Vampire In The City

Vampire In The City
Heart Attack




Setelah ditemukan bukti mengenai mata-mata alias penghianat di dewan vampire, Seokjin segera memberitahukannya pada Jackson, anggota dewan vampire. Info ini membuat siapapun akan terpukul karena mengetahui ada vampire yang justru menyerahkan nyawa sesamanya pada hunter untuk dieksploitasi. Jackson mengatakan timnya akan menyelidiki secara menyeluruh dan menahan Seunghoon, si mata-mata. Entah apa yang menjadi tujuan atau alasannya memberikan informasi rahasia dan crucial pada markas hunter, apalagi sekarang ada banyak vampire yang disekap dan dimanfaatkan secara semena-mena oleh oknum jahat.


Kini sang Alpha menunggu lokasi pengambilan fettuccine yang sudah dipesan. Sepertinya lokasi akan diberikan beberapa hari lagi. Dan saat itulah, Seokjin dan yang lainnya takkan segan-segan untuk menghancurkan markas sindikat.


Peperangan terbesar di abad ini sepertinya akan dimulai.


.


.


.


Siang itu Taehyung, Jungkook dan Lisa makan es krim bersama di sebuah kafe tidak jauh dari kampus. Lisa yang mengajak mereka dan yang mengejutkan karena Taehyung dengan senang hati bersedia. Lisa merasa sikap Taehyung itu berbeda dibanding sebelumnya. Jika sebelumnya Taehyung sangat tidak ramah dan punya aura maut yang siap membunuh siapa saja yang tak ia suka, sekarang Taehyung tampak begitu jinak dan adorable.


“Taehyung sangat suka es krim ya?” ucap Lisa memberi eye smile melihat Taehyung yang memakan es krim dengan rasa strawberry dan vanilla.


“Kurasa semua orang pasti suka es krim~” sahut Taehyung ceria. Jungkook mengekeh saja. Taehyung ataupun Vincent memang sama-sama menyukai desert apapun.


“Sebenarnya kau tidak perlu repot-repot, Lisa.” kata Jungkook karena wanita itu mau mentraktir sebanyak apapun es krim yang dipesan.


“Aku justru senang kok. Aku senang punya teman baru!” ujar Lisa kembali tersenyum sambil memperhatikan Taehyung yang duduk di hadapannya.


“Aku juga senang!” balas Taehyung sambil menunjukkan boxy smilenya. “Kau chinguku nomor 3.”


“Mwo?” Lisa hampir tersedak namun tertawa saja.


Jungkook geleng-geleng. Kebiasaan Taehyung itu masih saja ada rupanya. “Well, Lisa, dia ini sangat suka bercanda.”


Taehyung mempoutkan mulut pada Jungkook yang duduk di sebelahnya. “Aku tidak bercanda~” Pada kenyataannya Taehyung memang tidak punya banyak teman. Lisa memang teman nomor 3 di kehidupannya.


“Lantas chingu nomor 1 siapa?” tanya Lisa sambil melirik keduanya bergantian. Ia sendiri sudah bisa menebak siapa.


“Jungkookie~” sahut Taehyung bangga dengan senyum lebar, “Jungkookie selalu menjadi chingu nomor satuku. The best~!”


Lisa mengekeh sendiri mendengar nama panggilan itu. Jungkookie….? Panggilan yang begitu kekanakkan.


Jungkook tersenyum sampai lesung pipinya nampak. Dia pun merasa kalau Taehyung atau Vincent adalah teman berharganya yang akan selalu ia hargai dan lindungi.


Lisa masih memperhatikan keduanya yang sedang asyik mengobrol mengenai kenangan masa lalu saat keduanya baru menjadi teman. Semakin lama Lisa menjadi yakin kalau Taehyung adalah teman terdekat dari Jungkook. Dan tentunya di antara teman pasti ada saling percaya untuk menyimpan sebuah rahasia bukan?


Lisa menunduk sambil mengaduk es krimnya yang sudah mencair sejak tadi. Ia memang tidak pernah berminat dengan makanan sweet seperti ini.


Lisa tersenyum sendiri, segalanya menjadi semakin jelas.


****


Sabtu itu Seokjin dan Soojung sedang makan malam bersama di sebuah restoran. Seokjin sengaja mengajak kekasihnya karena mereka sudah lama tidak menikmati waktu kencan yang private seperti ini tanpa perlu dipusingkan dengan masalah sindikat penjualan vampire. Untuk sejenak, Seokjin ingin bisa menikmati kebersamaannya dengan Soojung.


