
Malam itu seluruh penghuni rumah berkumpul untuk makan malam bersama. Namun ada hal yang berbeda karena kini Jungkook bukan manusia lagi, melainkan seorang vampire. Seokjin dan Soojung yang baru pulang sangat kaget mengetahui hal ini bahwa tadi siang Taehyung menggigitkan venomnya pada Jungkook. Kejadian yang sangat mencengangkan karena dua insan itu tidak pernah mendiskusikan sebelumnya pada anggota clan mengenai rencana ini.
Seokjin menatap Jungkook dan Taehyung bergantian. Seokjin bisa merasakan kalau aura yang dipancarkan Jungkook memang aura vampire… bahkan aura ini berbeda dengan bayi vampire pada umumnya. Seokjin masih belum yakin dengan pemikirannya namun ia merasa Jungkook merupakan vampire Alpha??? Tapi setahunya manusia yang digigitkan venom vampire tidak akan mengubahnya menjadi Alpha. Lantas bagaimana mungkin Seokjin merasakan aura Alpha dari dalam diri Jungkook??
Jungkook makan dengan anteng seolah dirinya bukan objek yang sedang diperhatikan. Dirinya sama sekali tidak akan ambil pusing kalaupun kakaknya atau Seokjin akan memprotes tindakannya. Yang terjadi sudah terjadi dan tak bisa kembali lagi.
Sementara Taehyung menundukkan wajahnya, merasa kerdil dengan tatapan Seokjin. Ia siap jika akan dimarahi.
Soojung menatap adiknya masih sangat tercengang. Dia tak menyangka Jungkook akan lebih dulu berubah menjadi vampire padahal Soojung sendiri juga sedang memikirkannya. Soojung cukup kaget karena Jungkook yang dulunya pembenci vampire kini berubah menjadi vampire.
Jungkook mengangkat wajah ke arah Seokjin, menyadari betapa Alpha itu sedang menatap Taehyung dengan mengintimidasi. Melihatnya saja sudah membuat Jungkook tak nyaman.
“Jangan salahkan Taehyung untuk apa yang terjadi padaku..” ujarnya berani.
Taehyung terkejut mendengar ucapan Jungkook. Seokjin pun menaikkan sebelah alis karena akhirnya Jungkook memulai pembicaraan. Yang lain pun langsung berhenti makan, berharap suasana tidak berubah menjadi tegang.
“Maksudmu?” balas Seokjin dengan wajah serius.
Jungkook meletakkan sendok garpu lalu berkata, “Akulah yang meminta Taehyung untuk mengubahku menjadi vampire. Aku yang memaksa Taehyung untuk melakukannya.”
Mata Soojung membola menatap adiknya. Jadi Jungkook sendiri yang menginginkannya?
“Taehyung berusaha menolak tapi aku yang bersikeras memintanya.” lanjut Jungkook.
Seokjin menatap Jungkook skeptis. “Permasalahannya adalah dia anggota clanku. Sudah seharusnya ia mendiskusikannya padaku jika ia ingin mengubah seseorang menjadi vampire.”
Taehyung semakin menunduk. Ucapan Seokjin benar. Taehyung seharusnya memberitahu Alpha terlebih dahulu karena Alpha adalah posisi tertinggi di dalam clan.
Entah kenapa Jungkook langsung ter-trigger dengan ucapan Seokjin. Ia memiringkan kepala dan mata ungunya berkilat, agak tersinggung dengan ucapan Seokjin mengenai soulmatenya. “And so? Dia adalah soulmateku. Dia bisa melakukan itu padaku.”
Taehyung tercengang dengan ucapan frontal yang diucapkan Jungkook, tidak biasanya Jungkook seperti ini. Seokjin pun cukup terkejut dan ia bisa merasakan aura kuat di dalam diri Jungkook yang sangat mendominasi. Dia semakin yakin kalau aura yang dimiliki Jungkook adalah aura vampire Alpha. Yoongi pun sama terkejutnya. Sebagai vampire yang memiliki kekuatan empath dia juga merasakan hal yang sama. Vampire Alpha memang akan sangat agresif seperti ini jika menyangkut clan apalagi soulmate untuk kasus Jungkook.
Jimin menatap Seokjin dan Jungkook bergantian. Ia tidak mengharapkan ada pertengkaran malam ini. Soojung pun menyadari bahwa adiknya semakin agresif setelah menjadi vampire.
