia seperti dibawa ke dimensi yang berbeda, melihat potongan masa lalu Taehyung.
.
.
tbc
🎃🎃
yeayy... mereka berhasil lolos dan selamat. Tapi bahaya yang lebih besar masih ada di depan mata. kira² apa yang dilihat jungkook ya?
jangan lupa berikan like, komentar, vote, share 😊 authornya maruk 😅