
“Tae!!” panggil Jungkook saat sudah berada di dalam gedung. Ia memandang sekeliling dengan panik karena tidak menemukan temannya. Jungkook pun segera menaiki tangga menuju lantai 2.
Taehyung mendengar namanya dipanggil di kejauhan, itu adalah suara Jungkook. Ternyata Jungkook datang ke tempat ini. Taehyung sedikit merasa lega, ia membalikkan badan untuk pergi namun terlambat karena peluru panas tiba-tiba mengenai tubuhnya. Bahunya tertembak dan darah langsung mengalir di lengannya.
Taehyung merasa sangat kesakitan dan tubuhnya langsung lemas seolah ia dibius. Vampire itu rebah ke lantai dengan air mata mengalir di pipi.
Jantung Jungkook berdegup kencang saat mendengar suara tembakan dari lantai dua. Ia langsung melompati 3 anak tangga sekaligus, berharap bukan temannya yang tertembak. Berharap tidak ada Taehyung di dalam gedung ini.
Jantung Jungkook tertohok saat ia melihat bagaimana Taehyung rebah ke lantai, bahunya berdarah kena luka tembak. Temannya itu tersungkur di lantai dengan air mata berderai. Darah merah segar mengalir dari bahu ke pergelangan tangannya, membasahi kartu vampire curse yang masih dipegang Taehyung.
Andwae…
Segalanya seperti berjalan slow motion. Air mata Jungkook mengalir dan ia merasakan hatinya sangat sakit seperti ditusuk-tusuk. Dia merasa jijik pada dirinya sendiri. Dialah… dialah yang membuat temannya tertembak seperti itu…
Jungkook berteriak menangis namun segala sesuatu begitu cepat di depan matanya. Ada seseorang yang melesat dari belakangnya menuju ke arah Taehyung yang berada di lantai. Orang tersebut mengangkat tubuh Taehyung. Mungkin bukan orang… karena sosok tersebut memiliki mata vampire berwarna hijau. Vampire tersebut tampak panik dan mengangkat badan Taehyung yang sudah tak sadarkan diri, dengan cepat melesat pergi dari hadapan Jungkook, menyisakan bekas darah yang masih ada di lantai.
Di depan matanya Taehyung dibawa pergi entah oleh siapa.
“Andwae!!” isaknya menangis. Apa yang dilakukan vampire itu dengan membawa Taehyung seperti tadi? Apa Taehyung diculik?
Sementara itu beberapa saat sebelumnya Seokjin sudah melesat ke lantai 4, memukul hunter yang berada di lantai 4 yang sudah menembak Taehyung. Seokjin, Namjoon, Hoseok, Yoongi dan Namjoon sudah tiba di gedung saat mereka mendengar bunyi tembakan di lantai 2. Namjoon yang melesat duluan dan pergi menyelamatkan Taehyung yang terkapar di lantai, sementara Seokjin ‘membereskan’ pelaku utamanya. Seokjin menghapus memori hunter itu mengenai kejadian hari ini dan membuatnya pingsan hanya dengan sekali pukulan.
“Jungkook!!!” seru Jimin saat melihat temannya yang berteriak menangis berjongkok di lantai. Jimin tak menyangka bahwa ia pun menemukan Jungkook di gedung ini selain fakta bahwa Taehyung sudah tertembak oleh hunter.
“Taehyung…” isak Jungkook sementara Jimin memegang kedua tangannya, “Taehyung tertembak oleh hunter… Dia sudah dibawa pergi…”
“Jungkook…” Jimin begitu pedih melihat Jungkook yang seperti ini. Temannya itu tampak histeris dan sangat terpukul padahal baru kemarin Jungkook mengatakan bahwa ia tidak akan berteman lagi dengan Taehyung… namun sepertinya tidak demikian karena Jungkook masih peduli dengan nyawa Taehyung.
Yoongi berdiri di belakang Jimin. Wajahnya sangat seram dengan mata hitamnya. Ia tahu ada sesuatu yang tengah terjadi… alasan mengapa Taehyung ada di tempat seperti ini bersama Jungkook.. dan seorang hunter bisa mengincar bayi vampirenya.