“Jungkook..” gumam Taehyung setengah panik. Ia memegang lengan Jungkook menyuruhnya untuk tetap tenang.
Seokjin tidak ingin membuat atmosfer semakin memburuk. Ia pun mengatakan, “Maksudku adalah… aku tidak ingin anggota clanku membahayakan orang lain. Venom vampire bukan hal yang patut diremehkan. Kau bisa saja mati, apa kau tau itu?”
Jungkook mengernyit, sikapnya masih agresif dan belum ingin mengalah. “Aku adalah soulmatenya, aku tidak akan mati di tangan soulmateku sendiri.”
Tiba-tiba Seokjin tersenyum dan mengekeh riang. “Ah benar juga. Seharusnya aku tahu itu. Venom soulmate tidak mungkin membunuh soulmatenya sendiri.”
Yang lain terkejut karena Seokjin tiba-tiba tertawa, begitu drastisnya perubahan mood Alpha mereka.
“Bukankah begitu, Yoongi?” tanya Seokjin pada Yoongi.
Yoongi hanya tersenyum tipis saja. Sepertinya juga memang benar bahwa venom soulmate tidak mungkin membahayakan soulmatenya sendiri.
“Congrats kalau begitu, Jungkook, atas perubahanmu menjadi vampire,” ujar Seokjin, “Sepertinya kau sangat menginginkannya?”
Jungkook menatap Alpha itu lalu menatap kakaknya. Mungkin ini saatnya ia memberitahukan apa yang sebenarnya sudah terjadi. “Ini juga yang mau kusampaikan…”
Taehyung memandang Jungkook dengan mata membesar. Jungkook akan membeberkan mengenai fakta kematian orangtua Soojung dan Jungkook di sini.
Jungkook menatap kakaknya tepat di manik dan berkata, “Sebelum Paman meninggal, paman mengirimkan email padaku. Namun aku baru membuka email itu setelah proses kremasi.”
Soojung menatap adiknya dengan bingung. Paman mereka mengirimkan email pada Jungkook? Hoseok pun menyimak dengan ekspresi serius, pastinya ada hal penting yang mau disampaikan Donghyuk pada keponakannya itu kan? Yoongi pun mulai merasakan perubahan emosi di dalam diri Jungkook : ada rasa sakit hati juga dendam.
“Paman mengirimkan dokumen-dokumen rahasia yang disimpan sindikat. Dokumen mengenai bukti tindakan ilegal dan kriminal yang dilakukan sindikat.” ucap Jungkook. “Bahkan ada dokumen mengenai kematian ayah dan Ibu.”
Soojung terkejut mendengar penuturan adiknya. “Mwo?”
Seokjin pun sama terkejutnya. Jangan-jangan kematian orangtua mereka ada hubungannya dengan sindikat? Namjoon pun membayangkan hal yang sama. Jimin duduk tegang menatap Jungkook, bisa merasakan pancaran luka di mata sahabatnya itu.
“Singkatnya, sindikat dengan sengaja membuat orangtua kita meninggal dibunuh vampire tua yang mereka kurung.” lanjut Jungkook. “Hanya saja kebenaran ini disembunyikan dan polisi disuruh menutup kasus kematian ini.”
Soojung sampai menutup mulutnya. Dia sangat syok dan terguncang. Ini artinya sindikat yang membunuh orangtua mereka meski menggunakan vampire sebagai pembunuh.
“Sindikat sangat memuakkan.” tukas Jungkook. “Paman pun sepertinya mati di tangan sindikat. Para mafia itu pasti yang membuatnya seolah Paman mati bunuh diri.”
Mata Soojung berkaca-kaca. Hatinya tersayat-sayat mendengar kebenaran yang diucapkan adiknya. Seharusnya ia langsung menikam Dongwook saat itu di rumah duka. Big Bos keji jahanam itu tidak sepantasnya menginjakkan kaki di rumah duka setelah apa yang sudah ia lakukan pada Donghyuk, Donghwa dan Chanmi.
“Itu sebabnya aku tidak mau berlama-lama lagi…” ujar Jungkook, “Karena aku sudah ingin menghancurkan sindikat dengan segera.”
Mata ungu Jungkook itu berkilat. Rahangnya mengeras karena marah. Taehyung bisa merasakannya… perbedaan yang terjadi di dalam diri Jungkook ini. Saat Jungkook masih manusia, meskipun Jungkook sedang marah tapi auranya tidak sekuat ini… Lihatlah sekarang betapa menyeramkannya aura Jungkook, seolah dia bisa menikam siapapun yang menghalanginya.
