Vampire In The City

Vampire In The City
Mencari Taehyung




Lima belas jam sebelumnya…


Jungkook berdiri di dekat pintu masuk club Black Dragon dengan tak sabaran. Dia sudah ada di sini sejak sejam yang lalu. Sekarang pukul 9 malam lewat dan Jungkook akan terus disini sampai ia bertemu Lee Dongwook, pemilik club Black Dragon.


Tangannya terkepal kesal. Bahkan sampai detik ini pun Taehyung belum pulang, tak ada kabar apapun, ponselnya masih tidak bisa dihubungi. Ini membuat Jungkook semakin yakin dengan firasatnya bahwa Taehyung tengah berada dalam bahaya.


Sebuah mobil mercedes benz berhenti di depan club diikuti dengan mobil van hitam di belakangnya. Dari mobil van itu keluar beberapa pria dengan berpakaian jas rapi, seperti pengawal pribadi. Salah satu dari mereka membukakan pintu mobil. Lee Dongwook keluar dengan coat LV-nya yang mahal dan cerutu di mulutnya. Hari ini perasaannya sangat ringan dan senang. Dia merasa bersemangat untuk menghabiskan malam di tempat bisnisnya.


Jungkook melihat kedatangan pria itu. Darah mendidih dan tanpa berpikir panjang Jungkook langsung mendatangi pria itu dan memaki.


“Mana Taehyung? Dimana Taehyung, Bastard?”


Dua pengawal pribadi Lee Dongwook dengan sigap menahan badan Jungkook, mencegahnya yang hampir hampir menyerang Dongwook dengan tinjunya.


Dongwook menoleh pada Jungkook, menatapnya beberapa saat. Ia menaikkan tangannya, memberi tanda pada pengawalnya untuk tidak memukul Jungkook.


Alis mata Dongwook terangkat sebelah dengan mencemooh. “Taehyung? Aku tidak tahu, mungkin dia ada di dalam?”


Jungkook ingin sekali mencabik smirk jahat yang terpampang di wajah itu namun badannya ditahan begitu luar biasa. “Dimana temanku!! Aku akan menuntutmu! Aku akan menuntut Black Dragon!!”


Dongwook tertawa seolah Jungkook baru saja membuat lelucon. Ia maju mendekati Jungkook dan berkata, “Menuntut? Atas dasar apa kau akan menuntutku?”


Tangan Jungkook terkepal marah, dendam begitu menguasainya. Matanya sudah merah menahan emosi. Dengan kemarahannya ini ia bahkan bisa memukul dan menghancurkan tembok.


“Akuilah kau tidak bisa menuntut orang sepertiku…” bisik Dongwook dengan senyum licik, “Taehyung? Aku justru sedang membantu negeri ini dengan membasmi para penghisap darah.”


“Gyahhh!!!” seru Jungkook semakin marah. Badannya sudah maju dan akan meninju mulut Dongwook namun dua bodyguard semakin menahan dan mencengkramnya seperti ini.


“Well…” Dongwook mundur dan memperhatikan kukunya dengan malas-malas, “Peraturan pemerintah sebentar lagi akan keluar mengenai vampire. Jenis seperti temanmu itu akan dianggap ilegal jika ketahuan berada di wilayah Korea Selatan, you know?”


Nafas Jungkook sudah tak karuan. Bagaimana perkataan Dongwook itu membuatnya semakin jijik. Jungkook merasa jijik karena di dunia ini masih ada orang berhati jahat seperti itu. Dongwook mungkin sudah memiliki banyak relasi yang membuatnya bisa dengan bebas melakukan tindakan ilegal pada vampire. Ini sungguh tidak adil. Semua sangat tidak adil.


Dongwook menatap Jungkook pura-pura prihatin. “Tapi kau tidak perlu kuatir. Kurasa Taehyung sedang aman baik-baik saja.”


Dongwook tertawa pelan dan mendekati Jungkook kembali. “Tidak perlu berpura-pura,” bisik Dongwook, “Kau pun setuju jika vampire tidak hidup berdampingan dengan manusia bukan? Atau hati nuranimu sudah tumpul?”


