Vampire In The City

Vampire In The City
Hadiah Spesial



haiii... author akhirnya bisa update, setelah berkutat dengan chapter ini.. author sempat mengalami stagnan 🤦‍♀🤦‍♀ hadeuh


Oke langsung saja, selamat membaca ya💕



Weekend tiba. Taehyung sudah berencana akan ke club Black Dragon kembali, menerima undangan Lee Dongwook, sang pemilik club, menghadiri event spesial member VIP. Bagaimanapun Taehyung tetap bersikeras ingin mendapat informasi penting yang berhubungan dengan sindikat. Taehyung ingin segera memuaskan rasa penasarannya.


Taehyung menatap dirinya di cermin. Ia memakai blazer dengan aksen floral. Rambutnya ia tata dengan rapi. Ia berharap malam ini ia beruntung dan menemukan orang-orang yang dapat menuntunya pada informasi sindikat perdagangan vampire.


Vampire itu mengecek ponsel, melihat waktu yang menunjukkan pukul setengah 10 malam. Taehyung segera turun, para hyungnya sekarang pasti masih di ruang tengah dan Taehyung harus segera meminta ijin untuk pergi keluar.


“Kau mau pergi kemana?” tanya Namjoon pada Taehyung yang muncul di ruang tengah. Hyung yang lain pun menoleh memandang Taehyung. Hoseok membersarkan matanya, melihat penampilan Taehyung itu ia yakin Taehyung akan pergi lagi ke club. Yoongi menghela nafas, siapapun akan tahu Taehyung mau pergi kemana di jam seperti ini. Beberapa waktu yang lalu sudah membuktikannya bukan saat Taehyung pulang tengah malam dengan sedikit bau alkohol.


“Aku akan ke club malam.” sahut Taehyung enteng, sudah tidak berminat untuk berbohong lagi.


Seokjin menyipitkan matanya. “Club malam bukan tempat yang aman. Kadang ada hunter yang patroli kesana.”


“Itu benar,” kata Yoongi, “Apalagi kau sendiri.”


Taehyung memberi smirk. “Aku tidak akan sendiri. Aku pergi bersama Jungkook. Nah itu dia sudah datang.”


Terdengar suara mobil terparkir di luar, sesuai dengan perkataan Taehyung, itu adalah Jungkook. Dirinya dan Jungkook sudah sepakat untuk pergi bersama ke club. Taehyung meminta Jungkook menemaninya dan manusia itu tidak banyak membantah, langsung mengiyakan saja. Taehyung tahu kalau dia pergi bersama Jungkook, para hyungnya tidak akan menghalang-halangi, mungkin akan dianggap semacam pergi main biasa.


“Sebenarnya apa yang kalian dapat dari tempat semacam itu?” tukas Namjoon memutar bola mata.


“Aku akan mengatakannya saat waktunya sudah tepat.” sahut Taehyung tersenyum panjang.


Bersamaan dengan itu Jungkook masuk ke dalam rumah, menyapa dengan sopan para penghuni rumah. Jungkook memakai pakaian serba hitam, rambutnya pun ditata sangat rapi, tidak biasanya. Senyumnya mengembang panjang.


“Whoa…” gumam Hoseok tercengang.


Jungkook memandang para vampire itu satu per satu. Ia menyangka mungkin Taehyung belum diijinkan pergi oleh hyungnya yang protektif.


“Aku dan Taehyung akan pergi ke ulangtahun teman sekelas kami yang dirayakan di club.” tutur Jungkook memberitahu, seolah ucapannya ini bisa membuat para hyung mengijinkan Taehyung pergi.


Taehyung mendengus pelan. Perkataan Jungkook sangat kontradiksi dengan ucapan Taehyung pada para hyungnya. Mereka belum menyepakati untuk membuat alasan yang sama. Kalau seperti ini semakin ketahuan Jungkook sudah berbohong.


Yoongi menahan senyum. “Oh jinjja?”