Taehyung memegang ujung baju soulmatenya. Dia sangat cemas karena Jungkook semarah ini… bagaimana jika justru hal ini menjadi kelemahan Jungkook?
Seokjin menatap Jungkook. Ia merasakannya kembali. Ia merasakan aura Alpha itu. Seokjin melirik Yoongi dan mereka berdua bertatap-tatapan, seolah keduanya berpikiran hal yang sama bahwa betapa Jungkook memiliki aura Alpha. Aneh sekali…bagaimana mungkin Jungkook menjadi vampire Alpha??
****
Semenjak menjadi vampire, panca indera Jungkook memang jauh lebih sensitif, bahkan yang lain merasa hal yang dilakukan Jungkook kadang tak biasa dilakukan oleh bayi vampire pada umumnya.
Seperti sekarang ketika mereka berada di ruang tengah, chill menikmati kudapan sore yang dibuat oleh Yoongi. Jungkook yang duduk di sebelah Taehyung mengendus-endus soulmatenya yang sedang melahap cookies. Taehyung sudah biasa… karena Jungkook memang jadi sering mengendusnya seperti ini.
Well, tapi kadang Taehyung heran juga dengan sikap Jungkook ini. Ia melirik Jungkook yang sedang mengendus-endus rambutnya. “Wae? Apa kau sekarang berubah menjadi wolves?”
Jungkook memandang Taehyung sesaat namun tak menjawab. Ia kembali mengendus bahu Taehyung.
Jimin terkekeh melihat keduanya. “Jungkook mungkin sedang beradaptasi dengan indra penciuman vampire.”
Namjoon menaikkan sebelah alis menatap Jungkook. “Dia sedang berusaha mengingat bau soulmatenya. Itu hal natural bagi vampire.”
“Kau seperti puppy, Jungkook.” canda Soojung menahan senyum.
“Aku tidak pernah berusaha mengingat bau siapapun.” kata Taehyung cuek. “Karena setiap orang memiliki bau yang sangat berbeda. Jadi aku tak mengerti kenapa Jungkook perlu mengendusku sejak kemarin.”
Jungkook mendengus dan akhirnya berhenti mengendus. Dia hanya tak bisa berhenti melakukannya karena ia menyukai bau Taehyung, ingin terus mengendusnya karena betapa bau itu membuatnya sangat rileks dan nyaman.
“Selain indra penciuman, indra pendengaran pasti berubah lebih sensitif bukan?” tanya Hoseok pada Jungkook.
Jungkook baru akan menjawab namun Taehyung langsung memotongnya. “Dia terkadang pamer dengan mengatakan saat tengah malam : Tae, kau dengar suara burung hantu itu di kejauhan? Tae, aku bisa mendengar suara tetesan air di kran dapur. Dan sebagainya.” Taehyung memutar bola mata. “Dan saat aku bilang aku tidak mendengarnya, dia malah mengatakan kalau sepertinya indra pendengaranku yang semakin tumpul.”
Jimin, Soojung dan Hoseok tertawa mendengarnya. Jungkook hanya memutar bola mata.
“Tapi itu hebat lho karena indra pendengaran Jungkook sebegitu kuatnya,” ujar Yoongi, “Jujur, aku saja tidak mendengar hal seperti itu di tengah malam.”
“Nah kan!” tukas Taehyung, “Bukan indra pendengaranku yang tumpul kan?”
“Indranya sangat kuat kalau begitu…” kata Namjoon.
“Dia bahkan meledekku.” lanjut Taehyung, “Dia bilang mungkin kekuatan vampireku berpindah pada dirinya karena aku menggigitkan venom padanya.”
Hoseok mengekeh. “Itu tidak mungkin. Kalau demikian seharusnya aku sudah bisa mengendalikan cuaca sama seperti Namjoon.”
Jungkook tertawa pelan. “Yang jelas ini artinya kekuatanku lebih besar darinya.”
“Hih…” Taehyung mendengus saja, sudah tak mau meladeni dan lanjut mengunyah cookies. Taehyung mendumel melalui telepati untuk Jungkook. “Tidak lupa siapa yang membuatmu menjadi vampire kan, Jeon?”