Wanita itu adalah permata terindah untuk Seokjin. Ia tidak pernah bosan jika terus memandangi kekasihnya, memuji setiap apa yang ada di dalam diri Soojung. Katakanlah cinta membuatnya buta. Seokjin siap memberikan apapun untuk kekasihnya.


“Wae?” tanya Soojung malu sambil melihat ke arah lain. Ia meminum winenya pelan-pelan, tidak mau malam ini terlalu mabuk. Ia ingin menghabiskan waktu yang panjang bersama kekasihnya.


“So pretty…” gumam Seokjin dengan senyum sambil menggenggam tangan Soojung yang tidak memegang gelas. Soojung saat ini memakai dress berwarna merah, rambutnya yang tergerai sederhana itu saja sudah membuatnya tampak seperti model tercantik yang pernah vampire itu lihat.


“Nanti setelah semua masalah sudah selesai, aku ingin kita traveling bersama, Oppa.” ucap Soojung dengan senyum manis.


“Apapun yang kau mau…” sahut Seokjin sayu. Sudah kukatakan Seokjin bersedia memberikan apapun yang kekasihnya mau. “Kemana?”


“Luar negeri mungkin. Semacam perjalanan panjang. Switzerland atau New Zealand?”


“Everything for you…” gumam Seokjin. Baginya itu adalah permintaan mudah. Biaya pun bukan kendala untuknya karena… well… Seokjin sudah sangat mapan. Hidup sangat lama membuatnya semakin kaya.


Soojung mengekeh geli melihat kekasihnya yang seperti terhipnotis itu. “Kita juga bisa mengajak yang lain, Jungkook dan anggota clanmu.. juga Jimin.”


Ekspresi Seokjin sedikit berubah menjadi pahit. Dia tidak pernah terpikir untuk mengajak yang lainnya. Dia kira hanya akan berlibur berdua saja dengan Soojung. Lah nyatanya….


“Tidak kecewa kan?” tanya Soojung semakin gemas, “Kurasa mereka pun butuh traveling setelah berkutat dengan masalah dan ketegangan yang terlalu lama. Oppa, kita bisa memisahkan diri kalau kau mau, tapi aku berharap kita pun bisa menghabiskan waktu bersama dengan yang lainnya juga.”


Lagi, Seokjin dibuat terpukau. Wanita itu sangat toughtful, memikirkan kepentingan orang lain, bahkan clannya! Seokjin tentu tak mungkin tidak setuju lagi.


“Arraseo…” Vampire itu memberikan senyum.


Sedang berpandang-pandangan begitu, ponsel Seokjin yang berada di atas meja berdering. Sial, Seokjin lupa mengubahnya menjadi silent mode. Betapa mengganggunya di saat seperti ini membuat Seokjin ingin melempar ponselnya ke laut.


Seokjin mengernyit saat melihat siapa yang meneleponnya. Jackson.


“Angkat saja, Oppa…” ujar Soojung sambil melirik ponsel kekasihnya. Dia tidak keberatan dengan hal itu karena jangan-jangan itu pun merupakan panggilan penting yang ada hubungannya dengan sindikat.


Seokjin menghela nafas. “Sebentar ya…” Pria itu pun mengambil ponsel, bangkit berdiri dan menjauh dari meja untuk bisa mengobrol dengan lebih private. Seokjin tahu jika Jackson menelepon pasti bukan sekedar panggilan basa basi, apalagi Jackson pun cukup sibuk sebagai dewan vampire.


“Ya, Jackson?” sapa Seokjin setelah menjawab panggilan.


Terdengar suara terengah-engah seolah Jackson baru lari sangat lama. “J-Jin… ini gawat.”


Seokjin sendiri langsung merasa tegang, dia berharap dia siap mendengar apa yang mau disampaikan temannya. “Tenangkan dirimu dulu. Aku siap mendengarkan.”


Di seberang, Jackson berusaha mengatur dirinya untuk tidak gemetar. “Soulmate Vernon yang pernah kuceritakan padamu…”


Seokjin menelan ludah, oke sepertinya dia belum siap mendengar informasi selanjutnya. “Ye, ada apa dengannya?”


“Dia sedang histeris, Jin. Aku baru mendapat kabar genting dari clannya bahwa dia baru saja mengalami mimpi kepala Vernon dipenggal oleh sindikat penjualan vampire.”


“Aku sedang menuju kediaman clannya tapi aku pun harus mencari vampire yang bisa menenangkannya. Ini mengerikan karena dia seperti kerasukan dan ingin membakar orang yang membunuh soulmatenya.”