Mata Jungkook membesar. Dulu dia memang pernah memikirkannya. Orangtuanya yang mati dibunuh vampire membuatnya tidak bisa menerima keberadaan vampire. Tapi setelah dia memiliki teman yang merupakan vampire, Jungkook mulai memahami bahwa tidak peduli apapun latar belakangnya, hubungan yang tulus bisa mengalahkan itu semua. Manusia ataupun vampire.


Dongwook memberi senyum untuk terakhir kalinya lalu pergi meninggalkan Jungkook. Badan Jungkook dihempaskan oleh bodyguard ke tanah. Di saat seperti ini pun tidak ada gunanya bagi Jungkook untuk melawan, dia tidak akan menang. Entah ada berapa tukang pukul yang ada di dalam club Black Dragon. Pria seperti Dongwook pasti memiliki banyak bodyguard dan tukang pukul.


Dongwook masuk ke dalam club dengan smirk puas. Dia jadi tidak sabar untuk menerima darah Taehyung besok. Dia ingin tahu seperti apa kualitas darah yang dimiliki vampire muda itu.


Tapi Jungkook tidak bisa diabaikan. Dongwook harus tetap mencari aman dari pria nekat seperti Jungkook.


“Cari tahu profile lelaki yang di luar itu.” gumam Dongwook pada salah satu asistennya.


Jeon.


Dia yakin dia memang pernah mendengar nama itu.


Dongwook menjilat bibir dengan semangat. Well, dia suka saat hidupnya dipenuhi dengan tantangan dan teka teki… Ini hanya akan semakin meningkatkan adrenalinenya.


Dongwook duduk di salah satu kursi bar dan kembali menghisap cerutunya.


***


Suasana di kediaman Kim Brothers memang cukup menegangkan. Taehyung belum pulang dan setiap hyungnya mulai panik. Taehyung tidak dapat dihubungi dan tidak memberi kabar sejak kemarin pergi ke Black Dragon. Ingin menyerang Black Dragon pun tak ada gunanya, vampire akan semakin dianggap sebagai mesin pembunuh bagi masyarakat awam.


“Apa kita tidak bisa langsung saja menangkap pemilik Black Dragon itu?” tanya Namjoon sudah hampir habis kesabaran.


“Kita vampire, Joon,” ujar Seokjin, “Kita tidak bisa menyerang secara blak-blakan di depan umum. Itu hanya akan membuat image vampire semakin buruk di depan masyarakat.”


“Kita tinggal menangkap Dongwook saja.” tukas Namjoon. Bagaimanapun ia sangat mencemaskan Taehyung, ia tidak akan membiarkan dongsaengnya ditangkap oleh sindikat penjualan vampire.


“Dia dikelilingi banyak pengawal ketat.” ucap Yoongi lemah. “Yang bisa kita lakukan adalah menyerang dan menyergapnya di saat yang tepat.”


Hoseok menggigit bibir. “Apa dewan vampire tidak bisa melakukan sesuatu untuk menolong Taehyung?”


“Aku sudah melaporkannya pada Jackson,” sahut Seokjin, “Kita tetap harus tahu dulu dimana posisi Taehyung atau vampire lain yang ditawan.”


“Kita hanya tinggal menunggu Jungkook.” ucap Yoongi sambil memegang dagu.


“Jungkook?” tanya Namjoon heran.


“Jika Taehyung dan Jungkook memang soulmate, Jungkook bisa mendapatkan telepati untuk tahu dimana Taehyung berada.” ujar Yoongi yakin.


“Aku semakin berharap mereka adalah soulmate,” gumam Hoseok sedih, “Karena mungkin itu adalah satu-satunya cara untuk kita tahu dimana Taehyung berada.”


Yoongi mengangguk. “Aku sudah meminta Jungkook untuk segera memberitahuku kalau dia mendapatkan feeling atau firasat mengenai keberadaan Taehyung.”


“Kau mengatakan padanya bahwa dia adalah soulmate Taehyung?” tanya Seokjin.