Jungkook terbahak, hampir tersedak karena betapa sinisnya nada bicara Taehyung di dalam kepalanya itu. Padahal Jungkook hanya bercanda sengaja ingin menggoda saja tapi Taehyung kelihatannya jengkel juga.
Dengan sengaja Jungkook mengambil cookies yang akan dimakan Taehyung dan memasukkannya ke mulutnya sendiri. Taehyung melirik Jungkook dengan sinis disertai dengan pout.
Jungkook menahan tawa melihat wajah Taehyung itu. Ia mengirimkan telepatinya, “Aku tak sabar ingin melakukan latihan pertamaku bersama Namjoon Hyung.” Jungkook memberi wink.
“No way!” tukas Taehyung keceplosan. Yang lain menoleh padanya terheran-heran mendengar ucapan Taehyung yang tiba-tiba itu. Mereka tidak tahu saja kalau Jungkook dan Taehyung tengah bertelepati.
“Apa kalian mengobrol menggunakan sign language atau apa?” ucap Hoseok sambil menaikkan sebelah alis.
“Aku tidak akan kaget jika mereka berdua melakukannya.” sahut Jimin.
Taehyung mengabaikan mereka dan kembali mengirim telepati pada Jungkook. “Demi Tuhan, kau masih bayi vampire. Tubuhmu mungkin masih butuh waktu untuk menyesuaikan diri.”
Jungkook mendengus. “Aku bukan bayi. Lagipula hanya latihan biasa.”
“Jika kau latihan bersama Namjoon Hyung, itu artinya latihan ekstrim! Kau harus tahu bagaimana menderitanya Hoseok Hyung jika berlatih bersamanya.”
Jungkook mengekeh. “Kulihat itu hanya latihan fisik biasa. Kau tidak lupa kan kalau aku ini suka olahraga fisik?”
“Aku tidak akan tanggung jawab jika badanmu sakit semua, Jeon.”
“Well… kurasa kau pun harus ikut latihan denganku.”
“No way.” tukas Taehyung bertelepati. “Aku sudah punya kekuatan vampire spektakuler. So no thanks.”
“Sebagai soulmate yang baik kau harus menemaniku.”
“Bleh…” Taehyung menjulurkan lidah dengan iseng dan Jungkook tertawa karenanya.
***
Namjoon dibuat tercengang-cengang dari hari ke hari melihat Jungkook. Dia punya kecepatan yang tidak normal. Vampire pada umumnya tidak punya kecepatan seperti yang dimiliki Jungkook. Vampire memang cepat.. tapi Jungkook lebih cepat lagi. Namjoon jadi berpikir kalau Jungkook punya kekuatan vampire speed. Namun biasanya bayi vampire belum langsung memiliki kekuatan, mengapa Jungkook bisa memiliki kekuatan?
Sore ini pun Namjoon kalah cepat dari Jungkook. Jungkook bisa menghindar dari serangan dengan lihai, kecepatan larinya pun tak bisa dikalahkan Namjoon. Gerakan tangannya saat memukul pun cepat membuat Namjoon hampir-hampir tak bisa melihat datangnya serangan Jungkook tersebut.
Mereka sedang latihan di ruang latihan di rumah itu ketika Jungkook tiba-tiba berhenti. Kepalanya menoleh ke arah pintu. Dan benar saja beberapa detik kemudian Taehyung muncul dan masuk ke dalam ruangan. Jadi Jungkook sudah menduga kedatangannya karena ia bisa mencium aroma soulmatenya.
“Masih latihan?” tanya Taehyung meringis. Bukankah sudah tiga jam mereka latihan disini?
Jungkook tersenyum lebar. Matanya berbinar melihat Taehyung yang datang membawakan teko berisi jus. Begitu saja Jungkook melupakan latihannya bersama Namjoon dan langsung mendekati soulmatenya.
Taehyung hanya dibuat tercengang karena betapa gerakan Jungkook itu sangat cepat, secepat kilat ketika mendatanginya. Hei, dia tidak sadar kalau Jungkook bisa bergerak secepat ini?
“Kau harusnya ikut latihan bersamaku.” kata Jungkook sambil menerima gelas jus pemberian Taehyung. Namjoon masih melap keringat dengan handuk, geleng-geleng karena Jungkook langsung menghentikan latihan begitu saja saat Taehyung datang.
“Well, aku bukan bayi vampire.” sahut Taehyung meledek.