“Kau harus tenangkan dirimu, Kook…” ucap Jimin, “Taehyung sudah dibawa pulang oleh Hyungnya untuk diobati.”
Jungkook menggeleng-geleng sambil menangis. Bagaimana kalau peluru yang ditembakkan tadi terbuat dari silver? Bagaimana kalau Taehyung mati?
Jimin menoleh bingung pada Yoongi, ia tidak tahu harus melakukan apa pada Jungkook. Hyungline lain pasti sudah pergi meninggalkan gedung ini, membawa Taehyung yang tak sadarkan diri. Jimin berharap Taehyung bisa terselamatkan.
“Kita juga harus pergi dari sini,” kata Yoongi pelan, “Mereka pasti membutuhkanku untuk menyembuhkan Taehyung.”
Jimin memberi anggukan. Jungkook menoleh dan memandang vampire yang ia tahu sebagai salah satu hyung Taehyung. “Aku mohon bawa aku juga ke rumah kalian…” isaknya masih merasa bersalah. Dia baru kali ini merasa sangat menyesal sampai ingin mencakar dirinya sendiri. Mengapa ia begitu bodoh dan jahat membiarkan Taehyung terluka seperti itu? Apa Taehyung akan memaafkannya?
Yoongi menggangguk datar. Ia akan mencari tahu nanti saja perihal keterlibatan Jungkook dalam kejadian ini. Untuk sekarang keselamatan Taehyung lebih penting dan urgent.
Ketiganya pun pergi meninggalkan gedung. Mobil Seokjin sudah tidak ada di parkiran menandakan Seokjin, Namjoon dan Hoseok telah pergi dengan Taehyung bersama mereka. Mobil porsche yang dikendarai Yoongi akan melesat dengan cepat untuk menyusul vampire lain menuju kediaman Kim Brothers.
Jungkook menutup wajah dan masih menangis tanpa suara. Dia berharap Taehyung masih bisa diselamatkan. Jimin yang duduk di depan bersama Yoongi, menoleh ke belakang, cemas melihat temannya. Jimin tidak mengerti sebenarnya apa yang dilakukan Taehyung dan Jungkook di tempat itu? Pikiran negatif berseliweran karena hunter pun ada di gedung itu. Masa Jungkook yang memberitahu hunter untuk menembak Taehyung? Tapi Jungkook menangis seperti itu sekarang…
Tidak butuh waktu lama, mereka sudah sampai di rumah Kim Brothers (Yoongi benar-benar mengebut, dalam hal ini mobil porsche sangat bisa diandalkan).
Ketiganya bergegas masuk ke dalam rumah karena anggota clan lain sudah tiba. Taehyung sudah berada di ruang ‘pasien’ yang biasa dipakai oleh Jimin ketika sedang diperiksa oleh Yoongi. Perut Jungkook mulas karena ia melihat tetesan-tetesan darah di lantai.
Di ruangan itu Taehyung dibaringkan di sebuah tempat tidur. Matanya terpejam sementara darah masih mengalir dari bahunya. Seokjin sedang merobek lengan baju Taehyung, berusaha melihat sejauh mana luka yang dialami bayi vampire itu. Hoseok menggigit kuku dengan panik. Vampire tidak bernafas jadi tidak bisa diketahui apa Taehyung masih hidup atau tidak karena saat ini Taehyung memang tidak bernafas.
Mata Jungkook nanar melihat pemandangan itu. Wajah Taehyung begitu pucat seolah sudah mati. Yoongi langsung mendekati Seokjin dan menyiapkan alat-alat kedokteran yang bisa digunakan untuk membantu Taehyung.
Mata Jimn berkaca-kaca dan berdoa dengan sangat supaya Taehyung baik-baik saja.
“Ini semua pasti karenamu!!” tukas Namjoon tiba-tiba sambil menghardik Jungkook. Ia tak segan-segan menunjukkan mata vampirenya. Ia bahkan mempertontonkan taringnya, memperlihatkan bahwa saat ini Namjoon sangat marah karena apa yang telah menimpa dongsaengnya.
“Apa kau menjebak Taehyungku?” tukas Namjoon lagi sambil menarik kerah baju Jungkook, “Apa kau ingin dia mati dibunuh hunter, hah?!”
