
Jungkook mengambil duduk di bar dengan posisi yang membuatnya dengan mudah mengawasi Taehyung. Jungkook hanya memesan mojito dan ia menolak setiap ada wanita yang mendekatinya dan mengajak berkenalan.
Jungkook menyeruput mojitonya dengan mata memicing pada Taehyung yang sedang menari bersama seorang wanita. Jungkook menaikkan sebelah alis saat Taehyung bahkan tak menolaknya. Keduanya menari sambil bercakap-cakap.
“Aku belum pernah melihatmu,” seru wanita yang menari bersama Taehyung itu, berusaha mengalahkan suara musik, “Kau baru ya?”
Taehyung memberi senyum lebar. “Aku baru pindah dari Hong Kong,” ujar Taehyung asal, “Dan ingin menikmati dunia malam di Seoul.”
“Good choice,” ucapnya, “Black Dragon adalah tempat terbaik.”
Taehyung mengangguk-angguk, senang karena sepertinya dia bisa mencari informasi. “Aku tertarik dengan Black Dragon karena cerutu Black Dragon adalah favoritku.”
“Seleramu bagus!” ucap wanita berpakaian seksi itu dengan mata berbinar.
“Apa disini ada komunitas Gurkha Black Dragon?” tanya Taehyung, “Aku ingin bergabung dengan mereka jika ada.”
“Tentu saja ada,” sahut wanita itu sambil memberi senyum manis, ia menaruh tangannya di bahu Taehyung. “Tapi itu hanya untuk tamu VIP.”
Taehyung memberi smirk. Well…
“Apa kau tahu bagaimana caranya tergabung dalam tamu VIP?”
“Kau harus langsung mendaftar pada pemilik club ini,” sahutnya, “Dia biasa ada disini tapi kurasa malam ini dia tidak datang.”
Taehyung mengangguk-angguk berusaha menyimpan informasi itu baik-baik.
“Ngomong-ngomong matamu sangat indah,” ucap wanita itu flirting sambil menatap Taehyung dari atas sampai ke bawah, “Setelah ini apa kau mau pergi ke suatu tempat denganku?“
“Kemana?” tanya Taehyung memasang wajah polos meski ia sudah tahu kemana arah pembicaraan ini. Sebenarnya Taehyung tidak tertarik untuk hal seperti itu. Tujuan kedatangannya ke club adalah mencari informasi tentang Big Boss sindikat penjualan vampire.
“Tempatku atau–“
Taehyung tidak terlalu mendengarkan karena ia langsung memutar badan, sudah merasakan aroma kehadiran Jungkook. Ia melihat Jungkook mendatangi mereka, tidak memedulikan orang-orang lain yang sedang asik menari.
Jungkook menarik lengan Taehyung, “Tae, kau sudah mabuk, sebaiknya kita pulang sekarang.”
Taehyung menaikkan sebelah alis pada Jungkook, siapa yang mabuk? Sementara wanita asing yang tadi menari dengan Taehyung pun tampak sewot, merasa terganggu. Dia sedang asik membangun hubungan dengan pria tampan eh malah disela. Baru ia akan protes namun jawaban Taehyung membuatnya langsung menyerah.
“Okay…” ujar Taehyung. Ia menoleh pada wanita itu, “Mian, aku harus pergi.”
Wanita itu akhirnya mengangguk dan pergi karena tak nyaman dengan tatapan maut yang diberikan Jungkook.
Taehyung membiarkan dirinya ditarik pergi oleh Jungkook. “Kenapa kau menyela? Aku hampir akan bersenang-senang.”
Jungkook langsung berbalik cepat dengan wajah jengkel. Betapa kesalnya ia bahkan Taehyung mengatakan tujuannya adalah untuk bersenang-senang. “Kau tidak tahu seperti apa jenis wanita di tempat seperti ini.”
“Wae?” Taehyung memberi smirk, “Aku vampire, aku bisa menjaga diriku. Lagipula kau sudah melepas mangsaku.”
Rahang Jungkook mengeras. Oh jadi Taehyung ke sini untuk menghisap darah dari random people? “Setahuku kau punya banyak persediaan darah di kulkas rumahmu.”
Taehyung hanya memutar bola mata dan sudah tak mengatakan apa-apa lagi. Di tempat ini pun tidak ada yang bisa ia lakukan karena pemilik club tidak datang ke tempat ini. Taehyung akan datang di lain waktu dan ia pastikan ia tidak perlu membawa Jimin dan Jungkook. Ngomong-ngomong mengenai Jimin….
“Mana Jimin?” tanya Taehyung saat mereka sudah di luar club.
“Dia sudah pulang karena Kakeknya meninggal.”
“Ow.”
“Aku akan mengantarmu pulang.” ucap Jungkook.
Taehyung mengernyit sambil mundur selangkah dari manusia itu. “Aku tidak bisa pulang dengan seperti ini. Para hyung akan mengomeliku dan tidak akan mengijinkanku pergi lagi.”