Jungkook mendengus. Setelah meminum jusnya, ia menaruh gelas dan kembali berkata, “Aku sudah semakin cepat dan tangguh, Tae. Lihat~~”
Dengan pamernya Jungkook pun menunjukkan dirinya yang bergerak melesat di ruangan,mengelilingi ruangan itu dengan kecepatan yang tidak biasanya dimiliki vampire. Bahkan Jungkook pun bisa juga berjalan ke dinding dan langit-langit. Taehyung dibuat pongo.
Namjoon melihat wajah Taehyung yang tercengang itu. Ini juga yang memang harus dipertanyakan, kenapa bayi vampire seperti Jungkook bahkan sudah bisa memiliki kekuatan seperti ini.
“How?” tanya Jungkook setelah berhenti di depan Taehyung. Tujuannya memang ingin pamer dan membuat vampire itu terkesan.
Taehyung cukup speechless. Dia tidak tahu kalau hasil latihan beberapa hari ini bisa membuat Jungkook secepat itu? Tapi seharusnya Jungkook belum punya kekuatan apapun. Apa ini hanya murni akibat Jungkook yang senang berolahraga sebelum berubah menjadi vampire?
“Keren kan?” tanya Jungkook lagi menunjukkan senyum lebarnya.
“K-kau membuat kepalaku pusing, Jungkook…” ucap Taehyung akhirnya, “Kau bergerak seperti tadi membuatku yang melihatnya pusing.”
Jungkook mengekeh. “Kau mau mencobanya?”
Taehyung mengerutkan alis, apalagi yang mau dilakukan soulmatenya ini.
“Kurasa aku bisa membawamu merasakan seperti apa kecepatan yang kumiliki.”
Mata Taehyung membesar. “Um, no tha–“
Taehyung tak sempat menyelesaikan perkataannya karena Jungkook yang jahil itu langsung memegang tangannya, menarik Taehyung untuk bergerak bersamanya.
Namjoon hanya mendesah panjang saat melihat keduanya bergerak melesat di dalam ruangan diiringi dengan lengkingan teriak Taehyung yang berulang kali minta supaya Jungkook berhenti.
Akhirnya saat melihat Taehyung yang memang semakin kesulitan mengikuti kecepatan Taehyung (Jungkook memegang tangannya membuat Taehyung mau tak mau harus menyeimbangkan kecepatan Jungkook), Jungkook berhenti. Ia tersenyum playful melihat soulmatenya yang terengah-engah akibat apa yang baru saja mereka lakukan.
“Aku sangat cepat kan?” tanya Jungkook dengan eye smile.
Taehyung mengangkat wajah sudah akan mengomeli Jungkook yang tadi sudah bersikap semena-mena. Namun melihat ekspresi lugu yang dimiliki Jungkook sekarang membuat Taehyung tak dapat melakukannya. Sepertinya Jungkook terlihat begitu gembira seolah baru mendapat lotere.
“Aku akan terus berlatih, Tae,” lanjut Jungkook, “Aku akan menghancurkan sindikat dengan kecepatan yang kumiliki ini.”
Mata Taehyung membesar. Ia menelan ludah dalam-dalam. Ini yang menjadi kecemasan terbesarnya.. setelah Jungkook berubah menjadi vampire, soulmatenya itu pasti akan semakin ingin mendatangi sindikat.
***
Hoseok tengah membantu Yoongi membuat kue. Dan tak dipungkiri keduanya membicarakan mengenai keanehan Jungkook. Mungkin bukan aneh, mereka hanya bingung saja karena melihat Jungkook seperti sudah memiliki kekuatan vampire.
“Dia sangat cepat,” tutur Hoseok, “Dia bahkan lebih cepat dariku!”
Yoongi mengangguk-angguk sambil mengaduk adonan dengan mixer. “Namjoon sudah beberapa kali ini memberitahuku mengenai latihan mereka.”
“Yap. Namjoon mengatakan sangat aneh jika bayi vampire sudah memiliki kekuatan.”
Yoongi tidak mengatakan apa-apa. Pikirannya sibuk memikirkan banyak hal kemungkinan penyebabnya.
“Apa karena Jungkook diberikan venom soulmatenya sendiri sehingga membuatnya langsung mendapat kekuatan?” tanya Hoseok dengan mengerutkan kening, berpikir keras.