Jungkook hanya bisa menangis dan tak akan melawan sekalipun vampire itu memukulnya. Dia pun menyalahkan dirinya sendiri karena telah menjebak Taehyung. Dialah pelakunya!
“Namjoon…” ucap Hoseok berusaha menengahi. Ia memegang lengan Masternya menyuruhnya untuk tetap tenang.
Rahang Seokjin mengeras dan ia juga menatap Jungkook dengan tajam. Apa benar yang dikatakan Namjoon itu? Apa Jungkook yang sudah dengan sengaja membawa Taehyung ke gedung supaya ditembak oleh hunter? Jika demikian Seokjin pun sangat marah sekali.
Yoongi mengabaikan yang lain. Ia fokus menyuntik Taehyung dengan beberapa obat, berusaha menghentikan pendarahan. Yoongi harus mengeluarkan peluru yang tertanam di bahu Taehyung ini. Yoongi sudah memakai sarung tangan dan siap dengan pisau bedah, ia menduga peluru yang ditembakkan bukanlah silver karena kulit Taehyung yang tampak tidak terbakar.
Namjoon menghempaskan badan Jungkook, melepasnya. Dia harus tetap tenang, keselamatan Taehyung yang terutama.
Di hadapan mereka, Yoongi sedang membedah luka di bahu Taehyung. Semua berharap Taehyung baik-baik saja.
Jungkook masih menangis dan mendekati tempat tidur. Dia adalah teman yang jahat. Dia membalas pertemanan mereka dengan pengkhianatan. Dia bahkan sudah merencanakan sendiri supaya Taehyung tertangkap oleh hunter!
Jungkook terperangah saat sadar di dekat tempat tidur ada Seokjin. Mata Seokjin merah menyala menandakan dia pun merupakan vampire. Jungkook sangat terkejut bahwa kekasih kakaknya merupakan vampire dan merupakan kakak dari Taehyung? Dunia begitu sempit… Ternyata kakaknya yang membenci vampire pun malah menjadi kekasih dari seorang vampire. Apa kakaknya itu tahu?
Seokjin membalas tatapan Jungkook. Sebenarnya Jin cukup marah dengan situasi saat ini. Ia tidakmengerti keterkaitan Jungkook dalam musibah yang melanda bayi vampirenya. Hunter di gedung itu… Tapi jika Jungkook memang menjebaknya kenapa anak itu pun ikut kemari dan menangis tak henti sejak tadi?
Yoongi berusaha menetralkan diri, berusaha tidak terpengaruh dengan emosi orang-orang yang berada di ruangan ini. Sebagai vampire yang memiliki kekuatan empath, cukup sulit untuknya bisa berkonsentrasi. Dia bisa merasakan aura kesedihan, kemarahan, penyesalan, kebingungan dan cemas di ruangan ini. Jika Yoongi belum hidup puluhan tahun mungkin dia akan menyuruh semuanya untuk angkat kaki dari rumah ini supaya tidak mengganggunya dengan pergolakan emosi masing-masing.
“Dia semakin lemas karena kehilangan banyak darah…” ucap Yoongi menatap Seokjin, “Persediaan darah di freezer pun sudah habis. Pesanan baru akan datang besok atau lusa.”
“Aku akan mencari pendonor.” ucap Namjoon. Dia tidak akan membiarkan dongsaengnya sekarat karena kekurangan darah, meski mencari pendonor itu sangat sulit.
Entah apa yang merasuki Jungkook. Ia mendekati tempat tidur, mengambil pisau bedah yang dipegang Yoongi dan menyayat lengannya sendiri sampai mengeluarkan darah. Ia melakukannya dengan spontan. Dia yang akan menjadi pendonor untuk Taehyung.
“Jungkook!!” pekik Jimin terkejut dan ngeri.
Jungkook tidak merasakan sakit meski ia menyayat kulit dengan pisau. Ia lebih memikirkan bagaimana cara supaya temannya bisa diselamatkan. Jungkook mendekatkan lengannya yang berdarah ke mulut Taehyung.