“Well…” Jungkook mengangkat bahu cuek, “Kau bisa menginap di tempatku.”
Taehyung langsung mendengus. “Absolutely no.”
“Yeah yeah, itu keputusan yang baik, Kim, karena pamanku yang merupakan hunter ada di rumah, aku tahu kau takut padanya.”
Taehyung memicingkan mata dengan sebal. Ia mendesis kesal, “Aku tidak takut pada hunter.”
“Terserah, Kim, kau perlu tahu bahwa aku tidak akan membongkar rahasia vampiremu itu pada pamanku.”
“Cih, seolah aku mempercayainya.” tukas Taehyung lalu berjalan pergi duluan. Efek alkohol masih ada di tubuhnya membuat badannya oleng.
“Jadi kau mau kemana? Tidur di jalanan?” tanya Jungkook sambil memegang lengan Taehyung membantunya untuk lebih seimbang.
“Shut up,” tukas Taehyung, “Sekarang jam 2 pagi, aku tinggal menunggu beberapa jam lagi untuk pulang ke rumah.”
Jungkook menghela nafas. Akhirnya keduanya pun pergi ke restoran fast food yang memang buka 24 jam. Di restoran itu hanya ada 1 atau dua orang. Taehyung memesan cheese burger karena ia mengatakan sangat lapar. Well, mungkin karena Taehyung belum minum darah, ia melampiaskannya pada cheese burger berharap itu bisa menghilangkan rasa hausnya untuk sesaat.
Jungkook duduk di hadapan Taehyung, melipat tangan di depan dada sambil memperhatikan Taehyung yang makan. “Kau makan cheese burger di jam seperti ini? Kurasa pertolongan pertama untuk orang mabuk adalah sup hangat, Tuan Vampire yang pintar.”
“Aku tidak mabuk.” tukas Taehyung sambil memutar bola mata.
“Kau mau?” tanya Taehyung sambil menawarkan burgernya sementara mulutnya sudah penuh.
Jungkook tersenyum tipis. Dia bahkan tidak berselera. “Jam malam seperti ini tidak membuatku nafsu makan.”
Taehyung hanya mengangkat bahu cuek dan terus makan. Rasanya aneh dia bisa duduk seperti ini dengan Jungkook, di tengah malam, tidak saling mencakar atau bertengkar seperti sebelumnya.
Sementara bad newsnya, cheese burger tidak terlalu membantu Taehyung untuk menghilangkan rasa hausnya. Oh damn.
Vampire itu melirik lengan Jungkook, masih ada bekas goresan pisau. Taehyung diberitahu oleh Jimin bahwa Jungkook menyayat lengannya dengan pisau untuk memberikan darah untuk Taehyung. Ia berpikir apa Jungkook akan melakukannya lagi sekarang?
“Aku dengar kau menyayat lenganmu dengan pisau untuk memberikan darah padaku?” ujar Taehyung lambat.
“Oh?” Jungkook tersadar dan memperhatikan lengannya. Bekasnya memang lama hilang tapi sudah tidak sakit lagi. “Itu spontan.”
Taehyung memberi smirk. “Aku tergugah.”
“For your information aku melakukannya demi menyelamatkan temanku.”
“Hmm. Aku sudah mendengarnya berkali-kali. Kau adalah superhero, Jeon.”
Jungkook mendengus kesal dan hanya bertopang dagu.
“Kau bisa pulang, Jeon, aku bukan anak kecil.” tukas Taehyung sambil melirik Jungkook. “Aku bahkan vampire. Vampire lebih menakutkan saat malam hari.”
“Yeah, yeah…” Jungkook hanya berkomentar seperti itu namun tidak menuruti saran Taehyung untuk meninggalkannya. Taehyung menghabiskan cheeseburgernya dan Jungkook masih memandangnya saja. Walau cara makan tidak seperti Taehyung yang dulu tapi Jungkook merasakan ada kemiripan. Apa benar mereka itu orang yang sama?
“Sebenarnya untuk apa kau ke diskotik? Jika ingin meminum alkohol kau bisa meminumnya di rumah dengan para hyungmu.”
Taehyung menguap. “Alkohol bukan tujuanku, Mr. Jeon.”
“Jadi kau benar-benar ingin menghisap darah manusia di sana?”
“Anni.” sahut Taehyung cepat. Matanya yang tajam dan berwarna abu-abu itu membalas tatapan Jungkook. “Aku sangat ingin bersenang-senang, setidaknya hampir bersenang-senang sebelum kau menyelanya.”
“Kau gila.” bisik Jungkook sebal sambil memalingkan muka.
“Aku tidak gila,” gumam Taehyung, “Aku memang menyukai dunia malam seperti di diskotik itu. Melihat manusia yang mabuk dan mudah diajak bersenang-senang.” Taehyung menahan senyum saat Jungkook menatapnya dengan mata membesar. Taehyung memegang dagu Jungkook dengan telunjuknya. “Sudah mengerti kan?”
