
Sore itu Jimin datang ke toko Yoongi dan membawa kartu VIP Delicious Pasta. Jimin menceritakan bagaimana ibunya yang masih tak ingat apapun mengenai vampire.
“Sebenarnya ini kartu member apa?” tanya Jimin, “Apa benar-benar ada kaitannya dengan sindikat? Kenapa namanya pasta?”
Yoongi memberi senyum tipis. Ia memegang black card itu dan menelitinya hati-hati. “Itu nama web sindikat penjualan vampire. Mereka menggunakan nama itu supaya tidak membuat kecurigaan. Untuk mengakses web harus menggunakan kornea dan sidik jari.”
“Lalu kartu ini?” tanya Jimin bingung karena di kartu itu tidak ada sidik jari ataupun kornea ibunya.
“Kurasa kita harus menginstal barcode scanner di PC saat membuka web ini maka bisa langsung mengakses secara VIP apa saja yang ada di dalam website.”
Jimin mengangguk sambil menenggak ludah. Sindikat ini merencanakan semuanya dengan baik dan menutupi kejahatan ilegal ini supaya tidak diketahui oleh publik.
“Gomawo, Jimin. Informasi ini sangat membantu kami untuk menemukan dimana pengoperasian sindikat.” ucap Yoongi. “Kami perlu mengecek dulu sebesar apa sindikat ini. Jika langsung menyerang tanpa persiapan pun tak ada gunanya.”
“Kalian kan vampire, kalian punya kekuatan spesial untuk melawan.”
“Benar, tapi kita tidak tahu apa mereka juga punya kekuatan vampire atau tidak.”
“Mwo?” Jimin menatap Yoongi terkejut.
“Seperti yang kubilang kita tidak tahu sudah sejauh mana sindikat ini beroperasi, apa hanya sebatas menjual darah atau ada yang lainnya. V pun sepertinya merupakan korban dari sindikat. Dia menjadi vampire mutan akibat dicobakan banyak obat-obatan.”
“Mwo? Apa itu sudah dikonfirmasi?” tanya Jimin dengan mata membola horor.
“Jungkook melihat sedikit masa lalu V,” sahut Yoongi, “Ia melihat dulunya V adalah manusia namun dijadikan kelinci percobaan oleh ilmuwan.”
“Sinting!” geram Jimin, tangan sudah terkepal marah. Jika tahu temannya diperlakukan semena-mena begitu Jimin pun tidak akan memaafkannya. Taehyung berubah menjadi vampire akibat perbuatan biadab orang-orang tak berprikemanusiaan itu?! “Jadi Taehyung berubah menjadi seperti sekarang akibat perbuatan orang-orang jahat?”
“Tapi V dan Taehyung adalah dua kepribadian yang berbeda, Jimin.” ucap Yoongi serius. “Kau harus ingat bahwa Taehyung yang selama ini kita kenal merupakan kepribadian baru yang muncul akibat trauma yang dialami V. Ini masih prediksiku saja, tapi kurasa V bisa mengontrol saat dimana dia mau muncul atau tidak.”
Wajah Jimin berubah sedih. “Lalu kenapa dia memilih untuk bersembunyi?”
“Aku tidak tahu. Bukankah itu yang dia lakukan selama 5 tahun ini? Memilih bersembunyi dan membiarkan Taehyung yang mengambil alih hidupnya? Kepribadian mereka sangat berbeda, Jimin, seolah mereka bisa saling menutupi.”
“Bukankah V muncul untuk membalaskan dendam pada sindikat? Itu sebabnya dia berusaha keras mendapat informasi dari Black Dragon.”
Yoongi mengangguk. “Tentu saja, tujuannya pasti ingin membalaskan dendam. Tapi mungkin dia bersembunyi karena berada di satu titik kelelahan karena harus kembali mengorek luka lama. Atau… entah alasan lainnya.”
Jimin menggigit bibir, dia jadi teringat akan Jungkook. “Ngomong-ngomong, aku merasa akhir-akhir ini Jungkook sangat lain. Senyumnya seperti agak dipaksakan, seperti ada yang mengganggu pikirannya, Hyung.”
“Dia pasti di ambang kebimbangan, antara memilih V atau Taehyung.”
“Bagaimana bisa kau menyuruhnya untuk memilih? V atau Taehyung sama saja, mereka adalah orang yang sama!”
“Karena yang terluka di sini adalah V… yang punya trauma adalah V. Yang asli adalah V, Jimin.”
Jimin memandang Yoongi dengan tak percaya. Ia selalu berpikir V dan Taehyung sama saja, masih temannya. Ia menganggap keduanya adalah orang yang sama.
“Apapun kepribadiannya tentu dia masih temanmu dan masih dongsaengku,” tutur Yoongi, “Tapi yang perlu disembuhkan adalah V. Dirinya yang sesungguhnya adalah V. Jungkook pasti sudah menyadari hal itu.”