Yoongi pun sebenarnya berpikiran hal yang sama. Dia memang tidak pernah tahu apa yang terjadi jika manusia diberikan venom vampire soulmate. Selama hidupnya, Yoongi belum pernah menyaksikan kejadian ini, dia belum pernah bertemu dengan vampire dan manusia yang menjadi soulmate seperti kondisi Jungkook dan Taehyung.
Walau demikian, Yoongi percaya pasti ada suatu latar belakang dan alasan yang membuat keduanya menjadi soulmate. Yoongi mengerti sekali bahwa segala sesuatu terjadi karena ada tombol pemicunya. Ia percaya akan hal itu. Taehyung dan Jungkook tidak serta merta menjadi soulmate dengan random begitu saja. Seokjin pernah menceritakan bagaimana latar belakang Vernon dan Nayeon bisa menjadi soulmate. Cerita ini diperoleh dari Jackson. Nayeon dan Vernon lahir sebagai vampire dari clan yang berbeda. Usut punya usut nenek moyang mereka dulunya adalah teman dekat. Namun hubungan yang hangat berubah menjadi musuh bebuyutan dikarenakan adanya oknum yang berusaha mengkambinghitamkan. Percekcokan dan kesalahpahaman semakin berbuntut panjang membuat kedua clan tidak bisa hidup berdampingan lagi. Sampai akhirnya nenek moyang mereka itu melakukan perjanjian bahwa perselisihan harus dihentikan. Itulah yang melatarbelakangi Vernon dan Nayeon menjadi soulmate, karena perjanjian yang dilakukan nenek moyang mereka. Dengan demikian perselisihan kedua clan terhenti karena bersatunya Vernon dan Nayeon.
Yoongi tahu kalau ada hal yang terjadi yang melatarbelakangi hubungan soulmate Taehyung dan Jungkook. Sepertinya bukan sekedar karena Jungkook membenci vampire dan pernah berusaha menjebak Taehyung yang merupakan temannya. Jika sesimple itu mungkin sudah banyak vampire soulmate seperti kasus keduanya ini. Alasan seperti itu bagi Yoongi kurang cukup untuk membuat universe menyatukan sesuatu yang bertolak belakang seperti Jungkook dan Taehyung.
“Aura yang dimiliki Jungkook pun sangat kuat, kadang membuatku terintimidasi.” ujar Hoseok membuat Yoongi tersadar dari lamunan.
Yoongi menoleh pada vampire itu. Ia pun sependapat dengan yang dikatakan Hoseok. “Aura seperti apa menurutmu?”
“Bagaimana ya…” ucap Hoseok hati-hati sambil mengaduk coklat. “Aku takut salah bicara… tapi auranya seperti Alpha.”
Yoongi tercengang karena Hoseok pun menyadarinya. Itu benar, ada sesuatu di dalam diri Jungkook yang membuatnya seperti vampire Alpha.
“Jadi kau berpikir hal yang sama sepertiku.” celetuk Seokjin tiba-tiba masuk ke dapur dan ikut dalam pembicaraan serius tersebut.
Baik Hoseok dan Yoongi menoleh ke arah pintu melihat kedatangan Alpha mereka. Ini memalukan karena Seokjin memergoki mereka bicara mengenai hal ini.
“Kalau menurut Alpha sendiri apakah mungkin Jungkook lahir menjadi vampire Alpha?” tanya Yoongi.
Seokjin bersandar ke lemari sambil melipat tangan di depan dada. “Sejak dulu selama aku menjadi vampire, hanya vampire berdarah murni yang bisa menjadi Alpha. Itu pun tidak akan semua vampire berdarah murni lahir menjadi Alpha, ada peran takdir.”
“Jadi mustahil ya kalau Jungkook itu merupakan vampire Alpha.” ujar Hoseok.
Seokjin terdiam beberapa saat seolah sedang memikirkan sesuatu. Wajahnya yang serius itu tentu saja membuat yang lain tegang.
“Tapi aku pernah mendengar bisa terjadi manusia berubah menjadi vampire Alpha.”
“Apa ketika digigitkan vampire soulmate akan membuat menjadi vampire Alpha?” tanya Hoseok.
“Tidak seperti itu.” ucap Yoongi. “Taehyung sendiri bukan vampire murni dan dia bukan Alpha.”
“Manusia bisa berubah menjadi vampire Alpha jika saat menjadi manusia dia pernah membunuh vampire Alpha.” ujar Seokjin.