“Ne,” sahut Jungkook polos, “Aku akan mengantar Taehyung kembali dengan utuh.”


Taehyung memutar bola mata, memukul lengan Jungkook, menyuruhnya untuk berhenti berbicara. Alasan Jungkook terlalu dibuat-buat.


Seokjin menghela nafas. Tidak berniat untuk menghalangi, apalagi Taehyung yang sekarang cukup kuat dan bisa menjaga diri. “Kupercayakan padamu, Kook.”


“Huh.” tukas Taehyung. Masa sang Alpha lebih percaya pada manusia yang akan bisa menjaganya?


“Selamat bersenang-senang~”seru Hoseok pada Jungkook dan Taehyung yang berbalik pergi meninggalkan rumah.


Setelah keduanya masuk ke dalam mobil, Taehyung akhirnya berbicara. “Kau sudah semakin pandai berakting, Jeon.”


“Aku belajar banyak darimu, Kim.” Jungkook menahan tawa sambil menstarter mobilnya.


“Ugh, congrats?”


“Aku tidak tahu apa yang kau lakukan di club itu, tapi aku bisa membantumu, Tae.” ujar Jungkook kini dengan ekspresi serius fokus ke jalan.


Taehyung terdiam. Dia tidak tahu apa ia bisa melibatkan Jungkook atau tidak, bagaimanapun yang dihadapi adalah semacam organisasi besar dan berbahaya. Taehyung tidak mau melibatkan manusia biasa, ia tidak mau membahayakan keselamatan Jungkook.


“Aku hanya bersenang-senang di club itu, Jeon.” ucap Taehyung akhirnya dan memalingkan wajah ke arah jendela.


Hening beberapa saat sampai Jungkook berujar, “Tadi aku sudah mengatakan bukan kalau kau pandai berakting, Tae?”


Taehyung menoleh terkejut pada Jungkook. Dilihatnya pria itu yang masih berekspresi datar, Taehyung tidak tahu apa yang dipikirkan Jungkook selama ini, apa Jungkook bisa mengerti keadaannya? Apa Jungkook bisa membantunya?


Keduanya terus hening, tidak mengatakan apapun sampai mobil tiba di basement club Black Dragon.


“Jungkook, aku akan naik ke lantai 2 ke lantai VIP.” ujar Taehyung akhirnya. Ia harus menginfokan hal ini dari awal pada Jungkook.


“So, aku akan ikut denganmu.” sahut Jungkook tenang seraya melepas seat belt.


Taehyung tahu akan seperti ini jadinya, Jungkook akan mengekorinya seperti baby sitter. “Aku tidak ingin kau ikut ke sana. Kau bisa di lantai 1, menikmati musik dan minum.”


“Mian aku tidak bisa melakukannya. Atau apa perlu aku memberitahu hyungmu mengenai hal ini?”


“Jeon–“


“Aku tahu kalau kau akan melakukan sesuatu di lantai VIP.”


Taehyung memutar bola mata dengan kesal. Apa lagi-lagi Jungkook mencurigainya akan menghancurkan seisi gedung seperti vampire gila?


“Aku hanya akan menemui pria beberapa waktu yang lalu. Itu saja.”


Jungkook mendengus pelan. “Itu semakin membuatku harus menemanimu.”


“Ughh…” Taehyung sudah tak tahan dan keluar dari mobil. Jungkook pun mengikutinya. “Kau boleh ikut masuk tapi urus urusanmu sendiri, oke?”


“Fair enough.” tukas Jungkook sambil angkat bahu, walau ia ragu ia benar-benar bisa melakukannya.


Mereka tiba di lantai 2 club Black Dragon. Hanya dengan menunjukkan kartu nama Dongwook pada penjaga lantai VIP, Taehyung dan Jungkook diijinkan masuk. Udara di lantai 2 begitu jauh berbeda dibandingkan lantai 1. Meski sebenarnya secara keseluruhan club ini sangat berkelas tapi lantai VIP adalah next level. Seperti bukan di club, suara musik dari lantai 1 sama sekali tidak terdengar. Lantai ini semacam bar, ada sofa-sofa untuk bersantai, meja bar untuk memesan minuman, mini panggung dimana ada seorang penyanyi yang menyanyi dengan sangat merdunya. Orang-orang yang berada di lantai ini pun berpakaian sangat elegan, pakaian mereka pasti dari brand ternama.