Jimin menunduk dengan wajah gloomy, memikirkan perkataan dhampir itu. “Ini sungguh rumit tapi aku tidak bisa membayangkan seperti apa trauma yang dialami V sampai dia punya dua kepribadian.”
“Itu tentunya tidak disengaja. Ketika seseorang terlalu terluka dan ingin melindungi diri maka alam bahwa sadarnya membentuk image baru untuk menyembunyikan diri dari dunia luar.”
“Apa memungkinkan V akan muncul lagi?”
“Tentu saja,” ujar Yoongi memberi senyum, “Tapi itu tergantung pada dirinya sendiri akan bersembunyi sampai kapan.”
“Ini menyedihkan…” gumam Jimin menunduk kelu. “Kini aku mengerti mengapa Jungkook gusar akhir-akhir ini.”
****
Lee Dongwook duduk di sofa lantai VIP clubnya. Wajahnya tampak tak ramah sama sekali, siapapun yang mengenalnya tidak akan berani mengajaknya bicara dengan ekspresi Dongwook yang menakutkan itu, seolah dia bisa menggigit siapa saja.
Pria itu duduk sambil menghisap cerutunya. Berhari-hari sejak terakhir ia membius Taehyung, Dongwook sudah tidak melihat vampire itu lagi datang ke tempatnya. Dongwook belum berusaha mencari Taehyung dengan menyuruh hunter untuk menangkapnya. Dongwook belum rela orang lain yang menemukan Taehyung. Dongwook ingin dirinyalah yang berhasil menangkap Taehyung kembali. Dan akan lebih memuaskan lagi jika vampire itu yang datang sendiri ke hadapannya.
Peraturan pemerintah mengenai penolakan eksistensi vampire di Korea Selatan yang pernah Dongwook lontarkan pada Jungkook, itu masih dalam proses panjang. Dongwook mengecam betapa lambatnya hukum di negeri ini hanya untuk mengeluarkan undang-undang baru saja. Tidak semudah itu, Dongwook harus mengeluarkan banyak uang untuk menyumpal mulut setiap politisi.
Pria itu mengerucutkan hidungnya. Dia tidak akan berhenti sampai mendapat tujuannya. DIa tidak akan membiarkan bisnisnya ini diganggu. Ini adalah impiannya sejak dulu, yang diiming-imingkannya sejak lama bahwa ada jalan pintas untuk membuat manusia awet muda dan panjang umur, untuk membuat manusia punya stamina seperti vampire. Baginya vampire tak lebih dari sekedar makhluk rendahan yang kastanya jauh di bawah manusia. Dunia adalah milik manusia sementara vampire hanya menumpang dan meminjam.
“Cih…” Dongwook meminum vodka pelan-pelan mengingat kembali saat-saat ia masih bisa menghabiskan waktu dengan Taehyung. Dia merindukan momen itu, bagaimana keduanya diam-diam menyimpan rencana masing-masing, agenda pribadi untuk saling menjatuhkan. Tapi Dongwook sangat menikmatinya. Ia menikmati saat-saat bisa bersama dengan Taehyung.
“Bos..” gumam salah satu asistennya mendekat. Ipad di tangan ia tunjukkan pada Dongwook. Asistennya itu menunjukkan sebuah report. “Ini profile pria yang Anda minta.”
Dongwook menaikkan sebelah alis. Ia mengambil Ipad itu dan membaca apa yang dilaporkan di sana. Ia berharap ada hal menarik yang bisa ia lihat dari profile Jeon Jungkook. “Song Chanmi dan Jeon Donghwa??”
“Jeon Jungkook adalah anak kedua dari pasangan suami istri tersebut, Bos.” sahut asisten itu.
“And then?” tukas Dongwook senewen.
“Song Chanmi pernah bekerja sama dengan kita menjadi peneliti dan pembuat obat, sementara suaminya adalah pengusaha alat-alat kesehatan. Bisa dibilang keduanya sempat bekerja sama dengan kita sebelum akhirnya mati.”
Dongwook tak dapat menahan senyumnya. Wajahnya yang semula serius menyeramkan kini tampak super ceria. “Tak kusangka Jungkook adalah anak mereka? Ini kabar spektakuler~ Seperti semua ini sudah ditakdirkan.” Pantas saja ia pernah mendengar nama ‘Jeon’… ternyata bagian dari tragedi belasan tahun lalu.
“Dia punya satu kakak perempuan dan tinggal bersama pamannya yang merupakan hunter.” ucap asisten itu sementara Dongwook membaca dari Ipad dengan smirk semakin panjang.
