Vampire In The City

Vampire In The City
Jadi Harus Bagaimana? :((



tetap dukung author dengan memberikan like dan comment yaa


🎃🎃


Jungkook berjalan dengan langkah tergopoh-gopoh, semakin jauh meninggalkan kelas, membiarkan seseorang yang dulu ia anggap sebagai teman sedang dibully dan dipermainkan orang lain. Jungkook tidak menolongnya meski dia sangat merasa tidak nyaman. Tapi jika mengingat Taehyung adalah vampire… bukankah Taehyung punya kekuatan vampire seperti yang pernah ia lihat sebelumnya, bagaimana Taehyung mematahkan tulang orang lain dengan mudahnya. Tentu Taehyung bisa menyelamatkan dirinya juga kan sekarang.


Jungkook mendengus panjang, mempercepat langkahnya menuju perpustakaan.


.


.


Sementara itu Taehyung bertemu dengan Jimin di kantin. Taehyung tidak menceritakan apa yang terjadi barusan padanya perihal dirinya yang diperas oleh beberapa teman sekelas. Taehyung tahu Jimin pasti akan langsung membelanya, memberi pelajaran 3 orang itu… tapi kalau dipikir-pikir semua itu tidak ada gunanya. Jangan-jangan Jimin pun akan terseret dalam masalah karena dirinya.


Jimin hanya menghela nafas sedih saat melihat Taehyung datang sendiri, tidak bersama dengan Jungkook. Ada apa ya dengan Jungkook, tidak biasanya seperti ini.


Taehyung berusaha memberi senyum pada Jimin dan mulai makan. Ketidakhadiran Jungkook ini semakin meyakinkan Taehyung bahwa Jungkook memang menjauhinya atau parahnya… menolaknya sebagai teman. Ini sangat menyedihkan.


Jimin berjanji dalam hati akan mengecek keadaan Jungkook, sepertinya telah terjadi sesuatu sampai sikap Jungkook aneh begitu pada Taehyung.


“Oh ya, bagaimana dengan hasil pertemuan dewan?” tanya Jimin berusaha membuka topik pembicaraan lain.


Taehyung menghela nafas panjang. “Malapetaka yang terjadi, Jiminnie. Para hunter menyerang villa dan menangkap 4 vampire.”


“Mwo?” Jimin terkejut mendengar kabar itu. Meskipun dirinya manusia tapi ada perasaan tak terima saat mendengar para hunter yang menyerang. Baginya cara itu licik sekali, menyerbu vampire yang sedang mengadakan pertemuan, vampire bahkan tidak sedang menyerang manusia!


“Lalu?”


“Untungnya Hyungku aman…” ujar Taehyung, “Tapi katanya ada 3 vampire dari clan Cha yang tertangkap termasuk 2 vampire yang pernah menyerang kita.”


“Astaga…” Jimin masih syok. Woobin dan Xiumin memang jahat tapi jika mereka ditangkap oleh hunter itu sangat mengerikan. “Apa jangan-jangan mereka dieksploitasi dan diperjualbelikan?”


Taehyung mengangkat bahu lemah. “Aku tak tahu. Tapi Yoongi Hyung mengatakan sepertinya demikian jika hunter tidak membunuh vampire.”


“Itu biadab.” gumam Jimin pelan. Dia tidak menyetujui tindakan semacam itu dan meski katanya darah vampire sangat berkhasiat untuk menyembuhkan penyakit kronis, tapi jika dieksploitasi seperti itu akan membuat vampire mati.


“Aku tak tahu apa yang terjadi kalau aku ikut dalam pertemuan itu,” ucap Taehyung sedih, “Aku mungkin tak akan bisa meloloskan diri dan malah tertangkap.”


“Oh, Tae…” Jimin memegang lengan sahabatnya, “Keputusan Seokjin Hyung sangat tepat dengan tidak mengijinkanmu untuk datang.”


Taehyung mengangguk lugu. “Semalam aku meminta maaf pada Seokjin Hyung karena sudah meragukan keputusannya.”