Jimin menutup mulut dengan kedua tangan karena yang mencengangkan Taehyung bereaksi pada darah. Vampire itu langsung menghisap lengan Jungkook, meminum darahnya. Mata Taehyung membuka dengan tatapan kosong, matanya yang berwarna silver itu.
“Oh God…” ucap Hoseok sambil menjambak rambut. Ini pemandangan yang mencengangkan.
Jungkook hanya meringis namun ia tidak merasakan sakit sama sekali saat darahnya dihisap oleh vampire. Seumur hidupnya ia tak pernah membayangkan bahwa ia rela menjadi volunteer memberikan darahnya untuk vampire. Tapi bukankah itu setimpal? Ia sedang berusaha menyelamatkan Taehyung, menebus dosanya.
Namjoon memandang Taehyung yang masih menghisap darah di lengan Jungkook. Meski mata Taehyung membuka seperti itu, Namjoon yakin Taehyung masih tak sadarkan diri. Yang dilakukan Taehyung saat ini tanpa sadar, insting alamiah vampire adalah menghisap darah ketika ada darah cuma-cuma di depan mulutnya.
Seokjin mengerjap-ngerjap memandang Jungkook. Masih tak percaya.
“Enough…” tukas Yoongi memegang lengan Jungkook. Ia menjauhkan lengan Jungkook dari mulut Taehyung, karena Taehyung sudah cukup banyak menghisap darah… atau Jungkook akan pingsan lemas akibat kehabisan darah. Taehyung tidak pernah menghisap darah manusia, selalu meminum darah kemasan. Jadi ini cukup mengkhawatirkan.
“Kook…” ucap Jimin sambil memegang bahu sahabatnya, “Gwaenchana?”
Jungkook hanya mengangguk, darah masih menetes dari lengannya. Ia memandang Taehyung yang kembali memejamkan mata. Ia berharap Taehyung sudah terselamatkan.
“Taehyung tertolong…” kata Yoongi menghela nafas. Ia melirik Jungkook, “Lain kali kau harus hati-hati, darahmu bisa terus terhisap karena saat ini Taehyung tak sadar dan tak dapat mengendalikan diri.”
“Tanganmu harus diobati,” ucap Seokjin, “Jimin, tolong bantu Jungkook.”
Jimin mengangguk dan menarik Jungkook untuk pergi. “Ayo, Kook.”
Jungkook melepaskan pegangan Jimin. “Aku akan disini sampai Taehyung sadar.”
“Kau harus pergi dari sini. Tidak ada lagi yang bisa kau lakukan.” ucap Seokjin final. Mata merahnya berkilat membuat Jungkook sangat terintimidasi. Vampire semenakutkan itu hanya dari matanya saja.
Jimin pun menarik Jungkook yang sudah tak melawan. Keduanya keluar dari ruangan itu dan pindah ke ruangan lain yang sepertinya merupakan kamar tamu. Jimin menyiapkan P3K. Dia sudah sering ke rumah Kim Brothers, membuatnya hafal dimana letak barang-barang yang dibutuhkan. Sudah seperti rumahnya sendiri.
“Sepertinya kau sering kesini.” ucap Jungkook hampa.
Jimin menoleh dan memberi senyum saja. “Panjang jika diceritakan, Kook, kurasa saat ini bukan yang tepat untuk membahasnya karena aku masih sangat mencemaskan Taehyung.”
Jungkook menunduk, hatinya terasa pahit kembali. Jimin pun mulai mengambil alkohol menggunakan kapas dan membersihkan luka Jungkook.
“Apa sakit saat darahmu dihisap?” tanya Jimin lugu.
Jungkook menggeleng dan ia menghapus air mata yang terlanjur mengalir. Dia bahkan ingin merasakan sakit saat dihisap darahnya, berharap itu menjadi ganjaran dari perbuatannya. Tapi tidak demikian.
“Taehyung pernah cerita bahwa ia belum pernah menghisap darah manusia secara langsung,” kata Jimin, “Dia dan hyungnya selalu meminum darah kemasan yang dijual di situs ilegal untuk para vampire.”
Jungkook mengangguk pelan. Ia semakin merasa bersalah karena sudah menganggap Taehyung berteman dengannya untuk memanfaatkannya dan menghisap darahnya, nyatanya bukan.