“Hunter, huh?” Dongwook ingin tertawa. Bagaimana mungkin keponakan dari seorang hunter berteman dengan vampire? Ini semakin menarik. Dongwook sudah tak sabar ingin berhadapan dengan orang-orang itu.
Dongwook memberikan kembali Ipad kepada asistenya, ia mendengus setengah tertawa, kembali menghisap cerutunya. Kalau sudah seperti ini bagaikan permainan catur untuk Dongwook. Saking senangnya, Dongwook sampai bingung pion mana dulu yang harus ia mainkan. Taehyung atau Jungkook.
Dongwook sangat gemar bersenang-senang. Ia mungkin akan mulai dulu mempermainkan Jungkook. Karena ia yakin ketika ia melakukannya, Taehyung pun akan masuk ke dalam jeratnya lagi.
****
Jimin memperhatikan Taehyung yang duduk di depannya. Saat ini keduanya berada di kafe. Taehyung mengajaknya karena mengatakan ingin mengobrolkan sesuatu dan kebetulan Jungkook pun ada kelas fotografi sehingga Taehyung bisa mengobrol berdua seperti ini dengan Jimin.
Taehyung menyeruput milkshake. Kedua tangannya sejak tadi tidak bisa diam dan saling meremas seolah vampire itu sedang gugup. Memang Taehyung merasa gugup karena dia ingin membicarakan sesuatu dengan Jimin.
Jimin yang memperhatikan Taehyung sejak tadi sudah mengerti apa yang mau dibicarakan sahabatnya ini. Dia sangat mengenal Taehyung, dia tahu apa yang mau didiskusikan vampire itu. “Katakan saja, Tae, apa yang mau kau bicarakan.”
“Ini mengenai Jungkook…” kata Taehyung. Ia mengangkat wajah dan menatap Jimin sungguh-sungguh.
Jimin sudah menduga hal itu. “Yea, ada apa dengannya?”
“Aku merasa akhir-akhir ini dia muram. Dia masih menjadi teman yang perhatian tapi aku merasa ada yang hilang dari dalam dirinya. Dia seperti sedang memendam sesuatu, Jimin.” Taehyung menggigit bibir berharap temannya ini bisa mengerti apa yang disampaikan.
Jimin mengangguk-angguk. Ia pun setuju dengan pendapat Taehyung. Jungkook agak berubah.
“Aku tahu kalian menyembunyikan sesuatu dariku,” lanjut Taehyung, “Aku tidak bisa dibodohi. Aku tahu tanggal kapan terakhir aku tak sadarkan diri. Itu sudah lebih dari sebulan. Apa aku tidur selama sebulan, Jimin? Basement di rumah pun sudah jadi dengan sempurna tanpa aku pernah melihatnya saat itu dibuat.”
“Taehyung…”
“Katakan… apa yang terjadi selama aku tidur panjang?” Taehyung mengernyit kembali ingat saat dia membuka lemari pakaiannya pun berisi pakaian yang bukan style-nya sama sekali! Taehyung merasa aneh, seperti ada yang sudah menggunakan tubuhnya selama sebulan ini?
“Tae, ceritanya panjang dan cukup rumit.” Jimin memegang tangan sahabatnya berusaha menguatkan, “Kau yakin ingin mendengarnya?” Bagaimanapun Jimin tak bisa selamanya membohongi Taehyung. Vampire itu berhak tahu apa yang sudah terjadi.
Taehyung menelan ludah, tahu yang akan diceritakan Jimin ini merupakan masalah serius. Taehyung pun mengangguk.
Akhirnya Jimin menceritakan semuanya. Ia menceritakan kalau Taehyung memiliki kepribadian lain yang bernama Vincent. Jimin tidak melewatkan bagian dimana Vincent merupakan kehidupan Taehyung sebelum menjadi vampire mutan. Vincent atau V muncul setelah Taehyung tertembak hunter. V yang memiliki kepribadian sangat berbeda dengan Taehyung, berusaha mencari tahu mengenai sindikat penjualan vampire, karena akibat sindikat itulah V berubah menjadi vampire mutan. Jungkook yang awalnya sangat menolak kemunculan V namun berakhir menjadi yang selalu menemani ketika V pergi ke Black Dragon. Jimin mengatakan bahwa Jungkook dan V memiliki semacam ikatan sehingga Jungkook bisa melihat memori masa lalu V yang menyedihkan. Tentu saja Jimin tidak menyebutkan soulmate… tidak ingin membuat semuanya runyam.
Taehyung lebih banyak diam dan mendengarkan namun wajahnya semakin lama tampak semakin mendung, kadang berwajah cemas dan berubah menjadi panik seiring dengan apa yang dikatakan Jimin.
Taehyung cukup terpukul di bagian bahwa dirinya muncul akibat V yang mengalami trauma. Ini artinya dia bukanlah Taehyung yang sesungguhnya???