Tanpa kata Taehyung dan Jungkook berpisah arah, Jungkook langsung ke meja bar sementara Taehyung menuju sofa. Melihat Dongwook, sang pemilik club sedang duduk di sana, Taehyung langsung mendatanginya.


“Hai, Mr. Lee..” sapa Taehyung ramah dengan senyum mengembang.


Dongwook mengangkat wajah dan membalas senyum. “Ah, Taehyung-ssi… kau akhirnya datang, aku menunggumu sejak tadi. Duduklah disini bersamaku.”


Taehyung mengangguk dan duduk di sebelah pria itu. Musik mengalun dan penyanyi di mini panggung mulai menyanyikan lagu pop. Taehyung bertanya-tanya ada acara apa di lantai VIP ini.


“Apa ada event spesial? Apa kau berulangtahun?” tanya Taehyung sementara pelayan datang dan memberikan segelas vodka untuk Taehyung.


Dongwook tertawa lirih. “Ini hanya semacam perayaan kecil… anniversary bisnis kulinerku yang ke-2.”


Taehyung menaikkan sebelah alis. Kulinari? Bukankah Dongwook bergerak di bisnis hiburan seperti club ini?


“Bisnis ini baru berkembang dan semua berjalan lancar berkat orang-orang yang ada di tempat ini yang mendukungnya.” Dongwook menuangkan vodka pada gelasnya yang kosong lalu menegaknya sedikit demi sedikit.


“Aku baru tahu kalau ternyata kau bukan hanya berbisnis di dunia hiburan saja..” ujar Taehyung. Sesekali ia melirik ke arah Jungkook yang sedang duduk sendiri di bar. Jungkook langsung membuang muka saat bertemu mata dengan Taehyung lalu kembali minum.


“Aku sudah bilang kalau yang kau lihat sekarang dariku ini belum semuanya…” Dongwook terkekeh dan ia menggeser badannya mendekat pada Taehyung. “Dan kau akan terjatuh dalam duniaku, Taehyung.”


“Aku tertarik, Mr. Lee.” sahut Taehyung sambil meminum vodka kembali. “Dan kau tau apa yang membuatku tertarik dengan Black Dragon? Karena aku pun penggemar cerutu Gurkha.”


Dongwook memberi smirk. “Gurkha Black Dragon?”


“Yes..”


“Me too.” Dongwook mengangkat sebelah tangannya ke udara dan seorang pria datang, seolah selalu siaga dengan apa yang diinginkan tuannya. Pria itu memberikan sebungkus cerutu Gurkha pada Dongwook. “Aku akan sangat senang memiliki partner menghisap Gurkha… apalagi seorang yang sangat kharismatik seperti dirimu.”


Taehyung mengangguk pelan, dia berusaha menguasai dirinya bahwa ternyata pemilik club di sebelahnya ini pun pengguna cerutu Gurkha. Well tentu saja pemilik Black Dragon pun konsumen Gurkha Black Dragon, semua sudah jelas, itulah latar belakang nama club ini bukan? Namun terlalu dini untuk mencurigai Dongwook ada di balik sindikat perdagangan vampire.


Taehyung menerima cerutu yang diberikan Dongwook. Pria itu bahkan menyalakan cerutu untuk Taehyung menggunakan pematik. Taehyung menghisapnya perlahan-lahan lalu menghembuskan asap cerutu ke udara.


“Bagaimana?” tanya Dongwook dengan smirk. Ia pun menyalakan cerutunya sendiri.


“Delicious… terutama karena orang sepertimu yang memberikannya.”