“Tentu aku tidak mengatakannya. Aku takut akan memberikan beban untuk Jungkook…” kata Yoongi, “Bagaimanapun hal seperti itu pasti masih taboo untuk manusia.”


***


Taehyung memasuki club Black Dragon dengan ekspresi memberengut. Ia melihat ke arah bar, Dongwook menaikkan tangan, memberi tanda padanya untuk datang mendekat. Jadi Taehyung pun menghampiri Dongwook, duduk di sebelah pria itu. Taehyung tidak tahu apa sekarang ia bisa fokus mencari informasi dari Dongwook atau tidak dengan suasana hatinya.


“Wajahmu tampak kusut.” ucap Dongwook.


“I’ll brighten your mood…” gumam Dongwook sambil memegang dagu Taehyung membuat vampire itu menoleh dan membalas tatapan pria itu.


Taehyung hanya tersenyum tipis. Dia sanksi apa Dongwook bisa melakukannya.


“Come to my place tonight?” ajak Dongwook, “Dan sebagai reward aku akan memberikan kartu member bisnis pastaku padamu, Taehyung.”


Mata Taehyung membola. Tawaran Dongwook itu membuat Taehyung kembali fokus pada misi utamanya. “Tempatmu dimana?”


“Villa private di kawasan Gyeongbokgung. Menginaplah di tempatku dan lepaskan bebanmu.”


Taehyung dan Dongwook bertatap-tatapan. Tawaran Dongwook itu mungkin tidak akan datang dua kali. Tanpa berpikir panjang Taehyung langsung menganggukkan kepalanya.


“Deal.”


.


.


.


Jungkook terbangun dari mimpi. Matanya membola dan nafas tersengal-sengal. Mimpi apa yang barusan ia lihat itu? Kenapa aneh sekali? Kenapa ia melihat Taehyung dan Dongwook sedang mengobrol begitu? Dia pastinya terlalu marah dengan kejadian semalam sampai memimpikan pria jahat bernama Dongwook itu.


Jungkook berusaha mengenyahkan bunga tidurnya. Ia keluar dari tempat tidur dan mengecek jam di nightstand-nya yang menunjukkan pukul setengah 10 pagi di hari Sabtu ini. Jungkook tersenyum muram, sampai sekarang pun masih belum ada kabar mengenai keberadaan Taehyung.


Jungkook pergi ke kamar mandi, menyeret kakinya setengah hati. Setelah sampai di depan westafel, Jungkook memandang bayangan diri di cermin, melihat lingkaran hitam yang begitu nyata di bawah matanya. Semalam dia tidak bisa tidur, dia sangat kesal sampai terasa ke tulang-tulangnya, mengingat perkataan Dongwook semalam… mengingat bagaimana ia tidak berdaya dan tidak bisa tahu dimana Taehyung berada.


“Villa private di kawasan Gyeongbokgung…”


Lagi, potongan percakapan dalam mimpinya itu kembali terlintas di benak Jungkook. Ia mengernyit heran. Villa private di kawasan Gyeongbokgung??


Apa mimpinya itu merupakan pertanda? Apa itu bisa dijadikan klu untuk tahu dimana Taehyung berada?


Mata Jungkook membesar. Entah itu merupakan pertanda atau bukan tapi dia tidak akan tahu jika tidak mengeceknya sendiri. Dia harus datang ke villa tersebut. Meski semua ini belum tentu kebenarannya, tapi ini lebih baik dibandingkan tidak berusaha sama sekali.


Buru-buru Jungkook mencuci muka dan menggosok giginya. Setelah itu dia hanya berganti pakaian dan langsung mengirim pesan pada Yoongi Hyung :


Aku rasa Taehyung ada di villa kawasan Gyeongbokgung.


.


.


.


Jungkook tiba di villa bersama keempat vampire dari clan Kim. Jungkook memang cukup terkejut karena para vampire itu mempercayainya begitu saja seolah dirinya memang cenayang. Yoongi dengan teguh langsung mengusulkan mereka semua pergi ke tempat yang dimaksud Jungkook untuk mencari Taehyung. Jungkook memang tidak menceritakan isi mimpinya, ia takut dianggap tak waras karena bisa memimpikan hal-hal semacam itu.