Vampire itu meremas kedua tangan di bawah meja. Kakinya gemetaran. Dia slalu seperti ini jika cemas berlebihan, dan ketika merasa takut dan cemas. Takut akan apa? Takut kehilangan eksistensinya di dunia. Takut dirinya tidak bisa merasakan lagi bagaimana menikmati hidup. Jika V adalah kepribadian yang asli, bagaimana jika Taehyung tidak akan muncul lagi selamanya? Jika diingat-ingat, semua yang dikatakan Jimin sangat masuk akal. Taehyung tidak pernah mengingat bagaimana kehidupannya sebelum menjadi vampire seolah dia amnesia–yang ternyata bukan amnesia–tapi memang dari situlah awal dia lahir dan muncul sebagai kepribadian lain V.
Selama hidup, Taehyung selalu menanti-nantikan mempunyai teman sejati. Ia bersyukur dengan clan-nya yang sangat memperhatikan dan menyayanginya namun ia tetap ingin memiliki teman sejati, teman manusia yang bisa menerima dan memahami dirinya. Dan ketika ia sudah merasakan semua itu, ternyata hanya mimpi? Hanya sementara? Semua itu sementara karena keberadaan dirinyalah yang sementara, entah sampai kapan.
“Tae…” gumam Jimin sedih melihat wajah Taehyung yang kuyu itu. “Taehyung ataupun V, kau adalah teman kami.”
“Jungkook…” ucap Taehyung lara, “Dia pasti seperti itu karena menanti V.”
“Anni, anni, apa yang kau katakan ini, Tae.” Jimin memegang tangan sahabatnya kuat-kuat. “Jungkook pun menyayangimu, Tae. Jungkook hanya… dia mungkin ingin membantu V. Itu sebabnya kadang-kadang Jungkook murung tapi bukan berarti dia mengabaikanmu, Tae.”
Mata Taehyung berkaca-kaca. Dia tidak boleh menangis. Dia tidak mau membayangkan kalau dirinya ini fana yang bisa lenyap sewaktu-waktu. Taehyung berusaha mengingat hal-hal yang baik saja. Jungkook pertama kali menjadi teman dari Taehyung, bukan V. Jungkook adalah temannya. Jimin adalah temannya. V muncul mungkin hanya ingin sekedar membalas dendam saja bukan? Tidak untuk merampas apa yang sudah Taehyung bangun selama ini bukan?
Kepala Taehyung sangat sakit, otaknya sudah berpikir terlalu keras.
“Tae! Tae! Lihat mataku!” sentak Jimin karena melihat bagaimana badan Taehyung sudah gemetar. Taehyung menatap mata Jimin, berusaha menahan supaya air mata tak mengalir. “Kau tidak akan kemana-mana, oke? Kau akan tetap bersama kami, oke?”
Alis mata Taehyung melengkung sedih.
“Kau dan V hanya akan switch. Suatu saat V akan kembali lagi karena ia pasti ingin menyelesaikan dendamnya,” ujar Jimin. Dalam hati meringis karena sekarang pun V pasti sedang mendengar perkataan ini.
“Tapi bukan aku yang menentukan kapan bisa switch, Jimin.” ucap Taehyung hampir menangis. “Hanya V yang bisa melakukannya bukan?”
Itu benar… hanya V yang bisa menentukan kapan ia mau switch dan bertukar dengan Taehyung.
“Tae…” ucap Jimin berusaha menenangkan, “Dirimu butuh disembuhkan. Trauma di dalam dirimu harus disembuhkan, oke? Aku, Jungkook dan para hyung tentu ingin menyembuhkan lukamu. Tapi bukan berarti kau harus menghilang.”
Taehyung berusaha menenangkan diri. Kata-kata Jimin ada benarnya. Dia tidak akan serta merta lenyap begitu saja bukan? V mungkin muncul hanya untuk sekedar balas dendam. Taehyung akhirnya mengangguk. Dia berusaha menerima apa yang berusaha disampaikan Jimin ini. Bagaimana yang lain ingin membuat V membuka diri dan memberitahukan masa lalunya yang kelam.
“Oh, Tae…” kata Jimin terharu. Ia berdiri dan langsung menarik Taehyung ke dalam pelukannya. Jimin memeluk sahabatnya erat-erat dan menepuk-nepuk punggung vampire itu. Taehyung membalas pelukan Jimin dengan erat. Dia akan berjuang… Dia akan berjuang untuk tidak kehilangan teman-temannya.
🎃🎃
Nah lho.. ternyata kematian orangtua Jungkook ada kaitannya dengan sindikat? Lalu apa yang akan dilakukan Taehyung setelah mendengar cerita Jimin?
Jangan lupa berikan jejak🐾🐾 vote, gift, share, comment dll 😁