“Oh God…” desis Seokjin. Ini benar-benar di luar dugaannya. Jika mimpi soulmate itu benar bahwa kepala Vernon sudah dipenggal, ini sangat menyesakkan dada. Sindikat itu bahkan lebih kotor dari pemikirannya selama ini.


“Dewan vampire sekarang sedang kacau, Jin,” ucap Jackson dengan suara tercekat, “Mereka berspekulasi kalau sepertinya ada yang sudah memesan itu pada sindikat. Bisakah kau bayangkan bahwa ada konsumen yang memesan kepala vampire?”


Itu sangat tidak masuk akal. Selama ia melihat menu di website Delicious Pasta, tidak pernah ada menu untuk memesan kepala vampire. Apalagi itu sangat sadis jika memang ada seolah sindikat ini semacam pejagalan daging. Memang ada menu fettuccine untuk member VIP memesan organ dalam vampire, tapi tak ada option untuk membeli kepala.


Jakcson menelan ludah. “Beberapa hari kemarin kau mengatakan kau dan clanmu membuka website member VIP. Clanmu tidak memesan sesuatu ke website itu kan?”


Rasanya seperti dunia runtuh di hadapan Seokjin. Dia sangat-sangat syok mendengar pertanyaan Jackson. Yes, beberapa hari yang lalu clannya memang menggunakan member VIP dan memesan fettuccine : tulang rawan.


Bibir Seokjin mengering. Ini seperti mimpi buruk yang menjadi kenyataan. Apa jangan-jangan pesanannya beberapa hari yang lalu mengakibatkan Vernon menjadi korban?? Tulang rawan memang biasa ada di hidung, telinga dan trakea. Tapi ada juga di tulang belakang dan persendian. Ia dan clan memesan tulang rawan karena itu lebih aman dibanding ketika memesan liver atau organ dalam.


Rasanya Seokjin ingin menjerit tapi tak bisa. Tenggorokannya tercekat.


Demi Tuhan… ia tidak pernah berpikir bahwa dengan memesan tulang rawan, sindikat harus memenggal kepala vampire…


.


.


.


Sementara itu Jungkook diajak pergi oleh Lisa. Wanita itu mengatakan dia butuh bantuan dan meminta Jungkook bertemu dengannya. Mereka bertemu di sore hari dan yang tidak Jungkook sangka ternyata wanita itu mengajak ‘kencan’. Lisa mengajaknya ke karaoke room dengan mengatakan ia ingin bernyanyi bersama Jungkook dan bersenang-senang.


Ini agak awkward karena Jungkook belum pernah berkencan sebelumnya, itu pun kalau yang mereka lakukan sekarang adalah kencan. Lisa menyebutnya demikian meski Jungkook tidak mengatakan apa-apa. Jungkook tidak ingin mengecewakan siapapun, jadi dia biarkan saja semuanya mengalir.


Lisa sedang memilih-milih lagu ketika Jungkook menerima pesan dari Taehyung. Jungkook membaca pesan itu :


Dimana?


Jungkook membalasnya. Aku bersama Lisa di tempat karaoke.


Ia jadi berpikir apa ia perlu meminta Taehyung juga datang supaya suasana ini lebih netral dengan kehadiran temannya. Tapi ia takut malah menyinggung perasaan Lisa karena wanita itu hanya mengajaknya saja.


Taehyung pun segera memberi pesan balasan : Karaoke mana?


Jungkook tidak bisa mengingat nama tempatnya jadi dia memberitahukan nama daerah dan jalan. Ia merasa aneh juga tumben-tumbennya Taehyung mengirim pesan seperti ini, tidak biasanya.


“Kajja, kita bernyanyi~” ucap Lisa tiba-tiba mengagetkan Jungkook. Wanita cantik itu memberikan mic lain untuk Jungkook.


Jungkook melihat layar dan ada lagu Aileey. Dari judulnya saja siapapun akan tahu kalau itu adalah lagu cinta. Lisa mengajak Jungkook untuk berdiri untuk mereka bisa lebih ekspresif ketika bernyanyi.


Beberapa minggu terakhir semenjak mengenal Jungkook, Lisa memang tertarik pada pria itu. Jungkook sangat tampan, tubuhnya atletis, kepribadiannya pun disukai Lisa karena bukan pria perayu yang biasa ia temukan. Dan Lisa sedang berusaha menjalin hubungan semakin dekat dengan Jungkook. Siapa tahu dia dan Jungkook bisa bersama.