Jimin menghela nafas dan sudah selesai mengobati lengan Jungkook. Jimin sangat ingin menanyakan sebenarnya apa yang sudah terjadi, mengapa Jungkook dan Taehyung berada di gedung tua yang tak terpakai. Tapi Jimin mengurungkan niatnya. Seisi rumah akan gempar jika ternyata Jungkook memang benar-benar sudah menjebak Taehyung.
“Hyung Taehyung sangat protektif, Kook…” ujar Jimin, “Saat ini mereka sedang cemas dan agresif, aku tidak menyarankan kau seruangan dengan mereka. Sampai Taehyung benar-benar sadar, sebaiknya kau tetap disini.”
“Tapi Taehyung…”
“Dia sudah melewati masa kritis. Yoongi Hyung pernah menjadi dokter, serahkan padanya.” Jimin menepuk bahu Jungkook, “Aku akan mengambilkan air untukmu.” Jimin pun pergi keluar dari kamar itu.
Jungkook hanya bisa menangis. Ia menyangga kepala dengan dua tangan dan menangis tersedu-sedu. Terkadang penyesalan selalu datang terlambat, di saat dia sudah bisa mengecap pahitnya buah dari keputusan yang ia ambil.
Taehyung pun sangat berarti untuknya… teman sejati pertamanya…
****
Jungkook tak tahu berapa lama ia tertidur. Semalam ia menangis lama hingga akhirnya tertidur akibat kelelahan. Lihatlah matahari bersinar terik dari balik jendela, membuat matanya silau.
Jungkook duduk tegak saat mengingat kejadian semalam. Ia melirik jam tangannya yang menunjukkan pukul 11 siang. Well damn! Jungkook merebak selimut, sepertinya Jimin yang menyelimutinya semalam. Jungkook bergegas keluar kamar untuk mengecek kondisi temannya.
Saat keluar dari pintu kamar, ia mendengar suara-suara yang datang dari ruang makan beserta aroma caramel roti panggang. Apa Taehyung sudah siuman?
Jungkook bergegas ke sumber suara dan melihat semua orang yang dilihatnya berkumpul di meja makan. Hanya dirinyakah yang tidak dilibatkan dalam brunch?
Jungkook melihat Jimin, Seokjin, Yoongi, Namjoon, Hoseok… dan Taehyung!! Pria itu duduk membelakanginya, sudah memakai piyama garis-garis black and white. Nafas Jungkook tertahan, syukurlah Taehyung sudah sadar.
“Oh…” ucap Hoseok menoleh pada Jungkook. Yang lain pun menoleh padanya kecuali Taehyung yang masih belum membalikkan badan.
Jungkook berjalan ke arah mereka. “Tae…”
Yang dipanggil itu membalikkan badan dan menoleh pada Jungkook. Mata mereka bertumbukan. Untuk sesaat Jungkook terperangah, ekspresi Taehyung begitu dingin padanya, tidak seperti ekspresi Taehyung biasanya, kalaupun Taehyung marah biasanya akan mempoutkan mulut. Tapi Taehyung yang sekarang berekspresi hambar, menatap Jungkook datar seolah Jungkook hanya rumput liar.
Lalu sebelah mata Taehyung itu berubah putih, menatap Jungkook dengan tajam. Langkah Jungkook sampai terhenti melihat mata Taehyung itu. Mata monster yang pernah ia lihat saat Taehyung mematahkan tulang seolah mematahkan ranting. Hanya ditatap oleh mata itu saja bulu kuduk Jungkook langsung merinding.
“T-Tae…”
Taehyung hanya memberi smirk jahat menatap Jungkook. Ia tidak berniat menyembunyikan mata putihnya di depan Jungkook. Ia justru menunjukkan siapa dirinya yang sesungguhnya.
🎃🎃
uwooo uwooo finally the real taehyung muncul 🥵😳 kita akan lihat semenyeramkan apa Taehyung yang ini.. lalu innocent Taehyung kemana ya.. Nantikan terus ya. Jangan lupa berikan like, comment, vote untuk episode ini. Gomawo