Dongwook memperhatikan Taehyung baik-baik, matanya, wajahnya… Pria itu merasa Taehyung agak familiar, dimanakah ia pernah melihat Taehyung?


“Pardon?”


“Karena wajahmu cukup familiar untukku.”


Taehyung mendengus. “Apa ini caramu merayu?”


Dongwook hanya memberi senyum, mungkin Dongwook pernah berpapasan dan melihat Taehyung di suatu tempat.


Keduanya pun terus mengobrol, minum dan menghisap cerutu. Dari meja bar, Jungkook mengawasi mereka dengan mata menyipit. Kenapa ia slalu punya prasangka buruk melihat pria bernama Dongwook itu? Jungkook bukan tipikal memiliki sixth sense atau apa, dia pun acapkali tidak memedulikan orang asing yang tak dikenalnya. Namun melihat Dongwook dan Taehyung, ia merasa keduanya memiliki aura yang bertolak belakang. Dia tidak bisa mempercayai pria bernama Dongwook itu.


Malam semakin larut saat tiba-tiba ada seorang staf MC yang memberi pengumuman menggunakan mikrofon. “Karena malam ini adalah malam spesial, CEO kami akan memberikan hadiah spesial yang kalian tunggu-tunggu.”


Semua orang di ruangan itu bersorak gembira, mengangkat gelas ke udara. Kedua alis Taehyung terangkat tak mengerti. Dia berusaha mengalahkan rasa pusing akibat mabuk yang ia alami.


“Hadiah apa?” tanya Taehyung pada Dongwook.


“Makanan signature dari bisnis kulinariku.” Dongwook merangkul bahu Taehyung. “Sangat spesial dan merupakan best seller.”


“Jinjja?”


“Tapi aku bisa memberikannya cuma-cuma untukmu kalau kau mau…” kata Dongwook, “Tentu harus ada balasan yang kau lakukan.”


Taehyung menyeringai. Ia menaruh cerutunya yang masih setengah. “Tadi katanya cuma cuma?”


“Itu hanya cara supaya kau melekat padaku.” Pria yang setengah mabuk itu meremas rambut di belakang kepala Taehyung. “Simbiosis mutualisme kalau aku sebut.”


Taehyung menahan giginya untuk tidak gemertak. Memangnya dia ini hewan? Lagipula Taehyung tidak menyukai situasi seperti ini, ia merasa dirinya sedang dipermainkan dan dianggap murahan.


“Kau jauh dari yang kubayangkan. Kau pecundang.” bisik Taehyung.


Dongwook langsung menarik paksa rambut Taehyung membuat kepala vampire itu sampai condong ke arah Dongwook. “Setidaknya aku pecundang yang sukses.”


Smirk Dongwook itu menghilang manakala ia merasakan ada seseorang yang memegangi pergelangan tangannya yang tengah menjambak rambut Taehyung.


Dongwook mendongak dan melihat pria yang tidak ia kenal tengah menatapnya dengan tajam, masih memegangi lengan Dongwook, seolah menyuruhnya untuk berhenti. Dongwook belum pernah melihat wajah Jungkook itu di lantai VIP, pastinya Jungkook bukan member VIP sama seperti Taehyung.


Taehyung ikut mendongak ke belakang dan melihat Jungkook. Dan tiba-tiba dua bodyguard berpakaian jas rapi muncul mendekati Jungkook, sudah siap akan melindungi Dongwook dari tangan orang asing ini.


Dongwook mengernyit sementara tangan Jungkook masih memegangnya makin erat.


“Jeon…” ucap Taehyung pada Jungkook. Ia tidak tahu kenapa tiba-tiba Jungkook muncul seperti ini dan menyela.


Karena tahu Taehyung mengenali pria itu, Dongwook memberi tanda pada para bodyguardnya untuk pergi, mengabaikan kejadian ini.


Jungkook melepas tangan Dongwook meski tatapan matanya masih tajam mengintimidasi. Sejak tadi Jungkook memperhatikan dan mengawasi dan dia sudah kehilangan kesabaran saat Taehyung dijambak dan diperlakukan seperti itu.