Setelah mobil sudah sampai di depan villa, Jungkook tidak berpikir panjang lagi, ia langsung keluar dari mobil dan berlari menuju gerbang. Vampire lainnya berusaha memanggil dan mengejarnya, namun ia tak peduli. Berada di depan villa ini Jungkook malah semakin yakin kalau Taehyung memang ada di dalam. Ia merasakannya. Firasatnya semakin kuat kalau Taehyung memang ada di villa.


Ada empat orang penjaga di dalam villa itu. Jungkook yang memang punya skill dalam bertinju bisa melawan mereka. Seokjin, Yoongi, Namjoon dan Hoseok pun menyusul dan membantunya.


“Jungkook, cepat cari Taehyung!” ucap Seokjin sambil memukul salah satu penjaga yang tadi berusaha menghadang Jungkook kembali.


Jungkook mengangguk dan berlari melewati taman yang luas itu sementara vampire-vampire lain sedang duel satu lawan satu dengan penjaga. Jungkook membuka pintu villa. Jantung berdebar dengan cepat melihat sekeliling ruangan. Di ruang tengah villa ini tidak ada siapapun.


Jungkook melewati ruangan besar itu, entah dia harus kemana. Ia melewati lorong yang yang membawanya untuk masuk lebih jauh ke dalam villa saat ia mendengar suara barang pecah disertai dengan suara jeritan.


Itu adalah suara Taehyung.


“Taehyung!!” serunya dan bergegas ke sumber suara. Kakinya membawanya berlari ke ruangan paling ujung dengan pintu besar yang tertutup. Jantung Jungkook berdegup keras saat mendengar suara tangisan dan ia langsung membuka pintu.


Jungkook terkejut melihat Taehyung berada di lantai. Wajahnya putih pucat, tangan dan baju sudah penuh dengan noda darah sementara Taehyung menangis perih di lantai dan memegangi kepalanya.


Ruangan itu begitu kacau. Botol-botol obat pecah berserakan di lantai, ada dua orang dengan pakaian putih tergeletak di lantai serta genangan darah yang ada di lantai pasti membuat perut siapapun mual ketika melihatnya.


“Tae…” Jungkook berjongkok dan langsung merengkuh Taehyung ke dalam pelukannya.


“Kenapa kalian melakukannya?” isak Taehyung. Air mata berderai di pipi. Ia berusaha menjauhkan badan Jungkook yang memeluknya. Taehyung tengah berhalusinasi, pikirannya sedang dikuasai dengan trauma lama yang membuatnya mengigau seperti ini.


Oh God…


Hati Jungkook seperti teriris-iris, ia seolah bisa merasakan luka yang dialami Taehyung. Ia tidak tahu apa yang sudah dialami Taehyung di tempat ini sampai vampire itu bisa tampak begitu lemah dan rapuh.


“Tae… mianhe… mianhe…” gumam Jungkook dan berusaha kembali membawa Taehyung ke dalam pelukannya. Taehyung hanya bisa menangis dan membiarkan Jungkook memeluknya karena kekuatan Taehyung pun sudah semakin melemah.


“Mian, aku terlambat menyelamatkanmu…” isak Jungkook. Taehyung di dalam pelukannya sudah tidak mengeluarkan isak tangis lagi. Badannya terkulai lemas di bahu Jungkook karena vampire itu sudah tak sadarkan diri.


🎃🎃



wew..


Ibarat benang yang kusut dan ada orang yang mau benerin tapi jatohnya malah bikin kusut... ya kira-kira itulah yg author lakukan pada novel ini 🙄👈


Guys kalian bisa juga lirik novel fantasi author lain yang berjudul 7 KNIGHTS. itu bisa jadi alternatif sambil nunggu keleletan author dalam update 🙏 ceritanya juga masih fanfic ya, tentang fairy tale aesthetic gitu.


Atau juga novel author yang berjudul Apel Merah. Novel yang author buat saat masih awal-awal suka nulis... jadi rada alay 🤣


Gomawo. Jangan lupa tinggalkan jejak🐾🐾