Vampire In The City

Vampire In The City
Teori Konspirasi??




Author update 2 episode hari ini. silakan cek episode sebelumnya ya supaya tak terlewat, ppyong..


🎃🎃


Jungkook menghela nafas panjang. Ujian mata kuliah pertama baru saja berakhir, ujian kedua akan dilakukan setelah jam makan siang.


Jungkook melirik ke sebelahnya, Taehyung tertidur di atas meja. Mulutnya sampai membuka sedikit. Sejak lima menit yang lalu setelah berkas ujian dikumpulkan, temannya yang satu ini langsung memilih tertidur pulas di meja.


Jungkook tidak mengerti sama sekali kenapa semalam Taehyung menghabiskan banyak waktu di rumah Jimin. Untuk menyiapkan ujian hari ini, semalam Taehyung terus begadang sementara Jungkook memutuskan tidur pada pukul setengah dua pagi. Bisa ditebak Taehyung tidak tidur sama sekali karena tadi pagi saat melihatnya, mata Taehyung sudah seperti panda.


Mahasiswa lain sudah bubar dan meninggalkan kelas itu, pergi untuk makan atau menyiapkan diri di ujian berikutnya. Jungkook tetap duduk di sana, menunggu Taehyung yang masih tertidur pulas.


***


Soojung terus menatap dosennya yang sedang menjelaskan mata kuliah Sejarah.Wanita itu tidak dapat konsentrasi mendengar penjelasan, karena yang ia ingat tiap kali melihat Seokjin adalah pengalaman first date mereka di ice skating. Itu simple namun sangat sweet. Malam itu mereka menghabiskan waktu dengan mengenal satu sama lain, melempar pertanyaan untuk membuat keduanya semakin saling mengenal. Dan ia pikir, Seokjin termasuk pria yang sangat gentle. Dia sangat menghargai Soojung sebagai wanita, menyimak dengan baik saat berbicara, serta sebisa mungkin membuat Soojung selalu merasa nyaman.


Soojung menahan senyum, membayangkan dimana tempat yang akan menjadi second date mereka. Seokjin yang akan menentukan tempat dating kedua mereka nanti.


Seokjin mengerling ke arah Soojung, membalas memberi senyum lalu kembali memasang wajah serius untuk mengajar. Hal yang serupa dirasakan oleh Seokjin. Dia tidak bisa tidak mengingat first date mereka. Seokjin menanti-nanti seperti apakah kencan mereka berikutnya.


Beberapa hari ini Seokjin memang disibukkan dengan masalah yang terjadi di clannya. Mulai dari kejadian Namjoon yang mengubah teman sekelasnya menjadi vampire, yang kini sudah tinggal bergabung bersama dengan mereka. Lalu kejadian tak terduga di rumah Jimin. Kejadian itu telah membuka mata Seokjin untuk selalu waspada dengan kelompok manusia peng-eksploitasi vampire. Nanti ia akan memikirkan cara bagaimana untuk menemukan sindikat itu dan membasminya. Bagaimanapun perbuatan seperti itu adalah ilegal. Seokjin akan semakin waspada dan melindungi clan-nya dari sindikat semacam itu.


.


.


.


“Sebelum menjadi vampire, aku sudah dengar beberapa informasi mengenai eksploitasi vampire…” tutur Hoseok sambil memakan kentang goreng.


Siang ini ia dan Namjoon sedang duduk berhadap-hadapan, menikmati makan siang mereka di kantin. Semenjak Hoseok bergabung dalam clan, ia dan Namjoon selalu bersama di kampus. Sesama vampire dan merupakan teman sekelas membuat mereka pergi bersama-sama kemanapun.


“Oh ya? Aku saja hanya mendengar berita simpang siur mengenai hal itu.” ujar Namjoon memandang Hoseok. “Kau ikut komunitas pecinta vampire kan? Apa saja yang dibahas disitu?”


“Ada informasi yang mengatakan bahwa darah vampire dipercaya akan membuat awet muda dan panjang umur. Kalian para vampire memang tidak pernah menua bukan?” kata Hoseok, “Mungkin itu sebabnya muncul para ilmuwan yang ingin mengeksploitasi vampire dan memanfaatkannya untuk kepentingan pribadi dan kelompok.”


Namjoon cukup terkesan karena bahkan Hoseok tahu lebih banyak dibanding dirinya. “Kami para vampire memang bisa hidup sangat panjang.”


“Kami? Apa kau kini tidak menganggapku?” tukas Hoseok berwajah masam.