“Dia kenalanmu?” tanya Dongwook mengangkat sebelah alis, masih mencermati Jungkook baik-baik. Dari cara Taehyung menyebutnya dengan sebutan ‘Jeon’, Dongwook merasa nama itu seperti familiar.


“Aku datang dengannya ke sini…” sahut Taehyung menghela nafas.


“Kurasa sebaiknya kita pergi, Kim.” kata Jungkook dengan suara tertahan.


Vampire itu bangkit berdiri, ia pun merasa sudah terlalu lama di tempat ini dan tidak mendapat hal yang berarti. Yang ia dapat malah sakit kepala karena mabuk dan gombalan Dongwook yang tak ada habisnya.


“Kalian sebaiknya menunggu sampai doorprize-nya diumumkan,” sahut Dongwook dengan senyum penuh arti, “Siapa tahu partnermu itu yang mendapat doorprizenya, Taehyung-ssi.”


Taehyung tidak tahu apa doorprize kulinari itu cukup menggiurkan untuk membuatnya berada di tempat ini. “Sampai jumpa lagi, Mr. Lee.”


Taehyung pun pergi ke meja bar bersama Jungkook. “Jadi apa kita pulang saja?” tanya Taehyung berusaha mengalihkan perhatian Jungkook. Ia tidak mau bertengkar dengannya disini karena urusan tadi meski Taehyung seharusnya marah karena sikap tiba-tiba Jungkook.


“Tunggu aku menghabiskan minumanku,” kata Jungkook, “Aku tak mengerti kenapa kau duduk bersama pria seperti itu, merokok, minum dan entah mengobrolkan apa.”


Here we go.


“Bukankah itu tujuan orang-orang datang ke club?” ucap Taehyung pelan sambil memperhatikan kuku jemarinya.


“Aku tidak menyukainya,” sahut Jungkook jujur, “Dia seperti pria berbahaya.”


“Dia kandidat yang sempurna.” Taehyung memberi senyum. Ia mengingat bagaimana Dongwook merupakan pemilik club Black Dragon, konsumen cerutu Gurkha… dan sikap flirtingnya itu mungkin akan memudahkan Taehyung mendapatkan apa yang ia mau.


Jungkook mendengus. “Aku tidak mengerti jalan pikiranmu.”


Taehyung tidak mengatakan apa-apa, hanya menatap kosong MC yang masih berkoar-koar membuat beberapa tamu tertawa.


“Sekarang untuk hadiah spesialnya akan kita undi dengan acak~!” seru MC. Salah satu staf membawakan roulette wheel yang besar. “Dengan roulette ini,” lanjut MC, “Kita akan menentukan tamu yang beruntung. Tapi agar lebih seru kita tentukan dulu ya karakteristik pemenangnya.” MC itu memutar roulette yang nantinya akan menunjuk pada poin-poin yang sudah disiapkan.”Dan roulette ini menunjuk pada…. black in black!!!”


Para tamu bertepuk tangan, Taehyung hanya mendengus. Untuk ukuran doorprize kulinari responnya terlalu berlebihan, apalagi para tamu di lantai ini merupakan tamu VIP yang berkelas. Orang-orang itu bisa membeli apapun bukan?


“So… untuk tamu yang memakai pakaian hitam!” seru MC.


Di ruangan ini cukup banyak pria dan wanita yang memakai pakaian hitam. Hitam tentu saja warna favorite dalam berpakaian.


“Wow aku kandidatnya…” ucap Jungkook yang kini berubah antusias dan fokus pada pengumuman doorprize.


MC memutar kembali roulettenya untuk menentukan posisi pemenang : West, East, North atau South. Dan jarum menunjuk ke arah West, artinya kandidat pemenangnya sekarang ada di posisi Barat ruangan ini.