Jimin tersenyum. “Dia Alpha yang sangat bertanggung jawab, Tae. Kau harus selalu percaya padanya.”


Vampire itu membalas dengan senyum. “Aku juga bersyukur Seokjin Hyung tidak kenapa-napa. Kalau sampai Hyungku itu tertangkap aku tidak akan memaafkan diriku karena pertemuan dewan itu ada kaitannya dengan kasusku, Jiminnie.”


Jimin menghela nafas. “Itu tetap bukan salahmu,Tae… Clan Cha yang memulai semua ini.”


Taehyung menunduk. Seokjin selamat dari serangan hunter itu membuat perasaan Taehyung sangat lega… tapi Taehyung masih harus menghadapi masalah lain dimana Jungkook yang tidak mau berteman dengannya lagi. Sebenarnya apa yang terjadi sampai sikap Jungkook begitu padanya? Taehyung harus menyelesaikan masalah ini. Ia akan berusaha mendapatkan Jungkook kembali menjadi temannya.


***


Soojung meremas-remas tangan di atas meja dan hanya bisa menunduk selama perkuliahan Sejarah. Seokjin, dosen Sejarahnya, mengajar dengan tenang dan wajar seolah tidak pernah terjadi apapun dalam hidupnya, padahal ekspresi Seokjin saat itu sangat terluka. Tapi sekarang vampire itu bisa mengendalikan perasaannya dan tetap mengajar dengan baik.


Soojung mengangkat wajah dan menatap Seokjin yang sedang tersenyum mendengar pertanyaan mahasiswinya terkait dengan materi hari ini. Pria itu memang sangat tampan dan memikat. Tapi bukan itu yang membuat Soojung menyukai Seokjin. Pria itu selalu membuat Soojung merasa aman dan nyaman saat bersama.


Soojung merenungkan bahwa Seokjin tidak memanipulasi dirinya untuk bisa menyukai pria itu. Yoongi benar, Seokjin tidak akan melakukannya karena menjalin asmara dengan manusia yang membenci vampire pastinya merepotkan bukan. Soojung berusaha menilai dirinya sendiri, menilik ke dalam hatinya apa perasaan yang ia miliki pada Seokjin itu buatan atau tidak. Dan Soojung berpikir bahwa sampai saat ini perasaannya tidak berubah. Ia mencintai Seokjin meski pria itu adalah vampire. Dan bukankah pria itu yang telah menyelamatkan dirinya saat ia digigit vampire?


Soojung menelan ludah saat Seokjin tidak berusaha melihat ke arahnya. Pastinya Soojung sudah sangat menyakiti hati pria itu dengan menuduhnya sudah memanipulasi pikirannya, padahal tidak.


Seokjin akan merelakan semuanya… Ia tetap mengharapkan yang terbaik untuk wanita itu.


****


Taehyung berdiri di luar pintu toko, memandangi hyungnya yang sedang sibuk melayani pembeli. Sore ini Taehyung datang ke toko kue Yoongi, pikirannya suntuk dan Taehyung selalu membutuhkan Yoongi di saat-saat seperti ini.


Hyungnya itu sedang melayani pembeli. Tokonya cukup ramai sore ini. Cheese cake buatan Yoongi memang yang terbaik membuat siapapun terus ketagihan.


Yoongi mendongak menyadari keberadaan adik favoritnya. Yoongi menyadari raut wajah Taehyung itu cukup murung, pasti ada sesuatu yang mengusik hati bayi vampire itu. Setelah melayani pembeli terakhir, Yoongi segera mendatangi Taehyung.


“Taehyung…” sapa Yoongi memegang bahu vampire itu, “Ayo masuk ke dalam.”


Taehyung mengangguk dan Yoongi membawanya masuk. Untung saja masih ada kursi tersisa di tempat itu. Mereka duduk bersama berhadap-hadapan. Yoongi bisa merasakan kegundahan yang dialami bayi vampire itu.


“Kau baik-baik saja?” tanya Yoongi kuatir.