Hoseok mendengus lalu mencomot kembali kentang goreng. “Dan aku pernah membaca informasi di grup komunitas bahwa ada vampire tua yang umurnya sudah 500 tahun, ia ditangkap dan dieksploitasi di negara ini,” Hoseok mengedikkan bahu, “Aku tak tahu berita itu benar atau tidak, tapi itu cukup membuatku merinding.”


Namjoon terlihat berpikir. Beberapa tahun yang lalu, ada mungkin 10 tahun yang lalu, ia pernah mendengar bahwa ada vampire tua dari Eropa yang tertangkap oleh hunter di Korea Selatan. Tapi itu cerita sudah lama sekali, para vampire di Korea pun belum menemukan buktinya. Dan dengar-dengar vampire tua itu memiliki kekuatan yang sangat besar serta mengerikan. Mungkin berita yang ia dengar itu sama dengan apa yang dibahas dalam komunitas pecinta vampire. Mungkin saja.


“Berita semacam itu cukup menggemparkan grup komunitas,” lanjut Hoseok, “Membuat kami para anggota komunitas ingin sekali menemukan kelompok tak bertanggung jawab yang mengeksploitasi vampire. Bahkan banyak yang bilang ingin menyewa FBI untuk menemukan dalang di balik semua itu.”


Namjoon lagi-lagi terkesan. Dia tak menyangka bahwa di dunia ini masih ada manusia yang memikirkan keadilan untuk para vampire. Ia pikir pecinta vampire hanyalah sekelompok orang aneh yang tergila-gila pada aksesoris vampire seperti halnya fans yang menyenangi idolnya.


“Sampai seperti itu?”


Hoseok mengangguk mantap. “Aku pun ingin melakukan hal yang sama. Dengan kondisi aku yang sekarang adalah vampire, aku semakin semangat untuk melakukannya. Aku ingin menemukan Big Boss grup eksklusif eksploitasi vampire.”


“Huh? Big Boss?”


“Aishh, kau bahkan tidak tahu? Aku membaca kolom komentar di grup komunitas, bahwa ada seorang Big Boss yang mengatur sindikat ini. Ada konspirasi juga yang mengatakan bahwa banyak kaum elite di dunia yang mengantri untuk mendapatkan darah vampire supaya mereka bisa terus awet muda dan panjang umur.”


“Aku masih bingung, bagaimana caranya mereka mendapatkan darah vampire?”


Hoseok memberi smirk. Ia menyeruput tehnya lalu berkata, “Ada juga teori konspirasi yang menyatakan bahwa hunter sesungguhnya merupakan kaki tangan dari sindikat ini.”


Namjoon terkejut. “Itu tak mungkin. Hunter justru membunuh dan membasmi vampire, bukan menangkap para vampire dan menjualnya pada sekelompok orang.”


Hoseok mengangkat bahu. “Itu masih teori konspirasi, masih belum bisa diyakini kebenarannya, you know. Tapi menurutku itu bisa saja bukan? Mungkin ada saja hunter yang melakukan itu. Mereka tidak akan peduli bagaimana nasib para vampire, entah disiksa, entah dieksploitasi, yang penting bagi mereka jumlah para vampire di dunia berkurang bukan?”


Namjoon menelan ludah. Ia tidak pernah berpikir jauh ke arah sana. Hoseok di hadapannya ini ternyata memiliki pemikiran yang membuka matanya. Mungkin karena Hoseok sebelumnya adalah manusia dan sudah bergelut di dunia pecinta vampire sehingga bahkan mengetahui banyak hal lebih dari apa yang diketahui vampire itu sendiri.


Apa kata Hoseok bisa saja benar… Siapa yang bisa menangkap dan menculik vampire jika bukan hunter profesional yang melakukannya?


🎃🎃



Nah lho... apakah teori Hoseok itu masuk akal bahwa hunter terlibat dalam eksploitasi vampire? Gimana pendapat kalian, silakan berikan komentarnya ya.


Nah mulai dari sini sepertinya para vampire alan terus mendapatkan masalah demi masalah.


Sebenarnya pada tahun pertama menjadi vampire, setiap vampire sudah bisa mendapat kekuatannya, seperti Seokjin yang kekuatannya mengendalikan memori orang lain, Yoongi yang bisa merasakan emosi, Namjoon yang bisa mengendalikan cuaca...


Lalu kenapa Taehyung belum tahu kekuatan vampirenya? Hmm.. hayoo sebenarnya apa yang terjadi ya. tunggu saja lanjutannya, ppyong~~