Jungkook menepis tangan vampire itu dan Taehyung tak bisa menahan smirknya. Well, dia senang melihat Jungkook kesal padanya.
“Kau bisa pulang, Jeon, aku mau tidur di sini.” kata Taehyung dan menguap kembali. Ia membaringkan kepalanya di meja dan memejamkan mata, terlalu lelah dan mengantuk.
Jungkook memandang vampire itu, masih cukup terkejut dengan pengakuan Taehyung sebelumnya, entah itu bercanda atau bagaimana. Ini gila, Jungkook sendiri heran mengapa ia masih duduk di sini bersama vampire yang selalu membuat dirinya frustasi. Kenapa ia harus capek-capek menemani Taehyung seperti ini?
Jungkook mengulum mulut. Dia tidak mungkin membiarkan Taehyung disini sendirian, bagaimana kalau ada orang jahat yang mau merampok atau menculik temannya.
“Aishh…” tukas Jungkook pelan, dia sendiri tidak mengerti dengan jalan pikirannya.
Jungkook tidak dapat pungkiri bahwa ia masih berharap saat Taehyung bangun nanti, ia berharap Taehyung innocent yang muncul…
Manusia itu menghela nafas. Ia melepaskan jaketnya dan menutupi punggung Taehyung supaya tidak masuk angin di malam yang dingin ini.
.
.
Beberapa jam kemudian Taehyung terbangun. Kepalanya cukup sakit seperti dipukul godam mungkin karena hangover yang ia miliki. Sepertinya dia terlalu meremehkan alkohol.
Wajahnya memberengut saat duduk bangun dan membuka mata, protes dengan dirinya yang terbangun tanpa diinginkan. Suara klakson mobil di jalan itu membuatnya terbangun, menjengkelkan.
Taehyung baru akan menyumpah saat ia melihat Jungkook duduk di sebelahnya, posisi yang sama dengan semalam. Manusia itu tertidur dengan posisi duduk, kepala terkulai ke samping dan mulut setengah membuka, tertidur pulas.
Taehyung mengerutkan kening dan berusaha mengingat kejadian semalam. Ah dia ingat, jadi Jungkook bahkan menemaninya di sini? Taehyung tidak berencana untuk benar-benar ketiduran di sini, ia hanya membaringkan kepala di meja sebentar namun tak menyangka malah tertidur. Vampire itu melihat jaket Jungkook di punggungnya.
“Huh…” tukasnya pelan. Ia meletakkan jaket itu untuk menutup badan Jungkook. Manusia itu pasti kedinginan semalaman hanya berbalutkan T-Shirt saja.
Taehyung bangkit berdiri dan pergi ke meja pemesanan untuk memesan minuman. Beberapa menit kemudian dia kembali dengan cokelat hangat dan sup hangat di tangannya. Restoran fastfood ini menyediakan menu breakfast seperti cream soup ayam yang panas. Taehyung menaruh cream soup di depan Jungkook. Ia pun menyeruput minumannya, menghirup dalam-dalam aroma cokelat. Badannya menjadi lebih enakkan pasca hangover yang ia alami.
Taehyung melirik Jungkook yang masih tidur, kapan lah manusia itu akan bangun. Ia mendengus pelan dan akhirnya bangkit berdiri, pergi ke pintu keluar. Ia menunggu beberapa saat di sana sambil sesekali melirik ke arah meja Jungkook, menanti kapan manusia itu akan bangun.
Taehyung menaikkan sebelah alis saat melihat pergerakan badan Jungkook. Manusia itu membuka matanya dan menguap pelan. Taehyung menyeruput kembali minumannya lalu memalingkan wajah dan pergi dari restoran itu.
Jungkook terbangun, untuk beberapa saat ia tak mengerti mengapa ia ada disini. Setelah mengingat apa yang terjadi semalam, ia celingak celinguk mencari keberadaan Taehyung. Tapi sepertinya vampire itu sudah tidak ada di restoran. Jungkook agak sedikit jengkel karena ia bahkan ditinggal setelah semalam menemani vampire yang tidur karena hangover?
Baru ia akan bangkit berdiri, Jungkook menyadari ada cream soup di depannya. Masih baru dan uap panas yang keluar di atasnya menandakan makanan itu dipesan belum lama.
Jungkook mengerjap-ngerjap. Sepertinya Taehyung yang sudah memesankannya?
Jungkook kembali celingak celinguk, melihat sekeliling. Taehyung benar-benar sudah pergi, mungkin baru saja. Jungkook menatap cream soupnya dan mulai menyendokkan ke dalam mulutnya. Ia tersenyum pelan, kehangatan soup ini membuatnya sangat nyaman pagi ini.
🎃🎃
jangan lupa berikan jejaknya yaa 🐾🐾