Taehyung memainkan tangannya dengan tak yakin. Apa ia bisa menceritakan masalahnya pada Yoongi? Tapi bukankah terlalu berlebihan jika Taehyung mengadu?


“Anni, Hyung… aku hanya ingin mengobrol dan bersantai denganmu.”


“Kuliahmu lancar?”


Taehyung mengangguk-angguk. “Aku sudah mulai bisa mengikuti ritme perkuliahan. Namjoon Hyung juga banyak membantuku.”


“Apa ada yang mengusik pikiranmu?” tanya Yoongi lembut.


Taehyung menarik nafas, berusaha bersikap wajar di depan hyungnya yang punya kemampuan empath. “Hyung, apa kau pernah punya teman manusia?”


Yoongi menaikkan sebelah alis, sedikit terhenyak mendengar pertanyaan itu. “Saat di kota lain,aku punya beberapa teman manusia, Tae. Kenapa?”


Taehyung menggigit bibir. “Umm.. bagaimana supaya Hyung bisa mempertahankan pertemanan dengan manusia?”


Yoongi bingung dengan pertanyaan itu. Sejujurnya ia tidak berusaha mempertahankan apapun saat berteman dengan manusia karena Yoongi memang terbilang senang menjaga jarak dari orang lain. “Apa kau sedang tidak akur dengan temanmu? Jiminnie?”


Taehyung menggeleng. “Anni, Hyung… aku hanya sedang bertanya saja.”


Taehyung termasuk tipe yang tidak bisa menyembunyikan kebohongan. Tentu saja Yoongi tahu bahwa Taehyung sedang mengalami masalah itu. Jika bukan Jimin, kemungkinan teman Taehyung satu lagi… kalau tidak salah namanya Jungkook.


Taehyung masih menunggu ucapan Yoongi sehingga dhampir itu pun berkata, “Setiap hubungan pasti tidak selalu berjalan mulus, Tae. Ada saja masalah dan kesalahpahaman yang bisa terjadi.” Yoongi kembali teringat dengan masalah yang tengah dialami Alpha mereka.


Mata Taehyung memandang Yoongi denga sungguh-sungguh, berusaha menyelami setiap nasihat atau pun perkataan Hyungnya.


“Kalau pun ada permasalahan percayalah itu bukan akhir dari segalanya. Kau masih bisa memperbaikinya. Mungkin kalau kau tidak tahu akar permasalahannya, kau bisa mengajak orang tersebut untuk bicara… Manusia menyebutnya dengan istilah pembicaraan heart to heart.” Yoongi memberi senyum. “Saat saling jujur maka hubungan bisa disembuhkan, Tae.”


“Saling jujur?” Taehyung menatap Yoongi penuh harap. Apa ini artinya ia pun perlu memberitahukan identitas yang sebenarnya pada Jungkook?


Yoongi mengangguk. “Dengan begitu kita bisa tahu akar permasalahannya dan menyelesaikannya. Kita perlu merendahkan hati dan mendengar apa yang menjadi pemikiran teman kita. Mendengar lebih baik dibandingkan banyak kata-kata, Tae.”


Ucapan Yoongi itu sangat membuat Taehyung ingin segera menemui Jungkook dan menanyakan semuanya. Ia mau mendengar apapun yang menyebabkan Jungkook bersikap seperti ini. Taehyung pun bersedia membantu Jungkook menyelesaikan masalahnya.


“Manusia dan vampire sama-sama hidup di dunia ini. Hidup di dunia yang sama, mungkin perlu juga meluapkan pemikiran dan anggapan masing-masing.” Yoongi mendesah. Jika memang benar Taehyung sedang punya masalah seperti itu dengan temannya yang bernama Jungkook, Yoongi berharap Taehyung bisa menyelesaikannya. Yoongi sangat tahu betapa berartinya arti teman bagi Taehyung. Bayi vampire itu belum pernah memiliki teman. Jika ia mengalami kehilangan, Yoongi takut itu malah memberi thrauma untuk Taehyung.


“Ikuti kata hatimu, Tae…” ujar Yoongi sambil menepuk lengan bayi vampire itu.


🎃🎃