“Wow, West!!!”seru MC dan menunjuk ke arah meja bar. Semua mata mengarah ke meja bar, mencari kandidat pemenang. “Aku lihat di meja bar ada beberapa yang menggunakan pakaian hitam. Tapi mari kita kerucutkan… untuk tamu yang memakai serba hitam dari ujung rambut sampai ujung kaki.”


Mata Taehyung membesar menata Jungkook. Well, dia tidak menduganya. Hari ini Jungkook memang memakai serba hitam, tidak ada warna lain selaian hitam.


“Yak, Tuan tampan yang ada di sebelah sana..!” seru MC dan menunjuk pada Jungkook, “Selamat Anda menjadi pemenangnya.”


“Whoa…” Sehyum Jungkook mengembang, ia bertepuk tangan pelan untuk dirinya sendiri yang sudah beruntung. Sebenarnya Jungkook sanggup membeli barang yang ia mau tapi mendapat doorprize tetap membuatnya sangat excited.


“Congrats, Jeon. Ada baiknya juga kau datang ke sini.” kata Taehyung hambar.


“Hadiah spesial yang akan didapatkan malam ini adalah….” MC kembali mengumumkan, “Linguine, pasta favorit di Black Dragon!!!” Para tamu bertepuk tangan dan bersorak pada Jungkook yang sudah beruntung.


Linguine??


Taehyung langsung tersedak. Ia teringat Linguine adalah salah satu menu di web Delicious Pasta, web yang dicurigai merupakan sindikat perdagangan vampire! Mata Taehyung membola horor.


“Silakan untuk pemenang bisa maju ke depan untuk menerima kupon hadiahnya..” ujar MC sambil mempersilakan Jungkook untuk maju. Jungkook tersenyum sumringah dan maju saja mendekati MC. Well, ia tahu kalau linguine itu hanya sejenis pasta… tapi berhubung ini doorprize Jungkook tetap senang.


Wajah Taehyung saat ini sungguh syok. Dia tak menyangka kalau hadiah spesial yang dimaksud adalah salah satu menu khusus di situs penjualan vampire??? Sudah pasti itu berkaitan dengan vampire bukan? Jika hadiah yang dimaksud merupakan pasta dalam artian sebenarnya rasanya terlalu berlebihan jika disebut hadiah spesial sampai melalui pengundian ketat. Harga pasta tidak seberapa jika harus dijadikan sebagai hadiah spesial. Lagipula… Hoseok pernah mengatakan kalau club ini salah satu club yang dibicarakan juga yang ada kaitannya dengan vampire.


Taehyung menoleh ke arah Dongwook, pria yang merupakan pemilik club ini. Jadi apakah bisnis kulinari yang dimaksud Dongwook adalah darah vampire? Jangan-jangan…


Dongwook menoleh ke arah Taehyung, membalas tatapan Taehyung. Pria itu menaikkan sebelah alis dan memberi senyum puas. Ia tak menyangka kalau teman Taehyung sendiri yang mendapat hadiahnya. Dongwook memberikan wink pada Taehyung yang wajahnya seperti baru saja melihat hantu.


MC memberikan sebuah kartu gold pada Jungkook. “Hadiahnya bisa kau ambil di lokasi yang tertera. Selamat menikmati ya. Berikan tepuk tangan untuk pemenang kita!”


Orang-orang di ruangan itu memberi tepuk tangan dan senyum lebar untuk Jungkook. Ditepuktangani seperti itu membuat Jungkook malu dan sedikit bangga juga, walau yang ia dapat sebenarnya hanya pasta tapi mengapa orang-orang begitu excited seolah hadiahnya merupakan mobil mewah saja.


Jungkook melihat ke arah Taehyung. Wajah vampire itu syok, seperti baru melihat hantu. Taehyung tengah bertatap-tatapan dengan Dongwook yang berada di sisi lain ruangan.


Jungkook mengernyit. Ada apa ini sebenarnya?


🎃🎃



Hmm.. apa jangan jangan Dongwook itu.........


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya 🐾🐾