Baik Hoseok dan Yoongi terkejut mendengar penuturan itu. Tentu saja mereka baru mengetahuinya karena betapa langka sekali kejadian seperti yang disebutkan Seokjin. Dan ini membuktikan bahwa Jungkook pernah membunuh vampire Alpha sebelumnya.
“Jadi maksudmu dia pernah membunuh vampire Alpha sebelumnya?” tanya Yoongi, “Tapi dia tidak pernah memberitahunya.”
“Hanya itu yang bisa menjadi alasan logis mengapa kita merasakan aura Alpha dari dalam diri Jungkook,” kata Seokjin, “Kalian pun ingat kan bagaimana dia sangat agresif ketika merasa soulmatenya terancam?”
“Aku tidak tahu kalau dia pernah membunuh vampire…” gumam Hoseok dengan mata masih membola. “Atau jangan-jangan ada kejadian di sindikat saat Jungkook diculik itu? Jangan-jangan dia membunuh vampire Alpha di sana?”
Seokjin mengangguk tenang. Ia pun memang sudah mencurigai hal itu. “Jungkook menceritakan bagaimana ia bertarung dengan vampire sindikat. Mungkin dia tidak menceritakan bahwa dia sudah membunuh vampire itu yang kebetulan merupakan vampire Alpha.”
“Itu bisa jadi…” kata Yoongi. Jika memang Jungkook sudah membunuh vampire Alpha di sindikat sepertinya cukup masuk akal jika sekarang Jungkook berubah menjadi vampire Alpha.
“Apa itu sebabnya dia sudah cukup kuat meski terbilang baru menjadi bayi vampire?” tanya Hoseok.
Seokjin tersenyum tipis. “Vampire Alpha memang lebih kuat dibandingkan vampire biasa. Vampire Alpha akan lebih cepat mendapat kekuatan vampirenya. Itu pula yang terjadi padaku.”
“Wow..” gumam Hoseok, entah kenapa dia malah excited karena semakin mengetahui yang terjadi di dunia pervampiran. Apalagi Jungkook menjadi vampire Alpha, keinginan Jungkook untuk menghancurkan sindikat sangat besar. Dengan bermodalkan kekuatan vampire, Hoseok yakin Jungkook bisa mencapai keinginannya.
“Lalu bukankah hanya ada satu Alpha di dalam sebuah clan?” tanya Yoongi, “Apa ini artinya dia tidak masuk dalam clan Kim?”
Seokjin menghela nafas. “Memang tidak boleh ada dua pemimpin dalam satu clan. Itu akan membuat Alpha merasa tidak nyaman. Aku pun tidak akan bisa mengendalikan Jungkook karena dia adalah Alpha, punya status yang sama denganku.”
Hoseok mengangguk-angguk dengan takjub. Ini situasi menakjubkan seperti di cerita-cerita fantasi favoritnya.
“Dan kalau Taehyung adalah soulmate dari Jungkook, apa ini artinya dengan otomatis Taehyung pun berpindah clan?” ucap Yoongi.
Hoseok menoleh tercengang. Ah benar juga. Dengan demikian Taehyung pun akan mengikuti soulmatenya. Ini sangat mencengangkan karena betapa kini Jungkook menjadi vampire Alpha untuk Taehyung, yang akan mendominasi padahal Jungkook berubah menjadi vampire karena venom Taehyung. Secara teknis Taehyung adalah master-nya… tapi posisi Jungkook pun merupakan Alpha.
Seokjin mengangguk lambat. Dia membenci pemikiran ini, tapi perkataan Yoongi ada benarnya. Taehyung, adik bungsunya di clan ini akan berpindah clan karena mengikuti Jungkook. Artinya Seokjin tidak punya hak lagi dalam mengatur Taehyung atau melarang apa yang akan dilakukan vampire itu.
“Tapi ini bukan perpisahan kan…” kata Hoseok penuh harap, “Bukan berarti kita tidak bisa tinggal bersama bukan.”
“Tentu saja,” sahut Yoongi, “Kita masih bisa tinggal bersama Taehyung.”
Seokjin mengulum mulut. Tapi tetap mereka tidak punya hak jika nantinya Jungkook ingin memisahkan diri dari clan.
🎃🎃
Author baru bisa update 🙈🙈 meski sebenarnya ini naskah tahun lalu.
mungkin bisa mengobati kekangenan dan kekepoan readers.
jujurly novel ini masih sangat panjang.. idenya sudah ada, namun tak ada waktu untuk mengetiknya.