Mereka sudah menyanyikan 3 lagu berturut-turut. Jungkook berusaha tetap netral dan tidak gegabah dalam kondisi seperti ini. Ia tidak mau mengambil kesempatan apapun dari wanita cantik itu. Setelah menyanyikan 3 lagu, Jungkook memilih untuk duduk di sofa.


Lisa menoleh ke belakang melihat Jungkook yang sudah duduk. Di saat seperti ini Lisa ingin mencoba peruntungannya. Jika dia mengambil langkah duluan apakah Jungkook akan menyambutnya?


Jadi wanita itu pun mendekati Jungkook. Ia menaruh lututnya di pinggir kaki Jungkook. Pria itu terperangah dan memandang Lisa yang kini semakin mendekatkan wajahnya. Ini adalah situasi yang biasa muncul di adegan-adegan film romance.


Lisa menatap pria itu. Damn, sejak kapan ia mulai terjebak pada daya pikat seorang Jeon Jungkook? Lisa menyalahkan mentalnya yang terlalu lemah sampai tidak bisa menahan diri lagi. Jika Jungkook tidak melakukan apa-apa, biarlah dia yang akan mengambil langkah.


“Lisa…” ucap Jungkook karena wanita itu menaruh tangan di bahu Jungkook. Ia tahu apa yang akan dilakukan wanita itu. Jungkook tidak stupid. Ia memandang mata wanita itu berusaha merasakan sesuatu. Lisa sangat cantik dan memesona, hanya orang buta yang menyangkalnya. Tapi sampai saat ini pun Jungkook tidak memiliki getaran apapun, dia tidak ada keinginan untuk menyentuh wanita itu.


Lampu ruangan yang kelap kelip layaknya karaoke room kebanyakan membuat suasana semakin romance. Background lagu mellow pun terdengar tanpa suara vokal. Tadinya Lisa akan menyanyikannya namun sekarang ia sudah tidak berniat lagi.


“Sudah berapa lama kita berteman?” tanya Lisa dengan suara pelan. Rambutnya tergerai ke samping menunjukkan anting perak besar yang ia gunakan.


Jungkook tidak menjawab namun masih memandang mata wanita itu.


“We can’t be friends…” bisik Lisa menggoda. Tangannya memegang leher Jungkook. “Let’s see…”


Wanita itu mendekatkan wajahnya ke wajah Jungkook. Lisa sepertinya sudah tidak akan berpura-pura lagi kalau ia tidak terpikat dengan Jungkook. Tujuannya yang selalu intens mendekati pria itu adalah untuk ini. Wanita itu memejamkan mata, Jungkook masih membeku dengan situasi ini. Haruskah ia membiarkan dirinya dicium? Lisa selalu mendapatkan apa yang ia mau. Selama ini semua pria berusaha mencari perhatiannya dan menjadi kekasihnya. Jungkook pun bukan pengecualian, kan?


Jungkook melihat bagaimana Lisa memiringkan wajah dengan mata terpejam, bibir sudah siap akan mencium. Jungkook tak bisa melakukannya. Baru Jungkook akan menolak dan mengatakan sesuatu, ketika pintu ruangan terbuka cukup keras. Baik Lisa dan Jungkook sama-sama terkejut. Lisa membuka matanya dan tercengang melihat kedatangan Taehyung.


Taehyung mendengus sambil melihat langit-langit dengan kesal. Dia merasa matanya harus di-bleaching untuk apa yang barusan ia lihat. “Oh bitch…” ucapnya kesal. Vampire itu pun berjalan mendekati keduanya dan tanpa peringatan dia langsung menjambak keras rambut wanita itu membuat Lisa langsung memekik kesakitan.


“Aaaack!! Akhh!!” pekik Lisa karena rambut yang dijambak membuatnya sampai harus berdiri bangun. Ada apa dengan kedatangan Taehyung yang tiba-tiba langsung menjambaknya seperti ini?? (lmao, author cekikikan)


Jungkook sangat speechless. Apa yang sebenarnya sudah terjadi? Taehyung masih menjambak Lisa, matanya yang terkena sorotan lampu nampak berkilat, matanya yang berwarna silver itu.


V?


🎃🎃


readers yang tidak menyangka akan ada insiden penjambakan be like



and btw, author sangat slow update tapi mudah²an kalau weekend bisa lebih gercep. karena kalau hari biasa pekerjaan sangat menyita waktu dan melelahkan sampai otak buntu ga bisa ngetik ceritanya



Tapi mudah²an reader masih setia menunggu dan tak bosan menunggu.


Jangan lupa tinggalkan jejak🐾🐾